28/03/2025
Memorabilia Haul Malam 21 Ramadan
___________________
Tatkala Pandangan Bertemu, Namun Tak Sempat Menyapa
Haul kemarin, sebagaimana yang sudah-sudah, sangat ramai dan menyenangkan. Gegap gempita. Alhamdulillah, saya berkesempatan sowan dan bertemu dengan banyak teman (sebagian besar dari mereka tidak sempat saya ajak bicara karena suasana yang bergerak dengan cepat). Pandangan kami bertemu, dan setelah bertahun-tahun ini, rupanya kami masih mengingat bahwa pada satu masa di pesantren ini, kami sempat berbagi pengalaman, menyumbang kenangan satu sama lain. Ada yang menjadi rekan di kelas, sahabat mengaji di musala, teman membaca di perpus, pengurus yang tegas di kamar, sampai sohib berburu kudapan di kantin.
Pandangan kami bertemu, namun haul yang bergerak cepat membuat kami tak sempat berbincang lama. Sekalipun demikian, semoga senyum yang dikirimkan dari kejauhan, atau anggukan yang dilemparkan dari masing-masing tempat, menjadi pertanda bahwa setelah bertahun-tahun ini, kami masih saling mengingat, saling mengenali.
"Sehat?"
"Alhamdulillah, pandunganipun, Cak/Rek/Ustaz,"
"Saling mendoakan, ya,"
Semoga ungkapan singkat yang saling dilontarkan dengan setengah terburu-buru sebelum kita ingin berjumpa dengan rekan yang lain, menjadi noktah yang menandai ikatan pesantren yang tak lekang oleh waktu.
Wabakdu, haul membuat saya belajar betapa bernilainya hubungan ruhaniah ini, lagi dan lagi. Pembenci barangkali berkata ini lebay, penyair mungkin berkata ini mendramatisir, namun seorang santri badung ini akan berkata bahwa ikatan itu, kerinduan itu, dan perasaan itu benar adanya.
Suci, 21 Ramadan 1446 H