Bandung Art Month

Bandung Art Month Menuju BAM9 2026

VISUAR VOL.2: Purwarupa Rumpun Culinary and CreatiRumpun Culinary and Creativity HubAR VOL. 2Presenting โ€” PURWARUPA: DRA...
03/08/2026

VISUAR VOL.2: Purwarupa Rumpun Culinary and CreatiRumpun Culinary and Creativity HubAR VOL. 2
Presenting โ€” PURWARUPA: DRAF๐ŸŽจ๐Ÿ–Œ

PRE EVENT VISUAR VOL. 2 is here! ๐Ÿšจ
Yuk intip prototype karya dari para seniman yang akan dipamerkan di PURWARUPA : DRAF Exhibition! ๐Ÿคฉ๐Ÿ‘จโ€๐ŸŽจโœจ

Yang bisa kamu temukan di pre event VISUAR VOL. 2:
๐Ÿ›๏ธ Pop Market
๐ŸŽญ Exhibition
โœจ And more surprises!

๐Ÿ•‘ Opening at 16.00 WIB
๐Ÿ“… 8 Agustus 2026
๐Ÿ“ Lokasi: Rumah Seni, Rumpun Canaya
JL. D**o Giri No.102, Mekarwangi, Kec Lembang, Kab. Bandung, Jawa Barat

Catat tanggalnya, ajak orang tersayang, dan siap-siap seru-seruan bareng kami! ๐Ÿ’›๐Ÿ™Œ

See you this week! ๐Ÿ‘‹โœจ

GALERI RUANG DINI Marginalia Lipatan Waktu: A Solo Exhibition by Achmad ToriqAugust 7 โ€“ September 4, 202610.00 a.m. โ€“ 5....
03/08/2026

GALERI RUANG DINI

Marginalia Lipatan Waktu: A Solo Exhibition by Achmad Toriq

August 7 โ€“ September 4, 2026

10.00 a.m. โ€“ 5.00 p.m. (closed every Monday)
at Galeri Ruang Dini
Jl. Anggrek No. 46, Cihapit, Bandung

Opening Day
Friday, August 7, 2026
16.00 WIB

Officiated by
Cosmas Gozali

โ€“

In Marginalia Lipatan Waktu, Achmad Toriq presents a series of works that renders iconic robot and hero characters onto canvases crafted to resemble notebook pages using acrylic paint.

Drawing from childhood habits of doodling in school notebooks, the artist treats these works as personal time capsules: fragments of the past given new forms rather than reocnstructed with rigid precision. Here, notebooks serves as the main stage, while the figures become the marginalia, creating a space where imagination and memory interact freely.

A concept physically grounded through the artistโ€™s signature technique: hand-crumpled canvases with organic creasesโ€”leaving a visible trace of time across each piece.

02/08/2026

Dokumentasi de Braga by ARTOTEL

Bagaimana jika satu hari tidak hanya terdiri dari 24 jam? Jika waktu bisa diperpanjang, apakah kita benar-benar akan memiliki lebih banyak ruang untuk berkarya?

*Studio di Jam 34* berangkat dari pertanyaan tersebut. Pameran ini menghadirkan para seniman yang menjalani praktik seni di sela-sela pekerjaan utama mereka. Di tengah ritme kerja, tenggat, dan berbagai tuntutan hidup, mereka tetap menyisihkan waktu untuk kembali ke studio, merawat ide, dan terus berkarya.

Angka 34 menjadi sebuah kemungkinan yang mustahil: waktu tambahan yang tidak pernah ada, tetapi sering kali diharapkan. Sebuah ruang imajiner untuk menyelesaikan karya, memulai eksperimen baru, atau sekadar kembali menjadi diri sendiri.

Namun, jika hari benar-benar memiliki 34 jam, apakah kita akan menggunakannya untuk berkarya? Atau waktu akan kembali dipenuhi oleh kesibukan yang lain?

