Berita viral baru

Berita viral baru berita viral new
berita viral baru
berita panas menayangkan sebuah vidio random tergantung kemauan mood kita aja ��
(1)

Puan Maharani Turun Tangan! Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan GRIB Jaya pada Kericuhan Demo 27 AgustusKetua DPR RI, ...
02/09/2026

Puan Maharani Turun Tangan! Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan GRIB Jaya pada Kericuhan Demo 27 Agustus

Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kematian Bambang Setiyawan (60), pedagang cermin yang diduga menjadi korban penganiayaan dalam kericuhan pasca-unjuk rasa pada 27 Agustus 2026 malam.

Politikus PDI Perjuangan itu meminta polisi menyelidiki penyebab kematian Bambang secara menyeluruh, termasuk apabila ditemukan keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.

"Ya kita minta semuanya itu diselidiki oleh pihak penegak hukum dengan tuntas dan kita lihat apa yang terjadi dan ya dituntaskan dengan sebaik-baiknya," kata Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Ia mengingatkan, DPR RI sejak awal telah meminta agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan tidak berujung pada keributan maupun pengrusakan fasilitas umum.

Karena itu, Puan meminta aparat tidak ragu menindak pihak-pihak yang terbukti melakukan penganiayaan terhadap Bambang.

"Jadi kami meminta pada aparat terkait bisa menyelidiki dan menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya, dan menuntaskan masalah ini dengan bukti-bukti yang kuat. Bila memang terbukti ya harus diselesaikan dengan tuntas," ujar Puan.

Senada, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kasus tersebut kepada kepolisian.

Cucun mengatakan, DPR akan meminta perkembangan penyelidikan dan penyidikan kasus kematian Bambang kepada aparat penegak hukum.

"Ya kita serahkan pada penegak hukum untuk memproses dan mencari kebenarannya seperti apa. Nanti kita tanya sudah sampai mana penyelidikan dan penyidikannya ya," ucap Cucun.

Seperti diberitakan, kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, terjadi pada Kamis (27/8/2026) malam, setelah rangkaian aksi penyampaian pendapat di sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Sebagian massa masih bertahan setelah aksi utama berakhir, kemudian terjadi bentrokan dengan aparat.

Kericuhan meluas dari sekitar kompleks parlemen ke kawasan Slipi hingga Pejompongan.

Sebelumnya, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya menegaskan tidak terlibat dalam kematian Bambang Setiyawan.

Bambang diduga menjadi korban penganiayaan dalam kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026) malam.

Wilson Colling dari Divisi Hukum DPP GRIB Jaya mengatakan, saat kericuhan terjadi, pihaknya hanya berada di kawasan Slipi.

"Bahwa antara kematian dengan lokasi yang ketua umum dan masyarakat sekitarnya turun itu jauh berbeda, Pejompongan dan Slipi. Ketua umum bersama masyarakat itu tidak bisa melakukan sampai ke Pejompongan, karena areanya cuma sampai Peninsula dan Polres Jakarta Barat yang lama," ucap Wilson saat ditemui di Jakarta Barat, Senin (31/8/2026).

Puan Maharani didesak untuk buka suara terkait dugaan keterlibatan ormas dalam kericuhan yang terjadi
Desakan ini juga menyangkut kehadiran Ketua GRIB Jaya, Hercules, yang disebut-sebut berada di lokasi.
Publik menanti penjelasan resmi dari pimpinan DPR mengenai peran ormas tersebut.

Sumber tribun network

Wakil Ketua DPRD Kota Manado, Meykel Damapolii alias Teba, diterpa isu miring di media sosial. Ia dituding berselingkuh ...
02/09/2026

Wakil Ketua DPRD Kota Manado, Meykel Damapolii alias Teba, diterpa isu miring di media sosial. Ia dituding berselingkuh dengan seorang perempuan bernama Tasya yang disebut-sebut merupakan saudara dari istrinya.

Isu tersebut mencuat setelah akun media sosial bernama Hardi Kawatu mengunggah sebuah postingan yang menyebut adanya dugaan perselingkuhan tersebut. Dalam caption unggahan, seolah-olah menggambarkan kekecewaan seorang istri yang merasa disakiti oleh suaminya.

Foto yang beredar dalam unggahan tersebut memperlihatkan Teba dan Tasya dalam posisi berdampingan. Namun, foto tersebut diketahui telah diedit.

