Keluarga Teater

Keluarga Teater Our vision is “keep dig and give without borders”. Follow IG .teater Keluarga Teater was founded on Saturday, November 15, 2014 in South Jakarta.

05/12/2021

Sekecil apapun bantuan kita, sangatlah berarti bagi saudara-saudara kita yang saat ini terkena musibah erupsi gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur. Semoga saudara-saudara kita disana diberi ketabahan...aamiin...
Peluk cinta dari jauh...❤️❤️❤️

03/11/2021

5min DRAMATIC READING nukilan NAMAKU NAMA
naskah Herlina Syarifudin
sutradara Kerensa Dewantoro

Para pemeran: Anca Takdir, Addin Ikhwani, Risma Sugihartati, Venny Zega

Kami mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam eksperimen zoom immersif .teater dengan judul “ Namaku Nama”, karya .sya...
18/10/2021

Kami mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam eksperimen zoom immersif .teater dengan judul “ Namaku Nama”, karya .syarifudin . Kami mencoba beberapa hal baru mengenai penonton dan aktor yang bertukar ruang dan energi secara online. Kami akan menyajikan kutipan dari "Namaku Nama" Herlina Syarifudin, sebuah naskah yang dipresentasikan pada Konferensi Internasional - Wpic Cape Town Women Playwrights International di Afrika Selatan. Pertanyaan besar bagi kita adalah, "Bisakah kita membuat pertunjukan virtual menjadi hidup? Bisakah kita menangkap kembali hubungan antara penonton dan aktor di ruang virtual?" Kami membutuhkanmu. Bergabunglah dengan kami.
Topic: Online Gathering
Time: Oct 19, 2021 08:00 PM Jakarta

Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/8335086045?pwd=RVhlRy83Uy9VbnVldXZZbkRUTjZUZz09

Zoom Meeting ID: 833 508 6045
Passcode: keluarga

Kami mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam eksperimen zoom immersif Keluarga Teater dengan judul “ Namaku Nama”, ka...
18/10/2021

Kami mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam eksperimen zoom immersif Keluarga Teater dengan judul “ Namaku Nama”, karya Herlina Syarifudin. Kami mencoba beberapa hal baru mengenai penonton dan aktor yang bertukar ruang dan energi secara online. Kami akan menyajikan kutipan dari "Namaku Nama" Herlina Syarifudin, sebuah naskah yang dipresentasikan pada Konferensi Internasional - Women Playwrights International di Afrika Selatan. Pertanyaan besar bagi kita adalah, "Bisakah kita membuat pertunjukan virtual menjadi hidup? Bisakah kita menangkap kembali hubungan antara penonton dan aktor di ruang virtual?" Kami membutuhkanmu. Bergabunglah dengan kami.
Topic: Online Gathering
Time: Oct 19, 2021 08:00 PM Jakarta

Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/8335086045?pwd=RVhlRy83Uy9VbnVldXZZbkRUTjZUZz09

Zoom Meeting ID: 833 508 6045
Passcode: keluarga

.syarifudin by ----------------------------------------Belum lama ketemuan di  dan webinar  , tetiba muncul ide untuk sa...
16/10/2021

.syarifudin by
----------------------------------------
Belum lama ketemuan di dan webinar , tetiba muncul ide untuk saling berbagi dengan santai perihal pengalaman proses kreatif di bidang yang kita tekuni. akan berbagi seputar proses pembuatan video food vlog dan .syarifudin akan berbagi pengalamannya bermonolog terutama di ranah virtual. Jadilah tajuk SBS (Saling Bagi Santuy).

Ramaikan kuy....🗣️🗣️🗣️



 by ----------------------------------------LAWAN MAIN & ADU AKTING. Entah mulai kapan dan bagaimana asal muasalnya isti...
11/10/2021

by
----------------------------------------
LAWAN MAIN & ADU AKTING. Entah mulai kapan dan bagaimana asal muasalnya istilah ini digunakan dalam khasanah dunia seni peran di negeri ini. Dua istilah ini layaknya merepresentasikan Devide et Impera, politik adu domba 😉.

Saya selalu merasa terintimidasi mendengar istilah ini diucapkan, baik saat menjadi pemeran atau saat melatih aktor. Kata LAWAN dan kata ADU dengan mudah menciptakan jarak psikologis dan menempatkan orang lain(aktor) sebagai 'musuh' yang sepatutnya dikalahkan. Meskipun lidah saya juga sering nyeplos karena telah sering terpaksa menggunakannya sebelumnya, dan segera menyesal setelahnya.

Sebagai PEMERAN, dua kata ini menempatkan aktor lain untuk 'berhati-hati' pada kita, bersiasat, berstrategi, mencari kelemahan, mengungguli dan mengalahkannya, mempermalukannya atau merendahkannya.

Sebagai PELATIH, dua kata ini seolah menempatkan kita seperti wasit pertandingan tinju atau lebih buruk seperti botoh adu celeng. Jika diucapkan pada mereka para aktor, dengan mudah dua kata ini langsung menciptakan jarak psikologis yang dingin.

FAKTANYA, akting harus dibangun bersama-sama, tidak berlawanan dan tidak beradu. Akting harus berpadu, saling, memberi, menguatkan, mengisi, membangun. JIKA aktor berpikir untuk mengalahkan, maka efeknya sama dengan bunuh diri. Aktor lain jatuh, maka kita juga jatuh, aktor lain stuck maka kita stuck. Akting dibangun atas dasar aksi dan reaksi yang benar dan proporsional. Jika satu pemain beraksi buruk maka aktor lain akan bereaksi buruk.
Orkestrasi hanya akan terbangun dengan baik jika tiap pemain berada ditempat dan porsi yang tepat. Bayangkan jika dalam sebuah orkestra masing-masing musisi berusaha menjatuhkan musisi lain. Begitu juga dalam akting, ansamble harus dijalin dengan porsi karakter dan aksi karakter yang tepat dan benar.

Kita AKTOR tidak berlawanan, kita tidak adu skill dan kepandaian. Kita aktor menciptakan harmoni permainan. Kita PARTNER dan kita ANSAMBEL.

Semoga bermanfaat 🇮🇩💪
Jangan lupa sedekah ♥️

09/10/2021

..
A little online warming up with .teater before we get to work on Herlina Syarifudin's ten minute excerpt of "Namaku Nama". (My name is name).Exploring funny faces, zoom immersive and how to create that connection between performers in different parts of the country.
syarifudinonstage


1st production ~ Wednesday, Dec 17, 2014
12/07/2017

1st production ~ Wednesday, Dec 17, 2014

Wednesday, Dec 17, 2014

02/07/2017

Address

Jl. Bulungan Raya
Jakarta
51281

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Keluarga Teater posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category