28/04/2026
Kabupaten Kupang menyimpan potensi garam yang tak kalah luar biasa ๐
Salah satunya berada di Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, dengan luas tambak sekitar 8 hektare. Sebagian sudah menggunakan teknologi geomembran, sementara lainnya masih bertahan dengan cara tradisional melalui meja tanah atau meja kristalisasi.
Para petani garam setempat menuturkan bahwa hasil produksi mereka saat ini masih dijual ke pengepul untuk diolah lebih lanjut menjadi garam dapur. Garam kasar dijual dalam karung 50 kg dengan harga sekitar Rp50.000, dan didistribusikan ke wilayah Oebelo dan Tuasene.
Di balik potensi besar ini, para petani berharap adanya dukungan pemerintah, baik berupa bantuan geomembran maupun alat berat seperti ekskavator untuk memperbaiki pematang dan meja tambak agar hasil produksi semakin optimal.
Lalu seperti apa potensi dan tantangan yang mereka hadapi? Nantikan selengkapnya dalam Obrolan Budaya RRI Kupang, mengangkat wisata edukasi garam Oeteta, produksi RRI Kupang.