Aulia's Page

Aulia's Page Welcome to we Fanspage~
Happy reading guys !

20/10/2025

Ternyata emang, ngga semua hal harus kita respon. Kadang kita cuma perlu tau aja tanpa tanya kenapa❤️‍🩹

23/06/2015

Haloo readers!!👋
Aduh,maaf bgt ya,udah berapa bulan admin pengurus cerbung gak ngepost dan gak lanjutin cerbungnya. Ada problem sedikit nih,hehe~ oke untuk menembus semua kesalahan admin,InshaAllah admin penulis cerbung disini bakalan ngenext cerbung yang masih ngegantung dibawah ini nih 👇👇👇 dan juga,admin bakal membuat satu cerpen yang judul dan temanya masih menjadi misteri👻hoho
Oke,see you bye👋

18/04/2015

L+C!
~NoPembacaGelap~
Ngaret? Imsor;v
Typo? Manusiawi;v
Happy SatNight😘. Buat yang jones,selamat ngebete didalem kamar;'v

" Sadar"
Part14

10 Menit menempuh perjalan menggunakan sepeda motor.Akhirnya (Nk) tiba di sekolahnya. Sudah ada beberapa murid yang telah tiba di sekolah. (Nk) turun dari motor sang Ayah,mencium tangannya,dan meminta doa kepada sang Ayah.

"Yaudah,Ayah tinggal ya. Kamu hati-hati disana. Jaga diri baik-baik" Pesan Ayah kepada (Nk).Setelah mendapat anggukan menandakan 'iya' dari (Nk),Ayah berlalu begitu saja menggunakan sepeda motor nya.

(Nk) berjalan sambil menggend**g tas ransel nya menuju kerumunan para siswi kelas 8.2 yang baru sebagian tiba di sekolah.

Terdengar obrolan dari teman-teman (Nk) yang sedang membicarakan bagaimana horror nya lokasi perkemahan mereka nanti. (Nk) tidak ingin mendengar kabar seperti itu. Dengan gerakan yang cepat,ia mengambil handphone nya dan memasang headset biru laut yang ia punya.Tanpa memperdulikan yang lain,ia memakai headset itu dengan volume yang full.

There's nothing i could say to you
Nothing i could ever to do make you see
What you mean to me
All the pain, the tears i cried
Still you never said goodbye and now i know
How far you'd go
-I Will Be,Avril Lavigne-

(Nk) mengikuti alunan lagu yang ia dengar,dan bernyanyi kecil menyesuaikan liriknya.Namun,hanya enam kalimat yang dapat (Nk) dengar dan nyanyikan.Karena selebihnya,ia sudah mencopot headset yang menyumbat kedua telinganya itu.

'Loh,itu kan Kak Bryan sama Cassie.Kok mereka bisa turun dari satu mobil ya?' (Nk) terus bertanya-tanya dalam hati.Ketika ia telah melihat sebuah mobil yang tidak jauh dari pandangannya berhenti dan terlihat Cassie keluar dari dalam mobil tersebut dibarengi oleh Bryan.

Cassie menggend**g tas ransel nya yang berwarna merah muda dan menjinjing beberapa tas kecil.Cassie dan Bryan berjalan menuju (Nk) berada.

"Huh! Ini berat banget sumpah.." Cassie menaruh tas jinjing dan ranselnya di samping (Nk).

"Hai! Eh sumpah gue seneng banget lo bisa ikut kemah ini" Cassie melambaikan tangannya kedepan wajah (Nk) yang fokus melihat Bryan didepannya.

'Bryan?' ya,Bryan ada didepannga saat ini.Mata (Nk) tidak berkedip sekalipun,ia melihat Bryan dengan tatapan yang kosong.Ia memperhatikan busana Bryan dari atas sampai bawah.

Bryan mengenakan seragam PMR yang berwarna putih dan dipadu dengan jaket kulit berwarna hitam.Dengan pakaian seperti itu saja,sudah bisa membuat (Nk) tidak berkutik dihadapannya.Lantas,bagaimana jika (Nk) melihat Iqbaal yang seperti ini? Mungkin sudah menjadi patung.

"Heh! Lo denger gue gak sih!" Cassie menggoyang-goyangkan tubuh (Nk) yang membuat (Nk) akhirnya tersadar dari lamunannya.

"Eh,i--iya kenapa?" Tanya (Nk) sedikit kaget dan bingung.

"Gapapa!" Jawab Cassie sinis dan membuang pandangannya kesegala arah.

"Gue tinggal dulu ya.Cas,(N..)" Bryan berjalan meninggalkan Cassie dan (Nk) tanpa persetujuan mereka.

"Cas,kok lo bisa barengan sama Kak Bryan.Gimana ceritanya?" (Nk) menyikut lengan Cassie yang berada disampingnya.

"Gue kan adek-kakak sama dia" Suara Cassie sudah tidak seperti tadi. Yaa bisa dibilang,sudah tidak sedikit sinis.

"Ha?" Mulut (Nk) terbuka lebar.Cassie melihatnya pun jadi terkekeh kecil.

"Bukannya lo anak satu-satunya ya?" Tanya (Nk) kepada Cassie yang masih sedikit tertawa kecil.

