Orbitaldago Gallery

Orbitaldago Gallery Art Gallery

Nikmati makanan khas  dan ngopi di   bersama teman-teman atau keluarga
02/06/2026

Nikmati makanan khas dan ngopi di bersama teman-teman atau keluarga

Nikmati makanan khas  dan ngopi di
27/05/2026

Nikmati makanan khas dan ngopi di

20/05/2026
Pindai dan unduh e-katalognya Kunjungi“AUM”Pameran Tunggal I Ketut Adi CandraDikuratori oleh Bambang SubarnasDi Orbital ...
18/05/2026

Pindai dan unduh e-katalognya

Kunjungi
“AUM”
Pameran Tunggal I Ketut Adi Candra

Dikuratori oleh Bambang Subarnas

Di Orbital D**o
Jl. Rancakendal Luhur. No 7
Bandung 40192

Pameran dibuka setiap hari
Mulai jam 08.30 WIB hingga 20.00 WIB
Gratis

Frasa “aum” kira- kira sama seperti frasa “amin” dalam Islam. Frasa ini merupakan puncak dari seluruh laku relijius, penutup dari seluruh doa/matra agar terkabul apa yang dihajatkan kepada sang pencipta. Bagi masyarakat Hindu Bali, ucapan AUM merupakan ucapan sakral. Penggunaan frasa ini sebagai judul pameran bertolak dari anggapan bahwa berkarya bukan hanya keperluan profan, tetapi sebagai laku dharma, sebagaimana yang diungkapkan oleh Adi Candra sendiri. (Bambang Subarnas)

I Ketut Adi Candra adalah seorang perupa lulusan ISI Denpasar, tercatat telah berpameran sejak 1993, 11 kali pameran tunggal, 48 kali pameran kelompok. Tahun 1998 ia menjadi salah satu finalis Philip Moris Art Award dan karyanya dipamerkan di Galeri Nasional, Jakarta.

Sejak 2017, Adi Candra berada dijalan karma dan amanah kehidupan sebagai pelayan umat tanpa pamrih : sebagai jero mangku di lingkungan desanya di Singapadu Kaler, Sukawati, Gianyar, Bali. Sebagai jero mangku, ia menjadi pemuka adat yang memimpin berbagai ritual peribadatan. Jabatannya sebagai jero mangku menuntut pemahaman dan penghayatannya terhadap spiritualitas relijius Bali semakin intens. Ia yang dilahirkan di dalam budaya Bali modern, dengan sendirinya telah membentuk Adi Candra me jadi sosoknya saat ini.

Sosok yang mengalami dua kebudayaan secara serentak: kekuatan adat dan modernitas yang disokong oleh kepariwisataan. Secara kultural, kondisi kebudayaan ini merupakan medan dialektik dan negosasi budaya yang berlangsung panjang. Kondisi ini telah melahirkan beragam cara pandang sekaligus daya adaptasi kreatif masyarakatnya. Itulah masyarakat kontemporer Bali saat ini.

Kunjungi “AUM”Pameran Tunggal I Ketut Adi CandraDikuratori oleh Bambang SubarnasDi Orbital D**oJl. Rancakendal Luhur. No...
17/05/2026

Kunjungi

“AUM”
Pameran Tunggal I Ketut Adi Candra

Dikuratori oleh Bambang Subarnas

Di Orbital D**o
Jl. Rancakendal Luhur. No 7
Bandung 40192

Pameran dibuka setiap hari
Mulai jam 08.30 WIB hingga 20.00 WIB
Gratis

Frasa “aum” kira- kira sama seperti frasa “amin” dalam Islam. Frasa ini merupakan puncak dari seluruh laku relijius, penutup dari seluruh doa/matra agar terkabul apa yang dihajatkan kepada sang pencipta. Bagi masyarakat Hindu Bali, ucapan AUM merupakan ucapan sakral. Penggunaan frasa ini sebagai judul pameran bertolak dari anggapan bahwa berkarya bukan hanya keperluan profan, tetapi sebagai laku dharma, sebagaimana yang diungkapkan oleh Adi Candra sendiri. (Bambang Subarnas)

I Ketut Adi Candra adalah seorang perupa lulusan ISI Denpasar, tercatat telah berpameran sejak 1993, 11 kali pameran tunggal, 48 kali pameran kelompok. Tahun 1998 ia menjadi salah satu finalis Philip Moris Art Award dan karyanya dipamerkan di Galeri Nasional, Jakarta.