Menanggapi isu tersebut, Teba dengan tegas membantah tudingan perselingkuhan yang beredar. Ia mengaku kaget karena merasa tidak pernah melakukan hal seperti yang dituduhkan.

“Saya kaget. Saya tidak pernah melakukan itu. Itu hoaks,” ujar Teba saat dikonfirmasi.

Teba juga memastikan kondisi rumah tangganya bersama sang istri dalam keadaan baik. Bahkan, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, ia mengaku sedang bersama istrinya.

“Hubungan saya dengan istri baik-baik saja,” katanya.

Teba juga menyoroti akun yang mengunggah tudingan tersebut. Menurutnya, pihak yang membuat unggahan bahkan mengaku tidak mengenal dirinya.

Meski demikian, Teba menyebut identitas pengelola akun tersebut pada akhirnya dapat diketahui apabila dilakukan pelacakan.

“Dia mengaku tidak kenal saya. Tapi kalau mau dilacak, pasti akan diketahui siapa pelakunya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, isu perselingkuhan ini bukan satu-satunya isu miring yang belakangan menerpa dirinya. Sebelumnya, namanya juga disebut-sebut dalam isu terkait kasus korupsi.

Menurut Teba, kemunculan berbagai isu tersebut tidak terlepas dari situasi politik internal partai menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda).

Ia menduga ada oknum tertentu yang sengaja menyebarkan informasi tidak benar untuk menjatuhkan dan mencemarkan nama baiknya.

“Ini sudah beberapa kali. Mulai dari isu korupsi sampai sekarang isu perselingkuhan. Saya menduga ada oknum yang sengaja melakukan fitnah untuk menjelekkan nama saya, apalagi menjelang Musda,” pungkasnya.

Teba menegaskan dirinya tidak ingin terpancing dengan berbagai isu yang beredar dan menyerahkan persoalan tersebut untuk ditelusuri lebih lanjut.

HEBOH‼️ PENGENDARA MOTOR MENGAMUK, KACA DEPAN MOBIL RUSAK DI JAGAKARSAJAKARTA SELATAN — Aksi seorang pengendara sepeda m...
02/09/2026

HEBOH‼️ PENGENDARA MOTOR MENGAMUK, KACA DEPAN MOBIL RUSAK DI JAGAKARSA

JAKARTA SELATAN — Aksi seorang pengendara sepeda motor mengamuk dan diduga merusak kaca depan sebuah mobil menghebohkan warga di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).

Peristiwa tersebut diduga bermula ketika pengendara motor mengaku hampir tertabrak oleh mobil yang melintas.

Menurut keterangan warga di lokasi, perselisihan antara pengendara motor dan pengemudi mobil sebelumnya terjadi di sekitar sebuah warung. Perselisihan tersebut kemudian berlanjut hingga aksi kejar-kejaran menuju kawasan belakang Ragunan.

Dalam perjalanan, pengendara motor terdengar berteriak, "Maling mobil! Maling mobil!"

Teriakan tersebut membuat mobil yang dikejar akhirnya berhenti di tengah jalan. Pengendara motor kemudian menghampiri mobil dan diduga melakukan aksi perusakan terhadap kaca bagian depan kendaraan.

Sementara itu, pengemudi mobil sempat keluar dari kendaraannya sambil berteriak, "Bukan maling, bukan maling."

Usai kejadian, pengemudi mobil kemudian meninggalkan kendaraan dan menepikannya ke sisi jalan.

Warga yang berada di lokasi juga menyebut tidak melihat adanya kerusakan yang mencolok pada bodi sepeda motor milik pengendara yang sebelumnya mengaku hampir tertabrak.

Hingga kini, kronologi lengkap serta penyebab pasti perselisihan tersebut masih perlu diklarifikasi dari pihak-pihak yang terlibat dan aparat berwenang.

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan mengenai pentingnya mengendalikan emosi saat terjadi konflik di jalan raya. Perselisihan kecil dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar apabila tidak diselesaikan dengan kepala dingin.

Menurut kalian, bagaimana seharusnya persoalan seperti ini diselesaikan?