"Iya,gue emang anak satu-satunya dari ibu gue yang sekarang,Azaleaa.Dan Bryan itu anak dari ibu gue yang udah meninggal dulu setelah ngelahirin Bryan.Namanya Zahira.Jadi intinya,Papa gue nikah lagi setelah ibunya Bryan meninggal" Cassie bercerita dengan mata yang tertuju kepada rerumputan hijau.

Sebelumnya,Cassie tidak pernah menceritakan seluk beluk keluarganya seperti ini kepada (Nk). Dan (Nk) baru mengetahui ini semua sekarang.

"Lo berdua beda agama?" Tanya (Nk) lagi.

"Iya.Papah sama Bryan islam,sedangkan gue sama Mamah Kristen. Sempet kepikiran juga sama Mamah kalo Mamah mau masuk islam ngajak gue. Tapi nunggu waktu yang tepat. Yah,namanya juga orang sibuk. Gitulah" *maaf banget yang non,gak maksud apaapa kok.Cuma cerita* Cassie menghela nafas panjangnya diakhir cerita.

(Nk) hanya meresponnya dengan 'oh' yang panjang. Semakin lama,semakin banyak murid yang sudah kumpul di sekolah. Mereka menyebar tidak beraturan. Waktu sudah menunjukan pukul 06.30. Mobil milik para TNI sudah berjejer dipinggir jalan. Sepertinya,mereka semua akan menggunakan mobil para TNI tersebut.

"Perhatian untuk seluruh anggota eskul,untuk berkumpul di lapangan sekolah sekarang juga.Sekian dan trimakasih" Suara yang bersumber dari meja piket itu memerintahkan kami semua untuk bergegas cepat menuju lapangan sekolah.

Mendengar aba-aba itu,(Nk) dan Cassie segera bergerak cepat menggend**g dan membawa tas masing-masing. Tidak lupa,(Nk) memasukkan kembali blackberry nya kedalam tas.

Mereka semua telah berkumpul di lapangan. Berbaris sesuai dengan eskul dan kelompok masing-masing. Mereka diberikan pengarahan oleh Pak Bahrudin tentang hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat berkemah nanti. Dan satu pesan Pak Bahrudin yang ditekankan adalah 'Acara kegiatan ini bukan dilangsungkan untuk mengasah bakat dibagian eskul.Melainkan untuk melantik para anggota osis yang baru dan mengujian mental yang dipimpin oleh pihak eskul masing-masing'.

Mobil para TNI yang berwarna hijau gelap pun sudah siap untuk mereka tumpangi. Mereka semua bergegas memasuki bus dengan tidak karuan. Ya,dapat dibilang dengan grasak-grusuk (?)

(Nk) kehilangan jejak Cassie. Padahal mereka sedari tadi bergandengan tangan satu sama lain. (Nk) memanjangkan kepalanya untuk mencari-cari sosok Cassie di kerumunan para siswa dan siswi. Sesak? Ya sangat sesak sekali. (Nk) harus berdesak-desakkkan dengan kakak ataupun adik kelasnya.

(Nk) merasakan nafasnya sudah tidak beraturan. Tubuhnya gemetar hebat,wajahnya sangat pucat,dan keringat terus bercucuran dari keningnya.

Tubuh (Nk) hampir limbun diantara kerumunan siswa/i yang berdesak-desakan. (Nk) terhimpit diantara orang yang tidak (Nk) kenali. Ketika beberapa detik (Nk) hampir jatuh ke tanah,(Nk) merasakan ada tangan yang menyanggah tubuh nya. (Nk) sempat melihat wajah tampan itu sesaat sebelum dirinya hampir pingsan.

"Lo harus kuat. Lo harus tahan. Gue bakal nyari tempat buat lo nanti" Kata seorang laki-laki yang mengenakan seragam Pramuka lengkap dengan atributnya.

Next?
Menurut lo semua. Siapa sih 'seorang laki-laki yang mengenakan seragam Pramuka lengkap dengan atributnya' ?
Go Komen! Go like!

15/04/2015

L+C!
~NoPembacaGelap~
Typo? Manusiawi;v

" Sadar"
Part13

(Nk) duduk manis dikursi nya.Bryan masih fokus dengan IPhone nya.Entah apa yang sedang dilakukan oleh Bryan,(Nk) tidak perduli.

Sesekali pandangan (Nk) melihat Isca yang sedang mencatat apa yang disiruh Bryan diselembar kertas untuk (Nk).Bisa (Nk) akui,Isca memanglah seorang murid yang cantik.Rambut pendek sebahu dibagian tengah,disertai bandana lucu berwarna ungu muda.

Tanpa (Nk) sadari,ia sudah memperhatikan Isca dari jarak jauh.Ketika Isca tanpa sengaja menoleh ke arah (Nk),pandangan Isca sangat tajam dan sinis ke arah (Nk).Apakah ia marah kepada (Nk)? Karena apa? (Nk) hanya mengalihkan pandangannya.

"Eh" (Nk) menendang pelan kaki Bryan.

"Duh! Apaansih?" Bryan menghentikan gerakan tangannya yang sedari tadi menyentuh layar touchscreen nya.

"Lo udah punya pacar?" Tanya (Nk) sambil sesekali melirik Isca yang berada disekitarnya.

"Belum"

"Boong!" Tukas (Nk).

Bryan hanya terdiam.Ia tak mau debat dengan (Nk).

