Gerson Pigai

Gerson Pigai oke

Pada hari ini, 3 September 2022. Kami bersolidaritas dengan empat korban mutilasi di Timika. Tetapi juga korban pengania...
03/09/2022

Pada hari ini, 3 September 2022. Kami bersolidaritas dengan empat korban mutilasi di Timika. Tetapi juga korban penganiayaan di Mappi. Juga mengirim dukungan moral kepada Kuasa Hukum Paham Papua dan Kuasa Hukum lainnya di Papua. Yang hingga saat ini, mendorong penyelesaian bermartabat didepan hukum dan rasa keadilan bagi korban pelanggaran Hak Asasi Manusia, secara khusus keempat Korban di Timika dan Tiga lainnya di Mappi.

Kawal Sampai Tuntas!















Besok pagi jam 9.00 Wpb, kita Rakyat Papua berpartisipasi dalam aksi protes dengan insiden pembunuhan sadis terhadap 4 m...
02/09/2022

Besok pagi jam 9.00 Wpb, kita Rakyat Papua berpartisipasi dalam aksi protes dengan insiden pembunuhan sadis terhadap 4 masyarakat sipil di timika Papua.

Aksi protes ini akan di lakukan pada tanggal 3/9/2022.
Tempat aksi protes akan lakukan di Abe Lingkaran kota jayapura Papua.

Mereka adalah keluarga kita, dan kita punya tanggung jawab untuk membantu, menyelesaikan, dan menyelamatkan mereka yang sedang duka cita atas kepergian keluarga.


Boven Digoel-------------------Keluarga Korban Pembunuhan hanya menerima uang sebagai permintaan maaf dari pelaku pembun...
02/09/2022

Boven Digoel
-------------------

Keluarga Korban Pembunuhan hanya menerima uang sebagai permintaan maaf dari pelaku pembunuhan (anggota TNI).






Ralat ---------Aktivis GempaR Papua ditangkap oleh anggota Polres Jayapura Kota saat Melakukan Lapak Baca di Halaman Mus...
01/09/2022

Ralat
---------
Aktivis GempaR Papua ditangkap oleh anggota Polres Jayapura Kota saat Melakukan Lapak Baca di Halaman Museum Universitas Cenderawasih, pada 1 September 2022 pada pukul 15.33 WP.

Informasi sementara 7 orang aktivis GempaR-Papua di tangkap oleh anggota Polisi Resort Kota Jayapura dan kawan² sedang di tahan di Polres Jayapura Kota.
Nama-nama yang di tangkap:
1. Vara Iyaba
2. Agust Helembo
3. Maikel Funangi
4. Melki Elopere
5. Katrin Mabel
6. Erwin Lokobal
7. Boy Iyaba
8. Ida Helakombo

Mohon Advokasi!!!

Mohon Advokasi!!!

01/09/2022

Setelah militer Indonesia bunuh 4 rakyat sipil asal Nduga di Timika secara sistematis dan terjadwal, Joko Widodo datang di malam hari ke Papua seperti tukang pencuri dan meresmikan rumah keluarga korban. Joko Widodo datang dimalam itu untuk mencuci tangan diatas darah dan air mata keluarga korban tapi juga ribuan rakyat Papua yang sudah mati ditangan Militer Indonesia sejak 1960-an sampai detik ini.

Darah 4 warga sipil dan ribuan darah kematian rakyat Papua itu, tidak bisa bayar dengan rumah-rumah murahan, ini suatu penghinaan terhadap rakyat Papua tapi juga seluruh keluarga korban yang sudah mati ditangan kolonial Indonesia. Rakyat Papua tidak miskin rumah, tidak juga miskin tanah, rakyat Papua punya tanah dan rumah, tanpa kolonial Indonesia datang kasih rumah, rakyat Papua sudah pernah hidup di atas tanah Papua.