Tulis pendapat kalian di kolom komentar dengan tetap menjaga etika. 👇








MISTERI M4Y4T PEREMPUAN DALAM KARDUS DI CIPARAY BANDUNG MULAI TERKUAK, TERDUGA PELAKU DICIDUK SAAT HENDAK KABUR KE PALEM...
02/09/2026

MISTERI M4Y4T PEREMPUAN DALAM KARDUS DI CIPARAY BANDUNG MULAI TERKUAK, TERDUGA PELAKU DICIDUK SAAT HENDAK KABUR KE PALEMBANG

BANDUNG – Kasus penemuan jasad perempuan yang ditemukan terbungkus kardus di kawasan Babakan Ciparay, Kota Bandung, akhirnya memasuki babak baru.

Jasad perempuan tersebut ditemukan warga di Jalan Terusan Suryani, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Penemuan bermula ketika warga mencurigai sebuah kardus besar yang berada di pinggir jalan. Dari kardus tersebut terlihat bagian tubuh yang diduga merupakan tangan manusia.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat. Petugas Polsek Babakan Ciparay bersama Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Bandung langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah kardus diperiksa, polisi menemukan jasad seorang perempuan di dalamnya.

Jasad kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung untuk pemeriksaan dan autopsi.

Dari perkembangan penyelidikan, korban diketahui bernama Siti Maimunah, perempuan berusia 41 tahun, yang diketahui berasal dari Tanjungkarang, Bandar Lampung.

Polisi kemudian menelusuri sejumlah saksi dan lokasi yang diduga berkaitan dengan pemindahan kardus tersebut.

Salah seorang saksi mengaku sempat diminta membantu mengangkat kardus besar dari sebuah kontrakan. Saat itu, isi kardus disebut sebagai besi dan pakaian yang akan dikirim ke luar daerah.

Namun, kecurigaan mulai muncul karena kardus tersebut cukup berat dan terdapat aroma tidak sedap.

Kardus kemudian diangkut menggunakan kendaraan jasa pengiriman.

Sopir kendaraan tersebut juga mengaku mulai curiga setelah mencium bau yang tidak biasa dari dalam kardus. Sopir akhirnya meminta bantuan dan melaporkan kecurigaannya kepada pihak berwenang.

Dari hasil penyelidikan dan keterangan para saksi, polisi kemudian mengarah kepada seorang pria berinisial SDS, berusia 31 tahun.

Polisi langsung melakukan pengejaran.

Tak butuh waktu lama, SDS berhasil diamankan kurang dari enam jam setelah jasad korban ditemukan.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, terduga pelaku diamankan saat sedang dalam perjalanan menuju Palembang.

SDS kemudian dibawa ke Mapolrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif pembunuhan, hubungan antara korban dengan terduga pelaku, serta rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia dan jasadnya dibuang dalam kardus.

Polisi juga masih melakukan pendalaman terhadap modus dan lokasi awal terjadinya dugaan tindak pidana tersebut.

Kasus ini masih dalam proses penyidikan. Karena itu, informasi mengenai motif maupun detail kronologi pembunuhan belum dapat disimpulkan sebelum hasil pemeriksaan penyidik dan proses hukum berjalan lebih lanjut.

Sementara itu, masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus tersebut.

Semoga kasus ini segera terungkap secara terang dan keluarga korban mendapatkan keadilan.












RATUSAN S4NTRI PONPES MANBAUL HIKAM SIDOARJO DIDUGA KERACUNAN SETELAH SANTAP MBG, 50 AMBULANS DISIAGAKANSIDOARJO – Ratus...
02/09/2026

RATUSAN S4NTRI PONPES MANBAUL HIKAM SIDOARJO DIDUGA KERACUNAN SETELAH SANTAP MBG, 50 AMBULANS DISIAGAKAN

SIDOARJO – Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (1/9/2026). Para santri mulai mengalami sejumlah keluhan kesehatan beberapa jam setelah mengonsumsi makanan MBG.

Berdasarkan laporan terbaru, jumlah santri yang mendapatkan perawatan medis mencapai 293 orang. Mereka tersebar di delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyebut data tersebut masih merupakan data sementara. Dari 293 santri yang dirawat, terdapat delapan orang yang mengalami gejala berat dan masih membutuhkan observasi serta penanganan medis.

Kronologi kejadian bermula setelah makanan MBG dibagikan kepada para santri sekitar siang hari. Berdasarkan keterangan pendamping SPPG, makanan dikirim sekitar pukul 10.00 WIB dan dibagikan kepada para santri sekitar pukul 12.00 WIB.

Sebanyak 1.010 porsi makanan dilaporkan disiapkan untuk siswa-siswi MTs dan MA Manbaul Hikam.

Menu yang disantap antara lain nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel.

