KABAR Berita Cikalongkulon - Cikundul

KABAR Berita Cikalongkulon - Cikundul bersama tegakkan keadilan

Merayakan tahun ke-5 saya di Facebook. Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanpa Anda ...
10/05/2025

Merayakan tahun ke-5 saya di Facebook. Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanpa Anda semua. πŸ™πŸ€—πŸŽ‰

13/05/2021

Taqobbalallahu.. Minna wa min k*m.. Wa syiaamana wa syiamak*m..
Wilujeng boboran fitri......
1442 hijriyyah....

29/04/2021

Wilujeng ngalakasanakeun ibadah puasa...
Kango wilayah cianjur... Khusus na... Cikalongkulon.. Cikundul...

Peta Distrik Cibalagung. Distrik ini terletak di utara Cianjur, berbatasan dengan Maleber (di tenggara), Cibeureum (bara...
27/01/2021

Peta Distrik Cibalagung. Distrik ini terletak di utara Cianjur, berbatasan dengan Maleber (di tenggara), Cibeureum (barat), dan Mande, Majalaya, dan Ciputri (utara). (Sumber: sejarah-nusantara.anri.go.id)

Menurut surat bupati Bandung pada 4 April 1703, Cibalagung bernama lain Datar. Daerahnya mencapai arah selatan Cimandiri, termasuk Cibadak di tengah-tengah antara Cipamingkis dan Cikalong. Demikian p**a dengan Cisero. Ibu kota Cibalagung disebut sebagai Kademangan, yang berjarak tempuh sekitar dua jam dari Cianjur. Kini Kademangan menjadi nama desa di Kecamatan Mande

10/01/2021

Rundayan Para Bupati Cianjur Dari periode 1940-2011
R.A. Wira Tanu I /Rd Djayasasana (1681-1691)
R.A. Wira Tanu II / Rd.Aria Wiramanggala)(1691-1707)
R.A. Wira Tanu III /RA. Astra Manggala(1707-1727)
R.A. Wira Tanu Datar IV/ Rd. Sabirudin(1727-1761)
R.A. Wira Tanu Datar V /Dalem Muhyidin(1761-1776)
R.A. Wira Tanu Datar VI/Dalem Aria Enoh (1776-1813)
R.A.A. Prawiradiredja I (1813-1833)
R. Tumenggung Wiranagara (1833-1834)
R.A.A. Kusumahningrat (Dalem Pancaniti) (1834-1862)
R.A.A. Prawiradiredja II (1862-1910)
R. Demang Nata Kusumah (1910-1912)
R.A.A. Wiaratanatakusumah (1912-1920)
R.A.A. Suriadiningrat (1920-1932)
R. Sunarya (1932-1934)
R.A.A. Suria Nata Atmadja (1934-1943)
R. Adiwikarta (1943-1945)
R. Yasin Partadiredja (1945-1945)
R. Iyok Mohamad Sirodj (1945-1946)
R. Abas Wilagasomantri (1946-1948)
R. Ateng Sanusi Natawiyoga (1948-1950)
R. Ahmad Suriadikusumah (1950-1952)
R. Akhyad Penna (1952-1956)
R. Holland Sukmadiningrat (1956-1957)
R. Muryani Nataatmadja (1957-1959)
R. Asep Adung Purawidjaja (1959-1966)
Letkol R. Rakhmat (1966-1966)
Letkol Sarmada (1966-1969)
R. Gadjali Gandawidura (1969-1970)
Drs. H. Ahmad Endang (1970-1978)
Ir. H. Adjat Sudrajat Sudirahdja (1978-1983)
Ir. H. Arifin Yoesoef (1983-1988)
Drs. H. Eddi Soekardi (1988-1996)
Drs. H. Harkat Handiamihardja (1996-2001)
Ir. H. Wasidi Swastomo, Msi (2001-2006)
Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM (2006-2011)

SILSILAH EYANG DALEM CIKUNDUL

KH Raden Alit Prawatasari adalah seorang Pejuang anti penjajah Kompeni VOC, yang berasal dari daerah Kabupaten Cianjur,J...
09/01/2021

KH Raden Alit Prawatasari adalah seorang Pejuang anti penjajah Kompeni VOC, yang berasal dari daerah Kabupaten Cianjur,Jawa Barat.
Dia adalah keturunan Bangsawan daerah Panjalu , Kabupaten Ciamis.

Kisah Perjuangan.

Alasan pemberontakan Dia adalah penolakan terhadap setoran paksa belerang (dari Gunung Gede) dan buah kopi serta hasil pertanian lainnya oleh Bupati Cianjur Cakrayuda atas perintah Kompeni.