Sejak 2017, Adi Candra berada dijalan karma dan amanah kehidupan sebagai pelayan umat tanpa pamrih : sebagai jero mangku di lingkungan desanya di Singapadu Kaler, Sukawati, Gianyar, Bali. Sebagai jero mangku, ia menjadi pemuka adat yang memimpin berbagai ritual peribadatan. Jabatannya sebagai jero mangku menuntut pemahaman dan penghayatannya terhadap spiritualitas relijius Bali semakin intens. Ia yang dilahirkan di dalam budaya Bali modern, dengan sendirinya telah membentuk Adi Candra me jadi sosoknya saat ini.

Sosok yang mengalami dua kebudayaan secara serentak: kekuatan adat dan modernitas yang disokong oleh kepariwisataan. Secara kultural, kondisi kebudayaan ini merupakan medan dialektik dan negosasi budaya yang berlangsung panjang. Kondisi ini telah melahirkan beragam cara pandang sekaligus daya adaptasi kreatif masyarakatnya. Itulah masyarakat kontemporer Bali saat ini.

Nikmati menu   dan suasananyaKunjungi“AUM”Pameran Tunggal I Ketut Adi CandraDikuratori oleh Bambang SubarnasDi Orbital D...
14/05/2026

Nikmati menu dan suasananya

Kunjungi
“AUM”
Pameran Tunggal I Ketut Adi Candra

Dikuratori oleh Bambang Subarnas

Di Orbital D**o
Jl. Rancakendal Luhur. No 7
Bandung 40192

Pameran dibuka setiap hari
Mulai jam 08.30 WIB hingga 20.00 WIB
Gratis

Frasa “aum” kira- kira sama seperti frasa “amin” dalam Islam. Frasa ini merupakan puncak dari seluruh laku relijius, penutup dari seluruh doa/matra agar terkabul apa yang dihajatkan kepada sang pencipta. Bagi masyarakat Hindu Bali, ucapan AUM merupakan ucapan sakral. Penggunaan frasa ini sebagai judul pameran bertolak dari anggapan bahwa berkarya bukan hanya keperluan profan, tetapi sebagai laku dharma, sebagaimana yang diungkapkan oleh Adi Candra sendiri. (Bambang Subarnas)

I Ketut Adi Candra adalah seorang perupa lulusan ISI Denpasar, tercatat telah berpameran sejak 1993, 11 kali pameran tunggal, 48 kali pameran kelompok. Tahun 1998 ia menjadi salah satu finalis Philip Moris Art Award dan karyanya dipamerkan di Galeri Nasional, Jakarta.

Sejak 2017, Adi Candra berada dijalan karma dan amanah kehidupan sebagai pelayan umat tanpa pamrih : sebagai jero mangku di lingkungan desanya di Singapadu Kaler, Sukawati, Gianyar, Bali. Sebagai jero mangku, ia menjadi pemuka adat yang memimpin berbagai ritual peribadatan. Jabatannya sebagai jero mangku menuntut pemahaman dan penghayatannya terhadap spiritualitas relijius Bali semakin intens. Ia yang dilahirkan di dalam budaya Bali modern, dengan sendirinya telah membentuk Adi Candra me jadi sosoknya saat ini.

Sosok yang mengalami dua kebudayaan secara serentak: kekuatan adat dan modernitas yang disokong oleh kepariwisataan. Secara kultural, kondisi kebudayaan ini merupakan medan dialektik dan negosasi budaya yang berlangsung panjang. Kondisi ini telah melahirkan beragam cara pandang sekaligus daya adaptasi kreatif masyarakatnya. Itulah masyarakat kontemporer Bali saat ini.