Beberapa jam setelah makan, tepatnya sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah santri mulai mengalami keluhan seperti pusing, mual, muntah, diare hingga sesak napas.

Jumlah santri yang mengalami keluhan kemudian terus bertambah. Pengurus pesantren berupaya memberikan penanganan awal sebelum para santri yang membutuhkan perawatan lebih lanjut dievakuasi ke sejumlah rumah sakit.

Situasi semakin ramai menjelang malam. Puluhan ambulans keluar-masuk kompleks pesantren untuk membawa santri ke fasilitas kesehatan.

Suara Surabaya melaporkan sekitar 50 ambulans disiagakan di sekitar Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Sejumlah ambulans bahkan harus melakukan perjalanan pulang-pergi beberapa kali untuk mengevakuasi pasien.

Pihak kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, serta pemerintah daerah turut melakukan penanganan di lokasi. Personel TNI dan Banser juga terlihat membantu mengatur lalu lintas ambulans serta menjaga situasi di sekitar pesantren.

Bupati Sidoarjo Subandi memastikan para santri telah mendapatkan penanganan medis. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga berencana melakukan pengecekan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG ke pesantren tersebut.

Pemeriksaan akan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan pihak yang menangani perizinan, untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya dugaan keracunan masih dalam penanganan dan pemeriksaan pihak terkait. Karena itu, belum dapat dipastikan bahwa makanan MBG menjadi penyebab tunggal sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar.

Pihak pesantren juga membantah informasi yang menyebut adanya santri meninggal dunia. Informasi mengenai korban meninggal tersebut dinyatakan sebagai hoaks oleh pihak pesantren.

Kapolresta Sidoarjo turut memantau kondisi para santri yang menjalani perawatan dan mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua santri, agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Saat ini kondisi para santri yang terdampak masih terus dipantau oleh tenaga medis.

Semoga seluruh santri yang sedang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. 🤲🙏









TETANGGA SEMPAT BANTU ANGKAT KARDUS BERISI JASAD DI BANDUNG, DIKIRA PAKET BIASABANDUNG — Penemuan jasad seorang perempua...
01/09/2026

TETANGGA SEMPAT BANTU ANGKAT KARDUS BERISI JASAD DI BANDUNG, DIKIRA PAKET BIASA

BANDUNG — Penemuan jasad seorang perempuan yang terbungkus kardus di Jalan Terusan Suryani, kawasan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026), mengungkap cerita mengejutkan dari seorang warga yang tanpa mengetahui isinya sempat membantu mengangkat kardus tersebut.

Jasad perempuan itu ditemukan di pinggir Jalan Soekarno-Hatta, wilayah RW 05, Kelurahan Babakan Ciparay, sekitar pukul 11.00 WIB. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam proses penyelidikan, muncul kesaksian seorang warga bernama Daniel, tetangga dari pria yang kini disebut sebagai terduga pelaku. Daniel mengaku sempat diminta membantu mengangkat sebuah kardus berukuran besar dari kamar kos.

Saat itu, Daniel mengaku tidak mengetahui bahwa kardus tersebut berisi jasad manusia. Ia mengira barang yang hendak dipindahkan merupakan perabot atau barang biasa.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Daniel saat itu berada di kamar setelah istrinya mengantar anak mereka ke sekolah. Tidak lama kemudian, pintu kamar Daniel diketuk oleh tetangganya yang meminta bantuan untuk mengangkat sebuah barang.

“Dia bilang bisa minta tolong angkatkan barang. Saya katakan iya, ayo. Saya pikir barangnya lemari atau apa begitu,” ujar Daniel.

Daniel kemudian masuk ke kamar dan melihat sebuah kardus berukuran besar. Kardus tersebut kemudian diminta untuk dibawa ke bagian depan jalan.

Namun, saat mencoba mengangkatnya, Daniel menyadari bahwa kardus tersebut cukup berat sehingga tidak mungkin dibawa hanya oleh dua orang. Ia kemudian meminta bantuan warga lainnya.

“Wah berat dusnya. Saya katakan harus dibantu warga lain lagi. Akhirnya saya panggil tetangga lain dan akhirnya bertiga diangkatnya ke bawah,” kata Daniel.

Setelah berhasil dibawa keluar dari kamar, kardus tersebut kemudian dipindahkan menggunakan troli sebelum akhirnya diangkut menggunakan kendaraan pikap.

