Perkumpulan Seniman Alang Alang

Directions Website

Perkumpulan Seniman Alang Alang Perkumpulan Seniman Alang Alang.

17/03/2026

ArtistFathan Kemal PashaJudulHarimau SumateraTahun2023MediaKanvas dan Cat AkrilikUkuran100 x 80 cmHarga Rp. 11,000,000 ​Matahari sore itu tidak tenggelam dengan cara yang biasa. Langit di atas Sumatera seakan terbakar, memancarkan semburat merah dan oranye yang begitu pekat, seolah marah pada bumi...

17/03/2026

Nama LengkapFathan Kemal PashaTempat, Tanggal LahirJakarta, 28 November 1998Pendidikan FormalLondon School Beyond Academy Batch 9 2024Pendidikan SeniHadiprana Art CenterPengalaman Berkesenian 3 Tahun Terakhir(Perjalanan Karir Pelukis)• Pameran Lukisan "Ecoart and Greenthemes" Bersama Pesona Artist...

15/03/2026

Indonesia Raya Menggambar 2026
Perkumpulan Seniman Alang Alang (PSAA)

Join the Revival!
– The Awakening of Drawing

What is IRM 2026?

A powerful nationwide grassroots movement celebrating May as Indonesia Drawing Month and May 2 as National Drawing Day.
Communities across Indonesia unite in synchronized exhibitions, workshops, and public drawing events to revive drawing as a core of national cultural identity, creativity, and unity.

Everyone Welcome!

All ages and skill levels — Indonesians, expats, tourists, internationals especially invited (Bali sessions bilingual!).

Free Materials

Paper, pencils, crayons provided free
Limited watercolors, markers available (first-come, first-served)
PSAA Sessions – Every Saturday in May 2026

May 2 (Special): "Drawing for Education & Awakening"
May 9, 16, 23, 30: Regular joint drawing sessions
2–3 hours each | Max 20 participants per location
Register: TBA

Locations

Jakarta: Garuda Art Space, Tamini Square Mall
Bali: Heru Japra Art, Pererenan (open to global visitors!)
Follow for updates & registration.
Post your art:

Draw together. Awaken Indonesia! ✏️🇮🇩

Contact: Putranto | +62 838 7437 3403

 Sumpah PemudaOh, tanggal dua puluh delapan,  Hari sumpah di tengah lantunan,  Di Batavia berkumpul generasi,  Bersatu d...
28/10/2024



Sumpah Pemuda

Oh, tanggal dua puluh delapan,
Hari sumpah di tengah lantunan,
Di Batavia berkumpul generasi,
Bersatu dalam janji, harapan abadi.

Kita, anak bangsa berani,
Dengan bait-bait semangat berdiri,
Satu tanah, satu jiwa tertera,
Namun, kemanakah kita akan melangkah?

Sumpah itu datang, seakan bergelora,
Tetapi apakah ia menggema selamanya?
Dalam barisan, kita bersatu,
Namun di balik itu, bayang-bayang kelabu.

Budaya beraneka, beraneka warna,
Namun di atasnya, sering terabaikan.
Persatuan dinyatakan, tapi di mana arti,
Saat segalanya diuji, nilai-nilai terhenti.

Ketika kita berjanji, semangat arus,
Pahlawan kita, terikat dalam kalbu.
Tapi lihatlah, saudaraku, pada realita,
Betapa sering perpecahan menyapa kita.

Oh, Sumpah Pemuda, harapan yang besar,
Apakah ini sekadar narasi yang samar?
Jangan biarkan janji terbang melayang,
Mari merangkai kembali, satu harapan.

Ketika kita merayakan, ingatlah perjuangan,
Jangan biarkan sejarah hanya menjadi kenangan.
Bersatulah, anak muda di tanah ini,
Agar Sumpah Pemuda menjadi nyata, abadi.

