21/06/2024
Pagi itu, pesawat dengan tujuan Surabaya - Jakarta hampir siap lepas landas.
Tapi eh,
,
,
,
,
,
,
ada insiden kecil yang bikin semua jadi tertunda. Ternyata, Pak Min, orang asli Bojonegoro yang baru pertama kali naik pesawat, dengan tiket ekonomi, malah ngotot duduk di kursi bisnis.
Bayu, yang punya kursi bisnis, mendekati Pak Min: “Maaf, Pak... Ini kursi saya.”
Pak Min nggak mau kalah: “Sampean siapa?”
Bayu menjawab, “Saya penumpang yang duduk di sini, Pak.”
Pak Min langsung ngegas: “Penumpang..? Aku juga penumpang, sama-sama bayar! Sama-sama penumpang, nggak usah ngatur-ngatur.”
Bayu bingung, lalu lapor ke pramugari.
Pramugari datang dan mencoba menjelaskan: “Maaf, Pak Min, seharusnya Bapak duduk di belakang.”
Pak Min menatap pramugari: “Sampean siapa?”
Pramugari menjawab, “Saya pramugari.”
Pak Min makin penasaran: “Pramugari itu apa?”
Pramugari menjelaskan: “Pramugari itu yang melayani penumpang.”
Pak Min dengan nada meremehkan: “Oh, babu? Saya kira siapa. Sudahlah, nggak usah repot-repot ngatur orang lain, cuci piring saja di belakang. Pokoknya saya enak duduk di sini. Sampean mau apa?!”
Pramugari kehabisan akal, lalu memanggil pilot.
Pilot datang dan mencoba membantu: “Maaf, Pak, mestinya Bapak duduk di belakang.”
Pak Min tetap ngeyel: “Sampean siapa?”
Pilot menjawab, “Saya pilot, Pak.”
Pak Min makin bingung: “Pilot itu apa?”
Pilot menjelaskan: “Pilot itu yang mengemudikan pesawat ini.”
Pak Min menatap pilot dari atas ke bawah: “Oh, sopir...? Saya kira siapa. Bajunya kayak seragam LLAJ, pakai topi segala, ternyata sopir. Pokoknya saya nggak mau pindah. Sekarang sampean mau apa?”
Bang Mat, orang asli Madura yang baru masuk pesawat, mendengar keributan itu. Dia mendekati pilot, bertanya sejenak, kemudian mendekati Pak Min dan membisikkan sesuatu di telinganya. Tiba-tiba Pak Min bangkit sambil ngomel-ngomel: “Dasar sopir gila, babu nggak punya otak, untung ada Bang Mat ini yang kasih tahu saya. Kalau nggak, saya nggak sampai Jakarta.”
Pak Min pun pindah ke kursi belakang dengan sukarela.
Pilot takjub dan bertanya pada Bang Mat: “Apa sih yang Bapak bisikkan sampai dia mau pindah?”
Bang Mat tersenyum dan menjawab: “Saya tanya, Bapak mau ke mana? Dia jawab mau ke Jakarta. Saya bilang, kalau mau ke Jakarta duduknya harus di belakang. Yang di depan itu tujuannya ke Jember.”
Seluruh penumpang tertawa terbahak-bahak mendengar kisah itu, dan pesawat akhirnya lepas landas dengan suasana yang lebih ceria.
foto dari google