05/09/2026
Oh, and by the way, I turned a year older last month :)
Sejujurnya, saat SMA saya membayangkan bahwa di umur segini saya akan menjadi orang keren, yang bekerja di salah satu satu gedung pencakar langit, yang setiap story media sosialnya terlihat elit, yang sudah memiliki rumah sendiri yang tidak terlalu besar namun rapi dan cozy seperti yang biasa saya saksikan di drakor2, yang setiap langkahnya akan membuat membuat kepala orang-orang menoleh dan membenak dalam hati tentang betapa 'sukses'-nya saya.
Sekarang, bisa dibilang saya punya definisi keren yang jauh berbeda dengan versi SMA dulu, dan barangkali tak terdengar seambisius itu.
Beberapa waktu ini saya belajar bahwa bekerja keras dan menjadi "orang sibuk" Itu baik, tapi memberikan dampak positif pada orang lain itu jauh lebih penting.
Selain itu, saya juga belajar untuk "melambat". Yes, slow down. Semenjak mahasiswa, lebih-lebih setelah lulus, saya gemar sekali mencari kesibukan; segala aktivitas saya lakukan, segala tawaran saya iyakan. Akhirnya, saat ada waktu yang kosong, saya merasa bersalah karena ingin istirahat, seolah saya harus senantiasa produktif, senantiasa melakukan sesuatu. Sekarang, saya belajar untuk menikmati waktu luang yang saya dapat tanpa rasa bersalah.
Tentu ketakutan dan kegelisahan terkadang s**a membenak di kepala kala malam tiba, tapi toh mengkhawatirkan masa depan tidak akan mengubah masa depan, dan hanya menghapus kenikmatan masa kini. Jadi alih-alih risau dengan sesuatu yang belum pasti, saya memilih untuk mensyukuri apa yang saya miliki saat ini, dan melangkah maju, masih dengan tujuan yang sama; bagaimana bisa memberi kemanfaatan untuk sebanyak mungkin orang. Doakan ya teman-teman 🥰🤲🏻
(Jujur takut sekali guys; 25 years old? So I'm basically 40 then😭)Kaka" yg lebih senior bolehlah mmberikan saran untuk saya mengarungi umur ini di kolom komentar🥹🤏🏻🤏🏻