Kos Gaming

Kos Gaming Streaming Game play tips dan trik game Mobile Legend dan Magic Chess

selamatkan bumi
lakukan hal sekecil apapun yang bermamfaat untuk melestarikan lingkungan
hemat energi,cegah polusi,stop ilegal loging
melakukan penghijauan

02/03/2024
Buat yang penasaran ini dia menu kita kakak, kiw kiw 08 BBQ & SHABU termurah se Labura
11/01/2024

Buat yang penasaran ini dia menu kita kakak, kiw kiw 08 BBQ & SHABU termurah se Labura

Bingung malam kamis mau kemana sama pasangan, bingung pasangan kalo diajak makan jawabannya terserah, yok gaskeun promo ...
10/01/2024

Bingung malam kamis mau kemana sama pasangan, bingung pasangan kalo diajak makan jawabannya terserah, yok gaskeun promo khusus malam kamis diskon 10%. Langsung aja ke warung kiw kiw 08 ya
Lokasi lapangan Polri Aek kanopan

Halo warga Aek Kanopan sekitarnya hari ini kita grand opening loh, setelah menunggu cukup lama berkat doa dan dukungan s...
07/01/2024

Halo warga Aek Kanopan sekitarnya hari ini kita grand opening loh, setelah menunggu cukup lama berkat doa dan dukungan semuanya akhirnya kita mulai buka hari ini.
Jangan lupa dateng ya...
Jam 14.00 sampai 22.00
Di lapangan Polri/Bhayangkara Aek Kanopan.

Telur puyuh adalah telur  yang berukuran lebih kecil dibanding telur yang dikonsumsi pada umumnya, hal itu karena burung...
08/03/2022

Telur puyuh adalah telur yang berukuran lebih kecil dibanding telur yang dikonsumsi pada umumnya, hal itu karena burung puyuh sendiri bertubuh lebih kecil.

Meskipun ukuran lebih kecil kandungan gizi dalam telur puyuh cukup tinggi. Kandungan protein telur puyuh lebih tinggi dari pada protein hewani lainnya dalam 100 gram telur puyuh mengandung 13 gram lebih banyak protein dibanding telur ayam dan telur bebek.

Nah buat kakak yang mau mengkonsumsi telur puyuh bisa datang langsung ke kedai kami yang berlokasi di Jl. Nusantara Gang Buntu Inderalaya
Atau order via wa : 0895336874774

Kapan lagi kakak bisa makan puyuh lezat dengan harga murah, cuman 2500 pertusuknya

Ditunggu kedatangannya kakak 🥰🥰

Semangat beraktifitas

13/02/2015

suatu ketika dalam sebuah ruang kelas kuliah, berlangsung sebuah ujian. Semua mahasiswa tampak serius mengerjakan soal-soal, sebab ujian ini adalah tes terakhir sebelum mereka lulus. Semuanya tampak tekun hingga mereka melihat sebuah pertanyaan terakhir.

Dalam lembar soal tercantum sebuah pertanyaan, "Siapa nama wanita yang selalu membersihkan kelas ini setiap hari? Sebuah pertanyaan yang ganjil pikir semua anak. Sebab apa hubungannya seorang tukang sapu dengan kelulusan seorang mahasiswa? Ah, sang dosen rupaya sudah kehabisan pertanyaan. Banyak mahasiswa yang membiarkan baris pertanyaan itu kosong tak berisi.

Ujian itupun usai. Semuanya mengumpulkan kertas ujian mereka masing-masing dan meninggalkan ruangan. Tampak seorang mahasiswa yang mendatangi meja depan dan bertanya sesuatu kepada dosen yang sedang membereskan berkas-berkasnya. "Pak, apakah soal terakhir itu juga masuk dalam penilaian? " tanya mahasiswa itu perlahan, "Sebab saya tak mengisi jawaban untuk soal itu.

Sang dosen menjawab, "Ya, tentu saja. Ia lalu melanjutkan, "Anak muda, kamu belajar satu hal kali ini. Dalam hidupmu kamu akan mengenal banyak orang. Dan semua orang itu penting, semua insan itu akan memberikan nilai buatmu. Mereka semua berhak untuk diperhatikan dan juga diberikan penghargaan. Walaupun yang kamu lakukan cuma sekedar tersenyum atau mengucapkan salam.

"Dan, oh ya Nak, pertanyaan semacam ini akan kamu temui dalam bentuk yang berbeda kelak. Maka bukalah matamu lebih lebar dan bukalah hatimu lebih luas, kamu akan menemukan jawabannya."

Mahasiswa itu belajar hikmah yang berguna kali ini. Dan ia juga belajar bahwa wanita petugas kebersihan itu bernama Rose.

