FotoAntix

FotoAntix ᴘᴇɴɪᴋᴍᴀᴛ ᴋᴏᴘɪ ʜɪᴛᴀᴍ ᴅᴀɴ ᴘᴇᴍᴇʀʜᴀᴛɪ ꜱᴇᴊᴀʀᴀʜ ᴄᴀɢᴀʀ ʙᴜᴅᴀʏᴀ

Douane adalah kata dari bahasa Belanda (dan Prancis) yang berarti "Bea Cukai" atau "Kantor Pabean"  , yakni lembaga peme...
03/05/2026

Douane adalah kata dari bahasa Belanda (dan Prancis) yang berarti "Bea Cukai" atau "Kantor Pabean" , yakni lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi keluar masuknya barang, memungut pajak impor/ekspor, serta mengawasi pelabuhan dan jalur perdagangan.
Dalam konteks Hindia Belanda, petugas lembaga ini sering disebut 'douane', sementara nama resmi administrasinya adalah De Dienst der Invoer en Uitvoerrechten en Accijnzen (I.U & A) yang secara bebas diterjemahkan sebagai Departemen Bea Masuk, Bea Keluar, dan Cukai. Tujuan utama administrasi ini adalah memungut invoer-rechten (bea masuk), uitvoer-rechten (bea keluar), dan accijnzen (cukai).
Kata "Douane" sendiri berakar dari bahasa Arab diwan yang berarti "daftar" atau "register" — merujuk pada catatan administrasi perdagangan. Kata ini kemudian diadopsi ke dalam bahasa Italia (dogana), Prancis, lalu Belanda, dan akhirnya digunakan secara luas di seluruh wilayah jajahan Belanda termasuk Hindia Belanda (Indonesia).
Kalianda memiliki posisi strategis yang sangat penting sejak era kolonial Belanda. Letaknya di ujung selatan Pulau Sumatera, berhadapan langsung dengan Selat Sunda, menjadikannya pintu gerbang utama antara Sumatera dan Jawa.
Dalam pembagian administratif kolonial Belanda, Lampung termasuk dalam wilayah Residency of Lampung dengan sumber daya utama berupa lada hitam (black pepper) , salah satu komoditas ekspor paling bernilai di Nusantara pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

01/05/2026

HUNTING STORY | Menyelami Jejak Onder Afdeling Soekadana
Kota tua itu menyimpan begitu banyak cerita yang menunggu untuk dikisahkan kembali...
Dalam rangkaian acara "Kolaborasi Harmoni" yang digagas oleh , saya berkesempatan ikut menyelami lorong-lorong waktu di Kota Sukadana, salah satu kota tua di Provinsi Lampung yang masih berdiri kokoh dengan warisan bangunan peninggalan masa lampau.
Melalui agenda Hunting Story, kami menelusuri jejak sejarah Onder Afdeling Soekadana , sebuah perjalanan yang bukan sekadar melihat bangunan tua, tetapi mendengarkan bisikan zaman yang tersimpan di setiap sudutnya.
Kegiatan ini semakin bermakna dengan hadirnya Kepala sebagai narasumber dalam sesi dialog yang membuka wawasan kita tentang betapa berharganya warisan sejarah yang dimiliki Sukadana. Dan saya bangga bisa turut mendampingi beliau terjun langsung ke titik-titik bersejarah di kota ini.
Sukadana bukan hanya masa lalu, ia adalah potensi besar yang belum sepenuhnya tersentuh.
Bayangkan jika kegiatan seperti ini terus hidup, tumbuh, dan menjadi agenda rutin, bahkan kewajiban, betapa kuatnya daya tarik wisata yang bisa dibangun, betapa bergairahnya perekonomian masyarakat Sukadana yang bisa kita bangkitkan bersama.
Terima kasih kepada Pemerintah Sukadana dan BNNK Lampung Timur, yang telah memberi ruang bagi para komunitas pegiat sejarah untuk bergerak, bersuara, dan bereksplorasi. Inilah kolaborasi yang sesungguhnya, harmoni antara pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan semangat generasi yang merawat ingatan.

