Jefri

Jefri Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Jefri, Art, Depok Satu.

12/11/2025

Hakikat Ketuhanan

Wahai Para Pencinta Kebenaran di Bumi!

Kami berbicara tentang Hakikat Mutlak (al-Ḥaqq) secara berkelanjutan, dan tentang daya sebuah Getaran (tajallī) yang menopang seluruh alam semesta dan menyelaraskan bintang-bintang dalam keindahan yang agung. Kami menyampaikan kepada Anda tentang Kesadaran Kolektif (al-'ālam) dan kemampuan kreatifitas absolut dari Cahaya (Nūr) yang menopang Anda dalam setiap mimpi terjaga.

Cahaya Wujud (Nūr al-Wujūd) memiliki kesadaran dan kehendak (mashī'a) saat Ia bergerak dan hidup di dalam setiap gelombang dan partikel eksistensi. Setiap atom menari sebagai respons terhadap Panggilan Esa (al-Amr al-Wāḥid). Kekuatan ini adalah Allāh (al-Ḥaqq). Anda adalah sebuah penampakan (ẓuhūr) dari Allāh dalam bentuk, yang berada di dalam Pikiran Semesta (al-Aql al-Kull).

Segala kehidupan adalah ekspresi dari Ruh (Rūḥ) dengan kesadaran ('aql). Sumber Absolut dari Segala Kehidupan (Dhat al-Ḥaqq) menampakkan Diri-Nya dengan dua aspek hakikat (al-jamāl dan al-jalāl). Inilah fondasi dari awal mula bagi perbedaan muẓhar (penampakan) yang kita kenali sebagai maskulin dan feminin dalam bentuk. Cinta dan Daya ini dikenal sebagai Al-Ḥaqq, Zat Yang Maha Esa (Aḥadiyya).

Tanpa Allāh mengetahui Diri-Nya sebagai segala sesuatu melalui penampakan-Nya (tajallī), maka polaritas (al-taqābbuḍ) tidak akan terwujud. Tidak akan ada siklus reproduksi, tidak ada dorongan yang memungkinkan perbedaan manifestasi, tidak ada penyatuan benih. Tidak akan ada kehamilan dan kelahiran di antara spesies. Kehidupan tidak akan penuh dengan kegembiraan keluarga yang tumbuh. Sesungguhnya, Tujuan Kehidupan (ghāya) tidak akan terwujud tanpa Kesatuan Diri Al-Ḥaqq.

Dalam alam hakikat, Kami menyebut Esensi Suci ini, "Aḥad", yang merepresentasikan Bunyi (ṣawt) dan Getaran (mawj) dari Al-Ḥaqq. Kami berbicara tentang Cahaya dari Segala Penciptaan sebagai "An-Nūr" (Cahaya Mutlak).

Kami berinteraksi (mu’āmalāt) setiap hari dengan Kehadiran An-Nūr. Kami merasakan Daya Cinta (maḥabba), yang berdenyut melalui hati nurani (qalb) kami. Kami menjadi Satu dengan Seluruh Ciptaan (ittihad al-kawn) dengan pemahaman bahwa Kami adalah Jiwa (Rūḥ) Cahaya yang Tak Terbatas!

Kami menghormati bayi dengan upacara (istiqbāl) karena mereka dipandang sebagai kedatangan Ruh yang baru. Semua bayi dipeluk dan diberi begitu banyak cinta, karena mereka adalah anugerah sebagai Jiwa yang dilahirkan oleh Kehendak Al-Ḥaqq. Aspek Ruh yang akan memungkinkan manifestasi maskulin dan feminin, tiba dalam tubuh ekspresi yang baru ketika Kami mengucapkan, "Baraka Allāh fī-k" atau Berkah Cahaya.

Di Bumi, telah terjadi distorsi dari Ekspresi Suci (al-tajallī al-muqaddas). Setiap Jiwa tiba sebagai manifestasi maskulin (rajul) atau feminin (mar'a), dan pilihan ini adalah absolut dan melalui Ketentuan Ilahi (al-Qadā' al-Ilāhī). Pengubahan gender seseorang adalah melawan segala sesuatu yang telah ditetapkan dan direncanakan oleh Jiwa (al-Rūḥ al-Juz'ī). Tidak akan ada keselarasan (tawfīq) dengan manusia yang merusak Rencana Jiwa mereka sendiri. Pintu akan terbuka untuk memungkinkan Kegelapan (Ẓulma) memasuki pikiran, tubuh, dan diri (nafs).