Dia berperang dengan cara bergerliya menentang Kompeni didaerah Jampang, perbatasan Cianjur-Bogor yang selanjutnya meluas ke seluruh Priangan Timur, Cirebon dan Banyumas antara tahun 1703-1707.

Raden Prawatasari mampu menghimpun kekuatan sampai 3000 orang pasukan (yang merupakan suatu jumlah yang besar mengingat jumlah penduduk waktu itu satu kabupaten hanya sekitar 1000 keluarga) untuk melakukan perlawanan terhadap VOC.

Perburuan VOC atas Raden Prawatasari dilakukan oleh Sersan Pieter Scipio bersama pasukan Letnan Ki Mas Tanu (Wedana Tanuwijaya), seorang letnan VOC keturunan sunda sebagai bagian taktik adu domba, dan juga semua Bupati yang tunduk kepada VOC menyatakannya sebagai Karaman (Penjahat).

Kisah perburuan Raden Prawatasari oleh Letnan Ki Mas Tanu tersirat dalam sebuah lagu sunda yang masih dinyanyikan sampai sekarang yaitu lagu Ayang Ayang Gung yang menceritakan bagaimana Ki Mas Tanu bekerjasama dengan Kompeni untuk menangkap seorang penjahat (Raden Prawatasari) dengan cara menipu supaya bisa naik pangkat menjadi seorang Wedana.

31/12/2020

Banyak nama-nama tempat di Cianjur seperti Muka, Sayang, dan lainnya.

Itu ternyata diambil dari sejarah dulu ketika Eyang Dalem Cikundul mendapat tugas dari penerus Syeh Syarif Hidayatullah untuk mendirikan kerajaan kecil di wilayah kosong bekas wilayah Pajajaran.

Penjaga makam Cikundul, Acep mengatakan, sebelum mendirikan Kabupaten Cianjur ia sering berdzikir di kawasan Sagalaherang, Subang.

Saat berangkat ia hanya diberi petunjuk untuk mendirikan kerajaan di kawasan selatan sebelah barat. Petunjuk lainnya adalah wilayah yang harus dijadikan kerajaan itu sering dijadikan tempat mandi hewan badak berwarna putih.

β€œKini sumur tempat mandi hewan badak putih masih ada di dekat pegadaian,” katanya.

Acep mengatakan, setelah mendapat petunjuk tersebut Eyang Dalem Cikundul akhirnya menemukan tempat pemandian badak putih.

Lalu ia membawa pasukan dan sekitar 500 keluarga ke tempat tersebut. Dalam perjalanan membawa pasukan, ada beberapa nama yang hingga kini masih dipakai nama wilayah di Cianjur, di antaranya Muka yang berarti Eyang Dalem Cikundul bersama pasukannya mula membuka wilayah Cianjur, Rancabali saat menemukan kawasan rawa lalu pasukan balik lagi, Sayang Heulang dimana pepohonan tinggi dan banyak tempat burung Elang menetap, Salakopi dimana para pasukannya bersama keluarga memetik biji kopi sebagai perbekalan, dan pamoyanan tempat berjemur.

Sekitar tahun 1691-1692 Masehi berdirilah secara resmi negeri Kerajaan Cianjur yang merdeka dan berdaulat penuh, dipimpin Raden Aria Wiratanu Datar.

Ia diberi tugas menyebarkan agama Islam di wilayah Cianjur, Sukabumi, dan sebagian wilayah Bogor. Memasuki usia lanjut kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya yang bernama raden Aria Wiramanggala yang bergelar Raden Aria Wiratanu Datar Tarikolot.

Di masa usia lanjutnya Eyang Dalem Cikundul berangkat menuju arah Utara lalu mendirikan perguruan Islam di wilayah Cikalongkulon. Tahun 1692- 1695 Masehi Eyang Dalem Cikundul tutup usia dan kemudian disemayamkan di bukit pasir Gajah

27/12/2020

MATAKITA.ID | CIANJUR – Rd.Aria Wiratanudatar waktu kecil bernama Pangeran Jayalalana atau R. Ngabehi Jayasasana. Ayahnya,...

28/06/2020

Ia diberi tugas menyebarkan agama Islam di wilayah Cianjur, Sukabumi, dan sebagian wilayah Bogor.

Address

Jalan Ariawiratanudatar
Cianjur Regency
43291

Telephone

+6281802028329

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KABAR Berita Cikalongkulon - Cikundul posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to KABAR Berita Cikalongkulon - Cikundul:

Share