03/06/2025
TERJEBAK DIDALAM KEBIASAAN.
Setiap individu pasti mempunyai kebiasaan. Setiap warga, suku atau golongan apapun itu pastinya memiliki adat dan kebiasaan. Maka bukan hal yang mudah untuk berhenti dari kebiasaan itu. Karena suatu kebiasaan memiliki konsekwensi dan bahkan sanksi bagi pengikutnya.
Sebagian diantara pengikut kebiasaan itu sesekali ingin berontak melawan sebuah sistem walau sangat berat dan sulit. Misalnya dalam sebuah suku disuatu kampung punya adat yang sudah melekat sejak moyang mereka dan sedang tidak mudah diikuti sebagian warga itu dengan 1 alasan yang logis.
Misalnya terkendala biaya. Akhirnya dari pada malu karena bisa jadi dikucilkan dari masyarakat bila menghindari adat itu. Jalan berhutangpun mulai dilirikya. Tapi perlu diingat!!! Kita berhutang tidak ada yang menjamin hidup kita sampai pada hari jatuh tempo dan tidak ada p**a yang menjamin kita bisa membayar angsurannya, ASN sekalipun tidak...... meskipun dia punya jaminan yang bisa diandalkan bilamana gagal bayar.
Lebih parah lagi bila hutang itu tanpa jaminan. Sedikit keuntungan ketimbang kerugiannya. Keuntungannya adalah kita tidak usah memberi jaminannya yang biasanya berupa BPKB atau surat tanah. Sedang resikonya atau keburukannya atau kelemahannya adalah bunga besar, itu pasti dan yang lebih parah lagu bila ini menyangkut kerabat. Karena meski tanpa jaminan dan bunga kita bisa kehilangan kerabat itu bilamana gagal bayar hutang.
Kaanggit dening Joko Nugroho
Klaten 03 Juni 2025