01/05/2020
Lagu al-Quran adalah alunan intonasi atau membaca yang disuarakan dalam keindahan raga nada, variasi serta ipmrovisasi selaras dengan pesan-pesan yang diungkapkan oleh ayat-ayat yang dibaca.
Adapun 7 Macam Lagu dalam seni membaca al-quran yang disuarakan dalam bacaan kitab suci al-Quran harus tunduk dan sesuai serta mengikuti kaidah-kaidah tartil yang tertuang dalam disiplin ilmu tajwid serta makhrojul huruf yang benar.
Lagu-lagu al-Quran semakin berkembang dan terus berjalan selain sebagai cara ibadah dan juga da'wah dan syi'ar. Dengan lantunan keindahan bacaan Al-qur'an yang dilantunkan akan mampu menggetarkan kerasnya hati siapapun yang mendengarkannya.
A. SEKILAS PERANAN TAUSYIH
Tausyih dalam pembelajaran tilawah hanyalah sebatas acuan acoustics (pengetahuan penyuaraan) dari lagu-lagu arabi, bukan batasan-batasan nada variasi maupun improvisasi yang mengikat. Nada-nada yang ada dalam tausyih atau bait-bait syair dalam gerakan-gerakannya seperti gerakan holpen suara.
Yakni gerakan dalam frekuensi sekali atau dua kali, maupun triller suara yakni gerakan suara dalam frekuensi tiga atau empat kali gerakan tetap toleransi terhadap potensi gerakan suara pembaca.
Demikian p**a nada-nada tinggi, sedang dan rendah yang relative panjang dalam kalimat-kalimat pada bait-bait syair juga tetap toleransi pada saat diterapkan pada ayat-ayat al-Quran sesuai kebutuhan yang dituntut oleh pembaca terutama dalam konteks lirik-lirik lagu untuk suatu ayat.
B. TAUSYIH 7 MAQAM TILAWAH
Setiap maqam, mulai dari awal maqam variasi-variasinya sampai nada jawabul jawab dikemas melalui bait-bait syair/tausyih yang ada pada tausyih yang dijadikan sebagai patokan dasar dan rambu-rambu yang memberikan gambaran tentang apa, bagaimana dan betapa variasi maqom yang di lantunkan.
Adapun 7 Maqom Tilawah Seni Baca al-Quran.
Lagu-lagu tersebut dikemas dalam sejumlah Tausyih untuk mempermudah dalam mempelajarinya, macam-macam lagu tersebut terbagi menjadi 7 macam lagu yaitu:
1. Bayyati
2. Shoba
3. Nahawand
4. Hijaz
5. Rost
6. Sika
7. Jiharka.
Dilansir dari kompasiana yang menguraikan secara gamblang perihal bacaan serta persayatan menjadi seorang qori dengan penjabaran yang cukup ringkas.
Sekilas dengan uraiannya berikut:
Sementara itu di ilihat dari segi vocal suara irama didalam seni baca Al-Qur'an terbagi kedalam tiga katagori, Antara lain:
1. Naghom
Adalah vocal suara indah tunggal (tanpa diiringi alat musik), dan tidak terikat dengan not balok serta khusus dipergunakan untuk Tazyin As-Shout bi tilawah Al-Qur'an
2. Talhin
Yakni vocal suara indah dan tunggal yang "arobiyy Al-Qur'an, namun ada yang terkait dengan not balok, sehingga dipergunakan juga untuk selain Al-Qur'an, seperti Qoshidah, Nasyid dan lain-lain.
3. Tarannum
Yaitu vocal suara indah Al-Qur'an, namun suara ini ada juga yang mempergunakan alat musik, sehingga banyak terkait dengan not balok.
Di sinilah timbul istilah Tawsyih bagi orang yang mempelajari Seni Baca Al-Qur'an (tarannum Al-Qur'an), karena kebanyakan tawsyih itu terikat dengan not-not yang telah tersusun
HUKUM DALAM MELAGUKAN ATAU MELAGAMKAN BACAAN AL-QUR'AN
Untuk membaca Al-Qur'an dengan jahr (suara keras), disunnahkan oleh Rosulullah SAW supaya dibaca dengan bagus dan memenuhi beberapa kriteria dibawah ini agar tidak menimbulkan berbeda arti dari pengucapan makhraj yang salah diantaranya :
1. Bagus bacaannya
2. Bagus Tajwidnya
3. Bagus suaranya
4. Bagus lagu dan variasinya
5. Bagus pengaturan nafasnya
6. Bagus penghayatannya.
SYARAT MENJADI SEORANG QORI
Diniatkan ikhlas dan hanya mengharap ridha Allah SWT semata.
Memiliki kemampuan dan pemahaman yang matang di bidang ilmu Tajwid.
Memilki guru dengan sanad keilmuan yang jelas, Musyafahah/Talaqqi kepada guru al-Qur'an yang ahli.
Istiqomah atau Selalu "Nderes" ngaji. Secara Rutin dalam membaca Al-Qur'an.
Senantiasa berlatih/melatih kembali untuk melatih Maqro'/segala sesuatau yang telah disampaikan oleh Guru secara istiqomah. untuk menjaga serta melatih kualitas vokal.
Memahami makna dari setiap ayat yang dibaca, sehingga tepat dalam Waqof dan Ibtida'nya, serta panjang dan pendeknya bacaan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
Menguasai Ilmu Nagham, baik secara teori maupun prakteknya.
Bermental yang kuat melawan ketakutan, serta berani tampil di depan masyarakat luas.
Lawan rasa malu, demam panggung, nervous, karena hal itu dapat mempengaruhi kualitas bacaan akibat dari pengaruh tersebut.
Ketahanan nafas yang terkendali serta ritme yang tepat. Sebat sangat dilarang keras untuk curi-curi nafas pada saat membaca Al-Qur'an.
Kemampuan untuk bersuara dari nada rendah hingga nada tinggi secara teratur, bahkan sampai kepada nada yang paling tinggi (jawabul jawab)
Memiliki kesehatan Jasmani dan Rohani serta senantiasa melatih nafas bisa melakukan latihan rutin pernafasan atau berolahraga lari .
Mengamalkan Akhlaqul Qur'an.
TINGKATAN SENI BACA AL-QUR'AN
Mu'allam : Seni baca al-Qur'an dasar
Murottal : Seni baca al-Qur'an lanjutan
Mujawwad : Seni baca al-Qur'an yang menggunakan nada rendah sedang dan tinggi dengan irama yang khusus
Semoga bermanfaat..