24/05/2018
Ledakan. Bunuh diri. Keluarga. Ayah. Ibu. Anak-anak. Korban yang ikut terbunuh. Para penyintas lainnya. Ledakan itu turut meledakkan pikiran, hati, nilai-nilai agama-kemanusiaan-toleransi-dll, emosi kita semua. Ada yang marah, sedih, takut, ngeri, waspada, curiga, tidak mau membahas sama sekali, atau ikut setuju bahwa ini hanya konspirasi atau strategi pengalihan isu, atau reaksi lainnya lagi.
•
Ya, begitulah bermacam gejala stress pasca bencana/kejadian traumatis/teror. Wajar dan normal. Sebab, memang tak mudah menerima kenyataan bahwa teroris itu ada, teroris itu meledakkan diri bersama keluarga, utamanya menyertakan ibu dan anak-anak p**a, ditambah mereka pun beragama dan agamanya itu islam.
•
Semua reaksi kita yang berbeda-beda ini, kalau tak dipahami sebagai hal wajar dan normal, bisa tambah meluaskan permusuhan dan kebencian.
•
Contoh:
X menyebutkan kejadian di Makobrimob dan berbagai tempat di Surabaya itu konspirasi atau pengalihan isu karena jauh di dalam hati kecilnya, X tidak bisa menerima kejadian bunuh diri itu dilakukan oleh yang seagama dengannya. X takut semua itu menghancurkan nilai-nilai baik dalam agamanya, lalu orang akan menilai agamanya memang buruk. X pun sedih, marah, dan sama mengutuk kejadian itu, tetapi kepeduliannya terhadap nilai agama lebih menguasai dirinya.
Nah, Y marah pada reaksi X yang menurutnya begitu tega menyebutkan kejadian teror adalah pengalihan isu/konspirasi. Y tak peduli apa penyebabnya, yang jelas anak-ibu-ayah itu mati bunuh diri dan menyebabkan orang-orang lain ikut menjadi korban. Bagi Y, itu jelas terorisme dan tidak ada alasan apa pun yang boleh memaklumi atau meringankan kejadian teror ini, seolah jadi semacam konspirasi/pengalihan isu semata.
Lalu: Y benci X. X benci Y. Keduanya sudah jengah bertengkar dan milih diem-dieman, tanpa berusaha paham pikiran dan perasaan masing-masing; tidak tahu kalau reaksi yang berbeda-beda itu wajar adanya. Lantas, kebencian mengendap begitu saja di dalam diri mereka.
Well, teroris itu telah berhasil. Tidak hanya ketakutan, kebencian pun mengakar di hati banyak orang. Apakah kita akan membiarkan ini terjadi?
Temukan jawabannya Sabtu, 26 Mei 2018 Pukul 13.00 di CO&CO Space!