"Ca,udah selesai belum?" Bryan memutar tubuhnya ke belakang.

"Nih kak" Isca memberikan selembar kertas kepada Bryan.

"Ok.Thanks" Ujar Bryan,Isca hanya membalasnya dengan seutas senyum yang mungkin tujuannya untuk menarik perhatian Bryan.Namun sepertinya tidak berhasil,justru Bryan melihat Isca dengan wajah yang aneh.

"Nih" Bryan menyodorkan selembar kertas kepada (Nk).

"Yaudah gue langsung balik.Makasih ya kak,udah bantuin gue" (Nk) mengambil kertas tersebut,lalu bangkit dan berjalan menuju keluar ruangan PMR yang sangat privasi.

'Apa? Dia manggil gue dengan sebutan 'kak'?' Bryan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.Tapi,kenapa kini Bryan tersenyum tipis setelah (Nk) keluar dari ruangan PMR tersebut (?).

'Alhamdulillah ya Allah..akhirnya bisa ikut kemah juga' Batin (Nk) sambil berjalan menuju parkiran sepeda nya.

----------

(Nk) mencari-cari handphone blackberry nya yang sudah lama ia lupakan.Ia mencari di setiap sudut kamar nya dan menggeledah setiap tempat.Setelah tidak lama mencari,akhirnya handphone nya dapat ia temukan.

"Nah,ini dia..ketemu juga" Kata (Nk) yang telah menemukan blackberry nya di dalam kotak kunciran.(Nk) membersihkan sedikit debu yang menempel pada layar dan keypad nya.

(Nk) sudah berniat untuk menelfon Cassie malam ini,ia ingin memberitahukan kabar gembira kepada Cassie bahwa dirinya bisa ikut kemah esok hari.

Jari-jari (Nk) bergerak untuk menekan tombol-tombol keypad yang ada di blackberry nya itu.Mencari kontak seseorang didalamnya.

"Halo Cas.." (Nk) telah terhubung dengan Cassie dalam via telfon.

"Iya halo.." Cassie mengangkat telfon dari (Nk) lalu duduk manis di sofa ruang tamu nya.

"Cas,ini gue (Nk).Gue ada kabar baik nih buat besok" Ucap (Nk).Nada suara nya terdengar sangat bahagia.

"Oh iya.Kabar baik nya apa?" Tanya Cassie Sambil mengambil remote tv di samping nya.

"Gue besok bisa ikut kemah.." Jawab (Nk) yang sedang duduk di kursi belajar nya.

"Ha? Serius lo? Asik..akhirnya lo ikut juga.Oiya,asal mula nya lo ikut gimana ceritanya?" Cassie menyambut kabar gembira dari (Nk).Cassie ikut senang jika sahabat nya senang.

"Iya,jadi tuh tadi setelah pulang apel,gue ke ruang UKS,...." (Nk) bercerita panjang lebar kepada Cassie lewat telfon genggam nya.Mereka saling tertawa lepas satu sama lain,saling memberitahu bagaimana perasaan bahagia mereka.Tanpa mereka sadari,mereka telah bertelfon an hampir larut malam.Jam dinding telah menunjukan pukul 22.30.

"Cas,lo tidur cepet! Udah jam setengah 11.Lo kan besok masuk pagi" Suara seorang laki-laki yang baru saja turun dari lantai dua,memberhentikan ucapan Cassie yang sedang berbicara kepada (Nk).

Cassie menjauhkan telfon genggam nya dari telinga.Dan menutup speaker yang ada di telfon menggunakan ibu jari nya.

"Iya kak,bentar lagi gue tidur" Jawab Cassie kepada seseorang yang berada di belakangnya.

Cassie mendekatkan kembali telfon genggam nya ke telinga.
"(N..) maaf gue harus tidur duluan ya,kakak gue nih rese' banget" Ucap Cassie sambil mengerucutkan bibir merah nya.

"Ok,GoodNight and see you!"

"GoodNight too ..see you too tomorrow" Lalu Cassie menutup telfon nya dan berjalan ke lantai dua,tepat di mana kamar nya berada.

'Alhamdulillah,Ibu sama Ayah bisa nerima kalo (Nk) dibantu sama pihak PMR.Semoga besok pagi menjadi hari yang baik.Aamiin' (Nk) membaringkan tubuh nya diatas kasur. Selesai berdoa untuk tidur,matanya dengan refleks dapat terpejam dengan sempurna.

----------

Esok pagi nya,(Nk) sudah bangun sebelum pukul 05.00. Iya telah selesai menunaikan ibadah sholat subuh.Semua barang yang sudah ia siapkan dari semalam siap untuk ia bawa nantinya.Tidak lupa,ia juga memasukkan handphone blackberry nya kedalam tas untuk mengabari kabar nya kepada kedua orang tua nya.

"Ayah,bisa tolong anterin (Nk) ke sekokah gak?" Tanya (Nk) kepada sang Ayah yang membawa jaket hitam dan helm nya ke teras depan rumah.

"Bisa. Jam berapa?"

"Eumm..bentar lagi Yah,jam enam pas aja" Jawab (Nk) sambil menyiapkan sepatu yang ingin ia pakai nanti.