Scan dan unduh e-katalognya Kunjungi“AUM”Pameran Tunggal I Ketut Adi CandraDikuratori oleh Bambang SubarnasDi Orbital D*...
12/05/2026

Scan dan unduh e-katalognya

Kunjungi
“AUM”
Pameran Tunggal I Ketut Adi Candra

Dikuratori oleh Bambang Subarnas

Di Orbital D**o
Jl. Rancakendal Luhur. No 7
Bandung 40192

Pameran dibuka setiap hari
Mulai jam 08.30 WIB hingga 20.00 WIB
Gratis

Frasa “aum” kira- kira sama seperti frasa “amin” dalam Islam. Frasa ini merupakan puncak dari seluruh laku relijius, penutup dari seluruh doa/matra agar terkabul apa yang dihajatkan kepada sang pencipta. Bagi masyarakat Hindu Bali, ucapan AUM merupakan ucapan sakral. Penggunaan frasa ini sebagai judul pameran bertolak dari anggapan bahwa berkarya bukan hanya keperluan profan, tetapi sebagai laku dharma, sebagaimana yang diungkapkan oleh Adi Candra sendiri. (Bambang Subarnas)

I Ketut Adi Candra adalah seorang perupa lulusan ISI Denpasar, tercatat telah berpameran sejak 1993, 11 kali pameran tunggal, 48 kali pameran kelompok. Tahun 1998 ia menjadi salah satu finalis Philip Moris Art Award dan karyanya dipamerkan di Galeri Nasional, Jakarta.

Sejak 2017, Adi Candra berada dijalan karma dan amanah kehidupan sebagai pelayan umat tanpa pamrih : sebagai jero mangku di lingkungan desanya di Singapadu Kaler, Sukawati, Gianyar, Bali. Sebagai jero mangku, ia menjadi pemuka adat yang memimpin berbagai ritual peribadatan. Jabatannya sebagai jero mangku menuntut pemahaman dan penghayatannya terhadap spiritualitas relijius Bali semakin intens. Ia yang dilahirkan di dalam budaya Bali modern, dengan sendirinya telah membentuk Adi Candra me jadi sosoknya saat ini.

Sosok yang mengalami dua kebudayaan secara serentak: kekuatan adat dan modernitas yang disokong oleh kepariwisataan. Secara kultural, kondisi kebudayaan ini merupakan medan dialektik dan negosasi budaya yang berlangsung panjang. Kondisi ini telah melahirkan beragam cara pandang sekaligus daya adaptasi kreatif masyarakatnya. Itulah masyarakat kontemporer Bali saat ini.

10/05/2026

Kunjungi
“AUM”
Pameran Tunggal I Ketut Adi Candra

Dikuratori oleh Bambang Subarnas

Di Orbital D**o
Jl. Rancakendal Luhur. No 7
Bandung 40192

Pameran dibuka setiap hari
Mulai jam 08.30 WIB hingga 20.00 WIB
Gratis

Frasa “aum” kira- kira sama seperti frasa “amin” dalam Islam. Frasa ini merupakan puncak dari seluruh laku relijius, penutup dari seluruh doa/matra agar terkabul apa yang dihajatkan kepada sang pencipta. Bagi masyarakat Hindu Bali, ucapan AUM merupakan ucapan sakral. Penggunaan frasa ini sebagai judul pameran bertolak dari anggapan bahwa berkarya bukan hanya keperluan profan, tetapi sebagai laku dharma, sebagaimana yang diungkapkan oleh Adi Candra sendiri. (Bambang Subarnas)

I Ketut Adi Candra adalah seorang perupa lulusan ISI Denpasar, tercatat telah berpameran sejak 1993, 11 kali pameran tunggal, 48 kali pameran kelompok. Tahun 1998 ia menjadi salah satu finalis Philip Moris Art Award dan karyanya dipamerkan di Galeri Nasional, Jakarta.

