Dunia Viral

Dunia Viral MENGAPA HARUS NONTON DRAKOR DI DUNIA GELAP? KARENA VIDEO YANG DI UPLOAD DI KUPAS SAMPAI TAMAT. SEMOGA BISA MENGHIBUR PARA PECINTA DRAKOR TANAH AIR. TERIMAKASIH
(3)

TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN SHARE SEBAGAI BENTUK SUPORT KALIAN AGAR MIMIN SEMAKIN SEMANGAT.

Viralll.. Tangis nenek upiah dagangan diangkut satpolpp bukittinggi di Pasar Aur Kuning, Bukittinggi, Rabu 10/06 pagila ...
11/06/2026

Viralll.. Tangis nenek upiah dagangan diangkut satpolpp bukittinggi di Pasar Aur Kuning, Bukittinggi, Rabu 10/06 pagi
la baru turun dari angkutan kota, belum sempat menggelar dagangannya berupa mentimun ketika petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) datang melakukan penertiban.
Sebanyak 13 bungkus mentimun yang dibawa Nek Upiak, masing-masing dijual seharga Rp5.000, diamankan petugas dan diangkut ke kendaraan Satpol PP. Peristiwa itu membuat Nek Upiak tak kuasa menahan kesedihan.
Momen tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, Nek Upiak terlihat menangis di area pasar, sementara sejumlah warga berusaha menenangkannya. Video diunggah oleh seorang pengguna media sosial yang mengaku tidak sengaja menyaksikan kejadian tersebut.
"Saya tersentuh melihat kondisi nenek ini," tulis pengunggah video.
Video itu memicu reaksi publik. Sejumlah warganet menyampaikan kritik terhadap tindakan petugas.
Gelombang simpati datang hingga dari luar negeri. Beberapa perantau asal Sumatera Barat yang berada di Malaysia serta Kota Padang menghubungi pengunggah video untuk menitipkan bantuan uang.
"Semoga nenek tidak bersedih lagi. Tak sanggup melihat beliau menangis, teringat orang tua di kampung," ujar salah seorang donatur

Viralll... Seorang siswa kelas 2 SD asal Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay berhasil...
11/06/2026

Viralll... Seorang siswa kelas 2 SD asal Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay berhasil meraih juara pertama dalam ajang International Abacus World Competition.

Bocah yang kerap disapa Nono ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mampu menduduki peringkat pertama di kompetisi tersebut. Ia mengalahkan sebanyak 7.000 peserta lain dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.

Nono berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh sekaligus petani, sementara ibunya berprofesi sebagai seorang guru.

Selama mengikuti kompetisi matematika tingkat dunia itu, Nono mencatat prestasi luar biasa. Ia mampu menyelesaikan sebanyak 15.201 file, dengan setiap file berisi 10 soal. Artinya, Nono berhasil menyelesaikan total 152.010 soal dalam kurun waktu satu tahun. Semua soal disajikan secara virtual dengan format listening dalam bahasa Inggris.

Peserta dari Qatar berhasil meraih peringkat kedua dengan menyelesaikan 7.502 file atau setara dengan 75.020 soal, yang jumlahnya hanya separuh dari capaian Nono. Sementara itu, peringkat ketiga diraih oleh perwakilan dari Amerika Serikat dengan total 6.138 file atau 61.380 soal.

Sebagai penghargaan atas prestasinya, Nono menerima piala, sertifikat, serta hadiah uang tunai sebesar 200 dolar AS.

Kemampuan Nono memang patut diapresiasi tinggi. Di usia muda, ia mampu menghitung angka dalam jumlah besar tanpa menggunakan alat bantu. Hal tersebut merupakan tantangan yang sangat sulit, bahkan bagi banyak orang dewasa.

Dalam sebuah video singkat yang tersebar di Twitter, terlihat Nono diberi tantangan untuk menghitung angka tanpa alat bantu. Soal-soal yang diberikan terbilang rumit, namun hanya dengan gerakan tangan sederhana, anak jenius asal NTT ini dapat menjawab setiap soal dengan cepat dan akurat.

Virallll... 15 Tahun pengalaman mengajar di Kampus Islam, akhir Jumat lalu memutuskan Masuk Islam..Alhamdulillah, dosen ...
10/06/2026

Virallll... 15 Tahun pengalaman mengajar di Kampus Islam, akhir Jumat lalu memutuskan Masuk Islam..
Alhamdulillah, dosen asing Fakultas Hukum UII Christopher M. Cason, J.D., L.L.M., mengucapkan ikrar syahadat Jumat, 05 Juni 2026 lalu di Masjid Ulil Albab, UII.

