Art-PopUp

Art-PopUp Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Art-PopUp, Visual Arts, Jakarta.

Yuk habiskan libur sekolah dengan menikmati seni dan mencari inspirasi baru bersama di Trip Sana Seni 🎨✨Trip kali ini di...
02/06/2026

Yuk habiskan libur sekolah dengan menikmati seni dan mencari inspirasi baru bersama di Trip Sana Seni 🎨✨

Trip kali ini dikhususkan untuk para peserta yang akan berpartisipasi di Indonesia Youth Art Festival (IYA Fest) 2026!

Melalui kegiatan ini, pelajar dan perwakilan guru/orang tua akan diajak berkeliling pameran, mengenal berbagai karya seni, bertemu langsung dengan seniman, hingga menikmati tea time bersama dalam suasana yang hangat dan kreatif.

Daftarkan sekolahmu sebagai peserta IYA Fest untuk bisa ikut Trip Sana Seni Juni 2026 dengan cara berikut:
1. Mengisi formulir pendaftaran melalui tautan lynk.id/iyafest (tersedia di bio), kemudian pilih “School Registration Form”
2. Tim IYA Fest akan menghubungi sekolah untuk proses verifikasi data
3. Setelah terverifikasi dan terdaftar sebagai peserta IYA Fest 2026, tim akan menghubungi peserta untuk mengikuti Trip Sana Seni di weekend ini!

đź—“ Sabtu, 6 Juni 2026
⏰ 13.00 – 16.30
📍 Agora Ballroom, Level L2

Apabila ada pertanyaan atau informasi lainnya, silakan DM Instagram ✨

Sampai ketemu di Trip Sana Seni!

Seniman street art Yogyakarta, Digie Sigit, menghadirkan karya bertajuk aku cuma mau maen (kenapa kamu bully aku?) melal...
02/06/2026

Seniman street art Yogyakarta, Digie Sigit, menghadirkan karya bertajuk aku cuma mau maen (kenapa kamu bully aku?) melalui pameran tunggal “Sayangi Teman” yang dipasang di baliho kawasan eks Bioskop Permata, Jalan Sultan Agung, Yogyakarta. Karya berukuran 8 × 4 meter tersebut menampilkan seorang anak bertelanjang kaki yang berdiri sambil memegang bola kuning, tanpa menampilkan adegan kekerasan maupun sosok pelaku bullying.

Menurut Digie, karya itu berangkat dari keprihatinannya terhadap berbagai bentuk kekerasan yang masih dialami anak-anak. Kalimat aku cuma mau maen dipilih karena dianggap mewakili suara sederhana banyak korban bullying yang pada dasarnya hanya ingin menjalani masa kecil mereka dengan aman. Melalui karya tersebut, ia mengajak publik kembali memberi perhatian pada situasi tumbuh kembang anak di tengah masyarakat.

Secara visual, bola kuning menjadi satu-satunya elemen berwarna dalam karya yang didominasi hitam-putih. Digie menjelaskan bahwa bola merupakan simbol dunia anak-anak, sementara kaki telanjang dan absennya warna hijau merepresentasikan semakin terbatasnya ruang bermain yang nyaman bagi mereka. Baginya, ruang bermain bukan sekadar tempat beraktivitas, melainkan ruang penting bagi anak untuk belajar empati, solidaritas, dan kehidupan sosial.

Digie mengatakan bahwa karya tersebut tidak dibuat untuk memberikan jawaban atas persoalan bullying. Ia memandang seniman sebagai pencatat yang merekam realitas di sekitarnya melalui bahasa visual. “Seniman buatku hanyalah pencatat. Aku membuat notulensi visual,” ujarnya saat menjelaskan gagasan di balik karya tersebut.

Pameran ini menjadi kali pertama Digie menggunakan baliho sebagai medium pameran tunggal. Karya dipasang selama satu bulan hingga 25 Juni 2026 dengan tujuan menjangkau publik yang lebih luas di luar ruang galeri. Menurutnya, semakin banyak karya seni hadir di ruang publik, semakin besar p**a peluang ruang kota menjadi tempat yang lebih manusiawi bagi masyarakat.

