29/04/2020
(Lanjutan)
Sampailah kami di lokasi yang tidak terlampau jauh dari pusat kota. Kami diterima oleh mbak pemilik kedai, seorang yang sederhana dan sangat baik. "Mas, pokoknya kalo sudah lapar bilang aja.. " demikian pesannya yang selalu diulang ulang. Alhasil, pengeluaran konsumsi kami jadi lebih hemat.
Kami datang hampir jam 9 malam, ketika kedai hampir tutup. Bukan tanpa alasan, kami tidak ingin proses sket terganggu karena proyektor yang meminta cahaya redup. Lagipula memulai menggambar tanpa gangguan akan lebih nyaman.
Sepanjang malam, gerbang kedai dibiarkan terbuka. Ternyata sang pemilik menyediakan akses toilet 24 jam untuk driver ojol yang yang menunggu order di depan, meski kedai beliau sudah tutup.
Tidak hanya itu, disiapkan juga minuman, akses listrik, obat nyamuk ( dan mungkin juga WiFi ) bagi mereka. Wow
Mata kami juga tertarik pada sebuah tulisan di kasir, selain tulisan "Hari Jumat makan gratis" yang ada di depan kedai. "silahkan makan gratis, bagi driver ojol yang mendapat 4x orderan"
Dalam hati kami apa iya ada yang sehari dapat 4 orderan, mengingat cukup banyak driver yang ngetem di depan.. (Bersambung)
@ Krapyak Sragen