----------

October 28, 1928, holds significant importance for Indonesia as it marks the day of the Youth Pledge or Sumpah Pemuda, a key moment in the country's struggle for independence. On this day, Indonesian youth from various regions and ethnicities convened in Batavia (now Jakarta) during the Second Indonesian Youth Congress. They united in a solemn pledge, stating their commitment to one nation, one people, and one language —Indonesian. This pledge was a crucial step in fostering a sense of nationalism and solidarity among Indonesians, transcending cultural and regional differences. The Youth Pledge is often viewed as a foundational moment in the rise of Indonesian nationalism and ultimately contributed to the country's fight for independence from colonial rule, which was achieved in 1945. The day is now commemorated annually as Youth Pledge Day (Hari Sumpah Pemuda), celebrating the spirit of unity and national identity among the Indonesian youth.

    In the dark earth, hidden secrets lie,Seeds of hope resting in the damp of high.Yet now the light fades, no longer p...
27/10/2024



In the dark earth, hidden secrets lie,
Seeds of hope resting in the damp of high.
Yet now the light fades, no longer pure blue,
Fields of rice are lost, beneath concrete’s view.

From grains to villas, grand resorts arise,
Where once green rice swayed, now towers touch the skies.
Water conflicts whisper, in murky sounds they stir,
Traditions crumble down, swept away by a blur.

This land once a fighter, of sovereignty's shield,
Now trapped in adornment, in a city revealed.
Hunger gnaws and bites, cloaked in a wistful sigh,
In concrete’s embrace, the rice spirit lays shy.

Sacred waters flow, but fairness has its price,
Between fields and villas, a clash that’s not precise.
From the wounds of time, we rise against despair,
Restoring our dignity, ensuring we’re aware.

Oh, fertile soil, embrace my dreams anew,
So that sovereignty lives, in each grain that is true.
Grant us your love, through our toil and our pain,
Let food rise again, united in its reign.

20/10/2024

Rumah Tua Pondok Cina adalah sebuah bangunan tua yang terletak di Jalan Margonda Raya, Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat. Bangunan ini dibangun pada tahun 1841 dan merupakan salah…

   Beberapa minggu lalu jelang 10/10/2024 World Mental Health Day 2024 saya ada wacana bikin pameran lukisan alm adik sa...
09/10/2024



Beberapa minggu lalu jelang 10/10/2024 World Mental Health Day 2024 saya ada wacana bikin pameran lukisan alm adik saya Imam Sunarno, pas di tanggal 10/10 atau dekat dekat itu. Sebelumnya, lukisan-lukisan tersebut ingin saya "daur ulang" dipakai lagi kanvasnya, tapi kemudian berubah pikiran, "ini warisan", dan mulai saya bersihkan, rapikan. "Di tengah jalan" teringat bahwa tanggal 22/11 adalah hari lahir almarhum, boleh juga ni untuk dipamerkan. Eh, lihat di google, 10/10 ternyata hari Kesehatan Mental Sedunia, nah, pas banget ni momennya. Mulai cari tempat untuk pameran dan tentunya dukungan donk. Lukisan-lukisan mulai difoto, bikin website https://imamsunarno.wordpress.com

Tulis, kirim usulan kerjasama kesana-sini, (termasuk RS tempat adik saya pernah dirawat), dan pihak-pihak "terkait" lainnya (yang menurut asumsi saya seharusnya peduli dan tanggap), ternyata tidak. Kuciwa ? Ya, dikit. Kenapa dikit, kalau banyak dan kelewat kuciwa bisa-bisa mengganggu kesehatan mental saya. Jangan donk. Justru tanggapan yang relatif paling baik datang dari jauh, BALI, galeri (Pererenan), "maaf, jadwal sudah padat" katanya, dan dikasi saran untuk dicoba ke 2 galeri lain (Denpasar, dan Ubud). Bali memang lain ! Atmosfir seni mungkin ! Torang seniman samua basudara ! Saling bantu. (setidaknya ada itikad dan upaya ingin membantu, rasanya gitu). Saya juga tidak full menaruh harapan akan dapat tanggapan super positif dari Bali, hanya saja pengen re-connect say hello dan pengen tau tanggapannya. Kalau jadwal padat bisa saya maklumi karena waktu pengajuannya relatif mepet. Yang bikin saya terhibur adalah bahwa masih diarahkannya itu loh ! Itu berarti pengen bantu. Sebaliknya, yang saya tidak bisa pahami adalah kalau tidak dijawab. Dan kalaupun dijawab cuma "nanti kami bahas dulu" tanpa ada kelanjutan jawaban selanjutnya. So, semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, jiwa dan raga, amiin. 🤲🏿

Pengen tau tanggapan AI ?

