19/08/2020
UCAPAN JAZAKALLAH KHOIRON
"Andai kalian tahu pahala ucapan jazaakallah khairan pada saudara kalian, kalian kan banyak mengatakannya
(Sayyidina Umar bin Khatab Radliyallahu 'anhu, Wafa 3 November 644 M, Madinah)
(Syekh Abdul Muhsin bin Muhammad Al-Qasim, Salah seorang imam dan khatib Masjid Nabi, anggota Dewan Hakim Musabaqah Al-Quran Al-Karim Internasional)
-----------------------
Salah satu bentuk hubungan baik kepada sesama manusia adalah berterima kasih ketika mendapatkan pemberian atau perlakuan baik dari orang lain. Menyampaikan terima kasih kepada sesama manusia atas kebaikannya bahkan merupakan indikator apakah seseorang bisa bersyukur kepada Allah atau tidak atas nikmat2 dariNya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ
“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah, siapa yg tidak tahu berterima kasih kepada sesama manusia.” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud)
Arti Jazakallah Khairan
Apa arti jazakallah khairan? Jazakallah khairan (جزاك الله خيرا) terdiri dari dua kata yakni jazakallah dan khair. Jazakallah artinya adalah “semoga Allah membalasmu.” Karena Za’-nya panjang, mestinya ditulis jazaakallah. Namun karena sudah umum, tidak masalah ditulis latin demikian yg penting tulisan Arabnya benar.
Khair atau khairan artinya adalah kebaikan. Sehingga jazakallah khairan artinya adalah “semoga Allah membalasmu dgn kebaikan.” Inilah ucapan yg benar dan lengkap. Kadang2 kita hanya mendengar ucapan jazakallah sehingga artinya tidak pas karena tidak lengkap.
Ucapan tsb disunnahkan Rasulullah untuk menyampaikan terima kasih dan mendoakan orang yg telah berbuat baik kepada kita. Entah orang itu menolong, membantu, atau memberikan sesuatu kepada kita.
Belakangan ini istilah kata2 Islam atau ucapan yg mengandung doa sangat meningkat penggunanya, namum kita tidak boleh asal mengucapkannya saja tanpa mengetahui makna dan artinya serta cara pengucapkannya yg benar.
Jika sesorang telah mengucapkan jazakallah khairan kepada kita, maka ucapan apakah untuk membalasnya? berikut ini cara menjawab akan kami jelaskan di bawah ini.
Karena ucapan jazakallah khairan ini bermakna doa, maka sudah seharusnya terlebih dahulu kita mengucapkan amin atau mengaminkannya, setelah mengucapkan amin dan kemudian kita pun bisa membalas ucapan tsb.
Ada banyak versi yg dapat digunakan dalam menjawab ucapan ini yaitu dgn mengucapkan
Berikut ini hal yang perlu diperhatikan dalam mengucapkan jazakallah khairan, ucapan bagi laki-laki dan perempuan tidaklah sama, berikut di bawah ini contoh ucapannya.
Ucapan bagi laki-laki = ”jazakallah khairan ”
Ucapan bagi perempuan = ”jazakillah khairan”
Ucapan untuk banyak orang = ”jazakumullah khairan”
Nah inilah ucapan2 untuk menyampaikan ucapan terima kasih yg disunnahkan oleh Rasulullah saw.
Karena ini doa, kita bisa menjawab dengan mengaminkan doa tsb. Misalnya “aamiin” atau “aamiin ya Rabb.” Kadang p**a dijawab dgn “afwan” yg merupakan jawaban dari “syukran”.
Namun yg lebih utama adalah membalas dgn mendoakannya p**a. Tidak hanya mengaminkan doanya. Sering kali, jawaban dalam bentuk mendoakan ini dgn ucapan “waiyakum” yg artinya “dan demikian p**a bagimu.” Namun ini umum dan ada yg lebih baik lagi, yakni yg kita dapatkan dari hadits.
Dalam hadits shahih yg diriwayatkan Imam An Nasa’i dan Ibnu Hibban, ketika Usaid bin Hudhair mewakili kaum Anshar berterima kasih kepada Rasulullah dgn jazakallah khairan, Rasulullah menjawabnya dgn ucapan:
وَأَنْتُمْ مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ فَجَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا
“Dan kamu sekalian wahai kaum Anshar, semoga Allah juga membalasmu dgn kebaikan.”
Jadi, balasan jazakallah khairan adalah
Jawaban Untuk Laki-Laki
َ”Fa jazaakalloohu khoiron” فَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا
Artinya : ”Semoga Allah juga membalasmu dgn kebaikan”
Jawaban Untuk Perempuan
”Fa jazaakillaahu khoiron” فَجَزَاكِ اللهُ خَيْرًا
Artinya : ”Semoga Allah juga membalas mu dgn kebaikan”
Jawaban dalam Bentuk Jamak ( Lebih Dari 1 Orang )
”Fa jazaakumulloohu khoiron” فَجَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا
Artinya : ”Semoga Allah juga membalas kalian dgn kebaikan”
Kata fa (فَ) pada jawaban di atas juga boleh diganti dgn wa (وَ). Hal itu tidak mengubah makna dan tujuan dari jawaban tsb.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِى الثَّنَاءِ
“Barangsiapa diperlakukan baik oleh orang lain kemudian ia berkata kepadanya jazaakallah khairan, maka ia telah memujinya dgn setinggi2nya.” (HR. Tirmidzi)
Beliau mengajarkan ucapan ini dan para sahabat juga mengamalkannya
إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لأَخِيهِ : جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِى الثَّنَاءِ
Jika seseorang berkata kepada saudaranya “jazaakallah khairan” (semoga Allah membalasmu dgn kebaikan), maka ia telah memujinya dgn setinggi2nya. (HR. Thabrani)
وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ
“Dan barangsiapa yg berbuat kepada kalian maka balaslah. Jika ia tidak mendapati sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah ia, sampai kalian melihat bahwa kalian sudah membalasnya.” (HR. Abu Daud)
written in various sources by
Ahmad Zaini Alawi