Jam sudah menunjukan pukul 06.00,sudah waktu nya untuk (Nk) berangkat menuju sekolah nya.(Nk) pamit kepada sang Ibu tentu nya,tidak lupa ia meminta doa dari sang Ibu.Namun,ada kejanggalan sedikit di kalimat yang (Nk) lontarkan kepada sang Ibu.

"Bu,(Nk) pamit ya.Tolong doain (Nk) supaya baik-baik aja di lokasi perkemahan.Kalo nanti (Nk) pulang dalam kondisi yang bukan sekarang.Ibu gausah takut.Assalamualaikum bu" (Nk) menuju keluar rumah nya. Membawa tas ransel coklat khusus untuk berkemah.Dan menaiki motor sang Ayah.Setelah mereka semua berpamitan,motor Ayah berlalu begitu saja.

Diperjalanan menuju sekolah,tidak ada obrolan yang berlangsung secara khusus antara Ayah (Nk) dan dirinya.

"Ayah,(Nk) sayang sama Ayah.." (Nk) memeluk erat tubuh sang Ayah yang berada di depan nya.Ayah nya bingung akan sikap (Nk) di pagi hari ini,Ayah (Nk) hanya bisa tersenyum melihat (Nk) dari pantulan cermin spion motor nya.

Next?

14/04/2015

L+C!
~NoPembacaGelap~
Typo? Manusiawi;v

" Sadar"
Part12

"Apaansih! Gausah narik tangan gini deh,gaenak tau diliatin yang lain!" Ketus (Nk).Pandangan semua murid kini tertuju kearah mereka berdua.

"Udah sih lepasin! Gue bisa jalan sendiri" (Nk) telah berkali-kali mencoba untuk melepaskan tangan nya dari genggaman seorang laki-laki yang belum ia ketahui siapa.

Laki-laki itu pun hanya terdiam dan mempercepat langkahnya kearah sebuah ruangan.

'Gue mau diapain? Apa jangan jangan..ah nggak,nggak mungkin' Batin (Nk),fikirannya kacau memikirkan hal yang seharusnya tidak perlu dia fikirkan.

Mereka berdua sampai di depan pintu yang bertuliskan 'Ruang PMR.Yang Tidak Berkepentingan,Dilarang Masuk!".

(Nk) terdiam,tangannya kini sudah dilepas oleh seorang laki-laki yang berada disebelahnya.Matanya terus memperhatikan sosok yang ada disebelahnya itu.Sepertinya (Nk) mengenalinya,siapa dia?.

"Bryan?" Panggil (Nk) pelan,laki-laki disebelahnya itu menoleh ke arah (Nk).Wajahnya sangat cool dan menarik.Entah kenapa jantung (Nk) kini berdetak lebih kencang.

Bryan hanya menoleh,dan membuka pintu ruangan tersebut.Didalamnya,telah terdapat anak-anak pasukan inti PMR yang berisi anak kelas 7,8 dan 9.

Semua anak yang berada didalam ruangan itu masih fokus dengan strategi yang mereka siapkan untuk esok hari.Walaupun mereka menyadari kedatangan Bryan,tapi mereka harus menahan rasa fanatik mereka jika bertemu dengan Bryan,terutama anak kelas 7 dan 8.

"Duduk situ!" Bryan menyuruh (Nk) untuk duduk di sebuah kursi yang jaraknya agak jauh dari pasukan inti PMR.

"Mau ngapain sih?" Tanya (Nk) yang sudah duduk dikursi tersebut.

"Mau gue ceritain dari awal,atau langsung ke inti nya aja?" Tanya Bryan yang menyeret kursi kayu kedepan (Nk) dan mendudukinya.

"Langsung ke intinya aja" Jawab (Nk) singkat.Matanya sangat tajam,entah kenapa (Nk) memiliki sifat seperti ini_-.

"Oke,intinya.Lo besok bisa ikut kemah"

"Apa? Serius lo? Gue bisa ikut kemah?" (Nk) menyerbu Bryan dengan banyak pertanyaan.Suara (Nk) pun sangat melengking saat menanyakan pertanyaan itu hingga membuat murid yang berada di ruangan tersebut berbisik kesal.

"Pelanin suara lo,disini bukan cuma lo doang.Banyak kali," Bryan mengedarkan pandangannya ke seisi ruangan.Mengisyaratkan (Nk) untuk sadar bahwa,disini bukan hanya dirinya dan Bryan saja.

"Ohiya,maaf" (Nk) menutup mulutnya dengan menggunakan tangannya.

"Yaudah nih,agenda buat besok sama peralatan yang harus lo bawa" Bryan memberikan secarik kertas dari buku catatannya.

"Gue masih gak ngerti deh,kok gue bisa ikut kemah? Padahal kan gue gapunya uang buat bayar tuh kemah.Coba deh ceritain dari awal" (Nk) mengambil secarik kertas tersebut dari tangan Bryan.Dan menyenderkan tubuhnya di kursi yang sedang ia pakai.

"Tadi lo minta langsung ke intinya aja.Gimanasih?!" Bryan sudah mulai gemas dengan tingkah laku (Nk) dan akhirnya Bryan menceritakan awal mula (Nk) bisa mengikuti kemah.

***

"Kamu ketua eskul PMR kan?" Tanya Ibu Sati sambil menaruh gelas beling tersebut diatas meja nya.

"Iya bu" Jawab Bryan.

