SORGA KITA SEMUA

SORGA KITA SEMUA SORGA KITA BERSAMA ADALAH KEINDAHAN, KEBAIKAN, KEBENARAN DAN KEDAMAIAN

25/09/2024

HARMONI

harmoni adalah keselarasan, kesesuaian, kecocokan dan keseimbangan berbagai faktor yang saling berhubungan, sehingga tidak adanya perbedaan yang mendasar agar tercipta satu kesatuan yang utuh.

Harmoni dalam kehidupan membutuhkan kesadaran diri untuk selalu berupaya yang terbaik antar sesama makluk ciptaan Tuhan. Bukan hanya dengan manusia namun juga hewan dan tumbuhan.

Keharmonisan membutuhkan kesadaran diri untuk menjaga ego dan pengekangan diri agar tidak melakukan tindakan yang melebihi kapasitas diri ataupun lingkungannya.

Harmonis dengan alam mengharuskan kita dewasa dalam menentukan tindakan tanpa harus merusak dan mengekploitasi alam secara berlebihan. Ada kebijaksanaan dalam setiap tindakan dengan memperhitungkan apa yang patut apa yang boleh dilakukan. Batasan batasan itu akan menjaga kelangsungan alam sekitar dengan baik sehingga alampun memberikan balasan yang berguna bagi kelangsungan hidup kita.

Masyarakat Badui adalah masyarakat yang paling nyata punya tekad yang kuat untuk selalu harmonis dengan alam. Dampaknya adalah alam yang tetap lestari.

Alam tak pernah berdusta, apapun yang kita lakukan pada alam, maka alam akan memberikan balasan yang setimpal.

Rahayu

16/04/2024

Semua daerah di Indonesia mempunyai adat dan budaya yang berbeda beda, perbedaan itu menjadi ciri khas masing masing daerah.

Walaupun berbeda beda bukan berarti saling meniadakan, namun perbedaan itu malah saling menggenapi, saling mengisi, saling menguatkan. Bhinneka Tunggal Ika "Berbeda beda tapi tetap satu jua"
Perbedaan adalah Anugerah dan keniscayaan yang harus kita syukuri sebagai karunia. Perbedaan kita adalah Kekuatan kita karena dalam perbedaan ada semangat saling menghargai, saling menghormati saling menjaga dan saling melindungi.

Rahayu Saudaraku semua

15/04/2024

Budaya Bangsa merupakan identitas kita makanya harus kita jaga agar tetap lestari.

Jangan biarkan Budaya bangsa kita tergerus oleh berbagai hal yang merugikan sehingga berdampak pada hilangnya jatidiri kita sebagai Bangsa.

Bagaimanapun Budaya Bangsa adalah merupakan pencapaian keluhuran peradaban yang telah di jalankan dalam berbagai sendi kehidupan masyarakat kita sehari hari.

Biar anak cucu kita ke depan tetap bisa tegak dan bangga akan pencapaian leluhurnya.

Rahayu saudaraku semua.

14/04/2024

Budaya adalah perwujudan Budi dan Daya dalam memaknai kehidupan yang tertuang dalam berbagai bentuk, bisa tulisan, tatanan, acara, upacara, juga perilaku kehidupan sehari hari.

Budaya Bangsa kita terkenal indah, Adhi luhung dan penuh pesona. Menjaga keberlangsungan Budaya bangsa adalah kewajiban kita sebagai anak bangsa.

Jangan pernah lelah untuk selalu mengupayakan lestarinya Budaya bangsa kita sendiri

12/01/2023

CANDI SUKUH

Candi Sukuh terletak di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi Candi Sukuh berada pada ketinggian + 910 merer di atas permukaan laut dan berada disisi Barat lereng Gunung Lawu.

Kompleks Candi Sukuh menempati areal seluas + 5.500 m2, terdiri dari terdiri atas tiga teras bersusun.

Sepintas lalu candi ini terlihat seperti bangunan pemujaan Suku Maya di Mexico. Gerbang utama, dan gerbang lain menuju ke setiap teras dan bangunan utama menghadap ke arah barat, berbeda dengan candi-candi di Jawa tengah yang umumnya menghadap ke timur.