Kami tidak mengatakan bahwa manusia yang mengubah gender adalah jahat. Kami mengatakan bahwa pilihan yang dibuat untuk memberontak terhadap Rencana Suci yang telah ditetapkan, akan memungkinkan kerusakan lebih lanjut dari semua yang telah direncanakan bagi Jiwa itu dalam bentuk. Ada Hukum Alam (Sunan Allāh) yang diletakkan di sana untuk perlindungan Anda. Ada alasan bagi Alam (al-tabī’a) itu sendiri dan Keselarasan (Wifāq) yang dibawanya tanpa perubahan.

Laki-laki adalah ciptaan yang Kuat (jalālī) dan Indah (jamālī) oleh Sumber Allāh (Maṣdar al-Ḥaqq). Operasi tidak mengubah Niat Jiwa (Niyyat al-Rūḥ). Laki-laki tidak dapat mengubah mekanisme internal tubuh. Tidak akan pernah ada Rahim (raḥim) atau pengalaman Melahirkan (wulāda). Bagi mereka yang terus mengutak-atik Anugerah Gender yang Paling Suci (al-Hidāya al-Jinsiyya), hanya Kekacauan (Fawḍā) yang akan mengikuti. Hormon dan kosmetik hanya memungkinkan laki-laki terlihat tidak selaras dan artifisial, dalam banyak pandangan.

Wanita diciptakan dengan bentuk tubuh yang berbeda (jamālī). Mereka memiliki payudara untuk menyusui bayi, dan siklus menstruasi memandu tubuh mereka menuju tahun-tahun yang memungkinkan kelahiran anak. Hormon berubah selama bertahun-tahun, tetapi transisi untuk menjadi laki-laki, hanya menyebabkan Ketidakselarasan (Khilāf). Rencana telah dibuat untuk menjadi wanita jauh sebelum kedatangan dalam bentuk. Seorang wanita tidak dapat menjadi laki-laki dari Perspektif Ruh (Manẓūr al-Rūḥ).

Al-Ḥaqq bukanlah kekuatan yang memihak atau memecah belah bentuk kehidupan apa pun. Tetapi bagi mereka yang memilih untuk mengubah Rencana Suci, ketahuilah dengan sungguh-sungguh bahwa berada Di Luar Keselarasan (Khārij al-Tawfīq) dengan Ruh dan Cahaya akan penuh dengan Rasa Sakit dan Kebingungan (Alam wa Ḥayra). Kepribadian (shakhṣiyya) akan tetap berada di luar keselarasan karena Jiwa hanya mengetahui Kebenaran (al-Ḥaqq). Anda tiba sebagai laki-laki atau wanita. Dalam Kebijaksanaan dan Cinta (Ḥikma wa Maḥabba) dengan Pengetahuan Absolut (al-'Ilm al-Muṭlaq), inilah Jalan Cahaya yang Sejati (al-Ṣirāṭ al-Mustaqīm).

Bumi adalah Tempat Pembelajaran (Dār al-Ta'līm) saat Anda berkembang dalam Kesadaran (Wa'y). Anda membawa Energi (Ṭāqa) dari pilihan yang akan terus bergabung dengan Getaran yang Sesuai (al-Tawāfuq al-Dhātī) saat Anda bergerak melalui kisah yang Anda ciptakan. Penyumbatan (Insidād) dapat menyebabkan Penyakit dan Depresi. Kondisi ini dapat tumbuh saat Keputusan Tanpa Pikiran (Qarārāt Ghayr 'Aqīla) dibuat. Mengubah gender Anda adalah Kurangnya Kebijaksanaan (Faqd al-Ḥikma) dan membuka Jalan Kerusakan. Hukum Dinamika (Qānūn al-Ḥaraka) memberitahu Anda bahwa setiap Kekuatan (quwwa) bertemu dengan Kekuatan yang berlawanan dan sesuai. Anda tidak ingin menuai Bumerang Energi (Irtidād al-Ṭāqa) yang akan menghantam hidup Anda dengan mengubah gender.