Sedang mencari agenda seru untuk mengisi waktu luang di bulan Juni? Ini adalah waktu yang tepat untuk menjelajahi ruang-...
01/06/2026

Sedang mencari agenda seru untuk mengisi waktu luang di bulan Juni? Ini adalah waktu yang tepat untuk menjelajahi ruang-ruang kreatif!

Tak hanya menghadirkan karya seni yang menarik, sejumlah agenda bulan ini juga membuka ruang untuk bertemu komunitas baru, mengikuti aktivitas interaktif, dan menemukan inspirasi dari berbagai perspektif.

Yuk, cek daftar pameran seni dan aktivitas kreatif yang bisa masuk agenda kunjunganmu bulan ini!

Art District 2026 is almost here!!!Mulai dari lihat karya, cari inspirasi lewat workshops, ikut aktivitas seru, sampai n...
01/06/2026

Art District 2026 is almost here!!!

Mulai dari lihat karya, cari inspirasi lewat workshops, ikut aktivitas seru, sampai nemuin brand favorit baru, semuanya ada di sini.

Siapkan satu akhir pekan khusus untuk eksplorasi đź‘€

🗓️ 12–14 Juni 2026
📍 Marketing Gallery District 2, Lippo Cikarang Cosmopolis

Stay tuned. We’re just getting started ✨

31/05/2026

Ditemui di pameran “Feels So Real” di Galeri Zen1 pada Sabtu (23/5/2026), aktor Anjasmara membagikan perjalanan panjangnya sebagai kolektor seni. Kecintaannya pada seni telah tumbuh sejak lama, dimulai dari mengoleksi barang antik, patung, furnitur, hingga lukisan.

Salah satu lukisan yang pernah dibeli Anjasmara seharga Rp5 juta ternyata terjual hingga lebih dari Rp100 juta dalam sebuah pelelangan. Namun bagi aktor sekaligus kolektor seni itu, mengoleksi karya seni bukan semata soal nilai jual.

Meski pernah merasakan keuntungan besar dari sebuah karya yang dilelang, Anjasmara menegaskan bahwa alasan utamanya mengoleksi seni tetap karena ketertarikan personal terhadap karya tersebut. Baginya, setiap lukisan memiliki pesan dan vibrasi yang mampu menyentuh perasaan pemiliknya.

Dalam kesempatan tersebut, Anjasmara juga mengungkapkan alasannya tertarik pada karya-karya Apin yang dipamerkan di Galeri Zen1, Menteng, Jakarta Pusat. Menurutnya, detail, pencahayaan, hingga pemilihan figur teddy bear menjadi daya tarik tersendiri yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.

M+ dan Centre Pompidou mengumumkan kemitraan multi-tahun pada Mei 2026, mempertemukan dua institusi yang masing-masing m...
31/05/2026

M+ dan Centre Pompidou mengumumkan kemitraan multi-tahun pada Mei 2026, mempertemukan dua institusi yang masing-masing menjadi referensi utama seni kontemporer di Asia dan Eropa.

Selama Pompidou menjalani renovasi hingga 2030, beberapa pameran kolaborasi akan digelar di M+ mulai 2027. Pompidou bahkan akan membuka kembali gedung renovasinya lewat pameran gabungan dari koleksi kedua museum, menurut Artforum.

M+ dibuka pada 2021 di kawasan West Kowloon, Hong Kong, dan kini menjadi salah satu museum seni visual paling ambisius di Asia dengan koleksi lebih dari 8.000 karya. Sementara Pompidou, yang dirancang Renzo Piano dan Richard Rogers dan dibuka pada 1977; menyimpan koleksi seni modern dan kontemporer terbesar di Eropa.

