03/02/2026
Tadinya sama sekali tak tertarik membahas berkas file Epstein. Tapi ketika melihat banyak ulama membahasnya, aku jadi sadar ini penting untuk kita telisik.
Jadi, file Epstein adalah kumpulan dokumen hukum, kesaksian, dan catatan pengadilan yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein, seorang miliarder Amerika yang terlibat jaringan kejahatan terorganisir.
Dokumen-dokumen ini mencakup nama-nama tokoh berpengaruh internasional, catatan perjalanan, komunikasi, serta kesaksian korban yang menunjukkan bahwa kejahatan Epstein bukan tindakan individu, melainkan bagian dari jaringan elit yang saling melindungi.
Yang membuat file ini penting bukan sekadar unsur skandalnya, tetapi pola kezaliman sistematis berkaitan dengan zio***me yang terbuka darinya: bagaimana kekuasaan, uang, media, dan hukum bisa mereka kuasai untuk menutupi kejahatan besar selama puluhan tahun.
Banyak korban dibungkam, pelaku dilindungi, dan kebenaran ditunda; sampai akhirnya sebagian dokumen dipaksa terbuka ke publik.
Banyak ulama yang membahasnya di media sosial: Syaikh Hatim Al Huwaini, Syaikh Ahmad Yusuf Sayyid hingga anggota penting jaringan ulama sedunia, Dr Muhammad Ash Shugayyir.
Dan ternyata tak sedikit aktivis dakwah di Ghazzah yang merespon terkait skandal besar ini. Hampir semuanya punya satu kesamaan nada: segala puji bagi Allah atas nikmat Islam yang telah melindungi manusia dari nafsu hewan!
Bahkan seorang aktivis dakwah Ghazzah, adik dari sang juru bicara legendaris Abu Ub@id4h, Shuhaib Al Kahlout menulis,
"Terungkapnya berkas-berkas 'Epstein' ke publik merupakan tanda yang jelas atas runtuhnya peradaban Barat dan siapa pun yang menggantungkan diri padanya. Masa depan adalah milik Islam dengan prinsip, nilai, dan akhlaknya."
Mengapa beliau berkata demikian?
Seorang ulama dari Mauritania, Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithi menjelaskan 3 sebab utama kenapa terbukanya berkas Epstein akan mengguncang Barat:
Bahwa batas antara manusia dan hewan di Barat semakin menghilang, dan kebinatangan ini ingin digeneralisasikan kepada seluruh umat manusia.
Bahwa kaum zio*** yang keji telah memperbudak elite Barat dengan menjerumuskan mereka ke dalam penyembahan hawa nafsu.
Bahwa kaum Muslimin adalah harapan terakhir bagi umat manusia untuk menyelamatkannya dari keterpurukan ini.
Peradaban Barat, selama 2 abad belakangan telah menjadi "kompas moral" bagi dunia. Mereka mengklaim diri paling toleran, rasional, terbuka pada perubahan dan paling manusiawi.
Kampanye seperti itu terus mereka dengungkan. Tapi, 3 tahun belakangan ini dunia semakin banyak mempertanyakan Barat.
Dua peristiwa yang merobohkan citra mereka sebagaimana kata seorang yahudi objektif Alon Mizrahi: adalah Thufan Al Aqsha dan terbukanya file Epstein.
Tapi jangan kau artikan "Barat runtuh besok pagi." Semua ini menandakan klaim superioritas moral Barat -yang kini dipimpin oleh zio***_ secara global sedang runtuh.
Dan itu karena:
Thufan Al-Aqsha → membuka wajah politik
File Epstein → membuka wajah elit
Dunia mulai berhenti percaya
Kau tahu teman-teman?
Aku tidak bisa tidur sejak mulai membaca berkas-berkas Epstein. Ayat yang terus muncul di pikiranku dan membuatku menitikkan air mata adalah, "Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."
Kalau bukan karena diutusnya Nabi Muhammad, niscaya kita akan menjadi orang-orang yang tersesat, terombang-ambing dalam kegelapan dunia yang liar dan menakutkan ini!
Sc; gensaladin