Vrouw in inheemse klederdracht Sumatra 1939.____File :   Colorize  Pembimbing warna tapis ____Pewarnaan hanya ilutrasi__...
16/03/2026

Vrouw in inheemse klederdracht Sumatra 1939.
____
File :
Colorize
Pembimbing warna tapis
____
Pewarnaan hanya ilutrasi
____
potolawaslampung wisatasejarahlampung Lampongscheheritage fotoantix potoantik fotoantixofficial

Wanita jaman dulu pun tak kalah cantik dengan wanita jaman sekarang.Tukhun Mandei adalah salah satu prosesi adat yang ad...
14/03/2026

Wanita jaman dulu pun tak kalah cantik dengan wanita jaman sekarang.
Tukhun Mandei adalah salah satu prosesi adat yang ada dalam perkawinan adat pancah aji yang ada dalam masyarakat adat Lampung pepadun marga Mego Pak Tulang Bawang, pakaian yang digunakan salah satunya adalah kain sembagi yang menutupi kepala calon mempelai wanita (majew). Adapun motif kain sembagi yang digunakan adalah motif bunga Kaco Pireng.

Koleksi pribadi keluarga di Lebuh Dalom Menggalo.

Caption :
Pewarnaan :

Rumah Daswati di Jl. Tulang Bawang No. 11, Bandar Lampung, adalah lokasi bersejarah tempat dirumuskannya pembentukan Pro...
13/03/2026

Rumah Daswati di Jl. Tulang Bawang No. 11, Bandar Lampung, adalah lokasi bersejarah tempat dirumuskannya pembentukan Provinsi Lampung pada 18 Maret 1964. Rumah milik tokoh pejuang Achmad Ibrahim ini menjadi saksi perjuangan memisahkan diri dari Sumatra Selatan. Kini, bangunan tersebut terdaftar sebagai Objek Diduga C***r Budaya (ODCB). 

Berikut adalah poin-poin penting mengenai sejarah Daswati:

Singkatan dan Arti: Daswati singkatan dari Daerah Swatantra Tingkat I, istilah untuk daerah otonom (provinsi) pada masa awal kemerdekaan.

Pusat Perjuangan: Sejak 7 Maret 1963, rumah di Enggal ini digunakan oleh Panitia Daswati I Lampung untuk rapat dan menyusun dokumen penting pemisahan dari Provinsi Sumatra Selatan.

Lahirnya Provinsi: Berkat perjuangan di rumah ini, Lampung resmi disahkan menjadi provinsi ke-18 pada 18 Maret 1964.

Kondisi Terkini: Bangunan bernuansa kolonial ini kondisinya memprihatinkan dan sempat terbengkalai, namun kini sedang didorong untuk ditetapkan resmi sebagai c***r budaya. 

Secara rinci, bangunan ini adalah bukti sejarah yang tak ternilai bagi terbentuknya Provinsi Lampung

Gedung Dasaad Musin Concern merupakan salah satu saksi bisu perkembangan dunia usaha tokoh Indonesia pada masa awal keme...
10/12/2025

Gedung Dasaad Musin Concern merupakan salah satu saksi bisu perkembangan dunia usaha tokoh Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Nama Gedung Dasaad Musin Concern diambil dari nama Agus Musin Dasaad, Beberapa sumber lokal menyebut dia berdarah Lampung dari ayahnya, sedangkan ibunya keturunan bangsawan Sulu, Filipina.