"Ada yang ingin Ibu bicarakan sama kamu"

"Tentang apa bu?" Tanya Bryan dengan penuh kebingungan.

"Kamu tahu anak perempuan yang tadi duduk disini sebelum kamu?" Ibu Sati menunjuk kursi yang sedang diduduki oleh Bryan.

"Tahu bu" Jawab Bryan sambil sesekali melirik teh yang disruput oleh Ibu Sati.

"Dia itu anak PMR,anak buah kamu.Dia kelas 8 di kelas 8.2,namanya (NamaKamu) Ressile Faradi.Kelasnya adalah tempat Ibu menjabat sebagai wali kelas.Dan dia,tidak bisa mengikuti kemah dikarenakan uang yang tidak ada.Pengeluaran kedua orang tuanya pun sedang memuncak.Jadi Ibu harap,kamu bisa membantu dia.Karena Ibu rasa,dia itu anak yang patut untuk diperjuangkan.Prestasinya dikelas pun tidak pernah menurun" Ibu Sati bercerita singkat kepada Bryan.Bryan hanya menggangguk pelan menandakan bahwa ia faham apa yang diceritakan Ibu Sati secara kronologis.

"Saya bisa bantu bu.Jadi ibu tenang saja,di eskul PMR ini kami mempunyai uang kas yang biasa kita gunakan untuk membantu siapa saja yang kesusahan.Dan kini,akan kami gunakan untuk (Nk) bu" Bryan tersenyum memperlihatkan jajaran giginya yang putih.

***

"Jadi gitu ceritanya.." Kata Bryan yang melihat (Nk) menganggukkan kepalanya dengan ragu.

"Lo ngerti gaksih?" Bryan mengernyitkan alisnya.

"Iya,gue ngerti.Jadi besok gue bisa ikut nih?" Tanya (Nk).Kepalanya kini sudah maju menghadap Bryan dan matanya yang hitam menatap mata Bryan yang berwarna cokelat.

"Iyaa.." Jawab Bryan,kepalanya ia jauhkan dari kepala (Nk).

"Alhamdulillah" Ucap (Nk) pelan,namun terdengar jelas ditelinga Bryan.

(Nk) memasukkan secarik kertas yang ia dapat dari Bryan kedalam saku seragamnya.Lalu bangkit dari kursinya dan ingin berjalan menuju keluar.

"Eh tunggu! Lo mau kemana?" Tanya Bryan.Tangannya menghadang tubuh (Nk) yang ingin berjalan keluar layaknya sebagai portal yang menjadi penghalang.

"Pulanglah" Jawab (Nk) sinis.

"Duduk dulu!" Perintah Bryan.

Akhirnya,(Nk) kembali duduk dikursinya.Sambil bergumam 'Ck! Apa lagi ini? Bukannya udah selesai? Aah..menyebalkan' .

"Isca.." Panggil Bryan,matanya tertuju kepada perempuan cantik yang sedang menyusun strategi.

Isca.Ya,perempuan bernama lengkap 'Gabriella Frisca Abraham' Ini cukup populer dikelas 8.3,Namun prestasinya tidak sebagus kepopulerannya.Walaupun ia sangat tajir,namun uang yang ia pakai adalah hasil kerja keras Ayahnya yang berkerja sebagai sutradara.Pantas saja ia sering berfoto dengan artis_.

"Iya kak,kenapa?" Tanya Isca yang sudah ada disamping kiri Bryan.

"Kamu tadi nyatet apa yang diomongin sama Pak Hari pas apel tadikan?"

"Iya nyatet kok kak.Kenapa?" Tanya Isca lagi.

"Sekarang,kamu catet lagi dikertas lembar.Buat (Nk).Jangan lama ya" Perintah Bryan.Isca hanya mengangguk,lalu menjalankan apa yang diperintahkan oleh Bryan.Walaupun,tatapan Isca kepada (Nk) sangat menyebalkan.

"Dia manggil lo dengan sebutan 'kak' ?" Tanya (Nk) setelag Isca pergi dari hadapannya.

"Iya" Jawab Bryan yang mengeluarkan IPhone nya dari saku celananya.

"Lo kakak kelas?" Tanya (Nk) lagi.

"Iya" Bryan masih mengotak atik IPhone nya.

"Kelas berapa?" Tanya (Nk) lagi dan lagi.

"9"Pandangan Bryan masih fokus pada layar touchsreennya.

"9 berapa?" Tanya (Nk) lagi,lagi dan lagi.

"Halah.Berisik bangetsih! 9.1" Jawab Bryan kesal.

(Nk) hanya ber 'oh' panjang.Sambil sesekali melihat keadaan di sekelilingnya.

Next?

13/04/2015

L+C!
~NoPembacaGelap~
Typo? Manusiawi;v
Dungmendungmendung👊

" Sadar"
Part11

'Cewek tadi kayaknya adek kelas gue' Gumam Bryan menuju meja piket sambil membawa tumpukan kertas.

"Yasudah,kalo memang tidak bisa.Tidak usah di paksakan,kamu ikut eskul apa?" Tanya Ibu Sati.Ada perubahan nada didalam perkatannya itu,nadanya menjadi lembut dan tidak seperti awal berbicara kepada (Nk).

