12/04/2015
L+C!
~NoPembacaGelap~
Typo? Manusiawi;v
Happy weekend readers!
" Sadar"
Part10
Mendengar jawaban dari sang ibu,(Nk) hanya menghela nafas panjangnya.Ibunya memandang wajah (Nk) dengan penuh penyesalan dan kekecewaan.Namun,(Nk) tidak ingin ibunya merasakan kesedihan yang (Nk) rasakan.Sebisa mungkin,ia tersenyum dan menutupi perasaan buruknya.
"Iya kok bu,gapapa.Lagian juga gapenting banget" Apa? Tidak penting? Hhh..lagi-lagi (Nk) harus membohongi Ibunya.Sudah jelas kegiatan perkemahan ini sangat penting baginya.Karena,akan mendapatkan nilai tambahan di bagian mata pelajaran tertentu.Dan bagi (Nk),ini peluang besar untuk mendapatkan nilai yang sempurna.
"Tapi tante,kalo tante gak keberatan.Cassie bisa kok tan,bantuin (Nk).Lagi juga,Cassie udah anggep (Nk) sebagai saudara sendiri" Cassie memberanikan diri berbicara kepada ibu (Nk).
Suara Cassie ini pun,mengagetkan (Nk) dan Ibunya.Karena sedari tadi,Cassie tidak mengeluarkan suara sedikitpun.(Nk) dan Ibunya pun memutar kepalanya kearah kanan,tepat dimana suara Cassie bersumber.
"Aduh Cassie,tante minta maaf banget.Tante hargai kebaikan kamu.Tapi,tante gak bisa.Hutang tante dimana-mana sudah banyak"'Suara Ibu (Nk) berhasil membuat Cassie terdiam.Ntah memikirkan apa.
"Gausah diganti tan,kan cassie udah bilang.Cassie udah anggep (Nk) sebagai saudara Cassie sendiri" Jelas Cassie.
"Tetep tante gak bisa,maaf ya sayang.." Ibu (Nk) memanggil Cassie dengan sebutan 'sayang'.Inilah,yang Cassie sukai dari Ibu (Nk).Karena,ibu (Nk) bersikap penyayang dan tidak memandang siapapun.
"Kalo (Nk) bilang sama Ayah gimana gimana bu? Kira-kira bisa nggak ya?" Tanya (Nk).Ibunya kembali menoleh kearah kiri.
"Ayah tadi udah bicara sama ibu sebelum berangkat ke rumah om Hakim.Katanya,kalau (Nk) ada keperluan apapun.Sepenting apapun.Tolong kasih pengertian,bahwa ayah belum bisa menuhin itu semua" Ibu (Nk) menyampaikan pesan ayah nya tadi siang.
Mendengar itu,(Nk) tidak tega.Ia sudah memutuskan untuk tidak ikut acara perkemahan tahun ini.Ya,walaupun resiko nya sangat rugi sekali.
"Yaudah bu,(Nk) gak ikut acara perkemahan dulu.(Nk) ke kamar dulu ya bu" (Nk) bangkit dari kursi tamannya dan menggandeng tangan Cassie menuju kamar lewat pintu belakang.
Terlihat jelas raut wajah senang bercampur sedih di wajah Ibu (Nk).Sedih karena ia tidak dapat memenuhi kebutuhan sang anak yang sangat penting.Dan senang,karena memiliki anak perempuan seperti (Nk) yang pengertian dan ikhlas dalam segala cobaan yang menimpanya.
'Maafkan ibu,sayang' Ucap Ibu (Nk) dalam hati.Satu tetes bulir air mata turun membasahi p**i sang ibu.Lalu bangkit,dan meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
----------
"Maaf Cas,gue gabisa ikut kemah" Kata (Nk) sambil menutup pintu kamarnya.
"Gue bingung.Gimana caranya supaya lo bisa ikut" Cassie duduk di pinggir tempat tidur (Nk) wajahnya tertunduk kearah bawah.
"Yaudahlah,gausah dipaksain.Gue ikhlas kok kalo gue gabisa ikut kemah.Oiya,kalo lo udah pulang kemah.Lo janji ya,harus ceritain ke gue siapa anggota osis yang baru" (Nk) ikut duduk disamping Cassie.
"Nggak deh" Wajah Cassie terangkat keatas.Membuat (Nk) bingung.
"Nggak.Kayaknya gue gak ikut kemah kalo lo gak ikut" Sambung Cassie.Matanya menatap tajam mata (Nk) yang berada disebelahnya.
"Jangan gitu.Lo harus ikut.Lo gausah ikut-ikut gue.Kalo gue kan gak ikut karena gada biaya.Kalo lo kan,udah dibiayain sama ortu lo.Masa lo siasiain gitu aja sih? Gak kasian sama ortu lo?" Jelas (Nk) memegang pundak Cassie menggunakan kedua tangannya.
