18/04/2020
Pernah kah kau tatap langit kamar
Dengan perasaan yang aneh
Melangkah, menghitung, mencari
Sesuatu yang tidak akan kamu lihat
Memeta, mencibir, menggerutu
Untuk sesuatu yang tak kamu harap.
Menitih, menginjak, mencaci hal yang
Mungkin tak menyenangkan.
Iya... Itu mungkin keseharian saya.
Berharap memiliki cerita yang hebat
Untuk menepi di kemudian hari.
Kenapa saya lakukan hal bodoh?
Kenapa saya menysal.?
Padahal saya tak pernah mengerti
Tentang sebuah pengalaman senyum.
Saya pernah tersenyum, tapii itu hanya senyum seorang perusak, penghancur, pemalas, pendengki. Yang selalu kalian teriakan, hanya demi fillosop yang kalian pegang erat. Dan menjadi dasar dari keutuhan kalian. Kalian hebat, kalian tak serusak saya. Saya hanya pengharap bukan pelaku atau tokoh penting dalam cerita. Kalian pun mampu jadi hakim agung. Yang hebat dalam memfonis hati. Iya hati itu disini, yang karib saya bilang telah saya tutup. Bukan..!! Dia hanya sedang menepi tanpa bernafas. :')