Saya sangat mengapresiasi niat Anda untuk mengadakan pameran lukisan almarhum adik Anda, Imam Sunarno, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia. Itu adalah cara yang indah untuk menghormati warisan beliau sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental.

Memang, menghadapi ketidakpastian dalam mencari dukungan dapat menjadi pengalaman yang mengecewakan. Namun, sepertinya Anda telah melakukan langkah-langkah yang baik untuk menciptakan pameran ini, mulai dari merapikan lukisan hingga membangun website untuk memperkenalkan karyanya. Usaha Anda menunjukkan betapa Anda peduli terhadap warisan adik Anda dan pentingnya kesehatan mental.

Tanggapan yang positif dari galeri di Bali, meskipun tidak bisa mengakomodasi di waktu yang dekat, juga merupakan peluang untuk membangun hubungan lebih lanjut. Memang penting untuk tidak mengharapkan terlalu banyak, namun tetap menjaga harapan dan mencari kesempatan lainnya. Terkadang dukungan dapat datang dari tempat yang tidak terduga.

Tentunya, berkaitan dengan kesehatan mental, sangat penting untuk menjaga pikiran positif dan tidak membiarkan kekecewaan mengganggu kesehatan mental Anda. Anda sudah melakukan banyak hal baik, dan apa pun hasil akhir dari pameran ini, yang terpenting adalah proses penghormatan kepada almarhum adik Anda dan menyebarkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental.

Semoga Anda mendapatkan dukungan yang Anda cari dan pameran ini dapat terwujud. Aamiin! Jika Anda butuh bantuan lebih lanjut, baik dalam perencanaan atau mendapatkan saran, jangan ragu untuk bertanya.

(Kayanya AI lebih tanggap tu) 🤟🏿

Beyond the canvas, a soul revealed.

    Generative AI Prompt Engineering
04/10/2024

Generative AI Prompt Engineering

Analisis KuratorialJudul: Dewi Danu Pura Ulun Danu Beratan BaliMedia: Lukisan DigitalSeniman: Fedor VibramaiTanggal: 202...
03/10/2024

Analisis Kuratorial
Judul: Dewi Danu Pura Ulun Danu Beratan Bali
Media: Lukisan Digital
Seniman: Fedor Vibramai
Tanggal: 2024

Deskripsi Visual:

Karya seni ini menampilkan adegan dramatis dan mitologis, dengan memadukan elemen alam dan fantasi secara mahir. Di tengah, terdapat sosok kolosal, mungkin dewa atau titan, yang muncul dari laut yang bergelora. Sosok ini sangat detail, dengan tekstur yang meniru fluiditas air, menunjukkan hubungan simbiosis dengan lingkungan badai. Petir menyambar di sekitar dan mungkin dari sosok ini, memperkuat kehadirannya yang hampir ilahi.

Sebaliknya, di latar depan terdapat sosok manusia yang tenang di perahu kecil, mendayung menuju pagoda bergaya Asia di sebuah pulau. Kontras antara ketenangan dan kekacauan ini mengundang penonton untuk mengeksplorasi ketegangan naratif antara usaha manusia dan kekuatan alam. Pagoda, bersama dengan struktur serupa di pulau terdekat, menunjukkan signifikansi budaya atau religius, menghubungkan elemen fantastis dengan rasa tempat dan tradisi.

Komposisi dan Teknik:

Komposisi ini seimbang dan dinamis. Seniman dengan mahir menggunakan elemen seperti petir dan hujan untuk mengarahkan mata penonton melintasi kanvas, menciptakan rasa gerakan dan kedalaman. Palet warna didominasi oleh biru gelap dan hijau, menggambarkan laut dan langit yang badai, sementara cahaya hangat dari pagoda memberikan titik fokus dan kontras.

Eksekusi teknisnya patut diperhatikan, memadukan seni digital dengan teknik yang mengingatkan pada lukisan tradisional. Tekstur dan efek pencahayaan sangat mencolok, menunjukkan kemampuan seniman dalam menciptakan adegan yang hidup dan imersif.