Ketiga teras tersebut terbelah dua tepat di tengahnya oleh batu yang ditata membentuk jalan menuju ke gerbang teras berikutnya.

Gapura menuju teras pertama merupakan gapura paduraksa, yaitu gapura yang dilengkapi dengan atap. Ambang pintu gapura dihiasi pahatan kala berjanggut panjang dan pada dinding sayap utara gapura terdapat relief yang menggambarkan seorang yang sedang berlari sambil menggigit ekor ular yang sedang melingkar.

Menurut K.C. Cruq, pahatan tersebut merupakan sebuah sengkalan (sandi angka tahun) yang dibaca gapura buta anahut buntut (gapura raksasa menggigit ekor ular). Sengkalan tersebut ditafsirkan sebagai tahun 1359 Saka atau tahun 1437 M.

Pelataran teras pertama yang tidak terlalu luas terbelah batu-batu yang disusun membentuk jalan menuju gapura menuju teras kedua.

Di sisi utara pelataran teras pertama ini terdapat 3 panel batu yang diletakkan berjajar. Panel pertama memuat gambar seorang lelaki sedang berkuda diiringi oleh pasukan bersenjata tombak. Di samping kuda seorang lelaki berjalan sambil memayunginya. Panel kedua memuatan gambar sepasang lembu dan panel ketiga memuat gambar seorang lelaki menunggang gajah. Di sisi selatan terdapat kumpulan batu berbagai bentuk dan beberapa buah lingga.

Di Bagian belakang pelataran teras kedua terdapat gerbang berupa gapura bentar yang mengapit tangga menuju ke pelataran teras ketiga. Gapura ini dalam keadaan rusak berat. Di depan gapura terdapat sepasang Arca Dwarapala yang saat ini dalam keadaan telah aus. Pahatan kedua arca penjaga pintu ini kasar dan kaku dan wajahnya sama sekali tidak menyeramkan, bahkan terkesan lucu

Menapaki anak tangga memasuki Teras ketiga yang letaknya paling tinggi merupakan tempat yang paling suci.

Pelataran teras ketiga terbagi dua sisi, utara dan selatan, oleh jalan batu menuju ke bangunan suci di bagian belakang. Di pelataran halaman ketiga ini terdapat banyak sekali arca dan panel batu bergambar.

Di bagian depan pelataran sisi utara terdapat 3 arca manusia bersayap dan berkepala garuda dalam posisi berdiri dengan sayap membentang. Hanya satu dari ketiga arca ini yang masih utuh. Dua arca lainnya sudah tidak berkepala lagi.

Pada salah satu arca garuda terdapat prasasti berangka tahun 1363 Saka atau 1441 M dan 1364 Saka atau 1442 M.

Bangunan utama terletak paling belakang berbentuk trapesium berdenah dasar 15 m2 dan tinggi mencapai 6 m.

Di pertengahan sisi barat bangunan terdapat tangga yang sempit dan curam menuju ke atas atap. Diduga bangunan yang ada saat ini adalah batur atau kaki candi, sedangkan bangunan candinya sendiri kemungkinan terbuat dari kayu.

Dugaan tersebut didasarkan pada adanya beberapa umpak (kaki tiang bangunan) batu di pelataran atap. Di tengah pelataran atap terdapat sebuah lingga. Konon yoni yang merupakan pasangan lingga tersebut saat ini disimpan di Museum Nasional di Jakarta.

Di depan bangunan utama ada Artefak berbentuk Kura Kura sebanyak 3 buah.

Sungguh Peninggalan yang penuh makna tersembunyi yang wajib kita cari tahu apa yang tersirat dan tersurat. Kita wajib mengetahui apa pesan yang hendak disampaikan kepada kita sebagai penerusnya...

Rahayu

Send a message to learn more

Address

Jalan GATOT SUBROTO
Ketapang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SORGA KITA SEMUA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to SORGA KITA SEMUA:

Share