"PMR bu,"

"Oke,kalau begitu.Nanti,saya akan bicarakan ini kepada ketua PMR.Semoga,dari pihak PMR bisa membantu kamu untuk ikut acara perkemahan ini" Walaupun banyak yang bilang Bu Sati,manusia berketurunan batak ini sangat galak dan ucapannya sangat pedas.Tapi sepertinya,semua murid salah.Bu Sati adalah guru sekaligus wali kelasnya yang sangat baik.

"Terima kasih bu,saya sangat senang mendengar kalimat yang tadi Ibu ucapkan,jadi apa boleh saya kedalam kelas sekarang?" Tanya (Nk),disertai senyum lebar nya kepada Sang Wali kelas berambut gelombang itu.

"Iya,boleh.Silahkan" Kepalanya mengangguk,tangannya mengisyaratkan untuk menyurh (Nk) keluar dari dalam kantor.

(Nk) bangkit dari tempat duduknya,tidak lupa ia mengucapkan salam dan mencium tangan wali kelasnya itu.

"Oh iya,(Nk).." Suara Bu Sati ini memberhentikan langkah kaki (Nk) yang menuju ambang pintu.

"Ada apa bu?" (Nk) memutar badannya kebelakang.

"Sekalian,tolong panggilkan Bryan yang tadi ibu suruh mengumpulkan kertas para siswa.Tolong suruh Bryan untuk ke ruangan saya sekarang" Perintah Ibu Sati.

"Iya ibu," (Nk) membuka pintu kantor dan keluar dari dalamnya.

'Alhamdulillah..semoga ini berhasil' Gumam (Nk) sambil berjalan menuju meja piket.

Setelah beberapa menit berjalan,akhirnya (Nk) sampai didepan meja piket.Dan mendapati seseorang yang sedang sibuk memasukkan kertas-kertas putih itu kedalam loker meja piket.

"Mm..maaf," Suara (Nk) terdengar sedang bingung.Ia bingung harus memanggil anak ini dengan sebutan apa.Karena (Nk) tidak tahu,Bryan itu adik kelas nya atau kakak kelas nya.

"Iya,ada apa?" Tanya Bryan yang mengangkat kepala nya untuk melihat jelas wajah (Nk).

"Lo dipanggil sama Bu Sati.Lo disuruh keruangannya sekarang" Apa? (Nk) memanggil Bryan dengan sebutan 'Lo'? Bagaimana jika nanti,Bryan adalah kakak kelasnya? Dirinya bisa habis di maki-maki oleh para senior.

"Ada apaan?" Tanya Bryan mengernyitkan dahi nya dan mengunci loker meja piket.

"Mana gue tau,pokoknya lo disuruh aja kesono" Jawab (Nk) lalu berlalu begitu saja.

Bryan segera cepat berlari kecil menuju ruangan kantor.Suara decitan antara sepatu dan lantai putih pun terdengar begitu nyaring.Hingga membuat (Nk) berkali-kali mendesis.

"Tok..tok..tok.." Suara ketukan yang sama,dalam waktu yang berbeda.Itu lah yang dirasakan oleh Ibu Sati.

"Yaa..masuk" Teriak Ibu Sati dari dalam ruangannya.Bryan masuk dan duduk di kursi yang sebelumnya diduduki oleh (Nk).

"Kata (Nk),Ibu memanggil saya kesini.Ada apa ya bu?" Tanya Bryan kepada Ibu Sati yang sedang menyeruput teh manis hangat miliknya.

"Kamu ketua eskul PMR kan?" Tanya Ibu Sati sambil menaruh gelas beling tersebut diatas meja nya.

"Iya bu" Jawab Bryan.

"Ada yang ingin Ibu bicarakan sama kamu"

----------

Hari Kamis ini,tidak seperti hari Kamis biasanya.Jika yang seperti biasa semua murid akan dipulangkan pada pukul 12.00,Tapi kini semua murid dipulangkan pada jam 10.00 karena berhubung esok sudah diadakannya acara perkemahan.

Sebelum pulang,tidak lupa pihak sekolah mengadakan apel dan sekaligus untuk mengumumkan apa saja yang harus dibawa oleh para murid untuk esok.

Selesai apel,seperti yang sudah dijanjikan.Akan diumumkannya segala sesuatu yang harus dibawa untuk hari esok.Semua murid diperintahkan untuk duduk di lapangan,mengeluarkan buku catatan miliknya masing-masing dan menuliskan apa yang harus mereka bawa dan mereka buat.

"Kok lo ga nyatet?" Tanya Adiba,Perempuan sholehah berjilbab putih yang menjabat sebagai wakil ketua kelas 8.3

"Gue gak ikut Dib," Jawab (Nk) yang tangannya masih memainkan kerikil-kerikil kecil disekitarnya.

"Oo.." Adiba hanya ber 'o' panjang.Lalu meneruskan kembali catatannya.

Selesai mencatat semua yang diperlukan untuk esok,semua murid di perintahkan untuk berdiri kembali.Beberapa menit lagi apel pun segera selesai dan barisan pun di bubarkan.

"Para dewan guru,berkenan untuk meninggalkan lapangan apel" Suara Mc yang terdengar sangat halus disertai tepukan tangan yang meriah darinpara siswa/i.

"Apel telah selesai,para murid dipersilahkan untuk meninggalkan lapangan apel" Begitulah suara mc yang memerintahkan para murid untuk pulang.Akhirnya,apel pun telah selesai.

