21/09/2024
PUTRI PAUS BENANG SUTRA
JOU Putri Paus Benang Sutra adalah nama kapal Kapitan Ratuloly—Kapitan Lingga yang dipakainya menjelajah laut nusantara, dari timur ke barat, dan ke sebaliknya, barat ke timur
Ia diberitakan ke Buton dalam upaya diplomasi menemukan dukungan untuk usahanya melawan dan mengusir bangsa Portugis di Solor Watan Lema—dari Buton, Kapitan Ratuloly berlayar kembali ke Lamahala dengan membawa sepenuhnya dukungan kesultanan Buton.
Setiba di Solor Watan Lema, ia memasuki selat Solor yang menyela pulau Solor dan pulau Adonara menuju ke Lamahala, genderang bergemuruh ditabuh —ditalukan dari geladak kapal tumpangannya—Putri Paus Benang Sutra, menandakan perang telah usai dan berhasil dimenangkannya.
Lalu giranglah raja dan rakyat Lamahala, gegap gempita disiapkan penyambutan besar besaran dan pesta kemenangan untuknya. Kapal Putri Paus Benang Sutra—dari tempat berlabuhnya, bahkan ditarik, disorong naik sampai ke darat—seluruh isinya dikeluarkan, semuanya adalah bantuan dari kesultanan Buton.
Di tengah pesta penyambutan yang meriah itu, Belanda menyisipkan culas niatnya—hendak membunuh Kapitan Ratuloly, menyusupkan seorang perempuan dari kerajaan Terong—kerajaan tetangga Lamahala yang adalah juga bagian Solor Watan Lema.
Perempuan susupan itu menembus masuk sampai kediaman kapitan Ratuloly—ke dalam kamar peristirahatannya, memancing kapitan itu untuk berbuat hal tak senonoh dengan menanggalkan pakaiannya.
Taktik adudomba Belanda tak sampai di ujungnya dengan berhasil, perempuan susupan itu gagal mencapai tujuannya, kapitan Ratuloly tak tergoda, ia batal ternoda, kesaktiannya terjaga. Tak tertembus peluru, kulit dagingnya mementalkan peluru emas yang ditembakkan Belanda.
Bergerak cepat, mundur menyisih naik ke gunung, dan lalu menghilang di bukit Tara Alen tempat petilasan makamnya kini. Beberapa menyebutkan ia menghilang secara gaib, kembali pulang ke Buton.
Putri Paus Benang Sutra barangkali serupa jenis ikan itu namanya, berbadan bongsor, berlambung raksasa dengan jelajah lintas pulau terjauh. Dalam ingatan kolektif orang Lamahala, Kapitan Ratuloly pernah melakukan ekspedisi pelayaran ke barat Nusantara untuk juga mengusir Portugis di kerajaan Melayu Lingga. Ia berhasil dalam misinya itu dan mendapatkan lagi satu gelar prestisius melekat pada namanya: Kapitan Lingga.
La Yusrie
Budayawan Buton | Pendiri The La Saila Institute