Sebuah pameran grup oleh:
Dimas Budiman Dimas Budiman
Josephine Huang jo.ged
Saskia Gita Sakanti Saskia Gita Sakanti
Fatur Rahman .gif
Meutia Afifah Meutia
Dhiya Prana Widya ddddhiya
Salwa Kamilah Salwa Kamilah

Opening: Sabtu, 25 Juli 2026 โ€ข 16.00 WIB

๐Ÿ“… 25 Juli โ€“ 25 Agustus 2026
๐Ÿ“ de Braga by ARTOTEL, Bandung

Sampai bertemu di pameran! ๐Ÿ™Œ๐Ÿ€

Dokumentasi pembukaanOrbital D**o GalleryPameran ACT MOVE In Collaboration with Agung Jenong, Aryo Saloko, Toni Antonius...
29/07/2026

Dokumentasi pembukaan

Orbital D**o Gallery

Pameran
ACT MOVE
In Collaboration with

Agung Jenong, Aryo Saloko, Toni Antonius, Iyay AIMAER, Dadan Januar, Evie Satijadi, Iwonk, Flowercans

29 Juli โ€“ 23 Agustus 2026

Pembukaan :
Rabu, 29 Juli 2026
Jam. 16.00 WIB

Dibuka oleh
Ibu Elia Yoesman

Di Orbital D**o
Jl. Rancakendal Luhur No.7
D**o Atas. Bandung 40192

Karya-karya ACT MOVE , memperlihatkan bahasa visual yang bekerja melalui percampuran citra, teks, reproduksi mekanis, dan benda sehari-hari. Kolase dari potongan-potongan gambar dari media massa, ilustrasi, tipografi, stiker, serta teknik whitepaste atau paste-up disusun sebagai benturan visual. Bahasa ini tidak menawarkan narasi yang linier atau lurus, melainkan mengajak penonton membaca kembali fragmen-fragmen yang berkelindan dengan : kekuasaan, kekerasan, konsumsi, identitas, dan kehidupan kota.

ACT MOVE berangkat dari praktik Arman Jamparing bersama Dadan Januar pada awal 2000-an. Bermula dengan nama โ€œAct and Moveโ€ , keduanya menghadirkan kerja artistik bertema sosial melalui aksi di jalanan dan ruang publik. Teks protes, respons atas peristiwa, serta upaya memunculkan isu menjadi bahasa utama praktik iniโ€”bukan sebagai klaim atas graffiti, melainkan sebagai tindakan artistik yang berhadapan langsung dengan situasi sosial-politik.

Dalam perjalanannya, ACT MOVE berkembang melalui proses kolaborasi dan percobaan lintas medium: whitepaste, drawing, lukisan, musik, patung dari material daur ulang, kaos, stiker, hingga digital. Kerja bersama para seniman dan kawan seperti Agung Jenong, Aryo Saloko, Toni Antonius, Iyay, Evie Satijadi, Iwonk, serta jejaring zine Flowercans yang dikelola seniman graffiti: Bujangan Urban memperlihatkan bahwa ACT MOVE bukan bentuk yang tunggal, melainkan ruang bergerak bagi respons spontan, pertukaran gagasan, dan tindakan di ruang publik.

Arman Jamparing A.K.A act move lahir di Garut, 20 April 1975, tinggal dan bekerja di Bandung. Aktif merespon ruang publik.Beberapa kali kolaborasi dengan seniman berbagai disiplin dan berapa kali karyanya dipajang cover majalah digital.

Orbital D**o Gallery Pameran ACT MOVE In Collaboration with Agung Jenong, Aryo Saloko, Toni Antonius, Iyay AIMAER, Dadan...
24/07/2026

Orbital D**o Gallery

Pameran
ACT MOVE
In Collaboration with

Agung Jenong, Aryo Saloko, Toni Antonius, Iyay AIMAER, Dadan Januar, Evie Satijadi, Iwonk, Flowercans

29 Juli โ€“ 23 Agustus 2026

Pembukaan :
Rabu, 29 Juli 2026
Jam. 16.00 WIB

Dibuka oleh
Ibu Elia Yoesman

Di Orbital D**o
Jl. Rancakendal Luhur No.7
D**o Atas. Bandung 40192

Karya-karya ACT MOVE , memperlihatkan bahasa visual yang bekerja melalui percampuran citra, teks, reproduksi mekanis, dan benda sehari-hari. Kolase dari potongan-potongan gambar dari media massa, ilustrasi, tipografi, stiker, serta teknik whitepaste atau paste-up disusun sebagai benturan visual. Bahasa ini tidak menawarkan narasi yang linier atau lurus, melainkan mengajak penonton membaca kembali fragmen-fragmen yang berkelindan dengan : kekuasaan, kekerasan, konsumsi, identitas, dan kehidupan kota.