Semua murid telah bubar dari barisan masing masing,namun sepertinya mereka ada yang tidak langsung pulang kerumah.Mereka membagi bagian yang akan dibawa untuk masing-masing kelompok

"(Nk)..!!" Teriak seseorang dari belakang.

Siapa yang memanggil (Nk) seperti ini? Apakah Cassie? Oh tidak.Suaranya begitu jelas dari seorang Laki-laki.

"Ikut gue,ada yang pengen gue omongin.Ini penting" Tiba-tiba,(Nk) merasakan tangan nya ditarik oleh seseorang yang tadi berada dibelakangnya.Dan membawa (Nk) kesuatu tempat

Next?

Hola hola...Maaf kan diriku yang jarang on disini😂😂😂Mungkin udah ada yang punya..Tak papa lah😂😂😂
12/04/2015

Hola hola...
Maaf kan diriku yang jarang on disini😂😂😂

Mungkin udah ada yang punya..
Tak papa lah😂😂😂

12/04/2015

L+C!
~NoPembacaGelap~
Typo? Manusiawi;v
Happy weekend readers!

" Sadar"
Part10

Mendengar jawaban dari sang ibu,(Nk) hanya menghela nafas panjangnya.Ibunya memandang wajah (Nk) dengan penuh penyesalan dan kekecewaan.Namun,(Nk) tidak ingin ibunya merasakan kesedihan yang (Nk) rasakan.Sebisa mungkin,ia tersenyum dan menutupi perasaan buruknya.

"Iya kok bu,gapapa.Lagian juga gapenting banget" Apa? Tidak penting? Hhh..lagi-lagi (Nk) harus membohongi Ibunya.Sudah jelas kegiatan perkemahan ini sangat penting baginya.Karena,akan mendapatkan nilai tambahan di bagian mata pelajaran tertentu.Dan bagi (Nk),ini peluang besar untuk mendapatkan nilai yang sempurna.

"Tapi tante,kalo tante gak keberatan.Cassie bisa kok tan,bantuin (Nk).Lagi juga,Cassie udah anggep (Nk) sebagai saudara sendiri" Cassie memberanikan diri berbicara kepada ibu (Nk).

Suara Cassie ini pun,mengagetkan (Nk) dan Ibunya.Karena sedari tadi,Cassie tidak mengeluarkan suara sedikitpun.(Nk) dan Ibunya pun memutar kepalanya kearah kanan,tepat dimana suara Cassie bersumber.

"Aduh Cassie,tante minta maaf banget.Tante hargai kebaikan kamu.Tapi,tante gak bisa.Hutang tante dimana-mana sudah banyak"'Suara Ibu (Nk) berhasil membuat Cassie terdiam.Ntah memikirkan apa.

"Gausah diganti tan,kan cassie udah bilang.Cassie udah anggep (Nk) sebagai saudara Cassie sendiri" Jelas Cassie.

"Tetep tante gak bisa,maaf ya sayang.." Ibu (Nk) memanggil Cassie dengan sebutan 'sayang'.Inilah,yang Cassie sukai dari Ibu (Nk).Karena,ibu (Nk) bersikap penyayang dan tidak memandang siapapun.

"Kalo (Nk) bilang sama Ayah gimana gimana bu? Kira-kira bisa nggak ya?" Tanya (Nk).Ibunya kembali menoleh kearah kiri.

"Ayah tadi udah bicara sama ibu sebelum berangkat ke rumah om Hakim.Katanya,kalau (Nk) ada keperluan apapun.Sepenting apapun.Tolong kasih pengertian,bahwa ayah belum bisa menuhin itu semua" Ibu (Nk) menyampaikan pesan ayah nya tadi siang.

Mendengar itu,(Nk) tidak tega.Ia sudah memutuskan untuk tidak ikut acara perkemahan tahun ini.Ya,walaupun resiko nya sangat rugi sekali.

"Yaudah bu,(Nk) gak ikut acara perkemahan dulu.(Nk) ke kamar dulu ya bu" (Nk) bangkit dari kursi tamannya dan menggandeng tangan Cassie menuju kamar lewat pintu belakang.

Terlihat jelas raut wajah senang bercampur sedih di wajah Ibu (Nk).Sedih karena ia tidak dapat memenuhi kebutuhan sang anak yang sangat penting.Dan senang,karena memiliki anak perempuan seperti (Nk) yang pengertian dan ikhlas dalam segala cobaan yang menimpanya.
'Maafkan ibu,sayang' Ucap Ibu (Nk) dalam hati.Satu tetes bulir air mata turun membasahi p**i sang ibu.Lalu bangkit,dan meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.

----------

"Maaf Cas,gue gabisa ikut kemah" Kata (Nk) sambil menutup pintu kamarnya.

"Gue bingung.Gimana caranya supaya lo bisa ikut" Cassie duduk di pinggir tempat tidur (Nk) wajahnya tertunduk kearah bawah.

"Yaudahlah,gausah dipaksain.Gue ikhlas kok kalo gue gabisa ikut kemah.Oiya,kalo lo udah pulang kemah.Lo janji ya,harus ceritain ke gue siapa anggota osis yang baru" (Nk) ikut duduk disamping Cassie.

