Empat Musim

Empat Musim Empat Musim was formed on 01 January 2018, Empat Musim was born by one of the Azka Prototype personnel, who acted as Multi Instrument.

At that time, Want to form a band with Nuance Music Unplugged

12/12/2025

Kau datang di awal pagi, tanpa suara
Membuatku berlari, mengejar semua cita
Setiap langkahku dihitung dengan detik
Tapi kenapa hati ini selalu saja kosong, tak terisi?

Terkadang kau jadi teman, terkadang musuh dalam selimut
Kau datang memberikan harapan, atau hanya mimpi yang semu
Kepada uang, apakah kau bisa membuatku bahagia?
Atau justru membuatku merasa semakin hampa?

Kepada uang,
kupertanyakan arti semua ini
Apakah kau bisa mengisi ruang yang hilang?
Berlari mengejarmu tanpa henti
Namun ku tahu,
kau tak pernah cukup untuk hati

Setiap lembar kertas itu jadi taruhan
Menentukan setiap pilihan dalam perjalanan
Ku cari senyum dalam harta yang kumiliki
Tapi kadang, kau malah jadi beban yang tak terhenti

Terkadang kau jadi teman, terkadang musuh dalam selimut
Kau datang memberikan harapan, atau hanya mimpi yang semu
Kepada uang, apakah kau bisa membuatku bahagia?
Atau justru membuatku merasa semakin hampa?

Kepada uang,
kupertanyakan arti semua ini
Apakah kau bisa mengisi ruang yang hilang?
Berlari mengejarmu tanpa henti
Namun ku tahu,
kau tak pernah cukup untuk hati

Kepada uang,
kupertanyakan arti semua ini
Apakah kau bisa mengisi ruang yang hilang?
Berlari mengejarmu tanpa henti
Namun ku tahu,
kau tak pernah cukup untuk hati

Kepada uang,
kupertanyakan arti semua ini
Apakah kau bisa mengisi ruang yang hilang?
Berlari mengejarmu tanpa henti
Namun ku tahu,
kau tak pernah cukup untuk hati

Kepada uang,
kupertanyakan arti semua ini
Apakah kau bisa mengisi ruang yang hilang?
Berlari mengejarmu tanpa henti
Namun ku tahu,
kau tak pernah cukup untuk hati

11/12/2025

Di malam yang sepi, aku termenung sendiri
Menyusuri jejak-jejak lama yang kini tak lagi ada
Setiap kenangan, seperti bayang-bayang
Yang tak bisa kuhapus, meski ku coba melangkah

Dulu aku mencari, siapa aku yang hilang
Dalam dunia yang penuh dengan kebingunganku
Kini aku tahu, aku harus melepaskan
Agar bisa kembali, menjadi diriku yang utuh

Aku setelah aku,
tak lagi seperti dulu
Melewati jalan sunyi,
tanpa ada yang menunggu
Aku setelah aku,
belajar untuk berdiri
Menerima kehilangan,
dan belajar untuk mencintai diri

Banyak kata yang terlontar tanpa arti
Banyak janji yang akhirnya terputus di tengah jalan
Namun kini aku sadar, hidup tak selalu seperti yang kita inginkan
Kadang kita harus jatuh, untuk bisa bangkit lebih tinggi

Dulu aku mencari, siapa aku yang hilang
Dalam dunia yang penuh dengan kebingunganku
Kini aku tahu, aku harus melepaskan
Agar bisa kembali, menjadi diriku yang utuh

Aku setelah aku,
tak lagi seperti dulu
Melewati jalan sunyi,
tanpa ada yang menunggu
Aku setelah aku,
belajar untuk berdiri
Menerima kehilangan,
dan belajar untuk mencintai diri

Aku setelah aku,
tak lagi seperti dulu
Melewati jalan sunyi,
tanpa ada yang menunggu
Aku setelah aku,
belajar untuk berdiri
Menerima kehilangan,
dan belajar untuk mencintai diri

Aku setelah aku,
tak lagi seperti dulu
Melewati jalan sunyi,
tanpa ada yang menunggu
Aku setelah aku,
belajar untuk berdiri
Menerima kehilangan,
dan belajar untuk mencintai diri

Aku setelah aku,
tak lagi seperti dulu
Melewati jalan sunyi,
tanpa ada yang menunggu
Aku setelah aku,
belajar untuk berdiri
Menerima kehilangan,
dan belajar untuk mencintai diri

Aku setelah aku,
tak lagi seperti dulu
Melewati jalan sunyi,
tanpa ada yang menunggu
Aku setelah aku,
belajar untuk berdiri
Menerima kehilangan,
dan belajar untuk mencintai diri

