Senidibali

Senidibali senidibali is an independent platform that promotes arts, artists, exhibition, art events and art spaces in Bali.

Damar — The Weight of Lights, a group exhibition by Nonfrasa.Bringing together eight artists from across Asia, this exhi...
27/08/2026

Damar — The Weight of Lights, a group exhibition by Nonfrasa.

Bringing together eight artists from across Asia, this exhibition considers light not simply as an abstraction, but as a shared presence across contemporary Asian landscapes that carries memories, hope, movement, and transformation.

Please join tthe opening exhibition: Saturday, 29th August 2026, at CAS, Titik Dua, Ubud.

Dalam bahasa Bali, Samatra memiliki beragam makna, mulai dari suguhan sederhana, sapaan singkat, sambutan yang tulus, hi...
27/07/2026

Dalam bahasa Bali, Samatra memiliki beragam makna, mulai dari suguhan sederhana, sapaan singkat, sambutan yang tulus, hingga sesuatu yang diberikan secukupnya. Berangkat dari pemaknaan tersebut, pameran ini menghadirkan karya-karya seniman yang merefleksikan hubungan mereka dengan alam, ruang hidup, dan keseharian melalui gestur-gestur sunyi.

Menghadirkan karya of A. Jasmine A.Jasmine (Kane), Dyah Ayu Wulandari Wellwul, Made Virgie Avianthy igie, Novieta Tourisia Novieta Tourisia, dan Studio Estéh Studio Estéh pameran ini mengajak publik untuk kembali memaknai hubungan manusia dengan alam melalui tindakan-tindakan sederhana yang kerap luput dari perhatian.

Baca selengkapnya di senidibali.com

SAMATRA: Quiet Gestures
Periode Pameran
25 July – 3 October 2026
Buki Gallery buki gallery ubud at Bumi Kinar Ubud Bumi Kinar
Terbuka untuk umum / Gratis tiket masuk

11/07/2026

“Monisme”, the final chapter of the tripartite solo exhibition by Riar Rizaldi.

Saturday, 27 June 2026
Exhibition Opening starts at 4:00 PM (Bali time)
Movie Screening starts at 6:30 PM (Bali time)
Nonfrasa at Titik Dua, Ubud

The session will include an exhibition walkthrough and an opportunity to meet the artist, as well as the movie screening, in collaboration with Ubud Cine Curious.

In Memoriam, Made Budhiana (1959–2026)Seni rupa Indonesia berduka atas berpulangnya Made Budhiana, salah satu seniman ab...
10/07/2026

In Memoriam, Made Budhiana (1959–2026)

Seni rupa Indonesia berduka atas berpulangnya Made Budhiana, salah satu seniman abstrak senior Bali yang telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia. Beliau wafat pada 10 Juli 2026, meninggalkan jejak panjang sebagai perupa, pemikir, dan penggerak komunitas seni.

Lahir di Denpasar pada 27 Maret 1959, Budhiana merupakan alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan anggota Sanggar Dewata Indonesia (SDI), sebuah komunitas perupa Bali yang berperan besar dalam membentuk lanskap seni rupa Indonesia sejak dekade 1970-an.

Selama lebih dari empat dekade, Budhiana mengembangkan praktik artistik yang khas melalui lukisan dan patung abstrak. Dengan sapuan gestural yang spontan, eksplorasi warna yang ekspresif, dan pendekatan yang intuitif, karya-karyanya merefleksikan hubungan antara tubuh, alam, dan spiritualitas. Praktiknya menjadi salah satu suara penting dalam perkembangan seni abstrak kontemporer dari Bali, serta telah dipresentasikan melalui berbagai pameran di Indonesia maupun mancanegara.

Atas dedikasinya, Budhiana menerima berbagai penghargaan, di antaranya Bali Art Award dan Pratisara Affandi Adhi Karya, sebagai pengakuan atas kontribusinya terhadap perkembangan seni rupa Indonesia.

