Asosiasi Perfilman Jayapura

Asosiasi Perfilman Jayapura ASOSIASI PERFILMAN JAYAPURA WADAH KREATIF BERSAMA KOMUNITAS FILM KOTA JAYAPURA. BANGKIT DAN MAJU PERFILMAN JAYAPURA.

Setiap corak memiliki ruh sendiri,.. Setiap ruh memiliki kepribadian...FESTIVAL CROSSBORDER KEEROM,..-SATU TEKAD-"Datang...
23/04/2019

Setiap corak memiliki ruh sendiri,.. Setiap ruh memiliki kepribadian...

FESTIVAL CROSSBORDER KEEROM,..

-SATU TEKAD-

"Datang dan Ramaikan" Salah satu Festival Kebanggaan Daerah kamu!!! Buktikan kamu cinta daerah mu!!!

- (Tanggal 03-05 Mey 2019) -

Ada Banyak Kegiatan Menarik Seperti Pementasan Kesenian Tradisional Papua,,, Parade Kesenian Tradisional Papua,, Bazaar,, Keerom Mencari Bakat & Berbagai Kegiatan Menarik Lainnya Yang Pasti Bakal Sangat Seru.

Sobat Wisata juga Akan Dihibur Oleh Duta Raggae Indonesia RAS MUHAMMAD.
Dan GORBY,,, XD BAND,, NATIVE YATEZ (PNG) Yang Juga Group Band Reggae Lokal Yang Tak Kalah Menariknya...

Acaranya Gratis,, Biar Lebih Seru yuk ajak keluarga & teman-teman,,,
Acaranya berlangsung Di Lapangan Swakarsa Kabupaten Keerom.

Sampai Jumpa Tanggal 3-5 Mey Ya Guyss






Perfilman Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an, ketika f...
18/04/2019

Perfilman Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an, ketika film Indonesia merajai bioskop-bioskop lokal. Film-film yang terkenal pada saat itu antara lain, Catatan si Boy, Blok M dan masih banyak film lain. Bintang-bintang muda yang terkenal pada saat itu antara lain Onky Alexander, Meriam Bellina, Lydia Kandou, Nike Ardilla, Paramitha Rusady, Desy Ratnasari.
Pada tahun-tahun itu acara Festival Film Indonesia masih diadakan tiap tahun untuk memberikan penghargaan kepada insan film Indonesia pada saat itu. Tetapi karena satu dan lain hal perfilman Indonesia semakin jeblok pada tahun 90-an yang membuat hampir semua film Indonesia berkutat dalam tema-tema yang khusus orang dewasa. Pada saat itu film Indonesia sudah tidak menjadi tuan rumah lagi di negara sendiri. Film-film dari Hollywood dan Hong Kong telah merebut posisi tersebut.
Hal tersebut berlangsung sampai pada awal abad baru, muncul film Petualangan Sherina yang diperankan oleh Sherina Munaf, penyanyi cilik penuh bakat Indonesia. Film ini sebenarnya adalah film musikal yang diperuntukkan kepada anak-anak. Riri Riza dan Mira Lesmana yang berada di belakang layar berhasil membuat film ini menjadi tonggak kebangkitan kembali perfilman Indonesia. Antrian panjang di bioskop selama sebulan lebih menandakan kesuksesan film secara komersil.
Setelah itu muncul film film lain yang lain dengan segmen yang berbeda-beda yang juga sukses secara komersil, misalnya film Jelangkung yang merupakan tonggak tren film horor remaja yang juga bertengger di bioskop di Indonesia untuk waktu yang cukup lama. Selain itu masih ada film Ada Apa dengan Cinta? yang mengorbitkan sosok Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra ke kancah perfilman yang merupakan film romance remaja. Sejak saat itu berbagai film dengan tema serupa yang dengan film Petualangan Sherina (diperankan oleh Derbi Romero, Sherina Munaf), yang mirip dengan Jelangkung(Di Sini Ada Setan, Tusuk Jelangkung), dan juga romance remaja seperti Biarkan Bintang Menari, Eiffel I'm in Love. Ada juga beberapa film dengan tema yang agak berbeda seperti Arisan! oleh Nia Dinata.
Selain film-film komersil itu juga ada banyak film film nonkomersil yang berhasil memenangkan penghargaan di mana-mana yang berjudul Pasir Berbisik yang menampilkan Dian Sastrowardoyo dengan Christine Hakim dan Didi Petet. Selain dari itu ada juga film yang dimainkan oleh Christine Hakim seperti Daun di Atas Bantal yang menceritakan tentang kehidupan anak jalanan. Tersebut juga film-film Garin Nugroho yang lainnya, seperti Aku Ingin Menciummu Sekali Saja, juga ada film Marsinah yang penuh kontroversi karena diangkat dari kisah nyata. Selain itu juga ada film film seperti Beth, Novel tanpa huruf R, Kwaliteit 2 yang turut serta meramaikan kembali kebangkitan film Indonesia. Festival Film Indonesia juga kembali diadakan pada tahun 2004 setelah vakum selama 12 tahun.
Saat ini dapat dikatakan dunia perfilman Indonesia tengah menggeliat bangun. Masyarakat Indonesia mulai mengganggap film Indonesia sebagai sebuah pilihan di samping film-film Hollywood. Walaupun variasi genre filmnya masih sangat terbatas, tetapi arah menuju ke sana telah terlihat.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Perfilman_Indonesia -_1942

Selamat Memperingati Hari Wafatnya ISA ALMASIH  19 April 2019
17/04/2019

Selamat Memperingati Hari Wafatnya ISA ALMASIH
19 April 2019

10/04/2019
Gunakan Hak Pilih Anda "Jangan Gol Put,..!!"
03/04/2019

Gunakan Hak Pilih Anda "Jangan Gol Put,..!!"

Address

Jayapura
99112

Telephone

+628126666432

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Asosiasi Perfilman Jayapura posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Asosiasi Perfilman Jayapura:

Share

Category