Senidibali

Call Directions Website Contact the establishment

Senidibali senidibali is an independent platform that promotes arts, artists, exhibition, art events and art spaces in Bali.

RENDEZ-VOUS RASA 2026 HADIR DI BALIMerayakan pertemuan antara cita rasa, budaya, dan pengetahuan Prancis–Indonesia, Rend...
25/09/2026

RENDEZ-VOUS RASA 2026 HADIR DI BALI

Merayakan pertemuan antara cita rasa, budaya, dan pengetahuan Prancis–Indonesia, Rendez-vous Rasa - France–Indonesia Gastronomy Week 2026 hadir di Bali pada 24 September–3 Oktober 2026.

Diinisiasi oleh Alliance Française Bali, rangkaian program ini mengajak publik mengenal gastronomi Prancis dari berbagai perspektif—mulai dari cheese tasting, demo memasak, pastry, hingga percakapan seputar hospitality dan pemutaran film.

Agenda di Bali:
— A Taste of French: The Art of Cheese — 24 September
— Demo Masak bersama Chef Simon Tailpied — 25 September
— French for Hospitality: Taste, Talk & Connect — 28 September
— Tropical Twist: French Pastry Meets Bali — 1 Oktober
— Pemutaran film Linda veut du poulet ! — 2 Oktober
— Cheese Tasting & Pairing — 3 Oktober

Berlangsung di berbagai lokasi di Bali.

Untuk informasi lengkap dan jadwal setiap program, kunjungi www.rendezvousrasa.com atau hubungi Alliance Française Bali

Mari bertemu melalui rasa. 🍰🧀👨‍🍳🎬

MEMOAR: SUARA-SUARA DARI INGATANJika suatu hari kita lupa—nama orang yang kita cintai, tempat yang pernah kita datangi, ...
13/09/2026

MEMOAR: SUARA-SUARA DARI INGATAN

Jika suatu hari kita lupa—nama orang yang kita cintai, tempat yang pernah kita datangi, atau pengalaman yang membentuk diri kita—apa yang paling kita takutkan untuk hilang?

Memoar: Suara-Suara dari Ingatan adalah pameran kolektif berbasis suara yang mengajak kita kembali mendengar, mengingat, dan merefleksikan ketakutan akan kehilangan memori.

Hadir dalam rangka memperingati Hari Alzheimer Sedunia, Memoar melihat Alzheimer bukan hanya dari perspektif medis, tetapi juga melalui pengalaman emosional yang menyertai proses kehilangan ingatan.

Melalui Sound Experience, instalasi, sketsa, performance, diskusi, hingga workshop zine, pengunjung diajak mengalami fragmen-fragmen memori melalui suara, ruang, tubuh, dan cerita personal.

📍 Here With Buksel
Jl. Thamrin No. 46, Denpasar
📅 19–26 September 2026
⏰ 18.00–22.30 WITA

Program juga mencakup diskusi bersama Yayasan Alzheimer Indonesia & Hovi Care, zine workshop bersama Gilang Propagila, art performance Matra Durga, serta rangkaian Bar Takeover & Charity Night dan pertunjukan musik.

Karena mungkin merawat ingatan adalah salah satu cara kita merawat sesama.

Dimulai besok! Festival Film Pendek Minikino Film Week 12 siap ditonton!
10/09/2026

Dimulai besok! Festival Film Pendek Minikino Film Week 12 siap ditonton!

Di tengah begitu banyak hal yang hari ini kita tonton melalui layar, mungkin yang semakin langka justru adalah menonton bersama. Kita terbiasa menonton sendirian. Layar berpindah dari televisi ke laptop,…

𝗥𝗜𝗩𝗘𝗥𝗦 𝗜𝗡 𝗖𝗘𝗥𝗘𝗠𝗢𝗡𝗬 the 2nd Annual Sungai Watch Charity Exhibition, presented by SUN.CONTEMPORARY.PROJECTS in collaborati...
06/09/2026

𝗥𝗜𝗩𝗘𝗥𝗦 𝗜𝗡 𝗖𝗘𝗥𝗘𝗠𝗢𝗡𝗬 the 2nd Annual Sungai Watch Charity Exhibition, presented by SUN.CONTEMPORARY.PROJECTS in collaboration with Sungai Design and Sungai Watch

Curated by Ricky Lee Gordon

Featuring artists:

A.Jasmine
Aaron Glasson
Abyu Amanda Aldi
Alexander Sebastianus
Alexia Vogel
Aleph Geddis
Andy Dewantoro
Fa’ Pawaka
Fillipo Sciascia
Gigih Prayogo
Ines Katamso
Lucien Shapiro
Morris Hork
Pecut Sumantri
Ricky Lee Gordon
Riko Shuri Monma
Salvita De Corte
Satria Nugraha
Shayan Gunawan
Sungai Design
Yeon Kyung Park

Opening night
Thursday, 10 September 2026
18.00 to 21.00

SUN.CONTEMPORARY, Pererenan Bali

Artwork in frame :
The River Within II
Gigih Prayogo
2026
60 x 40 cm
Acrylic on Canvas

Damar — The Weight of Lights, a group exhibition by Nonfrasa.Bringing together eight artists from across Asia, this exhi...
27/08/2026

Damar — The Weight of Lights, a group exhibition by Nonfrasa.