Di luar praktik berkaryanya, bersama keluarga ia mendirikan Snerayuza Art Space di Denpasar, sebuah ruang independen yang membuka kesempatan bagi pertemuan, dialog, pameran, dan pertukaran gagasan antarseniman lintas generasi. Kehadirannya mencerminkan komitmen Budhiana yang tidak hanya berkarya di studio, tetapi juga turut membangun ekosistem seni di Bali.

Kepergian Made Budhiana merupakan kehilangan besar bagi dunia seni rupa Indonesia. Namun, warisan pemikiran, dedikasi, dan karya-karyanya akan terus hidup, menginspirasi generasi seniman berikutnya dan menjadi bagian penting dari sejarah seni rupa Bali.

Dumogi Amor Ring Acintya.
Om Shanti Shanti Shanti Om.

25/05/2026

SIKA Gallery presents
“Everything is Doing Something”

Opening
Sunday, 31 May 2026
at 19:00

Palm tree fibres, cowhide, driftwood, burnt wood chips and flakes, charcoal ink, bamboo trunks, thread, offcuts fabric, paper, clay, umbrella, canvas, HRM boards, aluminium, glass, brass, and mirrors are part of the languages that construct the visual speeches within the artworks exhibited in “Everything is Doing Something”. Sourced locally from traditional and daily elements, the materials are embedded with geographical, historical, political, or social attachments. They form part of the artworks’ commentaries allowing us to recognise how exchanges and issues taking place in a specific site are tied to broader borders and contexts.

The exhibition is initiated by 12 artists—Agus Mediana ‘Cuprux’, Derry Sembiring, Dewa Sangging, Gung Ama Gama, Gung De Putra ‘Jawok’, Gusde Mariadi, Jaya Kaprus, Kadek ‘Pak Odet’ Sumerta, Made Arsana, Mangde Bendesa, Putra Wali Acok, and Putu Edy ‘Pekong’ Kharisma—who came to together under a collective, known as “The Racun”. The artists examined lived experience, suggesting that material is never just ‘stuff’, and yet neither is it encountered as something remote or independently intentional. As human beings, our senses and intellectual reasoning recognise that material is always shaped through relationships—between body, habit, experiences, social status, tradition, belief, memory, and others, as well as inherent disposition and learned ways of seeing.

“Everything is Doing Something” opens itself to both artists and viewers through meaning, which is neither isolated within objects nor solely within minds, but it arises in the ongoing relationship between them and how they may comply logically and consistent with fact or reality that is exempted from falsehoods, misrepresentations, or illusions.

Curated by
Army

SIKA Gallery
Jl. Raya Sanggingan,
Ubud, Bali

Supported by

gurat
AAM (Atétude Art Management)

AtétudeArtManagement

________________
Music: Pill R/B
Musician: Not The Ki

SEJAK PADI MENGAKARSIKLUSKo-Produksi bersama Mulawali InstituteSiklus merupakan pertunjukan pengembangan dari Sejak Padi...
24/05/2026

SEJAK PADI MENGAKAR
SIKLUS

Ko-Produksi bersama Mulawali Institute

Siklus merupakan pertunjukan pengembangan dari Sejak Padi Mengakar karya Gusbang Sada . Jika Sejak Padi Mengakar berangkat dari pembacaan atas alih fungsi lahan pertanian di Bali, maka Siklus bergerak lebih jauh dengan membaca tubuh dan kode gerak agraris sebagai lahan imajinatif. Tubuh menjadi ruang percobaan untuk membaca bagaimana memori agraris masih bekerja ketika relasi manusia dengan tanah telah mengalami perubahan.

Dalam pertunjukan, Siklus tidak dipahami sebagai lingkaran yang harmonis. Siklus justru merupakan proses yang rentan: dapat macet, dipercepat, diputus, atau dipaksa berulang tanpa pemulihan. Karena itu, siklus agraris—tanam, rawat, panen, kosong, lalu tanam kembali—berupaya dibaca secara bersamaan dengan siklus tubuh: napas, tenaga, lelah, pulih, jatuh, bangkit, lalu kembali bergerak.

