25/09/2020
PASSION PERLUKAH?
1. Satu hal yang harus kita ingat, menafkahi keluarga itu wajib, mengikuti passion cuma mubah. Bertanggung-jawablah. Jangan sampai kita kehilangan arah atau salah langkah.
2. Bisnis sesuai passion bolehkah? Boleh. Silahkan. Tapi nggak harus.
Tentu, sangat menyenangkan kalau kita bisa melakukan sesuatu yang kita s**ai, kita kuasai, dunia butuhkan dan kita bayar.
3. Apakah kamu sudah menemukan passion-mu? Yakin itu passion-mu? Bukan kesenangan sesaat? Apakah publik menghargai passion-mu dan mau membayar dengan layak? Apakah output passion-mu lebih baik daripada yang lain? Think!
4. Misal, ada satu bidang yang awalnya kita anggap biasa-biasa aja. Tapi dari situ, kita bisa menghasilkan Rp 100juta sebulan. Saya yakin, pelan-pelan passion kita akan muncul dibidang itu.
5. Nah, bagi temen-temen yang sudah berkeluarga, ingat, anak dan istri perlu makan setiap hari. Argo kehidupan jalan terus. Belum tentu kesibukan dipassion-mu itu bisa menghasilkan dengan layak. Sementara tanggung jawab sebagai penafkah adalah mutlak. Coba pikirkan lagi.
6. YANG SAYA SARANKAN, mending cari bisnis yang langsung menghasilkan, mudah untuk dibesarkan, dan nggak terlalu merepotkan. Mulai dulu dari situ. Bantu share ya kalau setuju.
7. Mungkin sebagian kita dulu ada yang pacaran. Mungkin pernah menemukan (katanya) cinta sejati. Tapi kalau sekarang kita sudah menikah, maka jadikan istri kita sebagai cinta sejati kita...
8. Demikian p**a dengan sebuah bidang atau bisnis yang jelas-jelas menghasilkan. S**a atau nggak s**a. Passion atau nggak passion. Ada baiknya kita mulai mencintai bidang atau bisnis tersebut. Letakan passion kita disana.
SEMOGA BERMANFAAT 🙏😇