Sajak Nirwana

Directions

Sajak Nirwana "Menemukan kedamaian dalam setiap aksara yang sunyi"

Di Bawah Teduh SenjaDi bawah rindang pepohonan,ia duduk memeluk diam,memandang laut yang tak pernah lelahmengirimkan omb...
28/08/2026

Di Bawah Teduh Senja

Di bawah rindang pepohonan,
ia duduk memeluk diam,
memandang laut yang tak pernah lelah
mengirimkan ombak ke tepian.

Angin menyentuh lembut wajahnya,
membawa pergi kata-kata
yang tak sempat menjadi suara,
meninggalkan sunyi yang terasa begitu nyata.

Di kejauhan, laut dan langit bertemu,
seolah menyimpan sebuah rahasia.
Ia menatap tanpa meminta apa-apa,
hanya ingin berdamai dengan dirinya.

Mungkin ada rindu yang belum pulang,
mungkin ada luka yang belum reda.

Namun di hadapan luasnya samudra,
ia belajar—
bahwa tak semua yang hilang
harus dicari kembali.

Biarlah ombak membawa kenangan,
biarlah angin menyimpan cerita.

Sebab terkadang,
yang kita butuhkan bukan seseorang untuk tinggal,
melainkan sebuah tempat
untuk membuat hati kembali tenang.

Sajak Nirwana

"Lelah Tapi Tetap Tersenyum"Aku belajar dari senja,meski langit letih memikul cahaya seharian,ia tetap pulang dengan war...
02/05/2026

"Lelah Tapi Tetap Tersenyum"

Aku belajar dari senja,
meski langit letih memikul cahaya seharian,
ia tetap pulang dengan warna terindah.

Aku belajar dari pohon tua,
batangnya retak dimakan musim,
namun ranting-rantingnya masih rela menaungi
siapa pun yang singgah dari panas dunia.

Begitulah manusia,
sering kali dadanya penuh badai,
tetapi bibirnya menjelma taman
agar orang lain tak mendengar petir di dalamnya.

Ada yang berjalan dengan kaki gemetar,
namun tetap berkata, “Aku baik-baik saja.”

Ada yang matanya nyaris hujan,
namun tetap menatap dengan cahaya ramah.

Sebab tak semua luka s**a dipertontonkan,
dan tak semua air mata ingin jatuh di hadapan ramai.

Sebagian memilih diam,
menjahit retaknya sendiri dalam sunyi malam.

Lelah itu nyata,
ia tinggal di pundak yang terlalu lama kuat.

Ia bersembunyi di senyum orang-orang
yang terbiasa mengutamakan dunia
daripada dirinya sendiri.

Namun tersenyum bukan berarti tak rapuh,
kadang itu hanya cara terakhir
agar hati tidak runtuh di tengah jalan.

Maka jika kau bertemu seseorang
yang tampak baik-baik saja,
jangan buru-buru percaya pada wajahnya.

Bisa jadi ia sedang berperang hebat,
dan senyum itu
adalah perisai terakhir yang ia punya.

🍁 Sajak Nirwana

🍁Sajak Nirwana
02/05/2026

🍁Sajak Nirwana

"Lahir dalam Hening"​Di ambang pintu yang tak bergeming,Aku menitipkan bising dunia pada angin.Mencari ruang di mana kat...
02/05/2026

"Lahir dalam Hening"

​Di ambang pintu yang tak bergeming,
Aku menitipkan bising dunia pada angin.

Mencari ruang di mana kata tak perlu berteriak,
Hanya detak yang perlahan menyapa jejak.

​Bukan karena tak ada suara,
Namun karena kedamaian punya bahasanya sendiri.

Di sinilah aku mengeja makna,
Menenun rasa dalam balutan sepi.

​Selamat datang di kedalaman ini,
Tempat aksara pulang ke muara yang abadi.

​— Nirwana 🍁
Sabtu,2 Mey 26

02/05/2026

Kutitipkan rindu,,

Address

Dauh Puri Kaja
Denpasar
80111

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sajak Nirwana posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category