Bersyukurlah, berarti anda masih punya keluarga.
• Mendengar suami masih ngorok di sebelahku? Bersyukurlah, berarti anda masih punya suami.
•Merasa lelah dan pegal linu setiap sore? Bersyukurlah, itu berarti anda masih mampu bekerja keras.
•Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah? Bersyukurlah, itu berarti anda masih punya teman.
•Pakaianmu terasa agak sempit? Bersyu
kurlah, itu berarti anda bisa makan cukup.
•Mencuci dan menyetrika tumpukan baju? Bersyukurlah, itu berarti anda masih memiliki pakaian.
•Membersihkan halaman rumah, jendela, memperbaiki talang dan atap? Bersyukurlah, itu berarti anda memiliki tempat tinggal.
•Mendapatkan banyak tugas yang merepotkan? Bersyukurlah, itu berarti anda dipercayai untuk dapat melakukannya.
•Mendapatkan rekan kerja bisnis yang mengesalkan? Bersyukurlah, itu menandakan karier/bisnis masih bergerak dan hidup.
•Mendapatkan banyak komplain dari customer kita? itu juga menandakan bahwa customer kita masih ada dan masih loyal dan menginginkan perubahan ke arah lebih baik.
•Mendengar nyanyian dengan suara yang fals? Bersyukurlah, itu berarti anda masih bisa mendengar.
•Mendengar bunyi alarm jam di pagi hari? itu berarti kita masih hidup. Akhirnya banyak sekali hal yang dapat kita syukuri setiap hari.. POSTED BY TRINIE LOOPEEN AT 12:45 AM
FRIDAY, NOVEMBER 30, 2012
Bila kemaren belum ....
1. Bila kemarin belum dapat memberi kebahagiaan pada sesama, usahakan hari ini tidak menyakiti orang lain.
2. Bila kemarin belum dapat melakukan amal sholeh, usahakan hari ini tidak melakukan dosa dan kemaksiatan.
3. Bila kemarin belum dapat ber akhlak mulia, usahakan hari ini tidak menyimpan hati buruk pada sesama.
4. Bila kemarin belum dapat menghargai orang lain, usahakan hari ini tidak memberi nilai berlebih pada diri sendiri.
5. Bila kemarin belum dapat memberi manfaat, usahakan hari ini tidak memberi mudharat bagi sesama.
6. Bila kemarin belum dapat menciptakan suasana yang menyenangkan bagi orang lain, usahakan hari ini tidak melakukan kemarahan dan kebencian pada sesama.
7. Bila kemarin belum dapat mengingat kebaikan orang, usahakan hari ini dapat melupakan keburukan orang lain. POSTED BY TRINIE LOOPEEN AT 11:18 AM
SUNDAY, NOVEMBER 11, 2012
Kasih sayang yang tak terbatas.
1. Saatnya makan jika makanannya kurang, ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata: "cepatlah makan nak, ibu tidak lapar."
2. Waktu makan ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata: "Ibu tidak s**a makan daging, makanlah nak."
3. Tengah malam saat dia menjaga anaknya yang sedang sakit, ia berkata: "istirahatlah nak... ibu masih belum ngantuk."
4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu, ia berkata: "simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang."
5. Saat anak sudah sukses, menjemput ibu untuk tinggal si rumah besarnya, ia lantas berkata: "rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tinggal di sana."
6. Saat menjelag tua ibu sakit keras anaknya akan menangis, tetapi ibu masih bisa tersenyum sambil berkata: "jangan menangis nak, ibu tidak apa-apa." Ini adalah kebohongan terakhir yang dibuat ibu. POSTED BY TRINIE LOOPEEN AT 3:14 PM
THURSDAY, NOVEMBER 08, 2012
Si Bijak dan Si Picik
¤ Ketika orang bijak memegang kunci sebuah gerbang, dia berbangga karena bisa membuka gerbang agar orang lain bisa melaluinya …
Ketika orang picik memegang kunci sebuah gerbang, dia berbangga karena bisa menutup gerbang itu agar orang lain tidak bisa lewat …
¤ Ketika orang bijak memegang uang, dia berbangga karena bisa membaginya kepada yang berhak
Ketika orang picik memegang uang, dia berbangga karena bisa menahan hak orang lain agar dia nampak berkuasa …
¤ Ketika orang bijak memiliki jabatan, dia akan berbangga karena dia bisa bertemu dengan orang-orang yang punya permasalahan untuk menolongnya
Ketika orang picik memiliki jabatan, dia akan berbangga karena dia bisa berlagak sibuk dan susah ditemui agar kelihatan penting
¤ Ketika orang bijak memiliki ilmu, dia berbangga karena mampu mengajarkannya kepada orang lain
Ketika orang picik memiliki ilmu, dia berbangga karena dia bisa merendah orang…
¤ Ketika orang bijak menerima kritik, dia menerimanya dan melakukan instrospeksi …
Ketika orang picik menerima kritik, dia akan marah-marah dan merasa dilecehkan …
¤ Ketika orang bijak mendapat sebuah prestasi, dia akan tenang dan tidak membangga-banggakan prestasinya …
Ketika orang picik mendapat sebuah prestasi, dia akan menunjukkannya kemana-mana
¤ Ketika orang bijak menerima musibah, dia akan diam dan menyembunyikannya …
Ketika orang picik menerima musibah, dia berteriak dan mengeluh kemana-mana …
Termasuk golongan yang manakah kita? Mudah2an kita semua menjadi orang yg bijak. POSTED BY TRINIE LOOPEEN AT 12:24 PM