Bringing together eight artists from across Asia, this exhibition considers light not simply as an abstraction, but as a shared presence across contemporary Asian landscapes that carries memories, hope, movement, and transformation.

Please join tthe opening exhibition: Saturday, 29th August 2026, at CAS, Titik Dua, Ubud.

Dalam bahasa Bali, Samatra memiliki beragam makna, mulai dari suguhan sederhana, sapaan singkat, sambutan yang tulus, hi...
27/07/2026

Dalam bahasa Bali, Samatra memiliki beragam makna, mulai dari suguhan sederhana, sapaan singkat, sambutan yang tulus, hingga sesuatu yang diberikan secukupnya. Berangkat dari pemaknaan tersebut, pameran ini menghadirkan karya-karya seniman yang merefleksikan hubungan mereka dengan alam, ruang hidup, dan keseharian melalui gestur-gestur sunyi.

Menghadirkan karya of A. Jasmine A.Jasmine (Kane), Dyah Ayu Wulandari Wellwul, Made Virgie Avianthy igie, Novieta Tourisia Novieta Tourisia, dan Studio Estéh Studio Estéh pameran ini mengajak publik untuk kembali memaknai hubungan manusia dengan alam melalui tindakan-tindakan sederhana yang kerap luput dari perhatian.

Baca selengkapnya di senidibali.com

SAMATRA: Quiet Gestures
Periode Pameran
25 July – 3 October 2026
Buki Gallery buki gallery ubud at Bumi Kinar Ubud Bumi Kinar
Terbuka untuk umum / Gratis tiket masuk

11/07/2026

“Monisme”, the final chapter of the tripartite solo exhibition by Riar Rizaldi.

Saturday, 27 June 2026
Exhibition Opening starts at 4:00 PM (Bali time)
Movie Screening starts at 6:30 PM (Bali time)
Nonfrasa at Titik Dua, Ubud

The session will include an exhibition walkthrough and an opportunity to meet the artist, as well as the movie screening, in collaboration with Ubud Cine Curious.

In Memoriam, Made Budhiana (1959–2026)Seni rupa Indonesia berduka atas berpulangnya Made Budhiana, salah satu seniman ab...
10/07/2026

In Memoriam, Made Budhiana (1959–2026)

Seni rupa Indonesia berduka atas berpulangnya Made Budhiana, salah satu seniman abstrak senior Bali yang telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia. Beliau wafat pada 10 Juli 2026, meninggalkan jejak panjang sebagai perupa, pemikir, dan penggerak komunitas seni.

Lahir di Denpasar pada 27 Maret 1959, Budhiana merupakan alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan anggota Sanggar Dewata Indonesia (SDI), sebuah komunitas perupa Bali yang berperan besar dalam membentuk lanskap seni rupa Indonesia sejak dekade 1970-an.

Selama lebih dari empat dekade, Budhiana mengembangkan praktik artistik yang khas melalui lukisan dan patung abstrak. Dengan sapuan gestural yang spontan, eksplorasi warna yang ekspresif, dan pendekatan yang intuitif, karya-karyanya merefleksikan hubungan antara tubuh, alam, dan spiritualitas. Praktiknya menjadi salah satu suara penting dalam perkembangan seni abstrak kontemporer dari Bali, serta telah dipresentasikan melalui berbagai pameran di Indonesia maupun mancanegara.

Atas dedikasinya, Budhiana menerima berbagai penghargaan, di antaranya Bali Art Award dan Pratisara Affandi Adhi Karya, sebagai pengakuan atas kontribusinya terhadap perkembangan seni rupa Indonesia.

Di luar praktik berkaryanya, bersama keluarga ia mendirikan Snerayuza Art Space di Denpasar, sebuah ruang independen yang membuka kesempatan bagi pertemuan, dialog, pameran, dan pertukaran gagasan antarseniman lintas generasi. Kehadirannya mencerminkan komitmen Budhiana yang tidak hanya berkarya di studio, tetapi juga turut membangun ekosistem seni di Bali.

Kepergian Made Budhiana merupakan kehilangan besar bagi dunia seni rupa Indonesia. Namun, warisan pemikiran, dedikasi, dan karya-karyanya akan terus hidup, menginspirasi generasi seniman berikutnya dan menjadi bagian penting dari sejarah seni rupa Bali.

