15/09/2026
Jakarta sebagai kota megapolitan merupakan ruang geokultural yang terus bergerak, bertumbuh, dan mengalami proses asimilasi budaya yang kompleks. Sejarah panjang Jakarta sebagai ruang pertemuan berbagai etnis, bahasa, praktik hidup, dan ekspresi artistik menjadikannya laboratorium hidup bagi praktik seni pertunjukan kontemporer.
Atas dasar itu, Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bersama Uppkjtim merancang Laboratorium Teater sebagai program pengembangan kompetensi seniman melalui penelitian artistik berbasis kota.
Telah berlangsung pada bulan lalu, sebanyak tujuh pertemuan Laboratorium Teater dengan tema Meja Kerja Sutradara Muda Jakarta di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, para peserta diajak menelusuri bagaimana seorang sutradara membangun cara kerja, mulai dari proses membaca, riset, dramaturgi, hubungan dengan aktor, dan eksplorasi ruang, hingga penyusunan bahasa artistik.