Loading Gaming

Loading Gaming PENDUKUNG YUNFA,PANTAU SAMPAI KEPELAMINAN CLIK BOLO👇
(1)

Kukira Gadis Malam Ternyata Istri Idaman "Lepaskan pakaianmu dan lay ani aku sekarang!" teriakku lantang pada wanita yan...
02/12/2025

Kukira Gadis Malam Ternyata Istri Idaman

"Lepaskan pakaianmu dan lay ani aku sekarang!" teriakku lantang pada wanita yang berdiri di hadapanku. Gadis itu mengenakan cadar hitam, kepalanya menunduk, tak berani menatapku.

Aneh. Di klu b mala m seperti ini, aku justru menemukan wanita yang terlihat suci dan sengaja berpura-pura. Dia pikir aku bodoh? Aku yakin ini hanya akting.

"Ma-maaf, Tuan, aku tidak bisa" Suaranya bergetar, namun entah kenapa terdengar begitu menenangkan. Belum pernah aku mendengar suara selembut itu di tempat seperti ini.

Perlahan aku mendekat, ingin melihatnya lebih jelas. Gadis itu semakin menunduk, menghindari tatapanku. Kuangkat sedikit dagunya, dan mata kami bertemu. Bulu matanya lentik, indah, dan pandangannya seketika membuatku terpana.

Tapi, ada butiran bening yang perlahan jatuh dari sudut matanya. Kenapa dia menangis? Bukankah ini profesinya? Melayani tamu yang datang ke tempat ini? Apa ini sandiwara baru untuk menipuku? Aku sudah membayar mahal untuk malam ini.

Rasa sakit hati akibat calon istriku, Clara, yang ternyata berselingkuh dengan sahabatku sendiri, telah membawaku ke sini. Aku kecewa, marah, dan merasa semua wanita itu sama saja, mu rahan. Aku tidak pernah tahu bahwa Clara, wanita yang selama ini kuanggap sempurna, ternyata sudah tidak pe rawan dan tega berhubungan dengan pria lain tanpa ikatan pernikahan. Dia hanya ingin menipuku agar bisa hidup mewah.

Sejak saat itu, aku menganggap tidak ada lagi wanita yang bisa menjaga kehormatannya di zaman ini, apalagi di kota besar.

"Jangan bercanda denganku! Cepat layani aku!" sentakku, berusaha mengusir keraguan.

"Aku akan melayani Tuan, dengan satu syarat," jawabnya, membuatku semakin bingung. Tidak pernah ada wanita yang menawariku syarat seperti ini. Sebanyak apapun wanita yang menggoda, tidak pernah ada yang menarik perhatianku. Namun, entah kenapa, gadis bercadar ini justru membuatku penasaran.

"Apa syaratmu?" tanyaku.

"Tolong nikahi saya," jawabnya, membuatku terkejut. Dia pikir Erlangga Putra Alexander akan semudah itu menikahi wanita, apalagi wanita yang baru kutemui di klub malam?

"Apa? Kamu bercanda? Kamu pikir aku mau menikahi wanita malam sepertimu?" tanyaku sinis.

"Cukup, Tuan! Aku bukan wanita malam. Aku masih gadis. Aku terjebak di tempat ini karena kakak tiriku terjerat utang dengan pemilik klub. Aku terpaksa dijual, dan aku bertemu dengan Tuan," jelasnya, suaranya kini dipenuhi kesedihan yang mendalam. Kata-katanya membuatku terbelalak. Apakah dia dijebak? Dan apa mungkin dia benar-benar masih gadis?

"Siapa namamu?"

"Raisa Azzahra."

"Usiamu?" tanyaku lagi.

"Sembilan belas tahun, Tuan."

Aku terkejut. Klub ini benar-benar gila. Mereka menyediakan "wanita penghibur" yang masih remaja dan meminta untuk dinikahi?

"Cukup! Ini gila! Aku Erlangga Putra Alexander, pria 30 tahun! Aku tidak akan pernah berhubungan dengan gadis semuda kamu!" sentakku, merasa ini semua semakin konyol.

"Aku mohon, Tuan, tolong aku," ucap Raisa, lalu berlutut di hadapanku. "Aku janji akan menyerahkan diriku, tapi hanya dengan satu syarat, nikahi aku. Aku yakin Tuan Erlangga adalah pria yang baik."

Pria baik? Bagaimana bisa dia menganggapku pria baik, padahal dia tahu aku membayar mahal hanya untuk menyentuhnya dalam satu malam tanpa ikatan? Bukankah wanita zaman sekarang lebih rela mengorbankan harga diri mereka daripada mendapatkan cinta yang tulus?

"Bobby!" teriakku, memanggil pemilik klub yang kebetulan adalah temanku.

"Ya, Tuan? Ada apa?" Bobby langsung masuk ke ruanganku.

"Kenapa kamu memberiku gadis seperti ini? Apa kamu ingin menipuku?"

"Maaf, Tuan, stok wanita di sini tidak banyak, dan Tuan sendiri tidak tertarik dengan mereka. Untunglah Raisa datang. Dia karyawan baru dan masih gadis.

Kakaknya ber ut ang padaku dan Raisa harus membayarnya," jelas Bobby.
Ternyata gadis itu tidak berbohong. Tapi aku tidak bisa langsung percaya dengan kepolosannya. Dia pikir aku akan dengan mudah menuruti keinginannya?

"Baiklah, silakan keluar. Raisa sekarang milikku! Dan aku harap, setelah ini, jangan ganggu aku dan dia!" kataku tegas.
Bobby mengangguk dan pergi. Aku langsung meraih tangan Raisa, membawanya keluar dan masuk ke dalam mobilku.

"Maaf, Tuan, kita akan ke mana?" tanyanya sambil menatapku.

"Ke KUA. Bukankah kamu memintaku menikahimu jika ingin menyentuhmu? Apa kamu amnesia?" jawabku, sedikit menyindir. Sejak bertemu dengannya, dia membuatku penasaran. Tapi, bagaimana jika dia tidak secantik itu di balik cadarnya? Ah, sial! Niatku hanya ingin bersenang-senang, tapi malah terjebak dalam permainan ini.

"Baik, Tuan."

"Tunggu," kataku, kembali penasaran.

"Memangnya kenapa aku harus menikahimu?"

"Aku tidak akan mau disentuh oleh siapapun kecuali suamiku."

"Bodoh! Bagaimana jika setelah itu aku justru menceraikanmu?" tanyaku, mencoba mengujinya.

"Aku ikhlas. Aku lebih baik menjadi janda yang tetap suci di mata Tuhanku, daripada menjadi wanita peng hibur dengan do sa zi na."

Lagi-lagi perkataan gadis itu membuatku terdiam. Sorot matanya menunjukkan ketulusan yang murni, tapi aku tidak boleh mudah percaya. Perasaan sakit hati dan kecewa masih terlalu kuat.

Judul Novel : Kukira Gadis Malam Ternyata Istri Idaman

Penulis Raradika07

Baca selengkapnya sampai tamat hanya di Apk KBM App yah kak download gratis di playStore atau AppStore

Baca selengkapnya di aplikasi KBM App.
link di komentar👇

Address

Jalan Pondok Kopi
Jakarta

Telephone

+821240405151

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Loading Gaming posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Loading Gaming:

Share