SADIA family

Call Directions Website

SADIA family

08/09/2026
Bank menolak petanikarena mereka tidak punya agunan.Rentenir menjadi satu-satunya pilihan."Permohonan pinjaman Anda dito...
31/08/2026

Bank menolak petani
karena mereka tidak punya agunan.

Rentenir menjadi satu-satunya pilihan.

"Permohonan pinjaman Anda ditolak."

Kalimat itu berkali-kali diterima
para petani
di sebuah desa di Kabupaten Agam,
Sumatera Barat.

Lalu seorang pria
yang tidak tamat SD
mulai mengumpulkan
uang receh
dari para petani.

Setiap hari mereka
bekerja di sawah.

Mereka menanam.
Mereka memanen.

Namun ketika membutuhkan
modal usaha,
pintu bank justru tertutup.

Agunan tidak punya.

Penghasilan dianggap tidak pasti.

Pilihan yang tersisa
hanya rentenir.

Pinjam sedikit,
bayar lebih banyak.

Utang terus bertambah.

Panen berikutnya datang.

Hasilnya habis
bahkan sebelum sampai rumah.

Sebagian untuk utang.
Sebagian untuk bunga.

Dan mereka tetap harus
membeli bibit untuk musim berikutnya.

Hidup mereka tidak pernah
benar-benar berubah.

Masril muak melihat keadaan itu.

Ia sendiri hanya sempat
sekolah sampai kelas 4 SD.
Membuat keterbatasannya
terasa nyata.

Pagi-pagi,
Masril melihat petani
pulang dari sawah.

Hasil panen dibawa pulang.
Tetapi ketika modal berikutnya habis,
mereka kembali mencari pinjaman.

Namun ia percaya,
masalah petani bukan
karena mereka malas.

Mereka hanya tidak
diberi kesempatan.

_2006,

Masril mengumpulkan para petani.
Bukan untuk meminta bantuan.
Melainkan mengumpulkan iuran recehan.

Masril mulai mendatangi mereka.

Satu rumah.

Satu petani.

Satu iuran.

Tidak banyak.

Uang receh berpindah tangan
dan dikumpulkan menjadi satu.

Sedikit demi sedikit.

Dari uang itulah mereka mendirikan
Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis
yang dikelola sendiri oleh para petani.

Tidak ada kantor besar.

Tidak ada meja bank.

Yang ada hanya
uang yang dikumpulkan para petani
dan catatan pinjaman
yang mulai dibuat.

Banyak yang menertawakan.

Bagaimana mungkin petani
membangun lembaga
keuangan sendiri?

Namun yang dianggap mustahil
justru mulai berjalan.

Petani yang dulu ditolak
meminjam modal
kini bisa saling membantu.

Usaha mereka berkembang.

Untuk pertama kalinya,
seorang petani datang mencari modal
tanpa harus mendatangi rentenir.

Rentenir mulai kehilangan pengaruh.

Dana yang dikelola mencapai
puluhan miliar rupiah.

Ribuan keluarga petani
berhasil keluar dari jerat utang.

Orang-orang kemudian
mengenalnya sebagai...

Bank Tani.

Kini Bank Tani memiliki jaringan
ratusan cabang di berbagai daerah.

Semuanya berawal dari seseorang
yang hanya sempat sekolah
sampai kelas 4 SD.

Namanya...

Masril Koto.

Bank pernah menutup pintunya
karena mereka tidak punya agunan.

Masril membangun pintu
yang tidak meminta itu.

_

by AJRaharjo

Kapan gaji segini 😁
31/08/2026

Kapan gaji segini 😁

UPAH PEKERJA BALI DISEBUT TERLALU RENDAH, NYOMAN PARTA BERSUARA LANTANG!Anggota Baleg DPR RI dari dapil Bali, I Nyoman P...
30/08/2026

UPAH PEKERJA BALI DISEBUT TERLALU RENDAH, NYOMAN PARTA BERSUARA LANTANG!

Anggota Baleg DPR RI dari dapil Bali, I Nyoman Parta, kembali menyoroti persoalan upah minimum di Bali yang dinilai timpang dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia.

Dalam rapat Panja Pengharmonisasian RUU tentang Pelindungan Ketenagakerjaan di Senayan, Rabu (26/8), Parta mempertanyakan kondisi upah pekerja Bali yang masih berada di kisaran Rp3,2 juta.

Padahal, Bali merupakan salah satu destinasi wisata utama Indonesia. Tingkat hunian hotel rata-rata disebut berada di atas 72 persen dan pertumbuhan ekonomi Bali dinilai lebih tinggi dibanding Jawa Barat maupun Jawa Timur.

Namun, upah minimum Bali justru jauh di bawah sejumlah daerah:
πŸ“ Bandung: >Rp5,5 juta
πŸ“ Jakarta: Rp5,7 juta
πŸ“ Batam: Rp5,365 juta
πŸ“ Surabaya: Rp5,288 juta
πŸ“ Bekasi: Rp5,999 juta
πŸ“ Bali: sekitar Rp3,2 juta

Yang menjadi sorotan, Kebutuhan Layak Hidup (KLH) Bali disebut mencapai Rp5,2 juta, sementara masih ada pekerja yang telah bekerja puluhan tahun namun menerima upah sekitar Rp3,2 juta.

πŸ’¬ β€œDi Bali, kok bisa upahnya Rp3.200.000. Siapa yang guidance ini?” tegas Parta.

Menurut Anda, apakah sudah waktunya standar upah pekerja Bali dinaikkan agar lebih sesuai dengan biaya hidup dan kondisi ekonomi daerah?

πŸ‘‡ Setuju atau tidak? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.

Sumber dan Selengkapnya: Nusabali.com, my tampak siring πŸ™
Gambar AI sebagai pemanis πŸ™

Address

Jalan Tukad Batanghari VIB No 26
Denpasar
80232

Opening Hours

Monday 06:00 - 22:00
Tuesday 06:00 - 22:00
Wednesday 06:00 - 22:00
Thursday 06:00 - 22:00
Friday 06:00 - 22:00
Saturday 06:00 - 22:00
Sunday 06:00 - 22:00

Telephone

+6283846302961

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SADIA family posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share