ACT MOVE berangkat dari praktik Arman Jamparing bersama Dadan Januar pada awal 2000-an. Bermula dengan nama โ€œAct and Moveโ€ , keduanya menghadirkan kerja artistik bertema sosial melalui aksi di jalanan dan ruang publik. Teks protes, respons atas peristiwa, serta upaya memunculkan isu menjadi bahasa utama praktik iniโ€”bukan sebagai klaim atas graffiti, melainkan sebagai tindakan artistik yang berhadapan langsung dengan situasi sosial-politik.

Dalam perjalanannya, ACT MOVE berkembang melalui proses kolaborasi dan percobaan lintas medium: whitepaste, drawing, lukisan, musik, patung dari material daur ulang, kaos, stiker, hingga digital. Kerja bersama para seniman dan kawan seperti Agung Jenong, Aryo Saloko, Toni Antonius, Iyay, Evie Satijadi, Iwonk, serta jejaring zine Flowercans yang dikelola seniman graffiti: Bujangan Urban memperlihatkan bahwa ACT MOVE bukan bentuk yang tunggal, melainkan ruang bergerak bagi respons spontan, pertukaran gagasan, dan tindakan di ruang publik.

Arman Jamparing A.K.A act move lahir di Garut, 20 April 1975, tinggal dan bekerja di Bandung. Aktif merespon ruang publik.Beberapa kali kolaborasi dengan seniman berbagai disiplin dan berapa kali karyanya dipajang cover majalah digital.

de Braga by ARTOTEL Bagaimana jika satu hari tidak hanya terdiri dari 24 jam? Jika waktu bisa diperpanjang, apakah kita ...
22/07/2026

de Braga by ARTOTEL

Bagaimana jika satu hari tidak hanya terdiri dari 24 jam? Jika waktu bisa diperpanjang, apakah kita benar-benar akan memiliki lebih banyak ruang untuk berkarya?

*Studio di Jam 34* berangkat dari pertanyaan tersebut. Pameran ini menghadirkan para seniman yang menjalani praktik seni di sela-sela pekerjaan utama mereka. Di tengah ritme kerja, tenggat, dan berbagai tuntutan hidup, mereka tetap menyisihkan waktu untuk kembali ke studio, merawat ide, dan terus berkarya.

Angka 34 menjadi sebuah kemungkinan yang mustahil: waktu tambahan yang tidak pernah ada, tetapi sering kali diharapkan. Sebuah ruang imajiner untuk menyelesaikan karya, memulai eksperimen baru, atau sekadar kembali menjadi diri sendiri.

Namun, jika hari benar-benar memiliki 34 jam, apakah kita akan menggunakannya untuk berkarya? Atau waktu akan kembali dipenuhi oleh kesibukan yang lain?

Sebuah pameran grup oleh:
Dimas Budiman Dimas Budiman
Josephine Huang jo.ged
Saskia Gita Sakanti Saskia Gita Sakanti
Fatur Rahman .gif
Meutia Afifah Meutia
Dhiya Prana Widya ddddhiya
Salwa Kamilah Salwa Kamilah

Opening: Sabtu, 25 Juli 2026 โ€ข 16.00 WIB

๐Ÿ“… 25 Juli โ€“ 25 Agustus 2026
๐Ÿ“ de Braga by ARTOTEL, Bandung

Sampai bertemu di pameran! ๐Ÿ™Œ๐Ÿ€

Sebentar lagi Persiapkan segera program menarik andaGASSKEUN Bandung Art Month 9 gasskeun 9. 23 Agustus - 23 September 2...
19/07/2026

Sebentar lagi

Persiapkan segera program menarik anda

GASSKEUN Bandung Art Month 9 gasskeun 9. 23 Agustus - 23 September 2026

11/07/2026

GASSKEUN Bandung Art Month 9 gasskeun 9. 23 Agustus - 23 September 2026

Persiapkan segeraGASSKEUN Bandung Art Month 9 gasskeun 9. 23 Agustus - 23 September 2026
29/06/2026

Persiapkan segera

GASSKEUN Bandung Art Month 9 gasskeun 9. 23 Agustus - 23 September 2026

Address

Jalan Rancakendal Luhur No 7
Bandung
40191

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bandung Art Month posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Bandung Art Month:

Shortcuts

Share

Category