28/07/2026
(28/6/26) Sore hari di Pinggir Jln. Pramuka No 20 Kudus, Ruang publik itu kami hadirkan dengan kebersamaan para seniman muda kudus. Kopi kami seduh untuk berbagi rasa atas jiwa - jiwa yang rapuh namun tak runtuh, lantunan syair, alunan nada dan goresan tinta berirama menuangkan cita.
Ya cita, cita yang sering terbentur oleh regulasi dan citra audensi, ide wacana tentang pemajuan kebudayaan hanya pemanis program bersambut sahutan tepuk tangan. Tapi cita itu kami rawat dengan penuh kesabaran, walaupun perih kami genggam, cita itu tetap menjadi landasan.
Tempat ini penuh sakral (Jln Pramuka no 20 Kudus) dimana ide dan wacana kerap diadu padukan, bermacam wirid dan tirakat sering dirapalkan. Dan sederhananya, kami ngalap berkah dan pangestunya atas langkah dan ikhtiar kami.
Terimakasih kami sampaikan kepada para seniman, sedulur lesbumi kudus, teman media dan semua yang terlibat.
Semangat kebersamaan itu untuk sebuah Ruang Publik yang hilang, semangat itu untuk pencemaran lingkungan yang tak kunjung dihentikan, semangat itu untuk para masyarakat Kudus agar terjaga keindahan kota dan kehidupannya. Sampai jumpa diedisi berikutnya.