Yang diharapkan keluarga korban dan rakyat Papua, segera adili, cobot dan penjarakan pelaku biadab yang membunuh 4 warga sipil, tangkap dan adili pelaku penembakan terhadap tuan. Musa Mako Tabuni (alm), adili dan penjarakan terhadap pembunuh Theys H. Eluay (alm), tangkap dan penjarakan pelaku penembakan terhadap 4 siswa asal Paniai dan selesaikan berbagai macam kasus pelanggaran HAM berat di Papua. Itu yang mesti dilakukan, bukan Joko Widodo datang sosialisasi DOB, meresmikan ini dan itu atau mengirimkan militer dalam jumlah besar ke Papua.*

Maiton Gurik.

Hari ini, 30 Agustus 2022 telah meninggal dunia tokoh besar Pejuang Nasional Bangsa West Papua Komandan Polisi Papua Yoh...
30/08/2022

Hari ini, 30 Agustus 2022 telah meninggal dunia tokoh besar Pejuang Nasional Bangsa West Papua Komandan Polisi Papua Yohanes C. Jambuani [John Caprini Jambuani ] ke pangkuan Allah bapa di Sorga.

ket. foto ;
pada tanggal 26 Juli 1965 komandan Yohanes C. Jambuani sebagai Komandan Operasi Batalyon Kasuari IV Papoea Vrijwilligers Korps [PVK] / TPNPB sebagai sayap militer dari Organisasi Pembebasan Papua Merdeka [OPPM] bersama pasukannya memimpin perang pada tahun 1965 di Kebar, Tambrauw.

Pahlawan ku,
nama mu akan terukir indah dengan tinta emas dalam lembaran Sejarah Bangsa West Papua.

rest in peace 😓😭

Mahasiswa kupu-kupu  atau istilah mahasiswa Pasif?Mahasiswa  kupu-kupu atau pasif adalah mahasiswa yang menerima situasi...
30/08/2022

Mahasiswa kupu-kupu atau istilah mahasiswa Pasif?

Mahasiswa kupu-kupu atau pasif adalah mahasiswa yang menerima situasi objektif dengan lapak dada yang tulus atas insiden yang terjadi di depan matanya. Mahasiswa pasif sesungguhnya mahasiswa jinakan orang tua dan negara, pada akhirnya sifat apatisme dan tidak peduli dengan situasi rill menejermakan di depan publik.
Dalam situasi krusial pun mahasiswa pasif tidak akan pernah berpikir baik, tetapi dia menerima saja apa yang terjadi tanpa memikirkan apa tugas dan tanggun jawabnya. Mahasiswa apatis ini akan selalu berpikir buruk tentang situasi eofuria atas rel yang sudah disiapkan oleh sih penghisap, pemeras yaitu Kapitalisme monopoli.

Melihat secara kritis, objektif dan realita persoalan rakyat. Banyak rakyat korban diatas sandiwara birokrat,  politikus...
25/08/2022

Melihat secara kritis, objektif dan realita persoalan rakyat. Banyak rakyat korban diatas sandiwara birokrat, politikus Papua yang selalu minta Pemekaran yang tidak melihat jelas kebutuhan dan kemauan rakyat dari sebuah pembangunan yang dimaksud oleh elit

Atasnama Rakyat segelintir orang kadang jadikan tempat sandiwara untuk mengejar kekuasaan

Jelas, dari Pemekaran DOB Pasti Polda, Polres, Kodam, Kodim, Batalyon, Yonif semua satuan juga dimekarkan Indonesia hadir di Papua dengan wajah Militer banyak Pelanggaran HAM bahkan disegala aspek Orang pendatang menguasai, dibawah Intimidasi Sosial yang didukung oleh rezim penguasa.

Minta DOB Nafsu Kekuasaan, Bangun Yang Ada Saja Tra Mampu Memajukan Rakyat dari Pembangunan Yang dimaksudkan Lalu Minta Pemekaran DOB kasihan Rakyat sebab pada kenyataannya Rakyat Mati Banyak.

Rakyat Papua jangan taruh harapan bahwa pejabat klonialisme Indonesia akan menjamin masa depan bangsa Papua sekalipun dia orang Papua. Hanya harapan palsu.

Rakyat Papua terus berpolitik merebut surga yang sesungguhnya.