11/12/2025

Kau adalah cahaya yang memecah malam
Dalam gelap, kita temukan arah
Berdua kita menari di bawah bintang
Menyusun cerita tanpa kata, hanya rasa

Saat kita berpandangan, dunia berhenti
Seakan semesta menundukkan diri
Di setiap denting waktu yang berlalu
Ada kamu, ada aku, kita satu

Roman semesta....
kisah yang abadi
Tertulis di langit,
tak terhapus waktu
Kau dan aku,
seperti dua bintang
Bersinar bersama,
menembus galaksi
Roman semesta....
takkan pernah usai
Cinta kita,
lebih luas dari yang kita tahu
Bersama kita,
menulis sejarah baru
Roman semesta....
hanya kau dan aku…

Kita menulis takdir dengan jemari
Menembus ruang, melawan gravitasi
Kau adalah jarak yang ingin kutempuh
Dan aku adalah langkah yang kau ikuti

Di setiap detik yang kita lewati
Kita tahu, tak ada yang bisa memisahkan
Cinta ini adalah hukum alam
Mengikat kita di orbit yang sama

Roman semesta....
kisah yang abadi
Tertulis di langit,
tak terhapus waktu
Kau dan aku,
seperti dua bintang
Bersinar bersama,
menembus galaksi
Roman semesta....
takkan pernah usai
Cinta kita,
lebih luas dari yang kita tahu
Bersama kita,
menulis sejarah baru
Roman semesta....
hanya kau dan aku…

Roman semesta....
kisah yang abadi
Tertulis di langit,
tak terhapus waktu
Kau dan aku,
seperti dua bintang
Bersinar bersama,
menembus galaksi
Roman semesta....
takkan pernah usai
Cinta kita,
lebih luas dari yang kita tahu
Bersama kita,
menulis sejarah baru
Roman semesta....
hanya kau dan aku…

Roman semesta....
kisah yang abadi
Tertulis di langit,
tak terhapus waktu
Kau dan aku,
seperti dua bintang
Bersinar bersama,
menembus galaksi
Roman semesta....
takkan pernah usai
Cinta kita,
lebih luas dari yang kita tahu
Bersama kita,
menulis sejarah baru
Roman semesta....
hanya kau dan aku…

10/12/2025

Di bawah langit yang biru
Kita bersatu, meniti waktu
Setiap langkah, setiap doa
Hanyalah untuk cinta yang agung

Saat dunia terasa gelap
Kau hadir bawa terang
Denganmu, aku tahu
Cinta ini takkan pernah pudar

Cinta yang agung, cinta yang tulus
Mengalir di setiap detak jantungku
Tak terhitung waktu, tak terbatas ruang
Bersama kita membangun dunia yang baru

Melangkah bersama, tak terpisah
Setiap senyumanmu, cahayaku
Walau badai datang menghujam
Kita akan tetap berdiri teguh

Saat dunia terasa gelap
Kau hadir bawa terang
Denganmu, aku tahu
Cinta ini takkan pernah pudar

Cinta yang agung, cinta yang tulus
Mengalir di setiap detak jantungku
Tak terhitung waktu, tak terbatas ruang
Bersama kita membangun dunia yang baru

Cinta yang agung, cinta yang tulus
Mengalir di setiap detak jantungku
Tak terhitung waktu, tak terbatas ruang
Bersama kita membangun dunia yang baru

Cinta yang agung, cinta yang tulus
Mengalir di setiap detak jantungku
Tak terhitung waktu, tak terbatas ruang
Bersama kita membangun dunia yang baru

Cinta yang agung, cinta yang tulus
Mengalir di setiap detak jantungku
Tak terhitung waktu, tak terbatas ruang
Bersama kita membangun dunia yang baru

Cinta yang agung, cinta yang tulus
Mengalir di setiap detak jantungku
Tak terhitung waktu, tak terbatas ruang
Bersama kita membangun dunia yang baru

Tak ada yang bisa menghentikan kita
Cinta ini lebih kuat dari segalanya
Ketika kita berdua saling percaya
Maka tak ada yang tak mungkin

09/12/2025

Terlalu banyak kata yang terucap
Tapi tak ada yang benar-benar terasa
Kau dan aku, sama seperti hujan
Datang dan pergi, tanpa jejak di tanah

Dan kita terus berjalan,
Tanpa tujuan yang jelas
Mungkin inilah cerita kita
Sederhana, tak perlu banyak dusta

