Galleria Fatahillah

Galleria Fatahillah Galeria Fatahillah sebagai ruang dialog bagi para seniman, komunitas kreatif , investor, kalangan ak

Galeria Fatahillah sebagai ruang dialog bagi para seniman, komunitas kreatif & investor. Sebagai langkah awal, Galeria Fatahillah menggelar pameran karya seni setiap 3 bulan sekali dengan tema yang berbeda.

Galeria Fatahillah mendapat kunjungan Tamu Kedutaan Besar Australia dan Istri Perdana Menteri Indonesia.- Mrs. Lucy Turn...
16/11/2015

Galeria Fatahillah mendapat kunjungan Tamu Kedutaan Besar Australia dan Istri Perdana Menteri Indonesia.

- Mrs. Lucy Turnbull - Istri Perdana Menteri Australia
- Ny.Ciska Lembong - Istri Menteri Thomas Lembong
- Ny. Ratnawati Jonan - Istri Menhub Ignatius Jonan
- Ms.Nicola Watts - Accompany Turnbull
- Mr. Monty Pounder - Turnbull's LO / Australian Embassy

31/10/2015

Yang Di Kota Tua Jakarta... Mampir yuk ke Galeria Fatahillah. Gedung Kantor Pos Lantai 2.
Sabtu & Minggu buka dari 09:00 s/d 21:00 WIB

Ajak temen dan keluarga kamu juga, banyak karya dari para seniman Indonesia loh... ^_^

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai krist...
28/10/2015

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua[1] yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".

sumber: https://id.wikipedia.org

Gelora Cela Sunyi | 1996I Ketut Susena dianggap sebagai salah satu pelukis terkenal gaya Bali modern, dimana karya-karya...
28/10/2015

Gelora Cela Sunyi | 1996

I Ketut Susena dianggap sebagai salah satu pelukis terkenal gaya Bali modern, dimana karya-karyanya telah membuka jendela baru ke dalam cara kita melihat di alam sekitar kita.
Dalam lukisan "Gelora Cela Sunyi" ini menggambarkan emosi artis karena ia terpikat oleh lingkungan yang indah nya - sungai dan hutan.

26/10/2015
Dunia Tanpa LautYudi Sulistyo (Yogyakarta) 2013Cardboard and thread, 500x124x186cmKarya Instalasi ini berupa kapal peran...
26/08/2015

Dunia Tanpa Laut
Yudi Sulistyo (Yogyakarta) 2013
Cardboard and thread, 500x124x186cm

Karya Instalasi ini berupa kapal perang yang terbuat dari karton, detile perumahan, kabel listrik dan trafo diatas kapal ini terbuat dari karton dan benang.

Bringing Back the Glory of the Past

Senin-Jumat pukul 09:00 s/d 19:00 WIB
Sabtu - Minggu pukul 09:00 s/d 21:00 WIB

Gedung Kantor Pos lt.2 Kota Tua Jakarta
Jalan Taman Fatahillah No.3
Jakarta 11110, Indonesia

Balerina III by Yulhendri, 2012Cor Kuningan.Ballet is interchangable with grace and flexibility of movement as expressed...
26/08/2015

Balerina III by Yulhendri, 2012
Cor Kuningan.

Ballet is interchangable with grace and flexibility of movement as expressed most often by a woman. In this work the artist was inspired to manifest the beauty of ballet in a three dimensional form. the artist has shaped the statue not very differently from aesthetic values emanating strongly from the figure of the woman

Bringing Back the Glory of the Past

Senin-Jumat pukul 09:00 s/d 19:00 WIB
Sabtu - Minggu pukul 09:00 s/d 21:00 WIB

Gedung Kantor Pos lt.2 Kota Tua Jakarta
Jalan Taman Fatahillah No.3
Jakarta 11110, Indonesia

Ujung Sangkut Sisi SentuhThe Corner is stuck and the sides are TouchingHandiwirman, 2012 | A Combination of sheet paper,...
24/08/2015

Ujung Sangkut Sisi Sentuh
The Corner is stuck and the sides are Touching

Handiwirman, 2012 | A Combination of sheet paper, transparent acrylic and multipacks, diameter:128cm

Taman Fatahillah Tempoe Doloe by Bayu Wardhana. Mau lihat detile lukisan on kanvas? Yuk, Galeri Fatahillah hari ini buka...
17/08/2015