Teman, banyak dari kita yang memang tak terlalu peka dengan keadaan sekitar. Ada banyak sekali hadangan-hadangan yang kita buat sendiri dengan lingkungan. Seringkali kita biarkan diri kita asing, diri kita terkungkung dalam jeruji-jeruji "tak peduli" yang kita pancangkan kuat-kuat.

Memang setiap orang berhak untuk mendapatkan perhatian kita. Setiap manusia yang ada di dekat kita, punya bagian untuk menjadi orang yang kita sayangi. Maka bukalah mata lebih lebar dan bukalah hati lebih luas, kita akan menemukan jawabannya.

13/02/2015

Wanita Buta

Seluruh penumpang di dalam bus merasa simpati melihat seorang wanita muda dengan tongkatnya meraba-raba menaiki tangga bus. Dengan tangannya yang lain dia meraba posisi dimana sopir berada dan membayar ongkos bus. Lalu berjalan ke dalam bus mencari-cari bangku yang kosong dengan tangannya. Setelah yakin bangku yang dirabanya kosong, dia duduk. Meletakkan tasnya di atas pangkuan dan satu tangannya masih memegang tongkat.

Satu tahun sudah, Yasmin, wanita muda itu mengalami buta. Suatu kecelakaan telah berlaku atasnya dan menghilangkan penglihatannya untuk selama-lamanya. Dunia tiba-tiba saja menjadi gelap dan segala harapan dan cita-cita menjadi sirna. Dia adalah wanita yang penuh dengan ambisi menaklukan dunia, aktif di segala perkumpulan, baik di sekolah, rumah maupun di linkungannya. Tiba-tiba saja semuanya sirna, begitu kecelakaan itu dialaminya. Kegelapan, frustrasi dan rendah diri tiba-tiba saja menyelimuti jiwanya. Hilang sudah masa depan yang selama ini dicita-citakan.

Merasa tak berguna dan tak ada seorang pun yang sanggup menolongnya selalu membisiki hatinya. "Bagaimana ini bisa terjadi padaku?" dia menangis. Hatinya protes, diliputi kemarahan dan putus asa. Tapi tak peduli sebanyak apa pun dia mengeluh dan menangis, sebanyak apa pun dia protes, sebanyak apapun dia berdo'a dan memohon, dia harus tahu, penglihatannya tak akan kembali.

Diantara frustrasi, depresi dan putus asa, dia masih beruntung, karena mempunyai suami yang begitu penyayang dan setia, Burhan. Burhan adalah seorang prajurit TNI biasa yang bekerja sebagai security di sebuah perusahaan. Dia mencintai Yasmin dengan seluruh hatinya. Ketika mengetahui Yasmin kehilangan penglihatan, rasa cintanya tidak berkurang. Justru perhatiannya makin bertambah, ketika dilihatnya Yasmin tenggelam kedalam jurang keputus-asaan. Burhan ingin menolong mengembalikan rasa percara diri Yasmin, seperti ketika Yasmin belum menjadi buta.

Burhan tahu, ini adalah perjuangan yang tidak gampang. Butuh extra waktu dan kesabaran yang tidak sedikit. Karena buta, Yasmin tidak bisa terus bekerja di perusahaannya. Dia berhenti dengan terhormat. Burhan mendorongnya supaya belajar huruf Braile. Dengan harapan, suatu saat bisa berguna untuk masa depan. Tapi bagaimana Yasmin bisa belajar? Sedangkan untuk pergi kemana-mana saja selalu diantar Burhan? Dunia ini begitu gelap. Tak ada kesempatan sedikitpun untuk bisa melihat jalan. Dulu sebelum menjadi buta, dia memang biasa naik bus ke tempat kerja dan kemana saja sendirian. Tapi kini ketika buta, apa sanggup dia naik bus sendirian? Berjalan sendirian? Pulang-pergi sendirian? Siapa yg akan melindunginya ketika sendirian? Begitulah yang berkecamuk di dalam hati Yasmin yg putus asa. Tapi Burhan membimbing Jiwa Yasmin yang sedang frustasi dengan sabar. Dia merelakan dirinya untuk mengantar Yasmin ke sekolah, dimana Yasmin musti belajar huruf Braile.

Dengan sabar Burhan menuntun Yasmin menaiki bus kota menuju sekolah yang dituju. Dengan susah payah dan tertatih-tatih Yasmin melangkah bersama tongkatnya. Sementara Burhan berada di sampingnya. Selesai mengantar Yasmin dia menuju tempat dinas. Begitulah, selama berhari-hari dan berminggu-minggu Burhan mengantar dan menjemput Yasmin. Lengkap dengan seragam dinas security.