Terus berjuang
Pasti kita akan menang

24/08/2022

Sidang 5 Mahasiswa dan Pemuda West Papua Hasil Kriminalisasi Polda Papua Ditunda: Ada Apa Dengan Hukum NKRI
(Selasa, 23 Agustus 2022)

Sidang Lanjutan terhadap 7 Tahanan Politik Mahasiswa West Papua, pada Selasa, 23 Agustus 2022 kembali ditunda. Sampai saat ini, belum diketahui alasan penundaannya.

Berikut Upadate:

Hari; Selasa, 23 Agustus 2022
Waktu: 10.15 - 18.04 Waktu Papua (WP)
Tempat: Lembaga Pemasyarakatan Abepura
Agenda: Sidang Tuntutan

Pukul 10:15 WP
5 Tahanan teleh Standby untuk Menunggu Sidang sampai pukul 18:04

Pukul 18:04 WP
Petugas Pengadilan Negeri sampaikan bahwa Sidang Ditunda.

Nama-nama Tahanan Politik Yang Dikriminalisasikan oleh Polda Papua:
1.Erepul Sama
2.Frengki Edowai (USTJ)
3.Denny Asrma (Uncen)
4.Lucky Wisabla(Uncen)
5.Yohanes Koyob (Uncen)

Keterangan Tambahan:

1. Selama 2 bulan lebih (Maret -April 2022) 5 Mahasiswa dan Pemuda West Papua ditahan di Rumah Tahanan Polresta Kota Jayapura

2. Pada 25 Mei 2022, 5 Tahanan Politik West Papua dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Abepura (LP Abe)

3. Proses Sidang:
(1). Sidang Dakwaan sudah dilakukan
(2). Sidang Eksepsi sudah dilakukan
(3). Sidang Saksi sudah dilakukan

4. Rencana sidang lanjutan
Hari; Selasa, 22 Agustus 2022
Agenda: Sidang Tuntutan

5. Berdasarkan Kronologi Peristiwa ternyata Kepolisian Republik Indonesia Melakukan Skenario Kriminalisasi Tahanan Politik West Papua.

Mohon Pantauan dan Advokasi

Undangan terbuka.Baku kasih tahu. Setelah secara sepihak Otsus Jilid II dan DOB disahkan oleh negara melalui pemerintah ...
22/08/2022

Undangan terbuka.

Baku kasih tahu. Setelah secara sepihak Otsus Jilid II dan DOB disahkan oleh negara melalui pemerintah Indonesia atas permintaan klas pengusa, elit Oligarki di Indonesia dan klas borjuasi Internasional demi memperlancar akses modal di Papua, maka secara tidak langsung telah membawa bencana yang sunguh teramat sangat mengerikan.

Benar, bencana ini sunguh megerikan. Ancaman akan hilangya ruang hidup bagi masyarakat adat, Kaum miskin kota, nelayan tradisonal, Pemuda-Mahasiswa dan lain sebagainya sedang berada di depan mata. Belum lagi soal pelangaran Hak asasi Manusia yang terstusktur terorganisir dan masif terjadi di Papua yang dilkukan oleh miter/(TNI-Polri) tentu akan berdampak pada genocida dan Ekosida.

Segalah macam ketakutan akan ancama ini telah di sampaikan secara terbuka melalui gerakan perlawanan rakyat Papua yang begitu luar biasa dengan aksi demonstasi di seluruh Papua sepanjang awal tahun hingga akhir Juli 2022. Walapun demikian, penjajah/Kolonialisme yang masih ingin mengotrol Papua secara utuh "tutup mata" dan sama sekali tidak mendegar tuntutan rakyat Papua.

Untuk melihat gerak musuh di Papua secara bersama pasca disahkanya Otsus Jlilid II dan UU DOB maka kami mengundang semua gerakan perlawanan rakyat, Pemuda mahsiswa dan rakyat Papua untuk dapat dadir dalam diskusi tentang "Pembacaan Siatuasi bersama". adapun pertemuan ini akan dilakukan Pada: Selasa 23 Agustus 2022 II Pukul: 15.00 Selesi. Bertempat di Asrama Yahukimo, Perumnas III, Waena.

Demikian Undangan ini dibuat, atas perhatian semua kawan-kawan di ucapkan terimakasih. Jabat erat!!!