Taman Fatahillah Tempoe Doloe by Bayu Wardhana.
Mau lihat detile lukisan on kanvas? Yuk, Galeri Fatahillah hari ini buka sampai pukul 19:00 WIB nanti.
Galeria Fatahillah

17/08/2015

Penyebaran proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 di daerah Jakarta dapat dilakukan secara cepat dan segera menyebar secara luas. Pada hari itu juga, teks proklamasi telah sampai di tangan Kepala Bagian Radio dari Kantor Domei (sekarang Kantor Berita ANTARA), Waidan B. Palenewen. Ia menerima teks proklamasi dari seorang wartawan Domei yang bernama Syahruddin. Kemudian ia memerintahkan F. Wuz (seorang markonis), supaya berita proklamasi disiarkan tiga kali berturut-turut. Baru dua kali F. Wuz melaksanakan tugasnya, masuklah orang Jepang ke ruangan radio sambil marah-marah, sebab mengetahui berita proklamasi telah tersiar ke luar melalui udara.

Meskipun orang Jepang tersebut memerintahkan penghentian siaran berita proklamasi, tetapi Waidan Palenewen tetap meminta F. Wuz untuk terus menyiarkan. Berita proklamasi kemerdekaan diulangi setiap setengah jam sampai pukul 16.00 saat siaran berhenti. Akibat dari penyiaran tersebut, pimpinan tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita dan menyatakan sebagai kekeliruan. Pada tanggal 20 Agustus 1945 pemancar tersebut disegel oleh Jepang dan para pegawainya dilarang masuk. Sekalipun pemancar pada kantor Domei disegel, para pemuda bersama Jusuf Ronodipuro (seorang pembaca berita di Radio Domei) ternyata membuat pemancar baru dengan bantuan teknisi radio, di antaranya Sukarman, Sutamto, Susilahardja, dan Suhandar. Mereka mendirikan pemancar baru di Menteng 31, dengan kode panggilan DJK 1. Dari sinilah selanjutnya berita proklamasi kemerdekaan disiarkan.

Usaha dan perjuangan para pemuda dalam penyebarluasan berita proklamasi juga dilakukan melalui media pers dan surat selebaran. Hampir seluruh harian di Jawa dalam penerbitannya tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi kemerdekaan dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Harian Suara Asia di Surabaya merupakan koran pertama yang memuat berita proklamasi. Beberapa tokoh pemuda yang berjuang melalui media pers antara lain B.M. Diah, Sayuti Melik, dan Sumanang. Proklamasi kemerdekaan juga disebarluaskan kepada rakyat Indonesia melalui pemasangan plakat, poster, maupun coretan pada dinding tembok dan gerbong kereta api, misalnya dengan slogan Respect Our Constitution, August 17!!! (Hormatilah Konstitusi Kami, 17 Agustus!!!). Melalui berbagai cara dan media tersebut, akhirnya berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dapat tersebar luas di wilayah Indonesia dan di luar negeri. Meskipun menggunakan banyak media dan alat penyebaran, sebelum tahun 2005, pihak Belanda sebagai penjajah Indonesia tak mengakui Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 (de facto) melainkan tahun 1949 tanggal 27 Desember sebagaimana pengakuan PBB (de jure) sebab mereka berpendapat bahwa pada tahun 1945, kekuasaan di Indonesia diserahkan kepada Sekutu, bukan dibebaskan oleh Jepang. Di samping melalui media massa, berita proklamasi juga disebarkan secara langsung oleh para utusan daerah yang menghadiri sidang PPKI. Berikut ini para utusan PPKI yang ikut menyebarkan berita proklamasi :

Teuku Mohammad Hassan dari Aceh,
Sam Ratulangi dari Sulawesi,
Ketut Pudja dari Sunda Kecil (Bali),
A. A. Hamidan dari Kalimantan.

sumber: Wikipedia

Happy Indonesia's Independence Day 70th.
17/08/2015

Happy Indonesia's Independence Day 70th.

Galeria Fatahillah, Pameran Lukisan dari para Seniman Indonesia.Gedung kantor POS lt.2 Taman Fatahillah Kota Tua Jakarta...
10/08/2015

Galeria Fatahillah, Pameran Lukisan dari para Seniman Indonesia.

Gedung kantor POS lt.2 Taman Fatahillah Kota Tua Jakarta.
Senin-Jumat 09:00 - 19:00 WIB
Sabtu-Minggu 09:00 - 21:00 WIB

Address

Jalan Taman Fatahillah
Jakarta
11110

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Galleria Fatahillah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share