13/04/2022
Sesolahan I Ratu Macan Gading ring Pura Penyawangan Dalem Karang Tengah (Pura Gaing-gaing) Tanjung Benoa.
Menurut kepercayaan warga Macan Gading adalah salah satu ancangan Ida Sasuhunan yang ada di Pura Gaing-Gaing. Cerita-cerita yang beredar di kalangan masyarakat Tanjung Benoa, khususnya di kalangan warga yang berada di pesisir teluk, mengatakan bahwa, “Apabila ada orang yang melihat secara kebetulan, ataupun yang memiliki indra keenam, pada saat piodalan (dedinan) Ida Sesuhunan yang melingga-melinggih (berstana-berkedudukan) di Pura Karang Tengah, yang bertepatan pada Tumpek Landep, maka di sekitar Pura Karang Tengah yang ada di tengah Teluk tersebut akan terdengar dan terlihat suasana (aktifitas) upacara seperti piodalan di pura-pura pada umumnya, seperti terdengar suara metajen, lelotek, kober (yang merupakan sarana pendukung upakara), ikan besar, penyu gaib bersisik, serta keberadaan dan kondisi pura gaib tersebut akan terlihat jelas. Banyak warga dan tokoh spiritual meyakini bahwa kunci pintu wilayah Kuta Selatan ada di Pura Karang Tengah.
Di tengah Teluk Benoa disamping dipercaya melinggih Ida Sasuhunan, juga dipercaya terdapat 2 (dua) buah kapal besar gaib, besarnya seluas desa Tanjung Benoa. Dipercaya kalau terjadi sesuatu atau perubahan alam yang dilakukan secara sengaja demi keuntungan yang diperoleh untuk kelompok tertentu atau perseorangan (pribadi), maka 2 kapal tersebut akan menghalang dan menghadang kegiatan tersebut. Jika kapal gaib itu bergerak, energi laut dan dasar laut akan tergerak, memunculkan berbagai gejala sekala-niskala.
Jero Mangku Ketut Arsana yang merupakan pemangku di Pura Gaing-gaing mengaku pernah melihat dan masuk ke salah satu kapal tersebut dan beliau kenal dengan penghuni yang ada di dalam 2 kapal gaib tersebut. 2 (dua) Kapal yang dimaksud merupakan kapal gaib berhubungan dengan kekuatan gaib yang menjaga Teluk Benoa.
sumber : (sumber; laman fb gede pasek suardika) bali.sakral