Daniel menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui isi kardus ketika membantu proses pemindahan tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa sosok yang meminta bantuan tersebut selama ini dikenal jarang berkomunikasi dengan warga sekitar.

“Terduga pelaku sudah ada ketika saya masuk. Sosok terduga memang orangnya jarang berkomunikasi. Kalau bertemu pun sebatas tegur sapa saja,” tuturnya.

Kamar kos yang menjadi lokasi awal kardus tersebut berada di kawasan Dunguscariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap lokasi tersebut sebagai bagian dari pengungkapan kasus.

Sementara itu, polisi menyebut jasad yang ditemukan merupakan perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun. Identitas korban hingga Selasa (1/9/2026) masih dalam proses penyelidikan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah TKP, polisi menduga terdapat unsur pembunuhan dalam kasus tersebut. Jenazah telah dievakuasi ke RS Sartika Asih Bandung untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

Kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

VIRAL JEMBATAN PONGPET PANGANDARAN, TNI AD BERI KLARIFIKASIJembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta,...
01/09/2026

VIRAL JEMBATAN PONGPET PANGANDARAN, TNI AD BERI KLARIFIKASI

Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah video insiden saat peresmian viral di media sosial.

TNI Angkatan Darat (TNI AD) memberikan klarifikasi bahwa struktur utama jembatan tidak runtuh atau ambruk secara keseluruhan.

Menurut keterangan resmi Dispenad, bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama, sehingga jembatan mengalami kemiringan.

Insiden terjadi setelah puluhan orang melintas secara bersamaan usai prosesi peresmian. TNI AD menyebut jembatan memiliki batas kapasitas tertentu yang sebelumnya telah disosialisasikan kepada masyarakat.

Saat ini, Jembatan Gantung Pongpet belum dibuka untuk masyarakat dan masih menjalani proses perbaikan serta evaluasi teknis untuk memastikan keamanan dan kelayakannya sebelum kembali digunakan.

⚠️ Jadi, untuk sementara jangan dilalui sampai ada kepastian resmi bahwa jembatan sudah dinyatakan aman.

Menurut kalian, bagaimana kejadian ini?
Apakah pengawasan kapasitas jembatan saat peresmian perlu diperketat? 👇

🚨 BREAKING NEWS — PEMUDA DI KAUDITAN MINUT DITIKAM OTKMINAHASA UTARA — Kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata taj...
01/09/2026

🚨 BREAKING NEWS — PEMUDA DI KAUDITAN MINUT DITIKAM OTK

MINAHASA UTARA — Kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) terjadi di Desa Kauditan Dua, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 01.00 WITA dini hari.

Seorang pemuda berinisial CL, yang diketahui berasal dari wilayah Kauditan, menjadi korban dalam insiden tersebut.

Berdasarkan informasi awal yang beredar, korban diduga ditikam oleh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa tersebut kemudian membuat warga sekitar geger.

Hingga berita ini disusun, identitas pelaku serta motif di balik dugaan penikaman tersebut belum diketahui secara pasti.

Belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan kronologi lengkap kejadian, termasuk jenis senjata yang digunakan, jumlah luka yang dialami korban, maupun kondisi terakhir korban.

Kasus tersebut diharapkan segera mendapat penanganan dari pihak kepolisian. Aparat diharapkan melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap identitas dan motif pelaku.

Masyarakat juga diimbau tidak mengambil kesimpulan sendiri maupun menyebarkan identitas yang belum terkonfirmasi agar proses hukum dapat berjalan dengan baik.

⚠️ PERKEMBANGAN KASUS INI MASIH DINANTIKAN.

Apakah Anda mengetahui informasi mengenai kejadian tersebut? Silakan sampaikan informasi di kolom komentar dengan tetap mengutamakan fakta dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.














🇮🇩 KABAR BAIK! WARGA BERTATO ADAT TETAP BISA DAFTAR TNIJAKARTA — Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki tato sebagai b...
01/09/2026

🇮🇩 KABAR BAIK! WARGA BERTATO ADAT TETAP BISA DAFTAR TNI

JAKARTA — Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki tato sebagai bagian dari tradisi dan budaya adat. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa tato yang dimiliki karena tradisi adat tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk mendaftar sebagai prajurit TNI.

Penegasan tersebut disampaikan Maruli setelah menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Maruli, ketentuan mengenai tato yang berasal dari tradisi adat sebenarnya bukan kebijakan baru. Ia menyebut aturan tersebut sudah diperbolehkan sejak sebelumnya.