Lagu biasa, tak ada yang istimewa
Hanya melodi yang terulang tanpa makna
Cinta kita, bukan kisah yang luar biasa
Hanya sekedar lagu biasa yang terlupa

Kita lewati hari-hari yang datar
Bicara tentang hal-hal yang biasa saja
Tak ada keajaiban yang kita tunggu
Hanya ada rasa yang mulai luntur

Dan kita terus berjalan,
Tanpa tujuan yang jelas
Mungkin inilah cerita kita
Sederhana, tak perlu banyak dusta

Lagu biasa, tak ada yang istimewa
Hanya melodi yang terulang tanpa makna
Cinta kita, bukan kisah yang luar biasa
Hanya sekedar lagu biasa yang terlupa

Lagu biasa, tak ada yang istimewa
Hanya melodi yang terulang tanpa makna
Cinta kita, bukan kisah yang luar biasa
Hanya sekedar lagu biasa yang terlupa

Mungkin tak ada yang salah dengan biasa
Tak semua harus jadi cerita besar
Kadang hidup memang tak sempurna
Tapi kita coba untuk tetap ada

Lagu biasa, tak ada yang istimewa
Hanya melodi yang terulang tanpa makna
Cinta kita, bukan kisah yang luar biasa
Hanya sekedar lagu biasa yang terlupa

Lagu biasa, tak ada yang istimewa
Hanya melodi yang terulang tanpa makna
Cinta kita, bukan kisah yang luar biasa
Hanya sekedar lagu biasa yang terlupa

Lagu biasa, tak ada yang istimewa
Hanya melodi yang terulang tanpa makna
Cinta kita, bukan kisah yang luar biasa
Hanya sekedar lagu biasa yang terlupa

08/12/2025

Aku pernah percaya, kita akan bersama
Mengukir cerita, menulis masa depan
Tapi apa yang terjadi? Semua hampa
Kau pergi tanpa pesan, meninggalkan luka

Waktu yang ku beri, seakan terbuang
Kata-kata manis yang dulu kau ucapkan
Semua jadi bayangan, kini kosong
Dan aku bertanya, apakah semua itu sia-sia?

Sia-sia, semua yang aku rasa
Sia-sia, segala yang kutunggu
Janji-janji yang kau buat hanyalah omong kosong
Cinta yang kupertahankan ternyata sia-sia
Sia-sia, aku mengharap pada yang tak ada
Sia-sia, aku cinta padamu
Kini aku tahu, tak ada yang abadi
Cinta kita, ternyata sia-sia

Kau datang saat aku rapuh
Membawa harapan yang tak pernah nyata
Kini aku sendiri, terjatuh
Mengumpulkan serpihan hati yang hancur

Aku coba bertahan meski tahu ini salah
Namun aku tak bisa menahan perasaan
Kini kau pergi, tak peduli apa yang kurasakan
Dan semua yang kupertaruhkan, jadi sia-sia

Sia-sia, semua yang aku rasa
Sia-sia, segala yang kutunggu
Janji-janji yang kau buat hanyalah omong kosong
Cinta yang kupertahankan ternyata sia-sia
Sia-sia, aku mengharap pada yang tak ada
Sia-sia, aku cinta padamu
Kini aku tahu, tak ada yang abadi
Cinta kita, ternyata sia-sia

Kini aku belajar untuk melepaskan
Mengikhlaskan apa yang telah hilang
Tak ada lagi harapan yang tersisa
Karena semuanya, ternyata sia-sia

Sia-sia, semua yang aku rasa
Sia-sia, segala yang kutunggu
Janji-janji yang kau buat hanyalah omong kosong
Cinta yang kupertahankan ternyata sia-sia
Sia-sia, aku mengharap pada yang tak ada
Sia-sia, aku cinta padamu
Kini aku tahu, tak ada yang abadi
Cinta kita, ternyata sia-sia

Sia-sia, semua yang aku rasa
Sia-sia, segala yang kutunggu
Janji-janji yang kau buat hanyalah omong kosong
Cinta yang kupertahankan ternyata sia-sia
Sia-sia, aku mengharap pada yang tak ada
Sia-sia, aku cinta padamu
Kini aku tahu, tak ada yang abadi
Cinta kita, ternyata sia-sia

07/12/2025

Di antara detik yang perlahan berlalu,
Kita pernah duduk menertawakan rindu.
Langit senja memudar tanpa suara,
Namun jejakmu tinggal di dalam dada.

Walau dunia terus berjalan,
Tak semua kisah ikut menghilang.
Ada nama yang tetap menetap,
Meski waktu terus menghapus jejak.