Di antara kedua siklus itu, tubuh menjadi ruang negosiasi. Ia mengingat tanah, tetapi tidak sepenuhnya mampu kembali kepadanya. Ia mengulang, tetapi tidak pernah kembali dalam keadaan yang sama. Dengan demikian, Siklus bukan pertunjukan tentang pemulihan, melainkan tentang tubuh yang terus berupaya membaca sisa-sisa keterhubungan di tengah dunia yang perlahan mencabut akar-akar agrarisnya.

Waktu
Rabu, 27 Mei 2026
Pukul 19.00 Wita - selesai

Tempat
Geoks, Singapadu
Jl. Raya Singapadu No.87, Singapadu, Kec. Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali 80582

Tim Produksi
Koreografer: Gusbang Sada
Produser:
Dramaturg:
Penari: ._
.dhg
Komposer:
Penata Cahaya: .kriting12
Manajer Produksi: .yuandika_
Manajer Teknis & Logistik:
Manajer Program & Administrasi:
Kru Produksi: , Eka WidzAntasura, Pande Komang Satria Wira Pranata, I Kadek Adi Widia Permana
Dokumentasi & Publikasi:

🌿 Climate Fresk Workshop, Denpasar, Bali 🌏Are you ready to be part of the solution? Join Climate Fresk Indonesia togethe...
23/05/2026

🌿 Climate Fresk Workshop, Denpasar, Bali 🌏

Are you ready to be part of the solution? Join Climate Fresk Indonesia together with LagiLagi and CushCush Gallery, for an eye-opening, interactive workshop that brings people together to understand and tackle climate change in a whole new way!

📅 Date: Saturday, 6 June 2026
⏰ Time: 09.00 AM -12.00 PM WITA
📍 Venue: CushCush Gallery, Denpasar

Age: 16 years and above

Please only register if you are sure that you can make it.

🎟️ Ticket is FREE
Contact for further information

Pameran seni rupa “ARKA UMBARA: Journey Through The New Dawn” resmi hadir sebagai pameran ke-8 yang membawa semangat per...
06/05/2026

Pameran seni rupa “ARKA UMBARA: Journey Through The New Dawn” resmi hadir sebagai pameran ke-8 yang membawa semangat perjalanan, pencarian arah, dan perjumpaan antar pengembara melalui seni rupa. 🌅

Berangkat dari pengalaman berkesenian di Danu Umbara, Danau Buyan, para seniman menghadirkan karya-karya yang lahir dari proses berbagi bersama anak-anak melalui workshop charcoal, ecoprint, digital painting, mini exhibition, hingga film screening bersama Luar Kotak Studio.

Pameran ini menjadi ruang untuk menelusuri pengalaman, alam, dan refleksi yang diterjemahkan ke dalam beragam pendekatan visual.

📍 TAT Art Space, Denpasar
🗓 Sabtu, 9 Mei 2026
⏰ 17.00 — 20.00 WITA

Pameran dibuka oleh I Nyoman Sani.

Menampilkan karya dari:
Anik Argianti, Arsaiga, Aristya Purnama, Candra Astuti, Deta Artista, Giri Arnaga, I Wayan Ady Surya Pratama, Karin Puspitasari, I Kadek Rovi Sumariyani, Rini Widariyanti, Sakde Oka, Teratai Api, Tridanaputera, dan Ugi Gayali.

Sebuah perjalanan visual untuk singgah, menjelajah, dan merayakan fajar baru bersama.

29/04/2026

REFRACTED is coming.

presents a group exhibition by 10 Bali-based artists—an exploration of perception, memory, and the beauty of things that never stay fixed.

2 May – 1 July 2026

👁️ Opening: 2 May 2026, 5–8 PM

🎵 Tunes by Tektonik Records

✨ Free Admission.

See you at RAD artspace.

Through _Refracted_, perspective no longer rests on certainty, but dissolves into a fluid field of interpretation. Each work bends and fragments experience, shifting it into new possibilities.

Rather than acts of defiance, these gestures become ways to navigate a rapidly changing reality. We are invited to slow down and come to terms with traces of life shaped by constant change: where uncertainty becomes part of how we see, feel, and make sense of the world.

Curatorial text by Made Chandra.

Address

Denpasar
80239

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Senidibali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Senidibali:

Shortcuts

Share