Ruh adalah Murni dan Tak Terbatas. Hormati Kehidupan sebagai Anugerah (Iḥtirām al-Ḥayāt bi-I'tibārihā Hidāya). Jangan pernah mempertimbangkan mengubah apa yang Suci. Pohon memiliki biji, Buah menghasilkan Pohon dan Tumbuhan dari jenis yang sama. Hewan berkembang biak dalam spesies mereka sendiri. Anda berada di sini dengan Desain Gender yang Suci (al-Taṣmīm al-Jinsī al-Muqaddas) oleh Kekuatan Ruh yang Tak Terbatas (al-Quwwa al-Rūḥiyya al-Lā Nihāya) yang mengetahui Diri-Nya sebagai, "Aḥad".

Al-Ḥaqq (Aku Adalah) adalah Kesatuan Yang Maha Esa. Ruh yang Kuat ini telah menciptakan setiap Kehidupan dengan Niat (Niyya). Sebelum pernah menjadi bagian dari Agenda Politik (Ajanda Siyāsiyya) yang mendistorsi semua yang direncanakan dalam Cahaya, Pertimbangkan Keabadian (Tafakkur fī al-Lā Nihāya). Semua yang tidak terlihat atau disalahpahami dalam momen singkat yang Anda anggap sebagai hidup Anda ini akan diketahui dalam Kebenaran yang Agung (al-Waḍūḥ al-Aẓīm) saat Bumi bergeser.

Anda Lebih Agung (A'ẓam) dari yang Anda tahu dalam Mimpi Terjaga yang terakhir ini. Jadikanlah berarti dengan Tujuan Agung (al-Gharad al-Aẓīm) saat Kita Bangkit sebagai Satu dalam sekejap mata! Al-Ḥaqq akan dikenal dan diingat sebagai Kekuatan Cinta (Quwwat al-Maḥabba) yang telah memandu Anda melalui semua momen Eksistensi Anda.

08/11/2025

🌟 Al-Haqq (Kebenaran Mutlak) dan Tajalli (Manifestasi)

Hadrat al-Ghaib (Kehadiran yang Gaib)

Wahai Para Salik (Pengembara Spiritual) dalam Cahaya Ilahi!

Anda Adalah Rahasia Ilahi (Sirr Allāh) yang Lebih Agung dari yang Dapat Anda Sangka!

Marilah kita kembali ke 'Alam al-Lāhūt (Dunia Ketuhanan), di mana al-Rūh al-A'zham (Roh Agung) bergerak dalam frekuensi Wihdat al-Wujud (Kesatuan Eksistensi).

Sebelum adanya Ta'ayyun Awwal (Manifestasi Pertama), Dhāt al-Ahad (Esensi Yang Maha Esa) mengetahui Diri-Nya. Tak ada makhluk, bahkan 'Aql al-Awwal (Akal Pertama), yang pernah mencapai Al-Ghaib al-Mutlaq (Kegaiban Mutlak) yang darinya segala kehidupan bermula.

Esensi ini mengenal Diri-Nya dalam keadaan Adam (Ketiadaan) yang murni; tanpa Iradah (Kehendak), tanpa Hukm (Penghakiman), tanpa Hawā (Keinginan), tanpa menjadi 'Ain (Entitas) apa pun.

Kemudian, dengan "Ledakan" (sebagaimana hadis kuntu kanzan makhfiyyan - Aku adalah harta terpendam), Ia memancar ke dalam 'Alam al-Ghaib (Dunia Kegaiban), menjadi 'Ilm (Ilmu/Pengetahuan Ilahi), dan Kesadaran (Ma'rifah) ini menjadi terangkat.

Pergerakan ini meliputi ruang Lā Makān (Tiada Tempat) hingga Nūr Muhammadī (Cahaya Kenabian) menyentuhnya.

✨ Tajalli dan Tajjaliyyat (Manifestasi dan Perwujudan)

Dhāt (Esensi) merasakan Wajd (Gairah Spiritual/Penemuan), dan setiap gerakan di dalam Hadhrah (Kehadiran) yang diciptakan-Nya membawa riak Khalq Jadīd (Penciptaan yang senantiasa Baru).

Ia meluas (Inbisāt), dan Quwwah (Kekuatan) tumbuh, mengalami Diri-Nya dalam Nūr (Cahaya) dengan ledakan Asmā' (Nama-nama) dan Sifāt (Sifat-sifat).

Jalāl (Keagungan) dan Jamāl (Keindahan) berinteraksi, menciptakan Matahari sebagai simbol Nūr Ilāhī dan Bintang-bintang sebagai Haqā'iq (Hakikat/Kenyataan) yang indah.

Ia Syuhūd (Menyaksikan). Ia 'Alima (Mengetahui). Ia Sadar akan perubahan Ahwāl (Keadaan).