Sejak 2017, Adi Candra berada dijalan karma dan amanah kehidupan sebagai pelayan umat tanpa pamrih : sebagai jero mangku di lingkungan desanya di Singapadu Kaler, Sukawati, Gianyar, Bali. Sebagai jero mangku, ia menjadi pemuka adat yang memimpin berbagai ritual peribadatan. Jabatannya sebagai jero mangku menuntut pemahaman dan penghayatannya terhadap spiritualitas relijius Bali semakin intens. Ia yang dilahirkan di dalam budaya Bali modern, dengan sendirinya telah membentuk Adi Candra me jadi sosoknya saat ini.

Sosok yang mengalami dua kebudayaan secara serentak: kekuatan adat dan modernitas yang disokong oleh kepariwisataan. Secara kultural, kondisi kebudayaan ini merupakan medan dialektik dan negosasi budaya yang berlangsung panjang. Kondisi ini telah melahirkan beragam cara pandang sekaligus daya adaptasi kreatif masyarakatnya. Itulah masyarakat kontemporer Bali saat ini.

Kunjungi“AUM”Pameran Tunggal I Ketut Adi CandraDikuratori oleh Bambang SubarnasDi Orbital D**oJl. Rancakendal Luhur. No ...
08/05/2026

Kunjungi
“AUM”
Pameran Tunggal I Ketut Adi Candra

Dikuratori oleh Bambang Subarnas

Di Orbital D**o
Jl. Rancakendal Luhur. No 7
Bandung 40192

Pameran dibuka setiap hari
Mulai jam 08.30 WIB hingga 20.00 WIB
Gratis

Frasa “aum” kira- kira sama seperti frasa “amin” dalam Islam. Frasa ini merupakan puncak dari seluruh laku relijius, penutup dari seluruh doa/matra agar terkabul apa yang dihajatkan kepada sang pencipta. Bagi masyarakat Hindu Bali, ucapan AUM merupakan ucapan sakral. Penggunaan frasa ini sebagai judul pameran bertolak dari anggapan bahwa berkarya bukan hanya keperluan profan, tetapi sebagai laku dharma, sebagaimana yang diungkapkan oleh Adi Candra sendiri. (Bambang Subarnas)

I Ketut Adi Candra adalah seorang perupa lulusan ISI Denpasar, tercatat telah berpameran sejak 1993, 11 kali pameran tunggal, 48 kali pameran kelompok. Tahun 1998 ia menjadi salah satu finalis Philip Moris Art Award dan karyanya dipamerkan di Galeri Nasional, Jakarta.

Sejak 2017, Adi Candra berada dijalan karma dan amanah kehidupan sebagai pelayan umat tanpa pamrih : sebagai jero mangku di lingkungan desanya di Singapadu Kaler, Sukawati, Gianyar, Bali. Sebagai jero mangku, ia menjadi pemuka adat yang memimpin berbagai ritual peribadatan. Jabatannya sebagai jero mangku menuntut pemahaman dan penghayatannya terhadap spiritualitas relijius Bali semakin intens. Ia yang dilahirkan di dalam budaya Bali modern, dengan sendirinya telah membentuk Adi Candra me jadi sosoknya saat ini.

Sosok yang mengalami dua kebudayaan secara serentak: kekuatan adat dan modernitas yang disokong oleh kepariwisataan. Secara kultural, kondisi kebudayaan ini merupakan medan dialektik dan negosasi budaya yang berlangsung panjang. Kondisi ini telah melahirkan beragam cara pandang sekaligus daya adaptasi kreatif masyarakatnya. Itulah masyarakat kontemporer Bali saat ini.

Address

Jalan Ranca Kendal Luhur No. 7
Bandung
40191

Opening Hours

Monday 09:00 - 20:00
Tuesday 09:00 - 20:00
Wednesday 09:00 - 20:00
Thursday 09:00 - 20:00
Friday 09:00 - 21:00
Saturday 09:00 - 21:00
Sunday 09:00 - 20:00

Telephone

+6281320036262

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Orbitaldago Gallery posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Orbitaldago Gallery:

Share

Category