16/01/2026
Pasukan NATO dari Denmark, Prancis, Jerman, Swedia, dan Norwegia mulai tiba di Greenland pada Kamis (15/1/2026), menyusul pertemuan pejabat Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland di Washington yang berakhir tanpa kesepakatan.
Pengerahan pasukan ini terjadi di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berulang kali menyatakan keinginan mengambil alih Greenland. Namun, jajak pendapat terbaru menunjukkan 85 persen warga Greenland menolak pulau mereka menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Greenland dinilai strategis oleh AS karena memiliki 25 dari 34 mineral yang dikategorikan sebagai critical raw materials, termasuk mineral tanah jarang (rare earth), emas, uranium, titanium, seng, timah dan besi, serta cadangan minyak dan gas. Pemerintah Greenland menegaskan bahwa, tak seperti Venezuela, wilayahnya sangat terbuka bagi investasi asing dari Amerika Serikat, sehingga tidak ada alasan untuk invasi.