02/12/2025
REZIM BOLOT
Wahai REZIM ....
Telingamu seakan pura-pura mendengar rintihan suara rakyat
Matamu seperti melihat batuk dan sesak penderitaan umat
Tanganmu seakan mengulurkan sejuta kebaikan
Wajahmu serasa menampakan kesederhanaan
Namun ditengah syahwat kekuasaanmu
Orang-orang terbaik dicopot
Karya-karya anak bangsa diboikot
Wahai REZIM
Mereka yang kritis kau bungkam menjadi kaum fals
Singa Monologpun kau sulap menjadi badut
Laut kau kubur menjadi Pulau Kapuk
Tempat menina-bobokan cukong-cukong Dan majikan para penjilat
Wahai REZIM
Akhir zaman sudah tiba
Adu-domba segala cara
Yang benar bukan pembenaran
Yang salah bisa didramakan
Hukum bisa disepakati
Keadilan bisa dibeli
Kongkalikong ....
Cukup bermodal pencitraan
Rakyat sudah terbuai lebai
Tertidur dalam mimpi panjang
Terhipnotis alunan musik ROCK N ROLL
Dan sepeda-sepeda yang akan membawamu terbang ke angkasa dan MEGA yang angkuh perkasa
Hahahaha ....
Rezim BOLOT
Kumpulan para badut dan boneka Dajjal
Yang bertopeng bak Banteng Celeng
Seradak-seruduk halalkan segala cara
Rezim BOLOT
Di negeri entah-berantah
Mulai terusik bendera kaum LUTH
Para homosapien yang berkedok Satria Piningit
Hei hamba seni, jangan kau jual nilai seni dengan subsidi
Panggungmu alam raya ini
Panggungmu adalah keseharianmu
Jangan berebut lapak dan mencari panggung lagi
Terlalu sempit berebut sejengkal tanah yang akan menjadi teman menunggu kiamat tiba
Sejatinya seni adalah hidup ini
Berperanlah hingga Tuhan berkata " Kembalilah wahai debu, peranmu telah usai"
(Petikan Sajak Anak BABI karya Fery sisi lain )
SURAKARTA, 7 DESEMBER 2017