"Tapi,temen deket gue cuma lo doang.Cuma lo yang tahan temenan sama gue.Ntar kalo misalnya gue sendiri,gada yang nemenin gue d**g?"
"Hhh..lo itu gimana sih? Lo kan pasti bisa adaptasi sama temen yang lain.Temen kan banyak,bukan cuma gue doang" (Nk) menurunkan tangannya yang berada diatas pundak Cassie.
"Yaudah deh," Mendengar jawaban dari Cassie,(Nk) hanya tersenyum singkat didepannya.
----------
Hari ini adalah hari Kamis,hari yang dijadwalkan oleh para guru untuk mengumpulkan selembar kertas pemberitahuan tentang acara perkemahan yang akan berlangsung esok harinya.
"Tok..tok..tok.." Ketukan pintu kayu bergema di ruang guru yang masih sangat sepi.
Seorang perempuan paruh baya yang duduk dikursinya langsung menuju ambang pintu,dan membuka pintu untuk seseorang diluar sana.
"Assalamualaikum bu,maaf pagi-pagi sekali saya mengganggu Ibu.Ada yang ingin saya bicarakan bu" Ucap seorang perempuan yang membawa tasnya dengan sebelah tangan dan rambut yang ia gulung asal-asalan menggunakan karet kuncirnya.
"Waalaikumsalam,ayo silahkan masuk nak (Nk)" Ibu paruh baya ini menutup pintu kantor setelah (Nk) masuk kedalamnya.
Yang (Nk) lihat didalam ruang,selain Ibu paruh baya ini adalah seorang murid yang sangat cuek namun menarik sedang menumpuk selembar kertas yang sepertinya sangat penting.
Nk) duduk didepan meja Ibu tersebut yang telah disediakan kursi khusus untuk tamu.
"Ini bu,surat pemberitahuan perkemahan.Maaf bu Sati,saya tidak bisa ikut acara ini" (Nk) mengeluarkan selembar kertas yang sangat penting.
Ibu tersebut memakai kaca mata cokelat miliknya dan mengambil selembar kertas dari tangan (Nk) yang berada diatas meja,membatasi jarak antara nya.
Setelah membaca selembar kertas yang memberitahukan bahwa (Nk) tidak bisa mengikuti kegiatan acara perkemahan ini,Ibu Sati terdiam.
"Kenapa kamu gak ikut?" Tanya Ibu Santi yang melepas kaca mata nya.
"Orang tua saya belum ada biaya bu,karena minggu-minggu ini pengeluaran orang tua saya sedang memuncak bu" Jawab (Nk),matanya tidak sanggup menatap mata Ibu Sati yang terkenal dengan kata-katanya yang sangat pedas.Mau tidak mau,siap atau tidak siap (Nk) akan terkena raungan dari macan betina itu.
'Macan betina' ya,itu adalah julukan para murid di SMP ini kepada Ibu Sati Widyakusuma.Ibu Sati Widyakususma inj menjabat sebagai wali kelas 8.2.Apa? Wali kelas 8.2? Berarti ini adalah wali kelasnya (Nk) dan Cassie.
"Lalu,jika kamu tidak ikut perkemahan ini.Lantas,kamu mau memdapat nilai tambahan dari mana? Sedangkan,para murid yang lain mengikuti acara ini.Hanya kamu saja yang tidak!" Nada Ibu Sati memuncak,sepertinya wajar saja Ibu Sati marah kepada (Nk) karena (Nk) adalah anak asuhnya.
"Sekali lagi maaf bu,saya tidak bisa.Saya tidak bisa memaksakan kehendak saya sendiri"
Disaat obrolan (Nk) dan Ibu Sati sedang memuncak didalam keseriusannya,seorang lelaki yang telah selesai menumpuk lembaran kertas itu menghampiri Ibu Sati dan mengatakan sesuatu.
"Maaf bu,saya mengganggu pembicaraan ibu.Selembaran kertas ini,ingin di taruh dimana bu?" Tanya seorang lelaki yang seperti nya (Nk) mengenal siapa dia.
"Nanti,sebelum bel masuk berbunyi.Kamu umumkan dulu di meja piket,siapa saja yang belum mengumpulkan selembaran kertas itu.Jika sudah mengumpulkan semua,kamu boleh kasih langsung ke Ibu" Ibu Sati menjelasnya kepada seorang murid laki-laki ini,yang ber name-tag 'Bryan Domani'
Setelah mendapat arahan dari Bu Sati,Bryan pun menuju meja piket dan menaruh selembaran kertas itu didalam loker dan menguncinya.Sepertinya,ia bebas untuk melakukan apa saja.
Next?_.