Ikrar syahadat dibimbing langsung oleh Prof. Dr. Moh. Mahfud selepas shalat Jumat disaksikan para jamaah.
Semoga diberikan keistiqomahan dan doa terbaik untuk Bp. Christopher.

Tak banyak yang mampu menyeimbangkan antara tugas negara dan perjalanan menjaga kalam Allah. Namun hal itu berhasil dibu...
10/06/2026

Tak banyak yang mampu menyeimbangkan antara tugas negara dan perjalanan menjaga kalam Allah. Namun hal itu berhasil dibuktikan oleh Bripda Nazwa, seorang polwan asal Aceh yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an di tengah kesibukannya mengabdi sebagai anggota Polri.
Di balik seragam yang dikenakannya, tersimpan semangat luar biasa untuk terus dekat dengan Al-Qur’an. Ia tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan masyarakat, tetapi juga aktif berbagi ilmu dan mengajarkan bacaan Al-Qur’an kepada sesama.
Kisah Bripda Nazwa menjadi pengingat bahwa
kesuksesan dalam karier tidak harus menjauhkan seseorang dari nilai-nilai agama. Justru dengan tekad dan disiplin, keduanya dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga hafalannya, melimpahkan keberkahan dalam setiap langkah pengabdiannya, dan menjadikannya inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk mencintai Al-Qur’an. Aamiin. 🤲✨

Virallll... seorang wanita membakar tumpukan sertifikat prestasi viral di media sosial dan langsung memicu perdebatan lu...
10/06/2026

Virallll... seorang wanita membakar tumpukan sertifikat prestasi viral di media sosial dan langsung memicu perdebatan luas di kalangan para warganet terkait sistem jalur prestasi yang ada dalam dunia pendidikan.

Dalam video tersebut, ia tampak menunjukkan sekitar 13 sertifikat yang diklaim berasal dari berbagai macam ajang kompetisi, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional. Dengan nada kecewa, ia mengungkapkan bahwa seluruh prestasi yang telah ia kumpulkan selama bertahun-tahun dianggap tak memberikan dampak berarti ketika dalam proses seleksi pendidikan yang ia jalani.

Unggahan itu kemudian menuai beragam reaksi. Sebagian warganet menyayangkan tindakan tersebut dan menilai setiap sertifikat merupakan bukti dari perjuangan serta sebuah proses panjang yang tak mudah. Namun, sebagian lainnya menilai bahwa tak semua sertifikat memiliki bobot yang sama dalam sistem jalur prestasi, karena hanya kompetisi tertentu yang diakui sesuai ketentuan lembaga pendidikan.

Peristiwa ini kembali membuka ruang diskusi publik mengenai kejelasan standar penilaian dalam jalur prestasi. Banyak pihak menilai diperlukan transparansi yang lebih jelas supaya para pelajar memahami sejak awal jenis prestasi yang memiliki nilai dalam proses seleksi.

Viralll.. Nasib Tragis Mega Suryani Dewi, Tewas di Tangan Suami SendiriWarga Cikarang Barat digemparkan oleh terungkapny...
10/06/2026

Viralll.. Nasib Tragis Mega Suryani Dewi, Tewas di Tangan Suami Sendiri
Warga Cikarang Barat digemparkan oleh terungkapnya sebuah kasus tragis yang menimpa seorang wanita muda bernama Mega Suryani Dewi. Peristiwa yang terjadi di dalam rumah tangga yang selama ini tampak biasa itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar.
Mega diketahui merupakan seorang ibu muda yang hidup bersama suami dan anak-anaknya. Di balik kehidupan keluarga yang terlihat harmonis, ternyata tersimpan konflik yang diduga berujung pada tindakan kekerasan fatal. Berdasarkan informasi yang beredar, korban diduga menjadi sasaran kekerasan hingga akhirnya kehilangan nyawanya di dalam rumah tempat ia tinggal.
Kabar menghilangnya Mega sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan keluarga dan tetangga. Namun, seiring berjalannya penyelidikan, fakta-fakta mengejutkan mulai terungkap. Aparat kepolisian bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan berbagai bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Hasil penyelidikan mengarah kepada sosok yang tak disangka, yaitu suami korban sendiri. Pria tersebut kemudian diamankan oleh petugas dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Momen saat tersangka digiring oleh aparat kepolisian menjadi sorotan publik dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus ini.
Peristiwa memilukan ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi di mana saja dan meninggalkan dampak yang sangat besar bagi seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak yang turut menjadi korban keadaan.
Kini, masyarakat berharap proses hukum dapat berjalan secara adil dan transparan sehingga kebenaran dapat terungkap sepenuhnya. Sementara itu, keluarga yang ditinggalkan masih berusaha menerima kenyataan pahit atas kepergian Mega Suryani Dewi. Kisah tragis ini meninggalkan luka mendalam sekaligus menjadi pelajaran berharga agar setiap bentuk kekerasan dalam rumah tangga tidak pernah dianggap sebagai masalah sepele.

