31/07/2021
Ode Buat Rumphius
Acrylic On Canvas
145 X 120 Cm
2021
Ode Buat Rumphius
Georg Eberhard Rumpf atau Rumphius pernah dijuluki sebagai “orang buta yang berpandangan jauh”. Ia memiliki minat kepada obat-obatan, khasiat yang terkandung dalam tanaman dan tumbuh-tumbuhhan Nusantara, khususnya Ambon. Salah satu karyanya, Kitab Jamu-jamu, tak hanya terkait rupa, warna tapi juga mitologi (khasiat atau manfaat untuk menyembuhkan penyakit dan adat magis) yang ia umgkapkan dengan metafora. Tak berlebihan kiranya memang, Rumphius sebagai bagian dari jejak sejarah flora nusantara, dimaknai oleh Budayawan Dick Hartoko dalam esai “Pencinta Alam Maluku”, memaknai dunia yang kelihatan selalu bertalian dengan dunia yang tak kelihatan.
Lukisan Ode Buat Rumphius ini, dimaksudkan sebagai pemuliaan terhadap jejak dan dunia batin Rumphius. Bila rumphius kerap kali melakukan pelukisan lumut gunung dan pohon dengan menunjukkan kepada bentuk-bentuk manusia, justru sebaliknya Ode Buat Rumphius menampilkan objek naif. Pasalnya, ketika Rumphius mengalami buta, jamu-jamuan, pohon-pohon, daun-daun yang ia pandang sebagai dunia ajaib, ia visualisaikan hanya bertolak dari daya ingat, jari tangan untuk meraba, dan kemudia dengan angan-angan.
Di sisi lain, lukisan Ode Buat Rumphius ini, juga mempertalikan bahwa jamu-jamuan sebagai kekayaan Nusantara tak pernah usai sebagai cerita. Jamu-jamuan dari masa Rumphius sampai masa kini jadi bagian kisah ajaib dari alam semesta yang membawa sekian khasiat menyembuhkan penyakit. Saat manusia dihadapkan pada wabah, mulai dari Flu Burung di tahun 2004 juga di masa pandemi Covid-19 saat ini, jamuan-jamuan dari flora nusantara jadi salah satu cara manusia menjaga diri untuk bertahan hidup, mendapat khasiat untuk tetap sehat dan bugar, melawan wabah yang tak kasat mata.
🎨