“Memang dari dulu juga sudah boleh, memang nggak ada masalah itu. Dulu dibuatnya kalau punya tato karena tradisi ya diizinkan,” ujar Maruli.

Pernyataan tersebut juga berkaitan dengan aspirasi perwakilan masyarakat Suku Dayak se-Kalimantan yang sebelumnya bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu aspirasi yang disampaikan adalah agar masyarakat Dayak tetap memiliki kesempatan untuk menjadi anggota TNI meskipun mempunyai tato yang merupakan bagian dari adat dan tradisi.

Maruli mengatakan TNI tidak mempermasalahkan calon prajurit yang memiliki tato karena tradisi adat. Namun, hingga saat ini pihaknya mengaku belum mengetahui adanya pendaftar yang berada dalam kategori tersebut.

TNI, kata Maruli, akan mencari dan memastikan apabila terdapat masyarakat yang memiliki tato tradisional dan berminat mengikuti proses pendaftaran.

“Yang berminat kita belum tahu, nanti kita cari lagi. Kita pastikan,” kata Maruli.

Ia juga menegaskan bahwa TNI menyambut baik apabila prajurit berasal dari berbagai daerah dan suku di Indonesia. Hal tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan TNI yang saat ini tengah berupaya menambah jumlah personel.

Dengan demikian, masyarakat yang memiliki tato karena alasan adat dan tradisi tidak perlu menganggap tato tersebut sebagai penghalang untuk mencoba mendaftar menjadi prajurit TNI. Namun, calon tetap harus mengikuti seluruh tahapan dan ketentuan seleksi yang berlaku.

🇮🇩 BAGI ANAK DAYAK DAN SUKU LAIN YANG MEMILIKI TATO ADAT, SUDAH SIAP MENGABDI UNTUK NEGARA?

Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇

Sumber: ANTARA News

DIDUGA CURI HP KARYAWAN INDOMARET DI MATUNGKAS, TERDUGA PELAKU MASIH DICARIMINAHASA UTARA — Dugaan kasus pencurian handp...
01/09/2026

DIDUGA CURI HP KARYAWAN INDOMARET DI MATUNGKAS, TERDUGA PELAKU MASIH DICARI
MINAHASA UTARA — Dugaan kasus pencurian handphone (HP) milik seorang karyawan Indomaret di wilayah Matungkas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, menjadi perhatian. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di lingkungan tempat kerja korban.
Berdasarkan informasi yang diterima, sebuah handphone milik karyawan diduga hilang dan kuat dugaan barang tersebut diambil oleh seseorang yang kini masih dalam pencarian. Identitas terduga pelaku belum dapat dipastikan secara resmi dan masih menunggu proses penelusuran lebih lanjut.
Pihak Polsek Dimembe disebut masih melakukan pencarian serta menindaklanjuti informasi yang berkaitan dengan keberadaan terduga pelaku. Hingga saat ini, perkara tersebut belum sampai pada tahap penetapan tersangka karena proses hukum dan laporan resmi masih menjadi bagian penting dalam penanganan kasus.
Sementara itu, pihak pelapor disebut masih memberikan kesempatan kepada terduga pelaku untuk menunjukkan itikad baik dan menyelesaikan persoalan tersebut sebelum laporan resmi dibuat kepada pihak kepolisian.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan ruang penyelesaian secara baik-baik. Namun demikian, apabila tidak terdapat itikad baik dari pihak yang diduga terlibat, pelapor dapat menempuh jalur hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengambil tindakan sendiri ataupun menyebarkan identitas seseorang sebagai pelaku sebelum adanya kepastian dari pihak berwenang. Informasi mengenai dugaan tindak pidana sebaiknya disampaikan kepada kepolisian agar dapat dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti secara profesional.
Kasus ini masih dalam proses penelusuran. Perkembangan selanjutnya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kronologi kejadian, keberadaan handphone yang dilaporkan hilang, serta pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Hingga berita ini ditulis, terduga pelaku masih dalam pencarian dan belum ada keterangan resmi mengenai penetapan tersangka.
Catatan: Setiap pihak yang disebut atau diduga terkait tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan sanggahan. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai adanya putusan atau kepastian hukum dari pihak yang berwenang.

Address

Bumi Serpong

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Berita viral baru posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Berita viral baru:

Shortcuts

Share