Viralll.. Ditinggal Wafat Kedua Orang Tua, Remaja ini Jualan Kerupuk Sambil Sekolah Demi Nafkahi 4 AdiknyaSejak hari itu...
09/06/2026

Viralll.. Ditinggal Wafat Kedua Orang Tua, Remaja ini Jualan Kerupuk Sambil Sekolah Demi Nafkahi 4 Adiknya
Sejak hari itu, hidup Nurul berubah selamanya. Di usia 16 tahun, saat teman-temannya sibuk mengejar mimpi dan tertawa bersama keluarga, Nurul justru belajar menjadi orang dewasa terlalu cepat. Ayah dan ibunya telah pergi, meninggalkan pesan terakhir yang kini menjadi beban sekaligus kekuatan dalam hidupnya,
“Jaga adik-adikmu, Nurul…”
Rumah kecil mereka kini terasa sepi, namun sekaligus penuh tanggung jawab. Lima adik yang masih kecil menggantungkan hidup pada Nurul. Dua di antaranya hidup dalam kegelapan. Yang satu tak pernah melihat dunia sejak kecil karena sakit, yang satu lagi kehilangan penglihatan akibat kecelakaan. Setiap hari, mereka hanya bisa menggenggam tangan kakaknya, berharap Nurul selalu ada, selalu kuat.

Pagi hari, Nurul mengenakan seragam sekolah yang mulai pudar warnanya. Ia berangkat dengan perut kosong dan hati penuh kecemasan. Ia tahu, sekolah adalah satu-satunya harapan agar hidup mereka kelak berubah. Namun setiap kali bel berbunyi, pikirannya tetap tertinggal di rumah, memikirkan apakah adik-adiknya sudah makan, atau masih menahan lapar.

Sepulang sekolah, tanpa sempat menarik napas panjang, Nurul mengganti tasnya dengan kerupuk dagangan. Ia berjalan berkeliling, menahan lelah dan panas, berharap ada yang membeli. Jika hari itu ramai, ia bisa membawa pulang dua lembar uang sepuluh ribu. Jika sepi, lima ribu rupiah pun terasa seperti rezeki besar. Uang sekecil itu harus cukup untuk makan, kebutuhan rumah, dan keperluan sekolah adik-adiknya.

Malam hari sering menjadi waktu paling berat. Saat nasi hanya cukup dicampur singkong rebus, Nurul menunduk menahan air mata. Adik-adiknya makan sambil tersenyum, berkata mereka sudah kenyang. Senyum kecil itu justru membuat hati Nurul hancur. Banyak maaf yang ingin ia ucapkan, karena belum mampu memberi lebih, namun ia simpan semua tangisnya sendiri.

Di balik wajah yang selalu berusaha tegar, Nurul menyimpan doa yang tak pernah putus. Ia ingin sekolah setinggi mungkin, ingin suatu hari bisa memberi adik-adiknya makanan yang layak, pakaian yang pantas, dan masa depan yang tak penuh kekurangan. Doa itu sering ia bisikkan dalam sunyi, sambil menahan sesak di dada.

Saat rindu dan lelah tak lagi bisa ditahan, Nurul mendatangi makam ibunya. Ia duduk diam, berbicara pelan seolah ibunya masih bisa mendengar.
“Nurul capek, Bu… tapi Nurul enggak boleh menyerah. Adik-adik cuma punya Nurul,”
ucapnya dengan suara gemetar.

Hari-hari Nurul adalah perjuangan tanpa jeda. Seorang remaja yang memikul beban terlalu besar untuk usianya. Berdiri sendiri, mempertaruhkan mimpi dan masa depan demi lima adik yang ia cintai sepenuh hati.
Ia tidak meminta banyak, hanya berharap ada tangan yang mau membantu, agar ia dan adik-adiknya tak harus terus bertahan dalam gelap dan kekurangan.

Penyesalan Selalu Datang Terlambat! 4 Pelaku yang P3ng3r0y0k Thomas Hingga T3w4s Akhirnya Minta Maaf dan Janji Mau Jadi ...
09/06/2026

Penyesalan Selalu Datang Terlambat! 4 Pelaku yang P3ng3r0y0k Thomas Hingga T3w4s Akhirnya Minta Maaf dan Janji Mau Jadi Anak Baik—Netizen: Nasi Sudah Jadi Bubur!