Dumogi Amor Ring Acintya.
Om Shanti Shanti Shanti Om.

25/05/2026

SIKA Gallery presents
“Everything is Doing Something”

Opening
Sunday, 31 May 2026
at 19:00

Palm tree fibres, cowhide, driftwood, burnt wood chips and flakes, charcoal ink, bamboo trunks, thread, offcuts fabric, paper, clay, umbrella, canvas, HRM boards, aluminium, glass, brass, and mirrors are part of the languages that construct the visual speeches within the artworks exhibited in “Everything is Doing Something”. Sourced locally from traditional and daily elements, the materials are embedded with geographical, historical, political, or social attachments. They form part of the artworks’ commentaries allowing us to recognise how exchanges and issues taking place in a specific site are tied to broader borders and contexts.

The exhibition is initiated by 12 artists—Agus Mediana ‘Cuprux’, Derry Sembiring, Dewa Sangging, Gung Ama Gama, Gung De Putra ‘Jawok’, Gusde Mariadi, Jaya Kaprus, Kadek ‘Pak Odet’ Sumerta, Made Arsana, Mangde Bendesa, Putra Wali Acok, and Putu Edy ‘Pekong’ Kharisma—who came to together under a collective, known as “The Racun”. The artists examined lived experience, suggesting that material is never just ‘stuff’, and yet neither is it encountered as something remote or independently intentional. As human beings, our senses and intellectual reasoning recognise that material is always shaped through relationships—between body, habit, experiences, social status, tradition, belief, memory, and others, as well as inherent disposition and learned ways of seeing.

“Everything is Doing Something” opens itself to both artists and viewers through meaning, which is neither isolated within objects nor solely within minds, but it arises in the ongoing relationship between them and how they may comply logically and consistent with fact or reality that is exempted from falsehoods, misrepresentations, or illusions.

Curated by
Army

SIKA Gallery
Jl. Raya Sanggingan,
Ubud, Bali

Supported by

gurat
AAM (Atétude Art Management)

AtétudeArtManagement

________________
Music: Pill R/B
Musician: Not The Ki

SEJAK PADI MENGAKARSIKLUSKo-Produksi bersama Mulawali InstituteSiklus merupakan pertunjukan pengembangan dari Sejak Padi...
24/05/2026

SEJAK PADI MENGAKAR
SIKLUS

Ko-Produksi bersama Mulawali Institute

Siklus merupakan pertunjukan pengembangan dari Sejak Padi Mengakar karya Gusbang Sada . Jika Sejak Padi Mengakar berangkat dari pembacaan atas alih fungsi lahan pertanian di Bali, maka Siklus bergerak lebih jauh dengan membaca tubuh dan kode gerak agraris sebagai lahan imajinatif. Tubuh menjadi ruang percobaan untuk membaca bagaimana memori agraris masih bekerja ketika relasi manusia dengan tanah telah mengalami perubahan.

Dalam pertunjukan, Siklus tidak dipahami sebagai lingkaran yang harmonis. Siklus justru merupakan proses yang rentan: dapat macet, dipercepat, diputus, atau dipaksa berulang tanpa pemulihan. Karena itu, siklus agraris—tanam, rawat, panen, kosong, lalu tanam kembali—berupaya dibaca secara bersamaan dengan siklus tubuh: napas, tenaga, lelah, pulih, jatuh, bangkit, lalu kembali bergerak.

Di antara kedua siklus itu, tubuh menjadi ruang negosiasi. Ia mengingat tanah, tetapi tidak sepenuhnya mampu kembali kepadanya. Ia mengulang, tetapi tidak pernah kembali dalam keadaan yang sama. Dengan demikian, Siklus bukan pertunjukan tentang pemulihan, melainkan tentang tubuh yang terus berupaya membaca sisa-sisa keterhubungan di tengah dunia yang perlahan mencabut akar-akar agrarisnya.

Waktu
Rabu, 27 Mei 2026
Pukul 19.00 Wita - selesai

Tempat
Geoks, Singapadu
Jl. Raya Singapadu No.87, Singapadu, Kec. Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali 80582

Tim Produksi
Koreografer: Gusbang Sada
Produser:
Dramaturg:
Penari: ._
.dhg
Komposer:
Penata Cahaya: .kriting12
Manajer Produksi: .yuandika_
Manajer Teknis & Logistik:
Manajer Program & Administrasi:
Kru Produksi: , Eka WidzAntasura, Pande Komang Satria Wira Pranata, I Kadek Adi Widia Permana
Dokumentasi & Publikasi:

Address

Denpasar
80239

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Senidibali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Senidibali:

Shortcuts

Share