13/06/2026
Di Antara Detak and Jeda
Bagaimana bisa aku begitu mencintai pagi,
jika setiap matari terbit,
ia juga membawa kita lebih dekat pada sunyi?
Kau adalah keindahan yang membuatku betah,
sekaligus ketakutan yang membuatku gelisah.
Ada cemas yang menyelinap pelan,
di antara jemari kita yang saling bertautan.
Bukan karena aku meragukan ketulusanmu,
tapi karena dunia ini gemar merampas sesuatu
dan kehilanganmu adalah satu-satunya runtuh yang tak siap kuhadapi.
Aku mencintaimu seluas langit,
tapi aku juga takut seisi langit runtuh menimpaku
jika suatu hari kau memilih menjauh.
Maka saat kau tak ada di sampingku,
kuhitung setiap helai napasku dengan doa yang lirih.
Jangan, jangan biarkan ruang ini menjadi sepi.
Sebab tanpamu, aku hanyalah sebuah rumah kosong
yang lupa bagaimana caranya menyalakan lampu