I CAN CLUB

I CAN CLUB The Kids Club in North Jakarta A lot of xciting activities for kids to play, learn and create! Dance classses are also held on this floor.

I CAN CLUB offers kids age 1-15 the opportunity to Play Learn and Create in a safe, clean and unique environment. Designed as a Membership Club for kids, ICC offers a number of complimentary activities for member kids as well as paid activities. Facilities include a second-floor library with award-winning books as well toys and games. Third floor Sport area with related activities including Taekwo

ndo, Kungfu, Fun Soft Ball games for hand eye coordination , Sports Spacial Awareness Games to build triple vision, mini trampoline and kids equipment. Fourth floor cooking and baking kitchen. Also on fourth floor is the Craft activities area with paper quilling, ribbon work, green art and crafts, clay, crochet, beads / Jewelry and many more including photography, planting, culture sharing. Opened in January 2012 at Mall of Indonesia, Italian walk J1-2, Kelapa Gading. Call 021 4586 9388 for more information. Open everyday 9am to 6.30pm. Visit www.facebook.com/icanclub. Follow us on twitter .

04/03/2024
Join us for fun and creative activities during your school holidays!
29/04/2016

Join us for fun and creative activities during your school holidays!

21/04/2016

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama mengatakan bahwa anak-anak sekolah tidak seharusnya terlalu dibebani dengan banyaknya mata pelajaran. Dia menilai, hal tersebut akan membuat anak-anak menjadi tidak kreatif.

Hal tersebut disampaikannnya menanggapi kurikukum 2013 yang memberikan porsi jam belajar yang lebih banyak. Selain berpotensi membuat anak-anak menjadi kurang kreatif, Ahok juga menganggap tamban porsi jam belajar bisa membuat anak-anak stres.

"Kurikulum 2013 saya enggak ngerti. Menurut saya, anak-anak itu jangan terlalu banyak belajar yang aneh-anehlah, nanti malah jadi tidak kreatif. Kalau menurut saya yang penting orang diajarinlah budi pekerti atau apa. Masa anak-anak masih kecil sudah kaya kuli, stres dia. Belum lagi pulang ada tugas lagi, belum lesnya lagi. Ini stresnya luar biasa," katanya, di Balaikota Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Tak hanya itu, Ahok juga menganggap adanya tambahan porsi jam belajar akan membuat waktu bermain untuk anak-anak menjadi berkurang. Ia menilai, seharusnya para peserta didik memiliki waktu yang seimbang antara bermain dan belajar.

"Saya kira anak-anak kampung lebih baik. Bisa main ke taman, lihat burung. Sekarang anak-anak kampung enggak bisa main lagi, karena sekolah terus. Dulu saya masih bisa masuk hutan, jerat burung, mancing ikan, atau nangkap ikan," ujar pria kelahiran Belitung itu.

Sebelumnya diberitakan, untuk menyesuaikan kurikulum 2013 yang berisi materi pelajaran yang lebih banyak, dalam waktu dekat seluruh sekolah-sekolah di Jakarta, baik SD, SMP, maupun SMA akan kembali melakukan kegiatan belajar mengajar pada hari Sabtu.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Lasro Marbun mengatakan, dengan materi pelajaran yang lebih banyak, maka tidak akan mungkin apabila kegiatan belajar mengajar hanya dilakukan Senin sampai Jumat.

"Kalau kita paksa sampai hari jumat, bisa-bisa pulang sampai jam 04.00 sore. Kalau yang sekolahnya dua shift, bisa-bisa yang shift kedua pulangnya jam 09.00 malam," kata Lasro, di Balaikota Jakarta, Jumat (8/8/2014).