Menurut Peter Post dalam tulisannya "The Formation of the Pribumi Business Elite in Indonesia, 1930s-1940s" di buku Japan, Indonesia and the War Myths and Realities (1996), Dasaad lahir di Jolo pada 25 Agustus 1905. Ayahnya seorang guru agama. Selepas sekolah dasar (1918), ia belajar di Sekolah Dagang di Singapura hingga 1922. Di sana, ia sempat satu tahun magang sebagai asisten pemegang buku di Loa Mock & Coy. Setelahnya, dia berbisnis hasil bumi yang dibeli di sekitar Lampung dan Bengkulu yang diangkut ke Palembang kemudian dikirim ke Jawa, Singapura, dan Filipina.  Menurut Mestika Zed dalam Kepialangan Politik dan Revolusi Palembang 1900-1950 (2003), pada 1921, Dasaad sudah memulai bisnisnya sejak usianya masih belasan. Dia berniaga di sekitar Lampung dan Palembang, juga melebarkan sayap ke Filipina bagian selatan. Menjadi seorang usahawan membuatnya harus berpindah-pindah alamat. Ia tak hanya pernah tinggal di kota-kota besar Indonesia, tapi juga di Singapura. Perusahaan milik Dasaad ini “melebarkan jaringan operasi di Asia Tenggara dan Zanzibar (Afrika) pada 1941. Cabangnya di Betawi, Bangil, Surabaya, Cirebon, Solo, Lampung, Palembang, dan Bengkulu,” tulis Mestika Zed. “Pedagang ini tercatat sebagai salah satu miliuner Sumatera sampai dengan 1942. Cabang-cabang perusahaannya tersebar di berbagai tempat di Indonesia.” Perusahaan Dasaad, Dasaad Moesin Concern, tergabung dalam asosiasi bernama Gaboengan Importeurs Indonesia (Gindo), yang kooperatif dengan pemerintah kolonial dan mendapat banyak kemudahan dari otoritas Belanda. Sebelum 1942, dia tercatat sebagai jutawan Sumatera dan termasuk pengusaha besar sejak muda.

Stasiun Tanjung Karang Th 1960/1970.. Belum adanya Siger Lampung, masih ada gudang logistik juga kantor Polsuska, kantin...
12/07/2024

Stasiun Tanjung Karang Th 1960/1970.. Belum adanya Siger Lampung, masih ada gudang logistik juga kantor Polsuska, kantin serta ruang tunggu, yang kursinya masih terbuat dari kayu memanjang berbaris.
____
Sumber : Sobri via FB
Editing :
____

PERIODE I MASJID AGUNG TAQWA ERA KOLONIALBangunan Masjid Agung pada periode paling awal masih memiliki halaman yang sang...
11/07/2024

PERIODE I MASJID AGUNG TAQWA ERA KOLONIAL

Bangunan Masjid Agung pada periode paling awal masih memiliki halaman yang sangat luas dengan dua pohon beringin di halamannya dan terhubung langsung dengan alun-alun. Masjid dibangun dengan bergaya modern beratap tumpang- perisai, fondasi bangunan tinggi, kolom kolom lengkung, dan iwanat (pintu masuk) khas bergaya Isfahan, Persia. Masjid Agung dibangun di sisi barat Alun-alun Metro yang lokasinya telah ditetapkan sejak tahun 1936.

Keterangan asli gambar berdasarkan sumber:

Mesdjid Metro, Lampung Tengah, Sumatera Selatan. Sebuah kombinatie antara kebudajaan mesdjid asli dan bentuk baru Sumber: Abubakar Aceh 1955. Sedjarah Mesdjid dan Amal Ibadah dalamnja. DC Universiteit Leiden, KITLV nummer archief M 2003 A 1419 .
Telah disunting oleh Kian Amboro

Potret bangunan dan blueprint, yang diduga Kantor atau Klinik PTPN7 yang berada di Jl. TEUKU UMAR, Kedaton Bandar Lampun...
23/04/2024

Potret bangunan dan blueprint, yang diduga Kantor atau Klinik PTPN7 yang berada di Jl. TEUKU UMAR, Kedaton Bandar Lampung ini dibangun oleh pemerintah Kolonial Belanda tahun 1938 ca, seperti yang tertera di blueprint denah bangunan tersebut.
CMIWIW
____
Sumber :
____

Pada 6 Juli 1957 Surat Kabar Algemeen Indisch dagblad: de Preangerbode Bandoeng mengabarkan kunjungan Mantan Wakil Presi...
31/03/2024

Pada 6 Juli 1957 Surat Kabar Algemeen Indisch dagblad: de Preangerbode Bandoeng mengabarkan kunjungan Mantan Wakil Presiden pertama Mohammad Hatta ke Metro. Di Metro, B**g Hatta disambut hangat oleh ribuan masyarakat yang berkumpul di sepanjang jalan menuju alun-alun. ( sekarang Taman Kota Metro )
____
Sumber: Surat Kabar Algemeen Indisch dagblad: de Preangerbode Bandoeng. 6 Juli 1957
____
Narasi : Kian Amboro
____
Informasi lengkapnya bisa kalian kunjungi Dokterswoning atau Diorama Arsip di Lantai 3
____

Address

Bandar Lampung

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when FotoAntix posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share