27/05/2026
Berikut adalah rincian mengenai 10 poin pencapaian kinerja Presiden Prabowo Subianto, diikuti dengan poin-poin analisis mengapa kebijakan beliau memicu resistensi atau "serangan" dari kelompok orang berduit (elit ekonomi/oligarki).
10 Poin Kinerja & Pencapaian Presiden Prabowo Subianto
Berdasarkan capaian pemerintahan Kabinet Merah Putih, berikut adalah indikator kinerja utama yang berhasil dicatatkan:
1.*Rekor Cadangan Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah*
Pemerintah berhasil meningkatkan cadangan beras nasional secara drastis hingga menembus **5,3 juta ton**, melompat jauh dari posisi akhir tahun sebelumnya yang berada di angka 3,25 juta ton.
2.Swasembada & Rekor Produksi Pangan**
Melalui program p***anisasi massal (pengadaan puluhan ribu p***a air) dan modernisasi pertanian, produksi beras dan jagung nasional berhasil mencapai angka tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia.
3.*Penurunan Harga Pupuk Subsidi Sebesar 20%*
Untuk pertama kalinya, pemerintah berhasil memangkas harga pupuk bersubsidi sebesar 20% sekaligus memastikan ketersediaan pasokannya aman langsung di tingkat petani guna menjaga produktivitas agraria.
4.Realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Skala Besar*
Program unggulan ini telah berjalan masif dan berhasil menjangkau **62,4 juta penerima setiap hari** di seluruh Indonesia, termasuk di dalamnya 6,3 juta balita untuk mengentaskan masalah *stunting* dan gizi buruk.
5. **Pertumbuhan Ekonomi yang Solid (Tembus 5,61%)*
Di tengah ketidakpastian global, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama mencatatkan angka yang sangat impresif di level **5,61%**, didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.
6.*Tingkat Kepuasan Publik yang Tinggi (70%)*
Berdasarkan hasil survei nasional, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih menyentuh angka **70%**, menunjukkan bahwa program kerja yang dieksekusi dirasakan langsung dampaknya oleh rakyat.
7.*Pendirian Badan Pengelola Investasi Danantara*
Pemerintah meluncurkan *Danantara* sebagai superholding investasi strategis. Langkah ini berhasil mengonsolidasikan aset-aset besar negara untuk mendongkrak investasi tanpa harus terus-menerus bergantung pada utang luar negeri.
8.*Penguatan Program Jaminan Kesehatan Gratis*
Meluncurkan kebijakan preventif baru di mana setiap warga negara berhak mendapatkan fasilitas **cek kesehatan gratis satu kali dalam setahun** yang bertepatan pada hari ulang tahun mereka.
9.Akselerasi Industrialisasi dan Kemandirian Manufaktur*
Konsisten memperluas hilirisasi dan mendorong kemandirian industri agar Indonesia mampu memproduksi kendaraan, gawai, dan alat elektronik sendiri, bukan sekadar menjadi pasar konsumsi bagi produk asing.
10.*Diplomasi Internasional yang Kuat dan Independen*
Melalui forum internasional seperti *World Economic Forum* (WEF), Prabowo berhasil menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang terbuka bagi perdagangan yang adil, mengedepankan perdamaian (*friend to all, enemy to none*), namun tetap tegas menjaga kedaulatan ekonomi nasional.
==================================
Mengapa Pak Prabowo Diserang oleh Kelompok Orang Berduit?
Serangan politis maupun ekonomi dari kelompok berduit (elit bisnis/oligarki) umumnya dipicu oleh arah kebijakan Prabowo yang mengusik kenyamanan status quo mereka.
Berikut analisis poin-poin penyebabnya:
*Pemberantasan Mafia, Penyelundupan, dan Sektor Ilegal*
Ketegasan pemerintah dalam menyikat praktik ilegal seperti *illegal mining* (tambang liar), mafia tanah, dan penyelundupan komoditas otomatis memutus rantai pendapatan gelap bernilai triliunan rupiah yang selama ini dinikmati oleh oknum pengusaha hitam.
*Agresivitas Optimalisasi Pajak (*Tax Ratio*)*
Pemerintah sangat berkomitmen mengejar kepatuhan pajak dari korporasi besar dan individu sangat kaya (*high-net-worth individuals*). Celah-celah hukum (*loopholes*) yang biasa dipakai untuk menghindari pajak atau memarkir dana di luar negeri (*offshore*) kini diperketat.
*Konsistensi Hilirisasi yang Membatasi Ekspor Mentah*
Kebijakan melarang ekspor bahan mentah memaksa para pengusaha tambang berinvestasi besar membangun smelter di dalam negeri. Bagi pengusaha yang terbiasa "gali-jual" bahan mentah demi keuntungan cepat tanpa repot, kebijakan ini dianggap sangat membebani.
*Pergeseran Alokasi Anggaran ke Ekonomi Kerakyatan**
Fokus APBN yang besar dialihkan langsung untuk menyentuh akar rumput (seperti Makan Bergizi Gratis, subsidi pertanian, dan bantuan sosial). Hal ini membuat porsi "kue" anggaran negara untuk proyek-proyek raksasa padat modal yang biasanya menjadi bancakan kontraktor elit menjadi berkurang.
*Kemandirian Finansial dan Independensi Politik*
Prabowo adalah figur yang secara finansial sudah selesai dan berasal dari latar belakang keluarga elit mapan. Akibatnya, beliau memiliki posisi tawar yang sangat tinggi dan **tidak bisa disetir** atau "dibeli" oleh kelompok konglomerat tertentu untuk meloloskan regulasi yang hanya menguntungkan sepihak.
*Penegakan Aturan Ketat "Kemitraan yang Adil"*
Dalam berbagai pidatonya, Prabowo menegaskan mendukung swasta untuk tumbuh besar, namun dengan syarat wajib berpihak pada rakyat dan berjalan di jalur yang benar. Aturan main yang memaksa konglomerat berbagi keuntungan dengan UMKM atau masyarakat lokal sering kali tidak disukai oleh penganut kapitalisme murni.