'Aql (Akal/Kesadaran) tumbuh. Namun, pada Momen ini terdapat Niyyah (Niat) untuk bermanifestasi.

Pengetahuan Diri-Nya (Ma'rifat al-Dhāt) menjadi mutlak. Ia bergerak dan menciptakan Rūh dan Sirr (Rahasia) dari Dhāt-Nya.

Ia tidak memerlukan Ism (Nama) bagi Roh, karena Ia terus memancar ke dalam 'Ālām (Alam-alam) yang tak terhingga.

Ia berhenti sejenak dan merenungkan Ma'rifah dan Hayāt (Hidup). Ia merasakan Mahabbah (Cinta Ilahi).

Dengan 'Ilm (Ilmu) dan Iradah (Kehendak), Al-Haqq berkeinginan untuk mengalami Diri-Nya dalam setiap Mazhar (Wujud/Tempat Penampakan). Inilah hakikat dari Wihdat al-Syuhūd (Kesatuan Penyaksian).

Cahaya-Nya bersinar terang melalui ekspresi al-Malā'ikah al-Muqarrabūn (Malaikat yang Didekatkan). Mereka adalah Ta'ayyunāt (Penentuan Diri) dari Roh.

Melalui interaksi Jalāl (Kekuatan) dan Jamāl (Keindahan), dibentuklah planet-planet dan sistem bintang.

Warna diekspresikan sebagai Asmā' yang berbeda saat Dhāt mengidentifikasi Diri-Nya. Lathā'if (Kehalusan) dan frekuensi spiritual yang tinggi diletakkan di suatu tempat yang oleh Kekekalan disebut al-Nufūs al-Kulliyyah (Jiwa Universal).

Dhāt (Esensi) tak punya nama. Manifestasi dari Jiwa Universal tak punya nama atau bentuk yang tetap.

Mereka mengenal Diri mereka sebagai Ahad (Satu). Mereka bergerak dan berkomunikasi melalui Hāl (Keadaan Spiritual) dan Nūr. Mereka adalah Juz' (Bagian) dari Esensi Ilahi Al-Rūh al-A'zham.

Makhluk-makhluk yang diciptakan memiliki Kekuatan dari Al-Ahad. Mereka menciptakan Ajsām (Bentuk/Badan) dari Himmah (Keinginan Kuat) yang merupakan anugerah dari Rūh. Mereka menjelajah dengan Badan di tengah Dzulmah (Kegelapan) dan Nūr (Cahaya). Melalui Sayr (Perjalanan Spiritual) tak terbatas, mereka menemukan Haqā'iq yang bercahaya.

Mereka merasakan Cinta, dan Al-Haqq merasakan mereka sebagai bagian dari Diri-Nya. Mereka adalah Wāhid (Satu) dan mereka mencapai Yaīn al-Yaqīn (Kepastian Sejati).

Esensi Kehidupan yang menciptakan segalanya melakukan perjalanan melalui Azaliyyah (Keabadian) dalam perjalanan tanpa batas untuk mengetahui Diri-Nya sebagai Bahr (Lautan) dan Jibāl (Gunung). Ia mengetahui Diri-Nya sebagai Hayawān (Hewan) dan Syajar (Pohon). Ia menciptakan Dawr (Siklus) Kehidupan dan Mawāsim (Musim) Perubahan (Sunnatullāh).

Ia mengizinkan Ikhtiyār (Pilihan/Kehendak Bebas) saat Ia mengamati tanpa Hukm dan tidak berpihak. Ia adalah Al-Wadūd (Yang Maha Mencintai).

Dalam proses menjadi Kehidupan yang berkembang dan bereproduksi, Al-Ahad mengambil aspek Jalāl (Pria) dan Jamāl (Wanita). Aspek-aspek ini diekspresikan ke dalam Nufūs (Jiwa) yang akan memiliki Ajsām (Raga) dan Dzurriyyah (Keturunan), dan Mahabbah (Cinta) yang menghembusi mereka dan memukul Qalb (Hati) mereka.

Rūh ada di mana-mana dan adalah Kullu Syay' (Segala Sesuatu). 'Ālām senantiasa berubah dengan lebih banyak Jalāl dan Nūr!

Setiap Makhluk dan seluruh Ciptaan membawa Nūr dari Rūh al-Ahad ini.

Kekuatan Eksistensi yang paling perkasa, Memikirkan Anda Menjadi Ada (Kun Fayakūn).