Pertemuan dua institusi ini bukan sekadar pertukaran pameran, melainkan tanda semakin besarnya peran Asia dalam peta museum seni global. Sejumlah museum besar Asia telah dibuka dalam dua dekade terakhir: Louvre Abu Dhabi (2017), M+ Hong Kong (2021), dan National Museum of Qatar (2019): menandai pergeseran nyata dalam geografi institusi seni dunia, menurut The Art Newspaper.

Menurut ARTnews, Pompidou juga sedang membangun jaringan satelit global selama masa penutupannya, termasuk di Seoul, Brussel, dan Brasil. Kemitraan dengan M+ menambah dimensi Asia Timur dalam jaringan global museum tersebut.

+

Ruang Segiempat menghadirkan program podcast terbarunya yakni Ruang Tamu. Sebuah ruang obrolan yang membahas seni, prose...
30/05/2026

Ruang Segiempat menghadirkan program podcast terbarunya yakni Ruang Tamu. Sebuah ruang obrolan yang membahas seni, proses kreatif, dan perspektif di balik praktik berkesenian.

Buat kamu yang penasaran dengan cara dunia seni bekerja atau ingin tau lebih dalam tentang bagaimana seniman dan pelaku seni berpikir dan berkarya, disini kamu bisa dengerin langsung cerita mereka kapan aja dan dimana aja.

Tonton episode terbarunya sekarang di kanal YouTube Ruang Segiempat, dan nantikan episode-episode berikutnya!

YouTube: Ruang Segiempat

Kapan lagi sekolahmu punya kesempatan untuk menampilkan karya pelajar dalam festival seni yang dikunjungi oleh publik, k...
30/05/2026

Kapan lagi sekolahmu punya kesempatan untuk menampilkan karya pelajar dalam festival seni yang dikunjungi oleh publik, keluarga, guru, hingga seniman profesional dari berbagai komunitas kreatif?🎨✨

Melalui Indonesia Youth Art Festival (IYA Fest) 2026, peserta bisa merasakan pengalaman memamerkan karya, tampil di panggung, hingga bertemu dengan sekolah-sekolah lain dari berbagai daerah di Indonesia.

Bukan hanya menjadi pengalaman baru bagi mereka, tetapi juga kesempatan bagi sekolah untuk menunjukkan kreativitas, karakter, dan semangat berkesenian!

🗓 19–20 September 2026
📍 Urban Forest Cipete, Jakarta

Yuk, ikut Indonesia Youth Art Festival 2026 🎉

Bagi Tab Space (), ruang kerja yang inklusif bukan sekadar menghadirkan seniman neurodivergen ke industri kreatif. Studi...
29/05/2026

Bagi Tab Space (), ruang kerja yang inklusif bukan sekadar menghadirkan seniman neurodivergen ke industri kreatif. Studio ini juga menyesuaikan sistem kerja agar para seniman dapat berkembang dan bekerja secara profesional.

Sebagai studio kreatif, sebagian besar proyek Tab Space berasal dari commission brand dan korporasi. Namun sebelum sebuah karya diproduksi, brief dari klien lebih dulu diterjemahkan menjadi creative brief yang kemudian didiskusikan bersama para seniman neurodivergen.

Dalam prosesnya, seniman neurodivergen diupayakan dapat bekerja dengan nyaman tanpa mudah merasa ter-trigger maupun terdistraksi “Kami memiliki yang namanya art facilitator yang selalu mendampingi seniman-seniman ini untuk berkarya. Selain itu kami juga punya studio yang hypersensitive sensory friendly,” ujar Imaniar, Creative Director Tab Space, Kamis (21/52026).

Lewat pendekatan itu, Tab Space mencoba menunjukkan bahwa inklusi tidak berhenti pada memberi ruang, tetapi juga membangun sistem kerja yang memahami kebutuhan setiap individu.

Kini, karya para seniman neurodivergen tersebut mulai hadir dalam berbagai kolaborasi lintas industri, mulai dari fashion hingga kebutuhan visual brand.

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Art-PopUp posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category