21/04/2016

Bermain Membantu Anak Lebih Kreatif

KOMPAS.com - Dunia anak adalah dunia bermain, tak heran jika dalam pikiran mereka hanya ada permainan. Jangan buru-buru panik bila menyadari anak hanya ingin bermain. Psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, bahkan mengungkapkan bahwa anak-anak dengan usia bermain (sampai usia 12 tahun) justru harus diberi waktu lebih untuk bermain.
"Sampai sekarang banyak orangtua yang cenderung merasa khawatir karena anak-anaknya lebih sering bermain dibanding belajar," ungkap Diana kepada Kompas Female, beberapa waktu lalu di Jakarta.
Karena menganggap anak terlalu sering bermain, orangtua lalu menjejali waktu kosong anak dengan berbagai les pelajaran sepulang sekolah. Sebenarnya hal ini tidak perlu dilakukan karena bisa membuat anak menjadi stres dan cenderung tidak kreatif. Tetapi, jika ingin tetap mengisi waktu anak dengan kegiatan yang bermanfaat, sebaiknya hindari memberikan les pelajaran kepada anak. Anda bisa memberi mereka les keterampilan dan kesenian seperti les menari, melukis, musik, dan lain sebagainya.
"Les seperti ini juga bisa membantu merangsang kreativitas dan perkembangan otak mereka," ungkap Diana.
Menurut sebuah riset, anak-anak dalam usia bermain yang diberi waktu lebih lama untuk bermain di luar rumah dan ruang untuk berekspresi, ternyata jauh lebih pandai dan lebih kreatif dibanding anak yang hanya belajar formal di sekolah atau di tempat kursus. "Ketika anak bermain di luar rumah mereka akan menemukan berbagai hal baru, dan mampu mengkomunikasikan keinginannya kepada teman-temannya," tukasnya.
Bermain terbukti membantu anak untuk lebih mudah bersosialisasi dengan teman-teman lainnya. Ketika bergaul dengan anak-anak lain, anak mungkin akan menemukan beragam konflik. Proses bermain dan berkonflik dengan teman ini akan membantu membentuk kemampuan anak untuk memecahkan masalah yang dihadapinya dengan teman. Dalam prosesnya, bermain juga kerap diidentikkan dengan proses kreatif yang dialaminya.
"Waktu bermain, anak juga dituntut untuk lebih kreatif dengan menciptakan permainan sendiri dari bahan yang ada di sekitarnya, agar permainan mereka lebih menyenangkan," tutur psikolog yang berpraktik di RS Pluit dan Intermed Health Care ini.
Strategi membuat anak mau belajar Untuk menghindari stres pada anak, Diana menyarankan untuk tidak terlalu membebani anak dengan berbagai pelajaran sepulang sekolah. Sebaiknya, beri waktu anak untuk bermain setelah pulang sekolah dan belajar di sore hari. "Riset membuktikan bahwa setelah bermain, otak anak menjadi lebih segar dan lebih siap untuk menerima pelajaran. Proses belajar pun jadi menyenangkan bagi mereka," tambah pengajar di James Cook University, Singapura, ini.
Namun sebagai orangtua pasti Anda tak ingin anak menjadi malas belajar. Ada strategi yang bisa dilakukan untuk menyiasati agar anak tak hanya s**a bermain, tapi juga s**a belajar. "Selang-selingkan antara kegiatan dan jadwal yang dis**ai dengan yang tidak dis**ainya," tukasnya.
Waktu bermain bisa diselang-seling dengan waktu belajar. Sepulang sekolah, biarkan anak bermain sampai siang hari. Sore harinya, beri anak waktu untuk belajar, dan mengerjakan semua tugas sekolahnya. Malam hari sebelum tidur, anak boleh menonton televisi. Jadwal yang berselang-seling ini bisa membantu anak untuk mengerjakan tugas mereka lebih cepat, tepat, dan bersemangat untuk menyelesaikannya. Dengan demikian, mereka bisa segera melakukan hal yang diinginkannya.
Penulis :
Christina Andhika Setyanti
Editor :
Dini

Baking green tea cookies 😍
27/03/2016

Baking green tea cookies 😍

16-20 March 2016
21/03/2016

16-20 March 2016

19/11/2015
Christmas school holidays are coming.... Come and join the holiday activities at I Can Club....
09/11/2015

Christmas school holidays are coming.... Come and join the holiday activities at I Can Club....

More UN day pictures with Golden Baby School at I Can Club on October 26-27, 2015
30/10/2015

More UN day pictures with Golden Baby School at I Can Club on October 26-27, 2015

UN day with Golden Baby School at I Can Club
23/10/2015

UN day with Golden Baby School at I Can Club

Come and join us for fun activities at I CAN CLUB during the holidays
12/05/2015

Come and join us for fun activities at I CAN CLUB during the holidays

Address

Mall Of Indonesia, Italian Walk J1-2
Jakarta
14240

Telephone

+622145869381

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when I CAN CLUB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share