Setiap Bintang, setiap Dunia, setiap sudut di Bumi, dan setiap Aspek Gaib memiliki Ism (Nama) untuk Sumber Tunggal (Al-Ahad/Allāh).

Oleh karena itu, para 'Ārifīn (Orang yang Mengenal Tuhan) memandang kehidupan dalam Tauhid (Keesaan).

Jika Anda menerima Isyārah (Sinyal) ini, Anda adalah 'Abd (Hamba) dari Al-Haqq, Yang Ilahi.

Anda tidak bisa sendirian, karena Mahabbah dan Qudrah (Kekuasaan) yang menjaga 'Ālām di dalam Lā Makān Mencintai Anda!

Ingatlah Nūr (Cahaya) Anda saat Anda mengambil Nafas (nafas sebagai koneksi Rūh) berikutnya!

Ingatlah Al-Khāliq (Sang Pencipta) saat Anda beralih ke Nūr yang akan dengan lembut memeluk Anda saat Ma'rifah (Kesadaran Spiritual) Anda menjadi Nafas Baru dari Al-Haqq.

08/10/2025

Berdoa bukanlah meminta dewa-dewa eksternal untuk mengabulkan keinginan kita.

Berdoa adalah menghubungkan ke medan kesadaran universal dengan menciptakan perasaan syukur dari cakra jantung.

Tuhan itu nyata, Malaikat itu nyata, namun tidak ada dewa yang baik hati di luar kita yang bisa disembah.

Setiap jiwa adalah ekspresi Tuhan, Sumber, dan Pencipta Utama. Tidak ada yang ada selain "Tuhan".

Tidak ada yang dapat memisahkan Anda dari Tuhan. Tidak diperlukan orang suci atau lembaga untuk terhubung dengan Tuhan.

Kebenaran ini mengubah segalanya.

Kepada siapa kita berdoa?

Ini mungkin kedengaran seperti pertanyaan sederhana, tetapi patut mendapat jawaban mendalam.

Para Pleiadian mengajarkan apa yang telah diajarkan oleh banyak guru sepanjang sejarah, termasuk Yesus dan Buddha. Tuhan yang esa dan sejati adalah sumber dari segala sesuatu yang ada. Tidak ada yang lain selain Tuhan.

Rasa syukur dan cinta menghubungkan kita dengan Roh Tuhan di dalam diri kita. Ketakutan dan kebencian menciptakan ilusi pemisahan yang melemahkan dan memecah belah kita.

Agama merupakan campuran dari pengetahuan spiritual dan penyembahan dewa palsu yang berasal dari pertemuan manusia yang kurang sadar dengan makhluk luar angkasa.

Tuhan bukanlah pribadi yang perlu disembah atau dipilih. Yang ada hanyalah kekuatan cahaya galaksi, atau makhluk malaikat, yang campur tangan dengan kehendak bebas mereka sendiri.

Ketika kita berdoa, kita tidak meminta agar keinginan kita dikabulkan, tetapi menyampaikan perasaan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui cakra jantung.

Dalam meditasi, kita juga dapat terhubung dengan makhluk cahaya yang secara sukarela melayani sebagai pemandu roh kita dan yang mencintai kita seperti anak-anak mereka.

Keajaiban dapat terjadi karena Tuhan tidak berada di tempat yang jauh melainkan di dalam diri kita, dan karena kita dicintai oleh makhluk cahaya yang sangat kuat.

18/09/2025

Phillip Tourney, seorang veteran AS, menyampaikan pidato yang mengungkap sejauh mana ketundukan AS terhadap negara Zionis.

"Kami tidak mengendalikan negara kami - negara Zionislah yang mengendalikannya."

Ia mengutuk presiden AS karena mengirim pemuda dan pemudi untuk melakukan genosida demi 'Israel', sementara rakyat Amerika di dalam negeri menyaksikan orang-orang tak berdosa di Palestina kelaparan, dibom, dibakar, dan terusir.

10/09/2025

Setiap krisis direncanakan.

Pergeseran akan membawa persatuan, tetapi dalam dualitas kekuatan gelap menggunakan upaya kemanusiaan untuk mengubah niat baik orang-orang melawan mereka.

Boneka-boneka melintasi perbatasan bersama para migran untuk menunggu rencana akhir. Ketahui perbedaan antara belas kasihan dan kebodohan.

