Hand Of Art

Hand Of Art berkaitan dengan seni , property dan renovasi

29/03/2020



" iya...." jawab Babas, lalu kemudian Babas pun mengeluarkan Hand Phone nya dari dalam tas slempang warna coklat yang terbuat dari kulit itu.
Babas memeriksa beberapa chat di aplikasi WA.
" Bas..., yuk kita p**ang ". Suara Meis mengejutkan Babas yang sedang serius membaca chat di aplikasi WA." Serius amat ngebacanya...". Lanjut Meis menggoda." Siapa...sih, boleh tau gak...".kata Meis menyelidik.
" Gak...aah, ntar cemburu lagi ".
Jawab Babas ." O...gitu yaa..., emangnya aku pacar kamu, pake cemburu...".Desak Meis.
" Hm...iya...ya..tapi gak usahlah , tak penting ".Jawab Babas cepat." Yaa...sudah gak masalah koq...". Kata Meis merajuk. " Tuuh...kan..." .Goda Babas. " Sudah...aah, hayuk p**ang ". Kata Meis sambil menarik tangan Babas.

.

06/03/2020

Matahari baru saja tergelincir dengan rona mega warnanya,
senja berselimut hitam turun menebar gelap.
" kamu p**ang ke kos kosan...
apa ke rumah ". tanya ku kepada
Meis , memecah keheningan.
" ke rumah...cijantung ". jawabnya
sambil menjilati jemarinya karena dipenuhi serabut buah durian yang melekat.
Sate ayam 30 tusukpun sudah ludes dilahap mereka berdua,
di tambah dengan jus alpukat.
" kenapa...Bas..., aneh ya...".
Kata Meis ketika kedapatan aku begitu sangat memperhatikannya.
" aah...gak, kamu lahap banget makannya ". Jawab Babas cepat sembari mengalihkan pandangannya.
Sejurus kemudian terdengar nada dering di Hand Phone Meis.
" sebentar..ya..Bas..". Kata Meis berjalan agak menjauh dari Babas.


24/01/2020

"Meis...., gak p**ang...". tanya ku
"sebentar lagi ." jawabnya tanpa ekspresi." masih lama...kah ". sambung ku .
"kalau masih lama..., aku duluan...yaa, mo lewat permata hijau...cari durian...". kata ku lagi." e..eeh..., bentar...yaa , aku ikut ". jawab Meis cepat.
"tunggu...dong , ngerapiin bentar,...yaa...". lanjut Meis dengan nada berharap." aku tunggu di lobby....yaa ". kata ku sambil melangkah menuruni anak tangga. " iyaa....ya...tapi jangan di tinggal..." jawab Meis sedikit berteriak.


21/01/2020

di batas waktu
tatapan mu seolah gelisah
melukis kenangan yang sulit terlupa
terbata bata tak terbaca kata
dan lirih meregang
aku....
hanya bisa mengiringi dengan do'a
sesa'at tersapu angin
tak ada senyum
tak ada lagi tatapan mu
aku....
disini hanya mampu mengantar
tapi tak bisa ikut bersama mu
selamat jalan....
pergilah dengan damai

mu

15/01/2020

Dzikir seperti energi untuk hati
dan in syaa allah memberi kekuatan yang sangat dasyat kepada jiwa dan raga kemudian meneguk dengan sodakoh kepada sesama dan menutup salam di lima waktu lalu terlihat dunia begitu fana.
Semegah apapun dunia hanya wadah perjalanan saja yang segera meleburkan diri kepada jiwa jiwa yang tenang.

04/01/2020

ketika alam bercerita kepada
sang maha pencipta
berkeluh...
merasa tersakiti...
dan
atas kehendak Nya
tercurah air matanya
menangis kepada Nya
luka....tak ingin meluka
kepada sesama ciptaan Nya
kepada Mu
tentang rasa ku
terima sembah sujud ku
atas segala kehendak Mu
aku bersimpuh...
mohon ampunan dan karunia Mu

03/01/2020

ku buatkan frame
tentang segala rasa
kepada mu
dan juga kepada orang orang
tersayang
kemudian waktu bergulir
kita sudah jauh meninggalkannya atau mungkin
tertinggal
senyap kadang sepi
hingar bingar terkadang mampir
segelas kopi hitam teman sejati
sesaat entah...
berapa lama engkau di sini
tangan mu begitu halus
terlupakan
atau dilupakan...
dan
hilang di bawa angin
dua ribu dua puluh
kupandangi...
belumlah cukup untuk mengerti
namun langkah terus berjalan
dan terus berjalan.

10/12/2019

di barat
matahari tenggelam
wajahnya memerah tesapu gelap yang mulai pekat
hembuskan nafas mu
agar aku dapat menghirup aroma tubuh mu
pada sela sela daun perdu di bawah lampu kuning tepi trotoar batas kota.
ma'afkan aku....
rindu telah lama terpatri kepada robb ku....
cinta hanya sebatas nafsu di keharuman tubuh molek mu
dan
selebihnya hanya pigura penghias kamar usang ku
tak lah sempat kutulis nama mu di sini
biarkan di hutan jati ku benamkan cinta mu
hakekatnya kita berdua namun tak selamanya bersama
tersenyumlah...sayang...
lalu biarkan menghilang di kegelapan
dan
sirna...

07/12/2019

datang dan pergi
seperti mu
kadang bersama
namun p**a pergi tanpa berita
semua berlalu menoreh kenangan
entah...seberapa lama kita akrab dengan segala kebaikan
senyum terkadang air mata pun selalu ada pada mu
kemudian kita berpisah....
tanpa air mata kesedihan
segala kenangan ku berlalu bersama mu
kemudian teman baru datang dengan membawa harapan
tapi harap ku penuh dengan tanya
jabat tangan ku....
selamat jalan dan selamat datang untuk tahun yang segera datang....

04/12/2019

penyakit datang dari
sebab dan akibat
diantaranya :
kurang bersedekah
kurang Dzikir
kurang ibadah
kurang bersyukur
selalu kurang dan kurang

28/11/2019

aku masih berdiri
di sini lukisan langit
nampak buram
ketika pagi yang buta
dan redupnya lampu jalanan
menemani dengan bersenandung kalam illahi
dan
pada tepi trotoar ku nanti kamu
berharap melepas rindu
sambil menyeruput kopi hitam
masih saja ku tunggu
dari ujung jalan sebelah timur
lamat lamat suara mu
p**anglah...
adzan shubuh menunggu di balik teralis pagar yang tak lagi kokoh
senyumnya...
getarkan jiwa

kopi hitam ku
dingin membatu
ku seret langkah kakinya
beranjak pergi dari trotoar jalan
assalammualaikum...
wahai jiwa jiwa yang tenang
kembalilah kepada Nya

24/11/2019

perjalanan panjang
menuju robb ku
kadang putih abu abu
menembus pekat yang lekat
rasa ku terombang ambing
berusaha berpijak di kedangkalan jiwa
seperti ku
dan laksana udara nan gigil merengkuh aku
dan segala rasa tentang Mu
dengan segala Mu
kepada ku bermohon

Address

Jalan Masjid Baitussalam 2 Rt 03/05 Komsen Jati Asih
Bekasi

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hand Of Art posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share