Yang fana adalah waktu,
Bukan kenangan yang kau tinggalkan di bahuku.
Kita mungkin tak lagi satu,
Namun hatiku mengenangmu tanpa ragu.
Yang hilang hanyalah hari,
Bukan arti dari setiap mimpi yang kau titipkan.
Yang fana adalah waktu,
Bukan cinta yang sempat kita perjuangkan.

Dalam sunyi malam yang tak berujung,
Aku mendengar bayanganmu berbisik lembut.
Kisah yang pernah kita tulis berdua,
Masih hidup di antara jeda dan luka.

Walau jarak terus memisahkan,
Ada sesuatu yang tetap bertahan.
Bukan dirimu, bukan diriku,
Tapi rasa yang tak berubah waktu.

Yang fana adalah waktu,
Bukan kenangan yang kau tinggalkan di bahuku.
Kita mungkin tak lagi satu,
Namun hatiku mengenangmu tanpa ragu.
Yang hilang hanyalah hari,
Bukan arti dari setiap mimpi yang kau titipkan.
Yang fana adalah waktu,
Bukan cinta yang sempat kita perjuangkan.

Bila suatu saat kau kembali,
Tak perlu kata—cukup tatap saja.
Kita telah tahu sejak lama,
Bahwa perpisahan tak pernah benar-benar ada.

Yang fana adalah waktu,
Bukan kenangan yang kau tinggalkan di bahuku.
Kita mungkin tak lagi satu,
Namun hatiku mengenangmu tanpa ragu.
Yang hilang hanyalah hari,
Bukan arti dari setiap mimpi yang kau titipkan.
Yang fana adalah waktu,
Bukan cinta yang sempat kita perjuangkan.

Yang fana adalah waktu,
Segalanya berlalu namun rasa tetap utuh.
Meskipun kita jauh di masa yang berbeda,
Aku menyimpanmu dalam jiwa.
Yang hilang hanyalah hari,
Namun cinta tak mengenal mati.
Yang fana adalah waktu,
Bukan kita… bukan kita.

07/12/2025

Dengarkan aku, bukan sekedar kata,
Ada rasa yang ingin ku sampaikan tanpa bicara.
Bukan mudah untuk menjelaskan,
Namun ada hati yang terus mencari jalan.

Aku bukan penyanyi, bukan p**a pujangga,
Tapi setiap detik, aku mencoba mengerti,
Kadang bisu bukan berarti tak ada suara,
Hanya menunggu waktu yang tepat untuk kita.

Bukan suara sumbang...
yang ingin ku lontarkan,
Hanya perasaan yang ingin kutuangkan.
Bukan sekedar nada, bukan sekedar lagu,
Ini tentang kita yang sedang mencari arti yang sejati.
Bukan suara sumbang...
Ini adalah hati yang ingin berbicara,
Kita bukan sekedar perbedaan,
Tapi melodi yang akhirnya menemukan harmoni.

Kadang kita diam, tak tahu harus berkata apa,
Tapi dalam hening, aku mendengarmu,
Kita tak harus sempurna,
Yang penting adalah kita tak menyerah untuk saling mendengarkan.

Aku tahu kadang kita terpaut jarak,
Namun bukan itu yang membuat kita takut.
Yang hilang bukan cinta,
Hanya cara kita untuk saling mengerti.

Bukan suara sumbang...
yang ingin ku lontarkan,
Hanya perasaan yang ingin kutuangkan.
Bukan sekedar nada, bukan sekedar lagu,
Ini tentang kita yang sedang mencari arti yang sejati.
Bukan suara sumbang...
Ini adalah hati yang ingin berbicara,
Kita bukan sekedar perbedaan,
Tapi melodi yang akhirnya menemukan harmoni.

Bukan suara sumbang...
yang ingin ku lontarkan,
Hanya perasaan yang ingin kutuangkan.
Bukan sekedar nada, bukan sekedar lagu,
Ini tentang kita yang sedang mencari arti yang sejati.
Bukan suara sumbang...
Ini adalah hati yang ingin berbicara,
Kita bukan sekedar perbedaan,
Tapi melodi yang akhirnya menemukan harmoni.

Bukan suara sumbang...
yang ingin ku lontarkan,
Hanya perasaan yang ingin kutuangkan.
Bukan sekedar nada, bukan sekedar lagu,
Ini tentang kita yang sedang mencari arti yang sejati.
Bukan suara sumbang...
Ini adalah hati yang ingin berbicara,
Kita bukan sekedar perbedaan,
Tapi melodi yang akhirnya menemukan harmoni.