Jubir PRP

Jefry Wenda

Kepolisian Republik Indonesia Melakukan Skenario Kriminalisasi Tahanan Politik West Papua(Sidang Lanjutan 5 Tahanan Poli...
19/08/2022

Kepolisian Republik Indonesia Melakukan Skenario Kriminalisasi Tahanan Politik West Papua

(Sidang Lanjutan 5 Tahanan Politik Kriminalisasi Polda Papua akan dilaksanakan pada, Selasa, 22 Agustus 2022)

Pada 28 Maret 2022, Kepolisian Republik Indonesia Daerah Papua (Polda Papua) melakukan Penangkapan terhadap 20 orang Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua. Mereka ditangkap saat hendak pulang ke rumah dari tempat pemakaman di Kuburan Cina. 20 orang yang ditangkap itu kemudian dibawa ke Polres Jayapura. Dari 20 orang, 15 orang lainnya dipulangkan. Sedangkan 5 orang lainnya ditahan di Polres Jayapura.

Peristiwa Penangkapan itu terjadi berawal dari 2 anggota Polisi (Polda Papua) melakukan tindakan tidak bermoral. 2 anggota itu mengganggu prosesi jalannya arak-arakan pemakaman, Alm. Awii Pahabol. Mereka (2 Anggota Polisi) "ugal-ugalan" menggunakan motor dari Mega Waena sampai di Ekspo.

Tindakan tidak bermoral dari 2 Anggota Polisi ini, mengundang amarah dari keluarga, handaitaulan dan kerabat Alm. Awii Pahabol yang saat itu dalam kedaan berduka sedang mengantar Jenazah ke tempat Pemakaman.
Seperti biasanya orang lain yang berkendaraan akan menghormati prosesi arakan pemakaman. Tetapi berbeda dengan 2 anggota polisi tersebut. Mereka malahan dengan sikap "tidak bermoralnya", mengganggu prosesi tersebut.

Karena itulah, 2 anggota Polisi ini dihadang oleh pemuda dan mahasiswa pengantar jenazah. 1 anggota polisi berhasil lari. Sedangkan 1 Anggota lainnya dihadang dan dikeroyok.

Buntut dari kejadian ini, sudah diskenariokan oleh pihak Kepolisian. Polisi kemudian menghadang dan menangkap 20 orang pengantar jenazah Alm. Awii Pahabol di Kuburan Cina. Penghadangan dan Penangkapan itu terjadi setelah jenazah Alm. Awii dikebumikan saat para pengantar hendak pulang, pihak kepolisian menghadang mereka dipintu masuk tempat pemakaman.

Kejadian ini menyebabkan 5 Orang Mahasiswa dan Pemuda Papua dikriminaliasasi. 5 orang itu Menjadi Tahanan Kriminalitas Polda Papua.

Nama-nama Tahanan Politik Yang Dikriminalisasikan oleh Polda Papua:
1.Erepul Sama
2.Frengki Edowai (USTJ)
3.Denny Asrma (Uncen)
4.Lucky Wisabla(Uncen)
5.Yohanes Koyob (Uncen)

Keterangan Tambahan:

1. Selama 2 bulan lebih (Maret -April 2022) 5 Mahasiswa dan Pemuda West Papua ditahan di Rumah Tahanan Polresta Kota Jayapura

2. Pada 25 Mei 2022, 5 Tahanan Politik West Papua dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Abepura (LP Abe)

3. Proses Sidang:
(1). Sidang Dakwaan sudah dilakukan
(2). Sidang Eksepsi sudah dilakukan
(3). Sidang Saksi sudah dilakukan

4. Rencana sidang lanjutan
Hari; Selasa, 22 Agustus 2022
Agenda: Sidang Tuntutan

5. Berdasarkan Kronologi Peristiwa ternyata Kepolisian Republik Indonesia Melakukan Skenario Kriminalisasi Tahanan Politik West Papua.

Mohon Pantauan dan Advokasi
Pelapor

Chris Dogopia

Address

Jayapura

Telephone

+6282199498932

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gerson Pigai posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Gerson Pigai:

Share

Category