21/08/2020
Pada perjalanan akhir zaman, mungkin hobby kami ini akan terlebih dahulu punah “jika” semakin sempit ruang gerak untuk bermain.
Yuk ada kalanya kita sedikit mundur kebelakang saat hobby ini di bangga2kan oleh penduduk “sini” atas nama tradisi dahulu kala.
Dulu masyarakat “sini” sangat antusiasme menonton atau meramaikan setiap pegelaran layang layang, karena sarat akan hiburan, namun itu jauh sebelum Mark Zuckerberg mempopulerkan Facebook hingga semua beralih ke Gadget dikala sekarang.
Dewasa ini semua tontonan ada lewat genggaman. Tinggal ketik apa yang kamu mau, semua sudah tersedia.
Sementara disisi lain, kami yang setia dengan hobby ini mulai merasakan kehilangan support dari insan penikmat layang layang yang dulunya sangat militan mendatangi event lomba walau harus meninggalkan payuk jakan nya.
It’s oke itu tidak apa apa, biar kami saja yang berusaha untuk menjaga tradisi ini agar tetap menjadi inventaris deretan koleksi taksu Bali yang tersohor karena budayanya.
Hanya di titik sekarang, tulisan singkat ini akan mewakili perasaan rintih kami karena seakan kami ibarat “kuluk berung” diusir kesana kemari.
Iya memang, kami tidak memiliki lahan umum untuk menyalurkan hobby ini, jika di ijinkan kami memohon kepada pihak “sepatutnya” untuk memberikan ruang di tengah2 gempuran modernisasi dan ladang beton. Kepada siapa kami harus memelas?
•
Jangan hanya menghakimi saat berita aksi arogan rare angon dijalan raya, atau saat berita sebuah gardu meledak diterjang layang layang, itu hanya segelintir dari kami yang belum dewasa dalam bermain.
Habitat ini sangat besar, tidak semua seperti itu.
Jika dikumpulkan komunitas ini bisa mendongkrak suara dalam pilkada kok. Sante gen. 😁
•
Yup, kegelisahan ini terlintas saat pandemi melanda.
Dalam gelisah, ada p**a secerca perasaan bahagia, senyum senyum sendiri melihat langit bali penuh dengan hiasan berbagai rupa. Menyadari bahwa ternyata hobby yang di anak tirikan pada tahun tahun sebelumnya menjadi kegiatan alternative dikala jenuh dirumah. Adap**a yang mensiasati sebagai kanal pendapatan cadangan untuk sekedar bertahan hidup karena dirumahkan. Ekonomi Berputar kan?
•
Nah tetap semangat wahai pejuang rupiah. Doa terbaik untuk Baliku.
Everything will be oke. 👌🏼
Inframe : RA. KABUT