THURSDAY, OCTOBER 25, 2012
Benih dalam benak
Seorang penulis buku terkenal, John C. Maxwell, mengatakan bahwa sesungguhnya medan peperangan terbesar ada di pikiran manusia. Karena Pikiran itu sangat kuat dan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Ada pepatah mengatakan ”Menabur dalam pikiran akan menuai tindakan; menabur tindakan akan menuai kebiasaan; menabur kebiasaan akan menuai karakter”
Pikiran kita seumpama tanah; tanah tidak pernah peduli jenis benih apa yang hendak kita tanam. Jika kita menabur benih jagung, misalnya, tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkannya. Apa pun yang kita tanamkan dalam pikiran, entah itu hal-hal yang baik atau buruk, pikiran kita akan segera menerima, merespons dan menumbuhkannya. Sadar atau tidak, sering kali kita memperkatakan hal-hal buruk tentang diri kita sendiri, misalnya: hidupku penuh masalah, aku tidak akan berhasil, sakitku tidak akan sembuh, keluargaku hancur berantakan, aku bodoh, miskin, masa depanku suram, dsb. Hal-hal negatif yang kita ucapkan itu akan direspons oleh pikiran kita dalam bentuk sikap dan tindakan, yang pada gilirannya akan menghasilkan sesuatu yang sama seperti yang kita tanamkan dalam pikiran kita. Oleh sebab itu tanamkan hal yg positif di benak kita, maka kita akan menjadi luar biasa. POSTED BY TRINIE LOOPEEN AT 9:41 AM
Older Posts Home blogspot
Evaluasi diri
Seorang bocah laki-laki datang ke sebuah telepon umum. Karena kurang tinggi, dia ambil kardus di dekat situ dan naik di atasnya sehingga bisa menekan tombol angka di telepon koin itu. Penjual koran di sebelahnya, memperhatikan tingkah laku si Bocah, tertarik menguping percakapan teleponnya. Bocah : "Ibu, bisakah saya dapat pekerjaan memotong rumput di halaman rumah ibu?"
Ibu (di ujung telepon) : "Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya.." Bocah : "Ibu bisa bayar saya setengah dari upah orang itu." Ibu : "Tapi saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu dik." Bocah (dengan sedikit memaksa) : "Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar ibu dan saya jamin di hari Minggu rumah ibu akan jadi yang tercantik dari semua rumah lingkungan Ibu." Ibu : "Tidak dik, terima kasih." Bocah itu menaruh gagang telepon dgn senyum di wajahnya. Si Bapak penjual koran yg dari tadi mendengarkan kemudian menghampiri bocah itu. Bapak : "Nak, aku s**a sikap dan semangatmu. Aku ingin menawarkanmu pekerjaan.." Bocah : "Tidak Pak.. Terima kasih.." Bapak : "Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan?"
Bocah : "Oh... itu, saya cuma mau mengecek apa pekerjaan saya sudah bagus. Saya sendiri yang bekerja untuk Ibu tadi." Pernahkah kita mengevaluasi hasil kerja kita? Apakah hasilnya sesuai, melebihi atau di bawah harapan? Sayangnya sedikit dari kita yang mau meluangkan waktu untuk mengevaluasinya. Semoga di tahun baru ini, dapat membuat kita berubah menjadi lebih baik. Sikap dalam kehidupan
Konon ada seorang Professor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana sang Professor berjumpa dengan seseorang yang tak mungkin ia lupakan, namanya Ralph, yang diberi tugas menjemputnya di bandara. Ketika berada di bandara, Ralph sering menghilang. Ada saja yang dilakukannya; ia membantu seorang wanita tua yang kopernya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas, ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setelah itu, ia selalu kembali ke sisi sang Professor dengan tersenyum lebar. Waktu di dalam mobil, mereka bercakap cakap. "Dari mana anda belajar melakukan semuanya itu?" tanya sang professor. "Melakukan apa ?" tanya Ralph. "Dari mana anda belajar bersikap seperti ini ?!" desak sang Professor. "Oh….", kata Ralph,"Selama perang, saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal.”
Lalu ia bercerita sewaktu ditugaskan di Vietnam. Ia dan timnya bertugas membersihkan ladang ranjau dan harus menyaksikan satu persatu teman-temannya tewas terkena ledakan ranjau. "Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah," katanya. "Selalu tegang di setiap langkah, saya tidak tahu apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir bagi saya. Yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat kaki dengan aman adalah mensyukuri langkah sebelumnya. Saya kira sejak itulah, saya menjalani kehidupan seperti ini. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, anugerah baru, dan kesempatan baru.”
❖ KEMULIAAN HIDUP tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain.
❖ NILAI MANUSIA tidak ditentukan oleh bagaimana cara ia mati, tapi bagaimana cara ia hidup.
❖ KEKAYAAN MANUSIA bukan apa yang ia telah peroleh, tapi apa yang ia telah bagikan.
“Nikmatilah setiap langkah hidup, karena setiap langkah hidup kita adalah anugerah Sang Khalik”