15/03/2017
Toilet training adalah melatih anak agar tidak pipis atau pup di celana lagi dan sudah bisa melakukannya di kamar mandi.
Berikut tips tipsnya :
1. Kenali waktu yang tepat.
Saat anak sudah bisa berkomunikasi dua arah dengan kita & menyampaikan keingiannya, maka sudah bisa dimulai toilet trainingnya. Menurut saya, paling baik dimulai ketika anak sudah bisa berbicara, walaupun cuma sedikit. Karena kalau tidak, dia tidak akan bisa menyampaikan maksudnya & kitapun masih sulit menangkap ‘bahasa’nya, kecuali kita mau mengajarkan dengan isyarat atau bahasa tubuh, bila ingin pipis atau pup. Dengan mengenali waktu yang tepat, lebih mudah menyuruhnya “pipis ya!”, dia akan mengerti, atau kalau dia ingin bilang, dia sudah bisa menyampaikannya pada kita.
Sebenarnya, jauh sebelum itu, sejak umur 12m, saya berusaha mengajaknya pup ke kamar mandi. Bukan karena dia bisa menyampaikannya, tapi karena raut wajahnya 😀 Ibu-ibu pasti tau raut wajah yang berubah karena anak ngeden pengen pup. Buru-buru saya ajak ke kamar mandi & ketika saya bilang “tunggu..tungguuu..” dia benar-benar menunggu lho & pup lah dia di kamar mandi.
2. Membiasakan waktu rutin pipis ke kamar mandi.
Ini adalah langkah awal untuk mengajarkan toilet training pada anak. Bisa 1 jam atau 2 jam sekali, kita membiasakan anak ke kamar mandi dan mengajaknya untuk pipis. Ibu jangan kaget kalau awal-awalnya anak ibu belum ‘ngeh’ dengan aktivitas ini. Sudah diajak ke kamar mandi, dia tidak pipis juga. Begitu sedang bermain, dia malah pipis. Tidak perlu gusar dan kecewa pada anak, apalagi menyerah dan buru-buru mengecap anak tidak mau toilet training. Saya lihat justru di tahap awal ini banyak ibu-ibu yang gagal karena tidak sabar.
3. Selalu mengingatkan anak supaya memberitahu bila ingin ke kamar mandi.
Berbarengan dengan memulai rutinitas ke kamar mandi, selaluuu jangan lupa # jangan bosan pesankan kepada anak “kalau mau pipis bilang ya sayang, pipisnya di kamar mandi..jangan lupa yaa”, kadang saya juga s**a menambahkan “kakak kan sudah besar, anak besar pipisnya di kamar mandi ya, tidak ngompol lagi”, untuk sugesti positif buat anak.
4. Beri pujian kepada anak kalau dia berhasil.
Disadur dari blog rheindun