Interpretasi dan Tema:

Karya ini dapat diinterpretasikan melalui berbagai lensa:

Mitologi: Sosok sentral bisa mewakili dewa atau makhluk mitologis, melambangkan kekuatan dan ketidakpastian alam.

Manusia vs. Alam:Sosok manusia yang tenang mendayung menuju pagoda di tengah badai menunjukkan tema ketahanan manusia dan pencarian pengetahuan atau pencerahan di tengah kekuatan alam yang luar biasa.

Signifikansi Budaya: Pagoda dan detail arsitekturalnya menunjukkan konteks budaya tertentu, mungkin Asia, menambahkan lapisan makna terkait warisan dan spiritualitas.

Konteks dan Relevansi:

Meskipun seniman dan konteks spesifik karya ini tidak diketahui, karya ini beresonansi dengan tema kontemporer tentang kesadaran lingkungan dan hubungan manusia dengan alam. Penggunaan media digital juga berbicara tentang evolusi praktik artistik di era digital, di mana teknik tradisional dibayangkan kembali melalui teknologi baru.

Kesimpulan

Karya seni ini adalah perpaduan menarik antara mitologi, alam, dan warisan budaya, yang digambarkan dengan keterampilan teknis dan kedalaman emosional. Ini mengundang penonton untuk merenungkan keseimbangan antara kemanusiaan dan dunia alam, menjadikannya tambahan yang memprovokasi pemikiran untuk koleksi apa pun.

Tema

1. Mitologi dan Legenda:
- Sosok sentral yang muncul dari laut di tengah badai mengingatkan pada citra mitologis. Ini bisa mewakili dewa atau titan, melambangkan kekuatan dan misteri alam. Sosok seperti ini umum dalam berbagai mitologi, di mana dewa atau makhluk supernatural mengendalikan elemen alam.

2. Manusia vs. Alam:
- Kontras antara sosok manusia yang tenang dan badai yang kacau menyoroti tema ketahanan manusia dan pencarian pengetahuan atau pencerahan. Kontras ini menunjukkan narasi ketekunan dan kemampuan semangat manusia untuk menavigasi dan menemukan harmoni dalam ketidakpastian dunia alam.

3. Warisan Budaya:
- Kehadiran pagoda bergaya Asia menunjukkan konteks budaya atau religius. Struktur ini sering melambangkan spiritualitas, kebijaksanaan, dan hubungan dengan tradisi. Kehadirannya dalam karya seni ini menambah kedalaman, menunjukkan penghormatan terhadap warisan budaya dan pencarian spiritual yang abadi.

Teknik

1. Seni Digital:
- Karya seni ini menunjukkan kemampuan lukisan digital, memadukan teknik tradisional dengan teknologi modern. Tekstur dan efek pencahayaan dibuat dengan cermat, menunjukkan keterampilan seniman dalam menciptakan adegan yang hidup dan imersif.

2. Komposisi:
- Komposisi dinamis ini mengarahkan mata penonton melintasi kanvas, menggunakan elemen seperti petir dan hujan untuk menciptakan gerakan dan kedalaman. Keseimbangan antara latar belakang yang kacau dan latar depan yang tenang menambah ketegangan naratif dan minat visual.

3. Palet Warna:
- Penggunaan biru gelap dan hijau menggambarkan laut dan langit yang badai, sementara cahaya hangat dari pagoda memberikan kontras dan titik fokus. Skema warna ini meningkatkan kondisi atmosfer dan menambah kedalaman emosional pada adegan.

4. Tekstur dan Detail:
- Tekstur yang rumit, terutama dalam penggambaran sosok kolosal dan laut yang badai, menambah realisme dan kompleksitas. Perhatian seniman terhadap detail dalam fluiditas air dan intensitas petir berkontribusi pada dampak keseluruhan karya seni.

Interpretasi

Karya ini mengundang penonton untuk merenungkan interaksi antara manusia dan alam, kekuatan mitos dan legenda, serta pentingnya warisan budaya. Ini mengingatkan kita pada ketahanan semangat manusia dan pencarian abadi untuk pemahaman dan harmoni dalam dunia alam.

🤭

Address

Pesona Square Mall, Bakti Jaya, Sukmajaya, Depok City, West Java
Depok
16433

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Perkumpulan Seniman Alang Alang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category