kecintaan dan kepedulianya serta loyaltas terhadap seni tradisi ditunjukan melalui berbagai aktivitas dan kreativitasnya dimasyarakat, baik seni pentas maupun seni rupa, demikian juga karya-karyanya yang impresionis, pada awalnya dekoratif lebih tepatnya kaca lukis dan sejenisnya yang di ilhami seni etnik jawa, namun proses kreatif bejalan terus melalui pengembaraan corak, gaya dan juga isme, sehi
ngga wayang juga memiliki dimensi lebih luas termasuk media penggambaranya, disinilah pesan sosial dan pesan moraldapay menembus berbagai lini, tidak hanya di lingkungan masyarakat jawa saja, tetapi juga menjadi media apresiasi yang menarik bagi generasi muda dan masyarakat indonesi pada umumnya. proses internalisasi nilai nilai juga terdapat pada wayang lukis kontemporer gaya ini muatan filosofi kehidupan, termasuk didalamnya ipoleksosbudhankam, yang sekarang dikembangkan sebagai karakter bangsa tidak luput dari perhatian konsepsi wayang gaya ini, tengok saja pada karya armada reformasi, bima nusantara dan karikatur wayang. Wayang lukis akhir-akhir ini juga banyak diperbincangkan berbagai pihak, baik dilingkungan pendidikan maupun komunitas perupa, seperti paguyuban sanggar seni rupa republik indonesi (pasri) jakarta, paguyuban guru seni republik indonesia (pagusri) bersama eyri patria, kelompok pelangi bersama ipe ma'roef. Kelompok seniman pinggiran bersama moeryoto hartoyo,dan musyawarah guru mata pelajaran seni budaya (mgmp ) Jakarta timur. Pelukis yang pernah dinobatkan sebagai pelatih seni budaya terbaik tahun 1999 versi dinas kebudayaan DKI jakarta ini berharap, kelak dapat memperkaya khasanah seni budaya dunia, semoga