06/12/2025

Di meja sepi aku duduk sendiri
Menatap lembar kosong yang menanti
Ada kata yang sulit kuungkap lagi
Tentang luka yang tak pernah selesai pergi

Tapi malam tak selalu gelap
Ada cahaya di balik sunyi yang singkat

Kertas putih di hadapanku
Tempat kuletakkan semua rindu
Coretan hati yang tak pernah utuh
Namun tetap ingin kembali padamu
Kertas putih, saksikan aku
Menulis mimpi yang nyaris rapuh
Biar tersimpan, biar tak hilang
Sebelum esok datang

Ada nama yang tak sanggup kuhapus
Meski waktu memaksa aku lurus
Setiap huruf bagai langkah terlambat
Yang kutinggalkan dalam jejak yang pekat

Tapi cerita tak selalu tamat
Masih ada ruang untuk harapan yang hangat

Kertas putih di hadapanku
Tempat kuletakkan semua rindu
Coretan hati yang tak pernah utuh
Namun tetap ingin kembali padamu
Kertas putih, saksikan aku
Menulis mimpi yang nyaris rapuh
Biar tersimpan, biar tak hilang
Sebelum esok datang

Kertas putih di hadapanku
Tempat kuletakkan semua rindu
Coretan hati yang tak pernah utuh
Namun tetap ingin kembali padamu
Kertas putih, saksikan aku
Menulis mimpi yang nyaris rapuh
Biar tersimpan, biar tak hilang
Sebelum esok datang

Kertas putih di hadapanku
Tempat kuletakkan semua rindu
Coretan hati yang tak pernah utuh
Namun tetap ingin kembali padamu
Kertas putih, saksikan aku
Menulis mimpi yang nyaris rapuh
Biar tersimpan, biar tak hilang
Sebelum esok datang

04/12/2025

Sinar layar di mata, tiap pagi ku bangun
Cari tahu berita, dunia tanpa batas
Klik cepat, tak perlu ragu
Jangan tanya soal waktu, kita terus berlaju

Ada promo, ada diskon, semuanya mudah
Dari gadget sampai hati, semua bisa dibeli
Teknologi nine point nine, segala yang kita mau
Hanya sekejap, kita dapatkan semua

Teknologi nine point nine, dunia semakin cepat
Apa yang kita mau, tinggal klik, hidup jadi mudah
Semua serba instan, tak ada yang sulit
Tapi hati kita, apakah tetap utuh?

Layar ini bercahaya, tapi kita semakin gelap
Kita bisa bicara, tapi tak lagi mendalam
Kemudahan datang, tapi kita semakin jauh
Teknologi nine point nine, apakah kita tetap manusia?

Belanja tengah malam, di layar yang terang
Cinta lewat DM, teman lewat video call
Semuanya serba bisa, semua di tangan
Tapi terkadang kita lupa, apa yang benar-benar kita butuhkan

Ada promo, ada diskon, semuanya mudah
Dari gadget sampai hati, semua bisa dibeli
Teknologi nine point nine, segala yang kita mau
Hanya sekejap, kita dapatkan semua

Teknologi nine point nine, dunia semakin cepat
Apa yang kita mau, tinggal klik, hidup jadi mudah
Semua serba instan, tak ada yang sulit
Tapi hati kita, apakah tetap utuh?

Layar ini bercahaya, tapi kita semakin gelap
Kita bisa bicara, tapi tak lagi mendalam
Kemudahan datang, tapi kita semakin jauh
Teknologi nine point nine, apakah kita tetap manusia?

Teknologi nine point nine, dunia semakin cepat
Apa yang kita mau, tinggal klik, hidup jadi mudah
Semua serba instan, tak ada yang sulit
Tapi hati kita, apakah tetap utuh?

Layar ini bercahaya, tapi kita semakin gelap
Kita bisa bicara, tapi tak lagi mendalam
Kemudahan datang, tapi kita semakin jauh
Teknologi nine point nine, apakah kita tetap manusia

Teknologi nine point nine, dunia semakin cepat
Apa yang kita mau, tinggal klik, hidup jadi mudah
Semua serba instan, tak ada yang sulit
Tapi hati kita, apakah tetap utuh?

Layar ini bercahaya, tapi kita semakin gelap
Kita bisa bicara, tapi tak lagi mendalam
Kemudahan datang, tapi kita semakin jauh
Teknologi nine point nine, apakah kita tetap manusia?

Address

Bekasi
17148

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Empat Musim posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share