16/12/2021
SEMENJAK AKRAB DENGAN MEDSOS, MENTAL SIFAT KITA KOK JADI SOK MEN JUDG ORANG LAIN
Hai kawan itu bukan budaya kita.
STOP BULYNG DAN JUDG ORANG LAIN.
TETAPLAH PAKAI NURANI DALAM BERMEDSOS
Karena Kita tidak tahu, barangkali kapan saatnya posisi kita dibalik.
DERITA NOVI, SIAPA YANG MAU PEDULI ?
(Copast dari group fb : Komunitas Ngapak Brebes)
Namanya Novi, dara asal kota bawang, Brebes, Jawa Tengah. Usianya masih belasan tahun. Saat ini dia sedang menapaki masa-masa indah remajanya, dan selangkah lagi akan beranjak menjadi gadis yang dewasa.
Namun ahir-ahir ini Novi mengalami tekanan psikologis yang sangat berat, mentalnya down. Sudah hampir seminggu ini Novi mengurung diri di kamar mungilnya. Rambutnya yang pirang sekarang warnanya mulai memudar, rona-rona riangnya perlahan mulai menghilang dari wajah orientalnya.
Hampir seminggu ini foto dirinya yang sedang duduk di motor vixion bersama kekasihnya viral di media sosial, dan menjadi bahan editan bercampur bullying di kalangan netizen +62. Kini Novi masih menyendiri di kamarnya, dan mulai menepi dari hingar bingar media sosial dengan menutup akun facebooknya.
Bak dihajar palu godam, senyum yang biasanya mekar merekah dari kedua bibirnya kini telah menghilang. Binar-binar cahaya jelita yang biasa dia pancarkan dari kedua bola matanya kini telah redup, hatinya pun telah layu akibat keserakahan jari jemari netizen +62 yang begitu buas mengedit foto dirinya, dan menjadi bahan bullyan di jagat maya.
Keluarganya pun dirundung pilu, bingung mencari formula yang mumpuni agar anak gadisnya lekas bangkit, dan senyumnya mekar kembali.
Malam kemarin ibunya menghampiri Novi, yang masih menyendiri di kamar mungilnya.
"Nak, yang sabar, yah. Gusti mboten sare.... Biar Gusti Allah yang membalas perbuatan mereka."
"Enggak, Bu. Gusti Allah tidak perlu membalas perbuatan mereka, saya sudah memafkannya, jauh sebelum memviralkan foto saya, saya sudah lapang dada memaafkan mereka semua."
Tak terasa, air mata ibunya jatuh berlinang, mendengar jawaban dari putri kinasihnya. Ibunya pun memeluk erat sambil lirih membisik telinga Novi
"Sing sabar, nok, koen pasti kuat, koen pasti kuat cah ayu."
Novi pun tak kuasa menahan air matanya, tangisnya pecah, pelukannya semakin erat.
Di tengah badai bullying yang menghantam dirinya Ibunya datang membawa kehangatan di setiap erat pelukannya, menguatkan dirinya, sekuat-kuatnya. Orang tua mana yang tega melihat anaknya down mental?
Iya, Novi, gadis yang malang, dibullying oleh netizen +62 yang tidak pernah tahu tata krama dalam dunia maya, karakternya dibabat habis-habisan. Novi, umurnya baru belasan tahun, mentalnya belum matang sepenuhnya untuk menghadapi cyber bullying seperti kalian. Masa depan dia masih panjang, sayang sekali jika dia harus merasakan stress berkepanjangan, dan down mental menghadapi bullyan kalian dengan mengedit foto dirinya, dan memviralkannya.
Untuk yang sudah membullying Novi, apakah dengan membullying Novi akan menaikan derajat kalian? Apakah kalian akan menjadi lebih terhormat, dan lebih mulia dari Novi? Jawabannya ada pada diri kalian masing-masing.
Untuk Novi, siapa yang mau peduli? Ya, tanyakan saja pada hati kecil kalian masing-masing, dan sedikit merenung, "jika saya di posisi Novi."