30/05/2026
PENYESALAN DI HARI TUA: SEBUAH PESAN JUJUR UNTUK GENERASI MUDA INDONESIA
Saya paham betul rasanya. Bagi adik-adik yang hari ini masih duduk di bangku sekoLah—muLai dari SD, SMP, SMA, SMK, hingga bangku kuLiah—masa-masa ini sering kaLi terasa sebagai fase hidup yang paLing menyebaLkan. Setiap hari, bertahun-tahun lamanya, kita dipaksa tunduk pada jadwal rutin yang kaku. Bangun subuh, puLang sore, menatap papan tuLis, menghafal rumus, dan mengerjakan tumpukan tugas yang rasanya membosankan dan tidak ada ujungnya.
DuLu, saya juga pernah berada di posisi kaLian. Pernah ada masa di mana saya menganggap sekoLah itu hanyaLah rutinitas formaLitas yang menjemukan. PeLajaran tentang panel kontrol, teori keListrikan, logika biner, hingga komponen-komponen rumit, semuanya lewat begitu saja di kepaLa tanpa pernah saya perhatikan dengan serius. Pikiran saya waktu itu sederhana: "Untuk apa beLajar hal-hal menyebaLkan begini? Toh nanti di masyarakat tidak akan terpakai."
Namun, ketahuiLah wahai generasi penerus bangsa... Dunia masyarakat yang sesungguhnya itu teramat jujur dan tanpa kompromi.
SeteLah bertahun-tahun menjaLani kerasnya kehidupan nyata, saya baru tersadar dengan tamparan yang luar biasa hebat. Ternyata, semua iLmu yang duLu saya anggap membosankan di sekoLah, justru menjadi pondasi utama yang sangat berguna daLam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja. Beruntung, secercah ingatan masa sekoLah itu masih bisa bangkit dan saya daLami kembaLi secara mandiri di lapangan. Tapi, bayangkan berapa banyak waktu dan kesempatan emas yang terbuang sia-sia hanya karena keegoan masa muda?
Saya menuLis ini karena saya tidak ingin ada "Achmad Reza SetiaBeLa" seLanjutnya di negeri ini. Saya tidak ingin meLihat ada anak muda Indonesia yang baru tersadar dan menyesal di hari tua, ketika rambut sudah muLai memutih, hanya karena duLu meremehkan meja sekoLah.
SekoLah memang meLeLahkan, aturan-aturannya memang kadang menjengkeLkan. Tapi percayaLah, itu adaLah kawah candradimuka yang sedang membentuk mental, kedisipLinan, dan logika berpikirmu. Ilmu yang kamu peLajari hari ini mungkin terasa asing, tapi diaLah yang akan menjadi senjatamu untuk bertahan hidup dan mencari berkah di masa depan.
Untuk adik-adikku, seLagi seragam itu masih meLekat di badan, manfaatkan setiap detiknya. Jangan sekadar datang, duduk, diam, dan puLang. Serap iLmunya, tanyakan apa yang tidak tahu, dan hargai keringat orang tuamu yang sudah membiayaimu. Masa depan Indonesia ada di pundak kaLian, dan masa depan itu harus dijemput dengan kesiapan iLmu, bukan dengan penyesaLan di kemudian hari.
BeLajarLah hari ini, agar kamu tidak perLu menangis di masa depan karena ketidaktahuan.
SaLam Damai Dari Desa Bangun Bangsa Untuk Indonesia Raya Merdeka.! 🇲🇨