Tapi lama-kelamaan Burhan sadar, tak mungkin selamanya Yasmin harus diantar; pulang dan pergi. Bagaimanapun juga Yasmin harus bisa mandiri, tak mungkin selamanya mengandalkan dirinya. Sebab dia juga punya pekerjaan yang harus dijalaninya. Dengan hati-hati dia mengutarakan maksudnya, supaya Yasmin tak tersinggung dan merasa dibuang. Sebab Yasmin, bagaimanapun juga masih terpukul dengan musibah yang dialaminya.

Seperti yang diramalkan Burhan, Yasmin histeris mendengar itu. Dia merasa dirinya kini benar-benar telah tercampakkan. "Saya buta, tak bisa melihat!" teriak Yasmin. "Bagaimana saya bisa tahu saya ada di mana? Kamu telah benar-benar meninggalkan saya." Burhan hancur hatinya mendengar itu. Tapi dia sadar apa yang musti dilakukan. Mau tak mau Yasmin musti terima. Musti mau menjadi wanita yang mandiri. Burhan tak melepas begitu saja Yasmin. Setiap pagi, dia mengantar Yasmin menuju halte bus. Dan setelah dua minggu, Yasmin akhirnya bisa berangkat sendiri ke halte. Berjalan dengan tongkatnya. Burhan menasehatinya agar mengandalkan indera pendengarannya, di manapun dia berada.

Setelah dirasanya yakin bahwa Yasmin bisa pergi sendiri, dengan tenang Burhan pergi ke tempat dinas. Sementara Yasmin merasa bersyukur bahwa selama ini dia mempunyai suami yang begitu setia dan sabar membimbingnya. Memang tak mungkin bagi Burhan untuk terus selalu menemani setiap saat ke manapun dia pergi. Tak mungkin juga selalu diantar ke tempatnya belajar, sebab Burhan juga punya pekerjaan yang harus dilakoni. Dan dia adalah wanita yang dulu, sebelum buta, tak pernah menyerah pada tantangan dan wanita yang tak bisa diam saja. Kini dia harus menjadi Yasmin yang dulu, yang tegar dan menyukai tantangan dan s**a bekerja dan belajar. Hari-hari pun berlalu. Dan sudah beberapa minggu Yasmin menjalani rutinitasnya belajar, dengan mengendarai bus kota sendirian.

Suatu hari, ketika dia hendak turun dari bus, sopir bus berkata, "saya sungguh iri padamu". Yasmin tidak yakin, kalau sopir itu bicara padanya. "Anda bicara pada saya?" "Ya", jawab sopir bus. "Saya benar-benar iri padamu". Yasmin kebingungan, heran dan tak habis berpikir, bagaimana bisa di dunia ini, seorang buta, wanita buta, yang berjalan terseok-seok dengan tongkatnya hanya sekedar mencari keberanian mengisi sisa hidupnya, membuat orang lain merasa iri? "Apa maksud anda?" Yasmin bertanya penuh keheranan pada sopir itu. "Kamu tahu," jawab sopir bus, "Setiap pagi, sejak beberapa minggu ini, seorang lelaki muda dengan seragam militer selalu berdiri di sebrang jalan. Dia memperhatikanmu dengan harap-harap cemas ketika kamu menuruni tangga bus. Dan ketika kamu menyebrang jalan, dia perhatikan langkahmu dan bibirnya tersenyum puas begitu kamu telah melewati jalan itu. Begitu kamu masuk gedung sekolahmu, dia meniupkan ciumannya padamu, memberimu salut dan pergi dari situ. Kamu sungguh wanita beruntung, ada yang memperhatikan dan melindungimu".

Air mata bahagia mengalir di p**i Yasmin. Walaupun dia tidak melihat orang tersebut, dia yakin dan merasakan kehadiran Burhan di sana. Dia merasa begitu beruntung, sangat beruntung, bahwa Burhan telah memberinya sesuatu yang lebih berharga dari penglihatan. Sebuah pemberian yang tak perlu untuk dilihat; kasih sayang yang membawa cahaya, ketika dia berada dalam kegelapan.

Teman, kita ibarat orang buta yang diperintahkan bekerja dan berusaha. Kita adalah orang buta, yang diberi semangat untuk terus hidup dan bekerja Kita tak bisa melihat Tuhan dan malaikat. Tapi Dia terus membimbing seperti cerita, Dia memompa semangat kita. Cemas dan khawatir dengan langkah kita dan tersenyum puas melihat kita berhasil melewati ujian-Nya...

03/02/2015

Address

Guntingsaga

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kos Gaming posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Kos Gaming:

Share