29/09/2024
Belajar dari ikan ARWANA
Seorang santri sedang membersihkan aquarium Kyainya, ia memandang ikan arwana merah dengan takjub, Tak sadar Kyainya sudah berada dibelakangnya "Kamu tahu berapa harga ikan itu?". Tanya sang Kyai.
"Tidak tahu". Jawab si Santri "Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!!" Perintah sang Kyai.
Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga, Kemudian kembali menghadap sang Kyai. "Ditawar berapa nak?" tanya sang Kyai.
"50.000 Rupiah Kyai". Jawab si Santri mantap
"Coba tawarkan ke toko ikan hias!!". Perintah sang Kyai lagi "Baiklah Kyai". Jawab si santri. Kemudia ia beranjak ke toko ikan hias
"Berapa ia menawar ikan itu?".Tanya sang kyai.
"800.000 Rupiah Kyai". Jawab si santri dengan gembira, ia mengira sang Kyai akan melepas ikan itu
"Skrng cb tawarkan ke Si Fulan, bawa ini sbg bukti bhwa ikan itu sdh pernah ikut lomba". Perintah sang Kyai lg"Baik Kyai"Jawab Santri. Kemudian ia pergi menemui siFulan yg dikatakan gurunya. Stelah slsai, ia pulang menghadap sang guru. "Brp ia menawar ikannya?"."50 juta Rupiah Kyai"
Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yang bisa berbed-beda."Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat."
"Oleh karena itu, jangan pernah kamu tinggal di tempat yang salah lalu marah karena tidak ada yang menghargaimu.. Mereka yang mengetahui nilai kamu itulah yang akan selalu menghargaimu"
Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita
Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita
Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita
Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita.
Kita adalah orang-orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri akan kita.
Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak usah berlelah-lelah agar tampak baik di mata orang lain. Cukuplah dengan ridha Allah bagi kita, sungguh mencari ridha manusia adalah tujuan yang takkan pernah tergapai.
Sedangkan Ridha Allah, destinasi yang pasti sampai, maka tinggalkan segala upaya mencari keridhaan manusia, dan fokus saja pada ridha Allah