Bogi Pranata

Bogi Pranata Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Bogi Pranata, Visual Arts, Brebes.

Random Drawing 🤸🏻‍♂️
04/03/2022

Random Drawing 🤸🏻‍♂️


03/03/2022
Pleased to announce our selected artist for the International Poster Exhibition and Symposium "PostHuman"In short, 80 ar...
17/01/2022

Pleased to announce our selected artist for the International Poster Exhibition and Symposium "PostHuman"

In short, 80 artist spreads from over 20 countries were matches are together designed meaningful posters on the theme of PostHuman.

Communication Design Study Program, Institut Teknologi Telkom Purwokerto held a poster exhibition by inviting a selection of works from designers/artists from several countries. Conveying the meaning that being human in the PostHuman era is a medium of respect for the collaborative relationship of technology that continues to develop. This exhibition will be the embodiment of the human attitude in placing the reality of his body in the digital world. Most importantly, this exhibition will foster an attitude of optimism and participate in propagating harmonization to peacefully coexist with technology to become the PostHuman image of all humans on earth.

SAVE THE DATE!
See you at January, 31th - February, 5th 2022 in Satria Gallery, Purwokerto, Central Java - Indonesia.

Special thanks to our partners that has supported International Poster Exhibition and Symposium "PostHuman" :

FRID
DKV IT Telkom Purwokerto
HONF Foundation
Smesta
HOM
ADGI
XDKVISIYK
Whiteboard Journal

Sountrack For Your Life.
17/11/2021

Sountrack For Your Life.

04/10/2021

04/08/2021

I hate mathematics i love hotwheels


Ode Buat RumphiusAcrylic On Canvas145 X 120 Cm2021Ode Buat RumphiusGeorg Eberhard Rumpf atau Rumphius pernah dijuluki se...
31/07/2021

Ode Buat Rumphius
Acrylic On Canvas
145 X 120 Cm
2021

Ode Buat Rumphius

Georg Eberhard Rumpf atau Rumphius pernah dijuluki sebagai “orang buta yang berpandangan jauh”. Ia memiliki minat kepada obat-obatan, khasiat yang terkandung dalam tanaman dan tumbuh-tumbuhhan Nusantara, khususnya Ambon. Salah satu karyanya, Kitab Jamu-jamu, tak hanya terkait rupa, warna tapi juga mitologi (khasiat atau manfaat untuk menyembuhkan penyakit dan adat magis) yang ia umgkapkan dengan metafora. Tak berlebihan kiranya memang, Rumphius sebagai bagian dari jejak sejarah flora nusantara, dimaknai oleh Budayawan Dick Hartoko dalam esai “Pencinta Alam Maluku”, memaknai dunia yang kelihatan selalu bertalian dengan dunia yang tak kelihatan.

Lukisan Ode Buat Rumphius ini, dimaksudkan sebagai pemuliaan terhadap jejak dan dunia batin Rumphius. Bila rumphius kerap kali melakukan pelukisan lumut gunung dan pohon dengan menunjukkan kepada bentuk-bentuk manusia, justru sebaliknya Ode Buat Rumphius menampilkan objek naif. Pasalnya, ketika Rumphius mengalami buta, jamu-jamuan, pohon-pohon, daun-daun yang ia pandang sebagai dunia ajaib, ia visualisaikan hanya bertolak dari daya ingat, jari tangan untuk meraba, dan kemudia dengan angan-angan.

Di sisi lain, lukisan Ode Buat Rumphius ini, juga mempertalikan bahwa jamu-jamuan sebagai kekayaan Nusantara tak pernah usai sebagai cerita. Jamu-jamuan dari masa Rumphius sampai masa kini jadi bagian kisah ajaib dari alam semesta yang membawa sekian khasiat menyembuhkan penyakit. Saat manusia dihadapkan pada wabah, mulai dari Flu Burung di tahun 2004 juga di masa pandemi Covid-19 saat ini, jamuan-jamuan dari flora nusantara jadi salah satu cara manusia menjaga diri untuk bertahan hidup, mendapat khasiat untuk tetap sehat dan bugar, melawan wabah yang tak kasat mata.

🎨

We Could Falling In Love Like Other Do.
31/05/2021

We Could Falling In Love Like Other Do.

We Could Falling In Love Like Other Do.
31/05/2021

We Could Falling In Love Like Other Do.

Little Swing
07/05/2021

Little Swing

Ngapunten lur! Yuk ikutan lomba poster digital dengan tema “AYO KE MUSEUM WAYANG BANYUMAS”!1. Buat karya original berupa...
29/04/2021

Ngapunten lur! Yuk ikutan lomba poster digital dengan tema “AYO KE MUSEUM WAYANG BANYUMAS”!
1. Buat karya original berupa poster digital dengan format 1:1 (kotak ), Bertemakan "Ayo ke Museum Wayang Banyumas"
2. Unggah di Instagram Feed
3. Deskripsikan karya karhu dalam caption
4. Mention serta tag dan
5. Gunakan hashtag dan
Akan dipilih 3 pemenang oleh juri kita dan
yang masing-masing akan mendapatkan uang jutaan rupiah!! MANTEP RA!
Jangan lupa juga cek syarat dan ketentuannya lur!
a. WNI usia minimal 18 tahun, berdomisili di kabupaten Banyumas, serta memiliki kartu identitas (KTP/SIM/KK) yang masih berlaku⁣
b. Karya Poster tidak mengandung unsur pornografi, pornoaksi, politik, SARA, melanggar Hak Cipta dan bertentangan dengan hukum yang berlaku di Republik Indonesia⁣
c. Akun IG peserta tidak boleh di private⁣
d. Seluruh peserta menyadari, menyetujui dan bersedia mengikuti seluruh peraturan serta tahapan kompetisi yang telah ditetapkan oleh panitia.⁣
e. Kegiatan ini tidak berlaku bagi seluruh panitia, penyelenggara, dan juri lomba poster Museum Wayang Banyumas.
f. Kompetisi ini tidak dipungut biaya apapun⁣
g. Karya peserta tidak menjadi hak milik penyelenggara, namun pihak Museum Wayang Banyumas berhak mendistribusikan karya peserta pada instagram selama periode lomba berlangsung dengan tetap menyebutkan akun instagram peserta pada caption.
h. Pihak Museum Wayang Banyumas berhak mendistribusikan karya pemenang lomba poster digital “AYO KE MUSEUM WAYANG BANYUMAS” demi kepentingan promosi Museum Wayang Banyumas
i. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat⁣
Stater Laptopmu Kawannn!!!


Marhaban ya Ramadhan 🍚
12/04/2021

Marhaban ya Ramadhan 🍚

Address

Brebes

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bogi Pranata posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category