"Nggak deh" Wajah Cassie terangkat keatas.Membuat (Nk) bingung.
"Nggak.Kayaknya gue gak ikut kemah kalo lo gak ikut" Sambung Cassie.Matanya menatap tajam mata (Nk) yang berada disebelahnya.

"Jangan gitu.Lo harus ikut.Lo gausah ikut-ikut gue.Kalo gue kan gak ikut karena gada biaya.Kalo lo kan,udah dibiayain sama ortu lo.Masa lo siasiain gitu aja sih? Gak kasian sama ortu lo?" Jelas (Nk) memegang pundak Cassie menggunakan kedua tangannya.

"Tapi,temen deket gue cuma lo doang.Cuma lo yang tahan temenan sama gue.Ntar kalo misalnya gue sendiri,gada yang nemenin gue d**g?"

"Hhh..lo itu gimana sih? Lo kan pasti bisa adaptasi sama temen yang lain.Temen kan banyak,bukan cuma gue doang" (Nk) menurunkan tangannya yang berada diatas pundak Cassie.

"Yaudah deh," Mendengar jawaban dari Cassie,(Nk) hanya tersenyum singkat didepannya.

----------

Hari ini adalah hari Kamis,hari yang dijadwalkan oleh para guru untuk mengumpulkan selembar kertas pemberitahuan tentang acara perkemahan yang akan berlangsung esok harinya.

"Tok..tok..tok.." Ketukan pintu kayu bergema di ruang guru yang masih sangat sepi.

Seorang perempuan paruh baya yang duduk dikursinya langsung menuju ambang pintu,dan membuka pintu untuk seseorang diluar sana.

"Assalamualaikum bu,maaf pagi-pagi sekali saya mengganggu Ibu.Ada yang ingin saya bicarakan bu" Ucap seorang perempuan yang membawa tasnya dengan sebelah tangan dan rambut yang ia gulung asal-asalan menggunakan karet kuncirnya.

"Waalaikumsalam,ayo silahkan masuk nak (Nk)" Ibu paruh baya ini menutup pintu kantor setelah (Nk) masuk kedalamnya.

Yang (Nk) lihat didalam ruang,selain Ibu paruh baya ini adalah seorang murid yang sangat cuek namun menarik sedang menumpuk selembar kertas yang sepertinya sangat penting.

Nk) duduk didepan meja Ibu tersebut yang telah disediakan kursi khusus untuk tamu.

"Ini bu,surat pemberitahuan perkemahan.Maaf bu Sati,saya tidak bisa ikut acara ini" (Nk) mengeluarkan selembar kertas yang sangat penting.

Ibu tersebut memakai kaca mata cokelat miliknya dan mengambil selembar kertas dari tangan (Nk) yang berada diatas meja,membatasi jarak antara nya.

Setelah membaca selembar kertas yang memberitahukan bahwa (Nk) tidak bisa mengikuti kegiatan acara perkemahan ini,Ibu Sati terdiam.
"Kenapa kamu gak ikut?" Tanya Ibu Santi yang melepas kaca mata nya.

"Orang tua saya belum ada biaya bu,karena minggu-minggu ini pengeluaran orang tua saya sedang memuncak bu" Jawab (Nk),matanya tidak sanggup menatap mata Ibu Sati yang terkenal dengan kata-katanya yang sangat pedas.Mau tidak mau,siap atau tidak siap (Nk) akan terkena raungan dari macan betina itu.

'Macan betina' ya,itu adalah julukan para murid di SMP ini kepada Ibu Sati Widyakusuma.Ibu Sati Widyakususma inj menjabat sebagai wali kelas 8.2.Apa? Wali kelas 8.2? Berarti ini adalah wali kelasnya (Nk) dan Cassie.

"Lalu,jika kamu tidak ikut perkemahan ini.Lantas,kamu mau memdapat nilai tambahan dari mana? Sedangkan,para murid yang lain mengikuti acara ini.Hanya kamu saja yang tidak!" Nada Ibu Sati memuncak,sepertinya wajar saja Ibu Sati marah kepada (Nk) karena (Nk) adalah anak asuhnya.

"Sekali lagi maaf bu,saya tidak bisa.Saya tidak bisa memaksakan kehendak saya sendiri"

Disaat obrolan (Nk) dan Ibu Sati sedang memuncak didalam keseriusannya,seorang lelaki yang telah selesai menumpuk lembaran kertas itu menghampiri Ibu Sati dan mengatakan sesuatu.
"Maaf bu,saya mengganggu pembicaraan ibu.Selembaran kertas ini,ingin di taruh dimana bu?" Tanya seorang lelaki yang seperti nya (Nk) mengenal siapa dia.

"Nanti,sebelum bel masuk berbunyi.Kamu umumkan dulu di meja piket,siapa saja yang belum mengumpulkan selembaran kertas itu.Jika sudah mengumpulkan semua,kamu boleh kasih langsung ke Ibu" Ibu Sati menjelasnya kepada seorang murid laki-laki ini,yang ber name-tag 'Bryan Domani'

Setelah mendapat arahan dari Bu Sati,Bryan pun menuju meja piket dan menaruh selembaran kertas itu didalam loker dan menguncinya.Sepertinya,ia bebas untuk melakukan apa saja.

Next?_.

Address

Bandung

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aulia's Page posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category