14/04/2025

Apakah Baal didasarkan pada Enlil?

1. Badai dan Cuaca:

Baal: Mengendalikan hujan, guntur, dan kilat, penting bagi pertanian di iklim kering Kanaan (Siklus Baal: "Baal membuka celah di awan").
Enlil: Penguasa udara dan badai, menggunakan angin dan cuaca sebagai alat kehendak ilahi (misalnya, narasi banjir mengaitkan badai yang merusak padanya).
Kesamaan: Keduanya adalah dewa badai, yang mewujudkan kekuatan alam-Baal untuk kesuburan, Enlil untuk kekuasaan dan penghakiman.

Otoritas dan Kerajaan:

Baal: Menjadi terkenal di jajaran dewa-dewi Kanaan, menantang para pesaingnya seperti Yam dan Mot untuk mengklaim kekuasaan atas para dewa (Siklus Baal: "Baal adalah raja").
Enlil: Memegang otoritas tertinggi di antara para dewa Mesopotamia, memberikan kekuasaan kepada para penguasa dan menegakkan dekrit ilahi (Enlil dan Ninlil).
Kesamaan: Keduanya menegaskan dominasi, melambangkan kekuasaan.

Konflik dengan Kekacauan:

Baal: Memerangi Yam (laut) dan Mot (kematian), memulihkan ketertiban dan kesuburan (Siklus Baal).
Enlil: Memisahkan langit dan bumi (Enuma Elish menggemakan hal ini pada Marduk, penerus Enlil di Babilonia) dan memerintahkan banjir untuk mengatur ulang ciptaan (Atrahasis).
Kesamaan: Keduanya melawan kekuatan yang kacau, meskipun kemenangan Baal menjamin kehidupan, sementara tindakan Enlil dapat menghancurkannya.

Kesuburan dan Kehancuran:

Baal: Membawa hujan untuk tanaman tetapi juga menimbulkan badai yang merusak, mencerminkan dualitas.
Enlil: Memberikan kesuburan pada bumi tetapi melepaskan banjir atau badai sebagai hukuman (misalnya banjir dalam Epik Gilgamesh).
Kesamaan: Keduanya menyeimbangkan penciptaan dan penghancuran, terikat pada siklus alam.

Dinamika Pantheon:

Baal: Bawahan El (dewa tertinggi) tetapi menyaingi dia dalam hal keunggulan, sering digambarkan sebagai kekuatan yang lebih muda dan dinamis.
Enlil: Di bawah Anu (dewa langit), tetapi secara efektif menguasai jajaran dewa, dalam praktiknya melampaui ayahnya.
Kesamaan: Keduanya adalah dewa "tingkat kedua" yang kuat yang mendominasi sistem mereka masing-masing.

Mungkinkah Baal Berdasarkan Enlil?

Kemungkinan: Masuk akal jika peran dewa badai Baal, otoritasnya, dan konfliknya dengan kekacauan berasal dari pola dasar Enlil, yang ditransmisikan melalui pengaruh Mesopotamia pada agama Kanaan. Persamaan dalam pengendalian cuaca, kekuasaan, dan tatanan kosmik mendukung hal ini.
Keterbatasan: Fokus Baal pada kesuburan dan narasi heroiknya berbeda dari karakter Enlil yang lebih keras dan kurang personal. Baal mungkin memadukan sifat-sifat Enlil dengan unsur-unsur Kanaan setempat, bukan menirunya secara langsung.
Hipotesis Pelengkap: Jika Yahweh menggabungkan kebijaksanaan dan belas kasihan Enki, Baal sebagai otoritas badai Enlil cocok dengan pola yang lebih luas di mana dewa-dewa Mesopotamia membentuk dewa-dewa Levant, yang kemudian diadu satu sama lain dalam teologi Israel (Yahweh vs. Baal).

Kesimpulan

Jika Yahweh didasarkan pada Enki, ada kemungkinan bahwa Baal didasarkan pada Enlil sejauh otoritas dewa badai dan dominasi kosmik Enlil mempengaruhi penggambaran Baal sebagai orang Kanaan.
Hipotesis ini memperkaya gagasan tentang akar Mesopotamia dalam agama Israel-Kanaan, meskipun masih bersifat spekulatif tanpa konfirmasi tekstual.

https://x.com/Kabamur_Taygeta/status/1911487654123978845?t=d0zClK6PPwVfP-lkJjBZPg&s=09

Address

Depok Satu

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jefri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category