Setelah diciduk oleh Tim Resmob Polrestabes Surabaya, keempat pelaku yang kini sudah meringkuk di tahanan akhirnya cuma bisa tertunduk lesu dan menangis menyesali perbuatannya.

​Di depan awak media dan aparat, mereka menyampaikan pesan mendalam:

​"Maafkan kami, kami akan jadi an4k yg lebih baik, kami hilaf, kami menyesal, jangan hvkvm kami, Thomas maafkan kami"

​Mereka mengaku khilaf, berjanji tidak akan mengulangi perbuatan k3j4m itu lagi, dan berharap bisa dimaafkan. Tapi ya gimana... nasi sudah jadi bubur. Penyesalan di akhir sidang gak akan bisa mengembalikan nyawa Thomas yang sudah tiada.

​Semoga proses hukum tetap berjalan adil demi keadilan bagi almarhum Thomas dan keluarga yang ditinggalkan. Yuk, jadikan ini pelajaran berharga. Jangan sampai emosi sesaat menghancurkan masa depan kita dan nyawa orang lain! 😭💔

Permintaan terakir Thomas..😭😭"Mbak, fotoin aku pakai baju OSIS yang rapi ya... Buat daftar kuliah jalur beasiswa nanti. ...
08/06/2026

Permintaan terakir Thomas..😭😭
"Mbak, fotoin aku pakai baju OSIS yang rapi ya... Buat daftar kuliah jalur beasiswa nanti. Thomas mau kuliah, Mbak, mau ngerubah nasib kita..."
Kalimat itu masih terngiang jelas di telinga Hana. Di dalam dekapannya yang gemetar, hanya ada sebingkai foto adik tercintanya, Thomas, yang tersenyum bersih dengan seragam SMA Negeri 11 Surabaya. Foto yang Thomas minta dengan penuh harapan, kini justru menjadi foto yang mengiringi kepergiannya ke liang lahat.
Thomas adalah seorang anak yatim piatu. Di usia yang masih sangat muda, dia dan Hana harus berjuang bertahan hidup tanpa pelukan hangat orang tua. Tapi Thomas tidak pernah mengeluh. Di sekolah, dia dikenal sebagai anak yang baik, santun, dan punya tekad baja untuk menata masa depannya lewat jalur pendidikan.
Namun, takdirnya direnggut dengan cara yang paling keji.
Hanya karena perkara sepele—sepasang sandal yang dipinjamnya hilang—Thomas harus meregang nyawa. Dia dikeroyok secara brutal oleh empat orang adik kelasnya sendiri. Tanpa ampun, tanpa belas kasihan. Nyawa seorang anak yatim piatu yang berharga, yang sedang merajut mimpi kuliah, dihargai semurah itu oleh kebiadaban para pelaku.
Bayangkan hancurnya hati seorang kakak. Hana yang selama ini berjuang menjadi 'orang tua' bagi Thomas, kini harus menerima kenyataan bahwa adiknya pulang dalam kondisi tak bernyawa di dalam peti mati. Impian melihat Thomas memakai toga wisuda kini berganti dengan kain kafan.
Di mana hati nurani mereka? Hanya karena sandal hilang, mereka tega merenggut masa depan dan nyawa seseorang?
Mari kita kawal kasus ini sampai tuntas! Jangan biarkan darah Thomas tumpah sia-sia. Keadilan harus ditegakkan seadil-adilnya bagi Thomas dan Hana, tanpa memandang status pelaku yang masih di bawah umur. Jika mereka bisa bertindak sekejam iblis, mereka harus siap menerima hukumannya!
Selamat jalan, Thomas... Mimpimu untuk kuliah mungkin terhenti di dunia, tapi kini kamu sudah bahagia di tempat terbaik di sisi-Nya, berkumpul lagi bersama ayah dan ibu.
Mbak Hana, yang kuat ya... Doa seluruh masyarakat Indonesia bersamamu. 🕊️😭

Viralll... Inilah 4 pelaku yang menger0y0k Thomas pelajar yatim Piatu di Surabaya Hanya Karna menghilangkan sendal yang ...
08/06/2026

Viralll... Inilah 4 pelaku yang menger0y0k Thomas pelajar yatim Piatu di Surabaya Hanya Karna menghilangkan sendal yang dia pinjam..
Padahal Thomas juga sudah mengganti sendal tersebut..
Sempat dirawat 3 di RS akhirnya Thomas Meninggal Karna mengalami luka serius terutama pec4hnya T3mpurung Kep4la.

Address

Jalan OCTOPUS KOMPLEK A NO 1
Denpasar

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dunia Viral posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share